Kamis, 17 Januari 2019

-Filosofi Tumpeng


*FILOSOFIS TUMPENG DALAM TRADISI SUFI KEJAWEN*

Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut; karena itu disebut pula ‘nasi tumpeng’.
Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk.

Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum.
Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan di daun pisang batu.

Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi.
Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang).

Setelah masyarakat Jawa menganut dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.

Meskipun tradisi tumpeng telah ada jauh sebelum masuknya Islam ke pulau Jawa, tradisi tumpeng pada perkembangannya diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa, dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada Yang Maha Kuasa.
Dalam tradisi kenduri Slametan pada masyarakat Islam tradisional Jawa, tumpeng disajikan dengan sebelumnya digelar pengajian Al Quran.

Menurut tradisi Islam Jawa, “Tumpeng” merupakan akronim dalam bahasa Jawa yang minimal mempunyai dua arti, *Pertama : Tumindake sing lempeng = Perbuatan yang lurus.
*Kedua : Yen metu kudu sing mempeng = Bila keluar harus dengan sungguh-sungguh.
Lengkapnya, ada satu unit makanan lagi namanya “Buceng”, dibuat dari ketan; akronim dari: yen mlebu kudu sing kenceng (bila masuk harus dengan sungguh-sungguh).

Sedangkan lauk-pauknya tumpeng, berjumlah 7 macam, angka 7 bahasa Jawa pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan).
Empat kalimat akronim itu, merupakan pengamalan dari sebuah surat Al Insyqaq 84 ayat 6 dan doa dalam surah al Isra’ ayat 80 :
"Hai manusia ! Sesungguhnya engkau harus berusaha dengan sungguh sungguh untuk menemui Tuhanmu, sampai engkau bertemu denganNya".
“Ya Tuhan, masukanlah aku dengan sebenar-benarnya masuk dan keluarkanlah aku dengan sebenar-benarnya keluar serta jadikanlah dari-Mu kekuasaan bagiku yang memberikan pertolongan”.
Menurut beberapa ahli tafsir, doa ini dibaca Nabi Muhammad SAW waktu akan hijrah keluar dari kota Mekah menuju kota Madinah.

Sedangkan secara hakekat, mempunyai makna simbolis jika ingin kita selamat urip atau hidup di dunia dan akhirat, maka kita harus bertindak yang lurus antara hati, ucapan dan perbuatan, dengan cara memohon jalan yang lurus dari diri menuju Liqa' Allah.

Dalam meniti jalan lurus ini, kita memohon pertolongan (sulthon) agar kita bisa keluar masuk dari kesadaran insani ke kesadaran Ilahi dengan baik dan benar, dengan cara memotong hawa nafsu yang berada di puncak (kepala) manusia/puncak Bukit Thur Sina

Makanya bila seseorang berhajatan dengan menyajikan Tumpeng, maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Yang Maha Pencipta agar kita dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memperoleh kemuliaan yang memberikan pertolongan.
Dan itu semua akan kita dapatkan bila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh.
Pada jaman dahulu, tumpeng selalu disajikan dari nasi putih.
Nasi putih dan lauk pauk dalam tumpeng mempunyai arti simbolik yang berbeda-beda.
"Nasi putih: berbentuk gunungan atau kerucut yang melambangkan tangan yang merapat menyembah tuhan.

Nasi putih juga melambangkan bahwa segala sesuatu yang kita makan menjadi darah dan daging haruslah dipilih dari sumber yang bersih atau halal. Bentuknya yang berupa gunungan juga dapat diartikan sebagai harapan agar kesejahteraan hidup kita semakin “naik” dan “tinggi”.
"Ayam: ayam jago atau jantan yang dimasak utuh ingkung dengan bumbu kuning/kunir dan diberi kaldu santan yang kental merupakan simbol menyembah Tuhan dengan khusuk (manekung) dengan hati yang tenang (wening).

Ketenangan hati dicapai dengan mengendalikan diri dan sabar (nge’reh’ rasa).
Menyembelih ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk yang dilambangkan oleh ayam jago, diantaranya adalah sombong, congkak, kalau berbicara selalu menyela dan merasa tahu/menang/benar sendiri (berkokok), tidak setia, dan tidak perhatian dengan anak istri.
"Hidangan laut. Dari lauk pauk wakil dari alam fauna, sepertinya lauk yang mewakili unsur air yang banyak mengandung makna yang bisa diterapkan dalam kehidupan.
Ikan sudah bisa dipastikan mewakili hewan air.

Dalam tumpeng modern, menu ikan sering digantikan dengan udang.
Ada tiga jenis ikan yang bisa dipakai untuk melengkapi jenis lauk-pauk yang terdapat di dalam tumpeng:
"Ikan Lele: ikan lele tahan hidup di air yang tidak mengalir dan terdapat di dasar sungai.
Menghadirkan ikan lele sebagai lauk dalam tumpeng merupaka simbol ketabahan, keuletan dalam hidup, serta sanggup bertahan hidup dalam situasi ekonomi paling bawah sekalipun. Kebiasaan hidup lele juga diharapkan akan diterapkan dalam kehidupan karier manusia, yakni agar tidak sungkan meniti karier dari bawah.

"Ikan Bandeng: Ikan bandeng terkenal dengan duri-duri halusnya yang jumlahnya seperti tidak terbatas.
Hampir setiap gigitan, hampir bisa dipastikan ada duri di dalamnya.
Melalui hidangan ini orang berharap setiap saat bisa mendapat rezeki dan jumlahnya selalu banyak atau bertambah seperti duri ikan bandeng.
"Ikan Teri/Gereh Pethek: ikan ini dapat digoreng dengan tepung atau tanpa tepung.
Ikan teri ukurannya sangat kecil dan mudah menjadi santapan ikan yang leih besar apabila ia berenang sendirian. Oleh karena itu ikan teri hidupnya selalu bergerombol.
Ini mengingatkan manusia bahwa mereka tidak bisa hidup sendiri.

Mereka adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan bantuan orang lain untuk hidup.
Dengan demikian, ikan teri melambangkan kerukunan dan kerjasama yang harus dibina sesama manusia.
"Telur: telur direbus pindang, bukan didadar atau di-mata sapi, namun harus disajikan utuh dengan kulitnya (tidak dipotong).
Untuk memakannya harus dikupas terlebih dahulu.
Hal tersebut (kulit telur, putih telur, dan kuning telur) melambangkan bahwa semua tindakan yang kita lakukan harus direncanakan(dikupas), dikerjakan sesuai dengan rencana dan dievaluasi hasilnya demi tercapainya kesempurnaan.

*Piwulang Jawa mengajarkan*
“Tata, Titi, Titis, dan Tatas”, yang berarti etos kerja yang baik adalah kerja yang terencana, teliti, tepat perhitungan, dan diselesaikan dengan tuntas.
"Telur melambangkan bahwa manusia diciptakan Tuhan dengan derajat (fitrah) yang sama, yang membedakannya adalah ketakwaan dan tingkah lakunya.
"Sayuran dan urab-uraban: Urap sayuran merupakan jenis menu yang umum dipilih yang dapat mewakili tumbuhan darat.

Jenis sayurnya tidak dipilih begitu saja karena tiap sayur juga mengandung perlambang tertentu. Sayuran yang harus ada adalah:
-Kangkung: Sayur ini bisa tumbuh di air dan di darat, begitu juga yang diharapkan pada manusia yang harus sanggup hidup di mana saja dan dalam kondisi apa pun. Kangkung juga berarti ‘jinangkung’ yang artinya melindungi.
-Bayam: Bayam mempunyai warna hijau muda yang menyejukkan dan bentuk daunnya sederhana tidak banyak lekukan. Sayur ini melambangkan kehidupan yang ayem tenterem (aman dan damai), tidak banyak konflik seperti sederhananya bentuk daun dan sejuknya warna hijau pada sayur bayam.
-Kecambah: muncul keluar dari biji kacang hijau.
Di dalam sayur kecil ini terkandung makna kreativitas tinggi.
Seseorang yang selalu memunculkan ide-ide baru adalah seseorang yang kreativitasnya tinggi dan bisa berhasil dalam hidupnya.
Kecambah(taoge) juga jenis sayuran yang sangat mudah dihasilkan.
Ini mengandung pengharapan bahwa manusia dapat terus tumbuh dan berkembang, mempunyai anak cucu.
-Kacang Panjang: Kacang panjang harus hadir utuh, tanpa dipotong.
Maksudnya agar manusia hendaknya selalu berpikir panjang sebelum bertindak.
Selain itu kacang panjang juga melambangkan umur panjang.
Kacang panjang utuh umumnya tidak dibuat hidangan, tetapi hadir sebagai hiasan yang mengelilingi tumpeng atau ditempelkan pada badan kerucut.
-Bawang merah (brambang): melambangkan mempertimbangkan segala sesuatu dari sisi baik buruknya dengan matang.
-Cabe merah: biasanya diletakkan di ujung tumpeng.
Ini merupakan simbol dilah/api yang memberikan penerangan/tauladan yang akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
-Kluwih: berarti linuwih atau mempunyai kelebihan dibanding yang lainnya.
-Bumbu urap yang berarti urip/hidup atau mampu menghidupi dan menafkahi keluarga.
Dari berbagai penjelasan di atas, terlihat jelas bahwa pemilihan bentuk dan lauk pauk pelengkap tumpeng bukan sekedar kebetulan atau tanpa alasan.
Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.
Trah Jawa 94.

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
(https://sinaurosorogo.blogspot.com


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Jamu Jati Kendi

 
*Racikan Jamu Sehat*


*JAMU JATI KENDI*
 
menyehatkan dan membahagiakan
1. *Jamu* : _Jaga mulutmu._ Maksudnya, mulut dijaga agar tidak mengeluarkan kata2 yang tidak pantas. Selain itu menjaga agar mulut tidak makan sembarang makanan. Makanlah makanan yang berguna untuk tubuh. Makan secukupnya, sesuai kebutuhan yang proposional.

2. *Jati* : _Jaga hati._
Maksudnya, isilah hati dengan perasaan yang positif. Selalu bersyukur terhadap yang sudah di punyai dan tidak perlu kecewa dengan yang belum ada. Jangan sampai dipenuhi dan harus buang rasa iri, dengki, srei, jahil, methakil, cemburu, fitnah, dsb.

3. *Kendi*: _Kendalikan diri._
Hiduplah normal. Pelihara keharmonisan keluarga. Istirahat cukup. Olahraga cukup. Kendalikan emosi, birahi, keinginan2 yang bukan kebutuhan, ambisi2 yang tidak terukur.

Monggo dicoba tiap hari dijalani terus menerus belajar membiasakan mengkonsumsi *JAMU JATI KENDI* setiap saat.
Wilujeng..........


 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com


-Dino Lan Pasaran

 
DINO LAN PASARAN

Iki tatanan kang nuduhake arahe Urip kang kawoco sake anane Dino lan Pasaran, kang kawoco soko anane tatanan Neptu Go’ib ono ing Dino :
1. Jum’at Wage = Jowo,
2. Ahad Lagi = Allah,
3. Seloso Pon = Sapo, koyo kasebut ing ngisor iki:
I. Jum’at Wage= Jumat : huruf awal Jo =- neptune = 6
Neptu = 10 = Wage : hurul awal Wo - neptune = 4


Yen huruf awal kajumbuhake muni Jowo, kang mowo maksud hakekate Urip, yo maknane Urip, dadi kang dimaksud Jowo iku yo manungso kang ngerteni Sejatine Urip ing Alam Dunyo, ngerti anane Islam yo Slamete Urip ono ing Alam Dunyo yen ora kaliru ngerti bebere Kitab Layang Kalimosodo yo anane Syahadat kang turun ono Tanah Jowo dadi tuntunan anane serat Sastro Jendro Hayuningrat, Mahayu Hayuning Bawono, yo tuntunan Urip marang Perilaku kang nuduhake anane Hak lan Wajibe Urip, dadi kang kamaksud Jowo ing kene dudu Pawongan Kang lahir ono ing tanah Jowo utowo Suku Jowo.


Jumat Wage, Ahad Legi, Seloso Pen kabeh Neptune yen kagunggung ono neptu 10 anuduhake anane kabeh kang wis Kaciptakake dene Pangeran ing Alam Dunyo iki yen kagunggung nurut kasatuanne yo among ono 10 macem koyo kasebut ing ngisor iki :
1. Lemah / tanah 6. Tetanduran
2. Banyu 7. Kekewanan
3. Geni 8. Jin, Setan, Iblis, lelembut
4. Angin 9. Malaikat
5. Watu/Bebatuan ( Wesi, emas, 10. Pawongan (Wong, Tiyang, Manungso)
 

Yen Jum’at neptu 6 ing kono anane soko rukun Iman, yo biso kasebut soko anane wadah, dadi Dino iku mujudake wadah, lan yen Wage neptu 4 ing kono anane sedulur 4, yo anane isi, dadi Pasaran mujudake isi. Kaumpakake Wadah iku Jasad, isi iku Rogo, ing kono iku ketemu :
- Wadah = Jasad anane Badan Kasar - Jagad Royo - Kitab AI Qur’an
- Isi = Rogo anane Badan Alus - Jagad Dumadi - AI Fatikah.
 

Manowo kawoco soko gebyar lan gumelare Jagad salumrahe, ing kono ketemu anane dedeg piadege Wahyune Kaluarga kang dadi isine wujud Wahyu Purbo Jati, Wahyu Purbo Rangrang mujudake anane Wahyu Purbo Sari, kang nyoto wujud soko isine Neptu 6 ono ing Dino Jum’at wujud dadi :
1. Kemanten sakloron = 2
2. Wongtuo sakloron = 2
3. Morotuo sakloron = 2, yen kagunggung kabeh ono 6.
yen ing Pasaran Wage wujud soko anane
1. Sandang - pangan.
2. Papan - Pomahan.
3. Anak, Dunyobrono.
4. Luhure Kaluarga, yo isine Keluarga Sakinah “ma Warda wa Rohma yo anane Drajat Dunyo – Akhirat.
Yo ing isine dino Jum’at Wage iki awal bebere Kalimah Syahadat awal dedeg ¬adage Islam ono sajroning Ati - Nurani Manlingso.
 

Yen Jum’at neptu 6 ing kono anane rukun Iman, lan yen Wage neptu 4 ing kono ugo biso kagambarake cagak 4 utowo awal anane anasir 4 perkoro yo anane Bumi, Banyu, Geni lan Angin, anane Manungso manembah marang Pangerane soko Percoyo - Yakin - Iman marang Rukun Iman :
1. Allah, ono anane, kabeh wujud soko Kekarepan - Kehendak kang Nyoto Tulisane.
2. Kitab, a. ganng : a. Kitab Jabur - Nabi Daud as.
b. Kitab Taurot - Nabi Musa as.
c. Kitab Injil - Nabi Isa as.
d. Kitab Alqur’an - Nabi Muhammad saw.
b. teles : a. Garis Takdir, katulis among sepisan ora kaambalan maneh.
b. Garis Nasib katuIis soko Tindak Laku, Pakaryan lan obah - musike Kekarepan Urip Manungso.
3. Nabi Lan Rasul
4. MaIaikat, Jin - setan
5. Kiamat, Hari Akhir
6. Qodlo - Qadar, anane Takdir -Nasib wujude hukum Sebab - Akibat.
 

Cagak 4 wujud soko Anasir awaI, yoiku Lemah/Tanah, Banyu, Geni lan Angin kang nuwuhake anane :
a. LemahjTanah netepi Sifat Aluamah, anane Sabar - Narimo, wujud uripe soko kagowo Serakah
b. Banyu netepi Sifat Mutmainah, anane Adil, timbang Pamikirane, wujud uripe soko kagowo Iri – Drengki.
c. Geni netepi Sifat Amarah, anane Perkoso, anduweni Doyo - kekuatan, wujud uripe soko kagowo Murko – Nesu.
d. Angin netepi Sifat Supiyah, anane Adek Pribadi - Mandiri, wujud uripe soko kagowo Sombong – Angkuh.
Kaumpamakake Iman iku Kusir, Cagak 4 (papat) iku Jaran 4 (papat), kang playune nurut kekarepane dewe-dewe, sing kelir ireng playune ngalor tok, sing kelir putih playune ngetan tok, sing kelir abang playune ngidul tok, sing kelir kuning playune ngulon tok, Bendi-ne wujud soko anane Badan, Playune wujud soko Ragane tujuane netepi anane kekarepan.
Dino Jum’at dadi dino kekeran poro Nabi - WaIi, nyoto soko anane Sholat sunat Jum’at, ing kono margo soko Kanugrahane Pangeran Kang Moho Agung, kanggo Umate supoyo gelem Eling marang anane Tatanan Urip Bebrayan ing Alam Dunyo.
 

II. Ahad Legi : Ahad : huruf awal A - Neptune = 5
Neptu 10 : Legi : huruf awal LA - Neptune = 5
Yen huruf awal kajumbuhake muni Allah yo anane Pangeran, manungso wajib ngawruhi sopo sejatine Pangerane, ing dino Ahad Legi iki anane awal mbukak kawruh kang wis kasebut ono sajrone wawasan Ahad Legi.
Ahad neptu 5 gegambaran soko sedulur Papat ke Limo Pancer, wujud nunggal dadi Badan Kasar, kasebut njobo.
 

Legi Neptu 5, ono anane njero yo Badan Alus wujud soko anane :
1. Roso : soko Sifat Aluamah, Mutmainah, Arnarah, Supiyah, lsp.
2. Roh : soko manunggale Uripe Kekewanan.
3. Nyowo : soko manunggale Uripe Kekayonan yo Tetanduran.
4. Atmo : soko Gondo Arum Asmane ( sampurnane Budi - Luhur / Ahlak yang terpuji Umat ) alame Asmo Leluhure.
5. Sukmo : soko Kanugrahane Pangeran.
Ing ngisor iki satemene anane tatanan Roso kang dumunung ono sajrorie Badan saujude Manungso :
A. Roso : 1. Rasana Pangerane.
2. Roso Sejati yo Sejatine Roso, Roso kang wujud soko manunggale Roso Rasane Jagad Dumadi marang Roso Rasane Jagad Royo koyo to:
a. Uyah iku asin, asin durung mesti anane uyah,
b. Gulo iku legi, Legi durung mesti anane gulo,
c. Asem iku kecut, kecut durung mesti anane asem.
3. Roso Poncodriyo
a. Pangroso /Pangucap,
b. Panggondo,
c. Pandulu, d. Pangrungu,
e. Pangrobo.
4. Roso kang wujud soko anane manunggale Roso Sifat Aluamah, Mutmainah, Amarah, Supiyah.
5. Rasane Umat yo anane Roso Rumongso kang wujud soko kemampuane Umat anggone nunggalake Roso Rasane Pangeran, Roso Poncodriyo, Roso Sejati - Sejatine Roso, Roso soko anane Sifat Aluamah, Mutmainah, Amarah, Supiyah wujud nunggal ono ing anane Laku yo anane Tingkah Laku Budi Howo saben dinane kang bakal mujudake anane Akhlak kang minulyo.
6. Roso Rasane Urip Manungso Sejati, wujud soko nunggal nyawiji anane sakabehe Roso kang kasebut ing duwur mau.
Soko kawruh kang wis kabeber ing duwur, kito biso anglakoni nunggalake Rasane Umat wujud nunggal marang Rasane Pangeran sake wujud jumbuhe angen-angen lan nunggale kekarepan.
A. Roh : Roh iku Uripe Kekewanan kang nunggal marang Badan saujude Manungso, ananne Kanugrahan soko Pangeran kanggo netepi Serat Sastro Jendro Hayuningrat, Mahayu Hayu Ning Bawono.
B. Nyowo : Nyowo anane Uripe Tetukulan / Tetanduran kang nunggal marang Badan saujude Manungso, anane Kanugrahan sake Pangeran kanggo netepi wajib mapakake Serat Sastro Jendro Hayu Ningrat, Mahayu Hayu ning Bawono.
C. Atmo : Atmo iku Alame Asmo, wujud nunggal marang Manungso sake Dino kalahirane lan tetengeran yo Jeneng yo Aran kang sinebut sake Wongtuwane, kang kudu rinekso Manungsane supoyo biso anggondo Arum.
D. Sukmo : Sukmo yo anane tetengeran soko Pangerane kanggo papan nunggale Kawulo Gustine.
Soko katerangan ing duwur mall manungso biso njupuk Hak sake Pangeran yen manungso mau wis biso nglakoni kang dadi wajibe, yo soko wis biso anglakoni anane Mahayu Hayuning Bawono.
Roh iku Uripe Kekewanan kang nunggal marang Badan saujude Manungso, anane Kanugrahan sake Pangeran kanggo netepi wajib mapakake Serat Sastro Jendro Hayu Ningrat, Mahayu Hayu ning Bawono.
Ahad Legi yo biso kawoco A iku anane Ho lan Le iku anane La koyo kasebut ing ngisor iki :
1. A – Aku : Aku anane Pangeran, kang mengku anane Kitab Serat Layang Kalimosodo,
2. La – Laku : Laku, lakune Manungso ono sajrone bebering Kitab Serat Layang Kalimosodo,
Pangeran kang mengku Karep nunggal marang Kekarepanne Manungso mujudake gegayuhan kang kinarepake manungsane.
Kang biso nunggalake lan ngerteni wektu Badan Kasar nunggal marang Badan Alus kudu biso netepi anane Wahyu Trias Wiji yoiku sake :
a. Tekun, anane nota nafase,
b. Temen, anane tingkah lakune,
c. Teliti, marang satindak - laku lan obah musike kahanan,
d. Awas, marang anane Gudo - Cuba - Pengaruh - Gangguan,
e. Sabar, marang sepapadane Urip.
Bakal biso ketemu marang Alam Kelanggengane yo Mulyane Urip ing tembe.


III. Seloso Pon : Seloso : huruf awal So - Neptune = 3
Neptu 10 : Pon : huruf awal Po - Neptune = 7
Yen huruf awal kajumbuhake unine Sapo, ing kene mowo maksud Manungso wajib ngawruhi sapo Sejatine Pangerane lan sapo Sejatine Manungso, opo kekarepanane Pangeran kanti sake Kanugrahane Manungso mudun Urip ing Alam Dunyo, opo kang dadi Hak-e Manungso ing Alam Dunyo lan opo kang dadi Kewajibane Urip ing Alam Dunyo.


Sejatine Pangeran lan Sejatine Manungso yen ora kaliru kasebut koyo ing ngisor iki:
1. Dzat-e Hu ayang-ayangane wujud dadi Dzat-e Alloh yo kasebut Dzat-e Pangeran.
2. Dzat-e Alloh yo kasebut Dzat-e Pangeran, ayang-ayangane wujud dadi Nur Muhamnlad yo kasebut Wahyu I Sukmane Jagad Royo.
3. Nur Muhammad yo kasebut Wahyu / Sukmane Jagad Royo, ayang-ayangane wujud nunggal dadi Jasad, sake Kanugrahane Pangeran dadi Badan saujud-e Manungso.
Koyo wektu Pangeran nyipto anane Kanjeng Nabi Adam as., sake ruwet ¬krenteg-e Urip, Pangeran nyipto anane Ibu Howo kanggo netepi Sampumane Urip Manungso, sake Sampurnane Urip Manungso kanggo netepi Gumelare Urip, Kanjeng Nabi Adam as. lan Ibu Howo kaudunake ono ing Alam Padang yo anane Alam Dunyo soko Kanugrahane Pangeran.


Soko kaweruh ing duwur, ing keno ono anane sarine Gumelare Drip kang awal koyo ing ngisor iki :
1. Hu netepi anane Alloh, banjur Nur Muhammad netepi isine Jagad Royo, banjur anane Manungso. Ing keno ketemu anane ongko 3, kang dadi Neptune Dino Seloso, yo anane Wadah Panyuwunan.
2. Netepi anane Gumelare Urip ing Alam Dunyo turun remuntun ketemu anane, Cukul - Ngendok - Manak, ing kene ketemu ugo anane ongko 3, kang dadi Neptune Dino Seloso.
Satemene Pangeran ora anduweni Karep opo - opo sake anane Manungso, amung ing keno ono anane Geter-e Urip, kang katuntun sake anane Serat Layang Kalimosodo, Kanugrahane Pangeran kanggo adeg - dedeg Urip Bebrayan ing Alam Dunyo, netepi Gumelare Urip Manungso.
Soko Geter-e Urip lan anane Serat Layang Kalimosodo, ing keno wis wujud anane Hak kang ono anane soko lakune Urip Manungso, katuntunake sake Kanugrahane Pangeran ono ing :
1. Serat Al Fatikah, satemene wujud Pasemon sake Lakune Urip Manungso, “kanggo netepi Urip Bebrayan ing Alam Dunyo, netepi Wajib-e Urip koyo ing Serat Sastro Jendro Hayu Ninggrat, Mahayu Hayu ning Bawovo, kang utomo Tapak Laku yo obah - mosike Budi - Howo ono ayat ” Ihdinash shirothol mustaqim ” lan ” Ghairil magdhuubi ‘alaihim wa ladhdhaalliin “, ing Serat Al Fatikah iki ketemu anane ongko 7, soko anane ayat Serat Al Fatikah kang dadi Neptune Pasaran Pon yo ono ongko 7, netepi wujud isine Urip yo Drajat-e Urip ing ngarsane Pangerane.
2. Do’a Sapu Jagad ” Robbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanataw wa fil aakhiroti hasanataw wa qinaa ‘adzaaban naar ” ing kene soko isine maksud dadi arahe Urip Manungso ing ngarsane Pangeran, Slamet Dunyo - Slamet Akhirat, soko anane Slamet Akhirat ono ongko 7 kang nyebutake anane Swargo lapis 7 Neroko lapis 7. ongko 7 dadi isine neptu Pasaran Pon, yo anane arahe isine Urip.
Soko anane kawruh ing duwur, kang nerangake anane Urip lan Pati, nerangake anane Tatanan Slamet yo anane Tatanan Islam.
M a t i
a. Papane Ikhlas, ketemu Lego - legowo.
b. Sampurnane ono 5 perkoro :
1. Sing mati Poncodriyo.
2. Kang teko Pesti.
3. Kang lunggo Sukmo.
4. Kang bali Jasad/Badan/Dzat.
5. Kang ditinggal Asmo.


c. Sesebutane iku ono 4 perkoro :
1. Mati manyasar.
2. Mati manyusup.
3. Mati manitis.
4. Mati manatas.
Anane gegambaran mau biso kawoco manowo Pangeran anggone nyipto Manungso ora sadermo ” Kun fayakun “, mbutuhake wektu yo anane Neptu kang jlimet koyo Kersane, amarga Manungso kadadekake Kholifah / Pemimpin ing Alam Dunyo, sapo kang kliru anggone nemtokake anane Urip yo ketemu ke1iru anggone mbalik marang asale.


Koyo salah sijine carito kang keno kaematake ono ing ngisor iki :
Wektu Kanjeng Nabi Muhammad saw ono sajroning Mi’raj, Pangeran ngandikan soko walike Tirai / tabir,. Tirai / tabir iku anane soko asta / tangan sak kloron, sak temene kang kasebut Tirai / tabir iku sajatine yo anane Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo, dunung ono epek-epek tangan kiwo lan tengen, nulis pakaryane, sarto epek-epek suku / sikil kiwo- tengen kanggo nulis tingkah-laku kang katindakake saben dino, supoyo kito Urip ono sajeroning Alam Dunyo iki biso tansah waspodo tan ngati-ati, koyo kang kasebut ing ngisor iki :


1. Ati-ati ojo gumampang ndedegi urip ing Alam Dunyo ( Marcopodo - ono tengah), amarga anane urip ing clam dunyo kudu biso njejegi sifat adil, kuwoso ngatur urip pribadi soko bebering Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo, supoyo ora gampang keblidru marang samubarang kang durung mesti anane, amarga Kalimah Syahadat yo Kitab Layang Kalimosodo iku sejatine Tulisan Takdir kito kang wus dikersakake netepi Kamulyane Drip, yen Tulisan Nasib amarga soko kito mburu Nepsu lan keblidru marang samubarang kang durung mesti anane amarga kurang Imane.
 

2. Kang katoto ono tengah sajatine dedeg bebering Kitab Layang Kalimosodo, yo anane Kahanan Drip kito Pribadi ono lakune Urip, lakune Urip nunggalake anane Jagat Royo marang Jagat Dumadi sampurno wujud sajerone ono anane Alam Kelanggengan .
 

3. Amargo anane Urip iku kudu mangerteni Dedeg Urip Pridadi marang Dedeg Uripe Kaluargo kaembanake marang Wujud Gumebyar gelar Cahyone Urip, yo anane Kawibawan kito Pribadi
 

4. Urip Pribadi mangerteni sapo sing njaluk mangan-ngombe, ono kadedayan ope sajrone mangan lan ngombe, sarto wujud ngrungkepi rage dapi ope ?

a. Sing njaluk mangan lan ngombe iku anane Aluamah sifate Bumi, kudu biso rumekso Uripe, anane wujud kuoso nyukulake wiji kekarepan lan biso nyukupiopo kang dadi isine pangangen - angen sarto mujudake ono anane Gumelare Urip, mapake anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Jalal, yo dedege Gusti Kang Moho Agung, kuoso ngayomi Urip Pribadi, Urip Kaluargane.
 

b. Sing mangan lan ngombe iku anane Mutmainah sifate Banyu, kudu biso ndedegi kuwasane Gusti Kang Moho Adil, ora gampang kasemsem marang ka¬indahane Jagat Royo, ora melik marang barang kang durung mesti Hak anane, mapakake Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Jamal, mumpuni gawe ka-¬Elokane Jagat, kuoso note anane wujud sarine pangangen - angen biso gumebyar sanaliko, netepi sampurnane Rogo Sejati kanggo nyukupi kabutuhan Kaluargane.
 

c. Sajroning mangan lan ngombe ono kadadeyan sake anane Amarah sifate Geni, sajrone urip kudu biso mapakake Santosane Urip, ora ambeg siyo marang liyan, biso dadi panunggule bebrayan, yo anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Kahar, mumpuni ing gawe mujudake ka-Wisesane Gelare Urip Pribadi kito marang ka-Santosane Urip Kaluargo.
 

d. Sajroning mangan lan ngombe ono wewujudan sake anane Supiyah sifate Angin, sajroning urip kudu biso mapakake dedeg urip pribadi kito kang unggul ing drajat, ora gampang keno owah gingsir ono sajrone gelare urip yo obah ¬musike jaman, yo anane Sifat Gusti Kang Moho Suci kang asifat Kamal, biso dadi Pepujine Urip ing Jagat Royo soko anggone biso Sampurno note Urip Kaluargane lan Urip Pribadi kito ono ing bebere Kitab Layang Kalimosodo.
 

e. Kumpule ope kang dipangan lan diombe mapakake anane Gondo, sumrambah ono sajrone Rogo nguripi anane Doyo - Roso, mujudake anane nungale niyat ono sajrone angen - angen ngrungkepi mantepe karep, biso wujud gumelar keturutan kang dadi panyuwunane, unggul drajat uripe. Ojo nganti keliru utowo kasemsem marang gumebyare ka-Elokane kekarepan, ben biso Mulyo Urip ing Dunyo Akhirate.
 

Ojo nganti kasemsem marang ka-Indahane wewujudan kang Elo,k asal soko Aluamah, Mutmainah, Amarah tan Supiyah ben ora keduwung ing tembe mburi. Sajatine mangan lan ngombe iku wewujudan awal nunggalake anane Jagat Royo marang Jagad Dumadi supoyo biso karoso Panguasane Jagad Royo ono sajrone Rogo, menowo teller kudu kalarasake marang Nafas netepi anane Geter, Gerak, Pangucap, lan Pangawasane Urip Pribadi kito nunggal nyawiji ono sajrone Urip Sejati.
A. Nafas ono ing (tanpo eling)
1. Wadug : Uripe Bumi, nguripi Aluamah anane Serakah.
2. Ginjel : Uripe Banyu, nguripi mutmainah anane Iri drengki.
3. Paru paru : Uripe Angin, nguripi Supiyah anane Sombong jumawa.
4. Jantung : Uripe Geni nguripi Amarah anane Sereng murko.
5. Ati : Uripe Watu, nguripi kang ngaku Jati Diri anane Pengkuh kaku .


B. Nafas lungguh mapan ing ( eling )
1. Wadug : Netepi eneng- ening mujudake sifat Dermo Sabar.
2. Ginjel : Netepi eneng-ening mujudake sifat Samudono sembarang gawe biso.
3. Paru paru : Netepi eneng-ening mujudake sifat Mengku Drip, Ngayomi.
4. Jantung : Netepi eneng-ening mujudake sifat Wiseso, Santoso Uripe.
5. Ati : Netepi eneng-ening mujudake sifat Kuoso, Sampurno nota Uripe.


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Hidup Positif

HIDUP POSITIF

Hidup positif itu :
Membina, bukan menghina.
Mendidik, bukan 'membidik'
Mengobati , bukan melukai.
Mengukuhkan bukan meruntuhkan.
saling menguatkan, bukan saling melemahkan.


*Hidup positif itu :
Mengajak, bukan mengejek.
Menyejukkan, bukan memojokkan.
Mengajar, bukan menghajar.
Saling belajar, bukan saling bertengkar.
Menasehati, bukan mencaci maki
Merangkul, bukan memukul.
Mengajak bersabar, bukan mengajak saling mencakar.

*Hidup positif itu :
Argumentative, bukan provokatif.
Bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.
Realistis, bukan fantastis.
Mencerdaskan, bukan membodohkan.
Menawarkan solusi, bukan mengintimidasi.
Berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan.
Mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan.

*Hidup positif itu :
Suka berhikmat, bukan mahir mengumpat.
Menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan.
Menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari² aib dan menyebarkannya.
Menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.
Mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan.

*Hidup positif itu :
Memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.
Berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.
Menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.
Kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.
Siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh.

*Hidup positif itu :
Mencari teman, bukan mencari lawan.
Melawan kesesatan, bukan mengotak atik kebenaran.
Asyik dalam kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian.
Menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan.
Mengatakan: "aku cinta kamu", bukan "aku benci kamu"

*Hidup positif itu :
Kita mengatakan: "Mari bersama kami" bukan "Kamu harus ikut kami".
"Habis berapa ?" bukan "Dapat berapa ?"
"Mendatangi" bukan "Menunggu Dipanggil"
"Saling memaafkan" bukan "Saling menyalahkan"

Semoga Bermanfaat
Semangat pagi buat rekan rekan semua, tiada waktu, tiada hari kita terus bergerak menebar kebaikan dan senyuman...

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Anakmu Mengenalkan Siapa Dirimu

 
 
ANAKMU MENGENALKAN SIAPA
DIRIMU...!!


Jika anakmu BERBOHONG Itu Karena Engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.
Jika anakmu Tidak PERCAYA DIRI Itu
Karena engkau Tidak MEMBERI dia SEMANGAT.
Jika anakmu KURANG BERBICARA Itu
Karena Engkau Tidak MENGAJAKNYA BICARA.
Jika anakmu MENCURI Itu Karena Engkau TDK MENGAJARNYA MEMBERI.
Jika Anakmu PENGECUT Itu Karena Engkau selalu MEMBELANYA.
Jika Anakmu tidak MENGHARGAI Orang
LAIN Itu Karena engkau BERBICARA TERLALU KERAS kepadanya.
Jika Anakmu suka MARAH² Itu Karena Engkau KURANG MEMUJINYA.
Jika Anakmu SUKA BERBICARA PEDAS
Itu Karena Engkau tidak BERBAGI Dengannya.
Jika Anakmu SUKA KASAR Sama orang
Lain Itu Karena engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN terhadapnya.
Jika anakmu LEMAH Itu Karena engkau
SUKA MENGANCAMNYA.
Jika Anakmu CEMBURU Itu Karena Engkau MENELANTARKANNYA.
Jika Anakmu MENGGANGGUMU Itu Karena engkau KURANG MENCIUM Atau MEMELUKNYA.
Jika Anakmu Tidak MEMATUHIMU Itu
Karena Engkau MENUNTUT TERLALU
BANYAK Padanya.
Jika Anakmu TERTUTUP Itu Karena
Engkau TERLALU SIBUK.


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Kebahagiaan

 
K E B A H A G I A A N

KEBAHAGIAAN itu mirip seperti Oksigen, ketersediaannya di bumi ini sangat berlimpah, bahkan selalu tersedia.

Apabila seseorang mengalami kesulitan menghirup oksigen, pasti bukan karena oksigennya sudah langka, melainkan karena telah terjadinya gangguan di dalam sistem pernapasannya.
Demikian pula jika kita kesulitan untuk BERBAHAGIA, pasti bukan karena persediaan kebahagiaan sudah langka, tapi karena telah terjadinya gangguan di dalam pribadi atau rohani kita.

Langkah Pertama untuk MENIKMATI KEBAHAGIAAN adalah BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA KEADAAN DAN BERHENTI MEM-BANDING²KAN DIRI DENGAN ORANG LAIN.

Orang yg selalu bersyukur adalah orang yg bisa menikmati Keindahan Dunia dan arti KEBAHAGIAAN HIDUP.

Syukuri yg telah dimiliki, bukan malah membandingkan dengan apa yg tidak kita miliki, agar KEBAHAGIAAN selalu Mengisi Kehidupan.
Sesuatu tampak indah karena belum kita miliki...

Kapankah KEBAHAGIAAN akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yg belum ada, tapi mengabaikan apa yg sudah kita miliki?

Jadilah pribadi yg SELALU BERSYUKUR dengan berkat yg sudah kita miliki.
Ciptakanlah rasa damai dalam hati, agar kita bisa MEMBAHAGIAKAN diri kita sendiri.
Bukan kejadian yg membuat kita BAHAGIA atau tidak, kitalah yg harus pandai menyikapinya.

Kemarin sudah lalu, esok belum tiba, kita hanya punya 1 hari, yaitu HARI INI.
Jangan sesali KETIDAK BAHAGIAAN yg di alami, tapi buat sekarang BAHAGIA, agar kelak tidak menyesali KETIDAK BAHAGIAAN hari ini.

Separuh dari dunia salah menebak arah dalam berburu KEBAHAGIAAN.
Mereka pikir kebahagiaan itu isinya adalah MEMILIKI, MENGAMBIL & DILAYANI.
PADAHAL KEBAHAGIAAN ADALAH SAAT BISA MEMBERI & MELAYANI.

 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Hikmah Menyebut Hari Ahad

 
*HIKMAH MENYEBUT HARI AHAD(akat)*

Assalammuallaikum wr wb.
Saudara seiman yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wata'ala ...
Pada tahun 1980an perkataan Ahad masih terdengar di Indonesia tetapi akhirnya terus menghilang dan di gantikan dengan " minggu " .
Pada waktu itu , bahkan hingga saat ini ada yang belum tahu apa makna dari kata Ahad khususnya untuk menyebut hari.
Mengapa begitu cepat masyarakat mayoritas di nusantara menggantikannya dengan sebutan minggu.
Sebelum Tahun 1960, tidak pernah disebut nama hari yg bertuliskan minggu ,selalu tertulis hari Ahad .
Begitu juga penanggalan di kalender tempo dulu, masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan Minggu.

Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya untuk menyebut hari AHAD di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yg cukup lama.
Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.
Lalu mengapa sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?
Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?

Apa dasarnya ?
Telah kita ketahui bersama bahwa nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum di dalam penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu adalah dengan sebutan :
1. Ahad (al-Ahad = hari kesatu),
2. Senin (al-Itsnayn=hari kedua),
3. Selasa (al-Tsalaatsa’ = hari ketiga)
4. Rabu (al-Arba’aa = hari keempat),
5. Kamis (al-Khamsatun = hari kelima),
6. Jum’at (al-Jumu’ah = hari keenam = hari berkumpul/berjamaah),
7. Sabtu (as-Sabat=hari ketujuh).
Nama hari tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terpola di dalam semua kerajaan di Nusantara Indonesia.

Hal ini karena Islamlah agama yang pertama kali masuk di Indonesia dan menjadikan Syari'at sebagai dasar kehidupan masyarakat..pada ketika itu kehidupan masyarakat sangat aman , tentram dan damai di bawah payung syari'at Allah Ta'ala.

Akan tetapi Belanda masuk dengan membawa ribuan tentara dan di antara tentara itu ialah misionaris yang di tujukan untuk menyebarkan agama kristian.
Mereka kemudian merubah hukum syari'at menjadi hukum buatan manusia. Hanya Aceh yang masih mengekalkan hukum syari'at di Indonesia.

Masyarakat Nusantara di kenal sifatnya yang baik hati pada siapapun yang datang...dan mempunyai sifat toleransi yang tinggi sehingga tanpa di sadari sifat toleransi yang keterlaluan tersebut menyeret sebagian masyarakat untuk menerima ajaran Penjajah Belanda hingga berdirilah gereja-gereja di tanah air ... dan melahirkan ribuan misionaris pribumi yang bertugas untuk menyebarkan agamanya dengan cara yang di sukai oleh masyarakat nusantara ...yaitu menanamkan kebaikan dan juga memberi sumbangan berupa materi pada setiap orang yang baru menerima agama tersebut.
Sasaran mereka ialah masyarakat golongan miskin yang tinggal di pedalaman dan juga golongan miskin yang berada di kota-kota di nusantara.

Sejak penjajahan Belanda itu pula berbagai macam budaya baru yang tidak sehat mulai di sebarkan kepada masyarakat tanpa di sadari ...
Diantara budaya baru yang paling menonjol ialah seperti : minum minuman keras , perjudian /permainan kartu judi dan domino, freesex , hutang berunsurkan riba , joget-joget yang penuh dengan syarat erotisnya , percampuran diantara lelaki dan wanita , mengeluarkan wanita-wanita muslim untuk keluar bekerja setaraf dengan kaum lelaki melalui emansipasi wanita dengan tujuan supaya tiada lagi wanita/seorang ibu yang dapat mendidik anak-anak dan keluarganya dsb yang menuju kehidupan penuh kebebasan ( liberal ) tanpa terikat dengan syari'at Islam...

Mengeluarkan wanita-wanita dari rumah itu merupakan hal yang sangat penting bagi penjajah Belanda karena jika wanita-wanita tetap di dalam rumah maka anak-anak dan keluarga akan menjadi pandai dan berjaya dalam hidupnya hal ini akan memajukan Islam... karena didikan dari seorang wanita yang bergelar sebagai seorang ibu mampu membawa perubahan besar pada negara dan agama..hal ini akan membawa pada kerugian karena menghalang tujuan mereka untuk memurtadkan semua umat Islam di Nusantara.

Jadi Belanda bukan sekedar menjajah dengan menumpahkan darah akan tetapi mereka juga mengontrol pemikiran melalui media dan ajarannya selain itu juga menanamkan budaya baru yang sejajar dengan New Word Order.

Bukan hanya itu mereka juga berhasil menghapus hampir semua yang berhubungan dengan Islam ...Islam tidak boleh bangkit , kecuali hanya sholat dan mengaji di rumah , masjid , pondok dan juga suara Azan dan apapun hal - hal yang dianggap tidak berhubungan dengan politik , ekonomi dan pembangunan negara.

Belanda juga telah berhasil memalsukan sejarah .
Kembali soal sebutan " Ahad " untuk hari pertama dalam kalendar...
Sungguh sebutan Ahad tersebut merupakan berkat jasa positif penyebaran budaya secara elegan dan damai serta besarnya pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia yang membawa penanggalan Arab pada awal kedatangannya.

Sedangkan kata MINGGU diambil dari bahasa Portugis, Domingo (dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti “Dia Do Senhor”, atau HARI TUHAN KITA).
Astaghfirullahal Adziim.
Dalam bahasa Indonesia yang lebih awal, kata ini dieja sebagai Dominggu dan sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai Minggu.
Jadi, kita pasti paham siapa yang dimaksud TUHAN KITA, bagi yg beribadah di hari minggu tersebut.

Bagaimana ini bisa terjadi?
Menurut suatu kajian bahwa dengan dana yang cukup besar dari luar negeri disalurkan untuk tujuan menjalankan agenda - agenda kumpulan tersebut diantaranya untuk memonopoli percetakan media seperti buku , majalah dan kalendar selama bertahun-tahun di Indonesia.
Hingga pada tahun 1980an masyarakat Indonesia masih menerima kalendar secara gratis melalui Toko-toko dan kantor-kantor tertentu di seluruh nusantara. Dan berakhir sekitar 1990an...

Percetakan kalender tersebut dibayar agar menghilangkan kata AHAD dan diganti dengan perkataan MINGGU.

Setelah kalender jadi, lalu dibagikan secara gratis atau dijual secara obral (sangat murah).
Dampaknya adalah:
Kaum penjajah telah berhasil mengontrol pemikiran masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam...dan secara tidak disadari masyarakat nusantara telah berhasil di arahkan untuk mengikuti kehendak mereka.
Dan akhirnya kata minggu dengan sangat mudah diterima dan menggantikan ahad dengan sebutan Minggu di dalam penanggalan di Indonesia.
Kita lihat betapa licin dan halusnya cara mereka untuk menyesatkan kita melalui berbagai macam cara.

Di dalam penanggalan yang disebarkan secara gratis itu pula sering kali dicetak gambar - gambar yang dapat merubah kehidupan mengikut kehendak mereka seperti gambar bintang-bintang pujaan/artis yang tidak mengenakan hijab dan berpakaian serba sexi supaya wanita Indonesia mulai membuka hijabnya dan juga mulai memuja bintang pujaannya tersebut dengan tujuan supaya hati masyarakat Islam tidak lagi mengingat Allah Subhanahu Wata'ala.

Lihatlah pada saat ini mereka telah berhasil meninggalkan budaya dan ajaran baru... untuk di terapkan di Indonesia.
Sebuah senjata yang lebih bahaya daripada senjata api karena bertujuan untuk menghancurkan aqidah umat Islam.

Semoga kita dapat menyadari secepatnya dan mulai menyusun langkah dan strategi supaya dapat mengembalikan kehidupan masyarakat pada kehidupan Islami yang berlandaskan pada syari'at Allah Subhanahu Wata'ala supaya selamat di dunia dan di akhirat walaupun dengan UU negara yang sama tetapi dengan nafas Islam itu kehidupan masyarakat baik muslim ataupun non muslim akan lebih sejahtera dan selamat.

Sangat Penting bagi umat beragama Islam berupaya untuk mengembalikan kata Ahad .
Karena bagi umat Islam kata Ahad mengingatkan kepada nama Allah Subhanahu Wata'ala yang Maha Ahad sama dengan MahaTunggal/ Maha Satu / Maha Esa.
Ini bermakna bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Kata Ahad dalam Islam adalah sebagai bagian sifat Allah Subhanahu Wata'ala yang sangat penting dan mengandung makna utuh melambangkan bahwa Allah Subhanahu Wata'ala itu Tuhan Yang Maha Esa ( Laa illaha illallaah )

Oleh karena itu sebisa mungkin marilah kita sama-sama mengganti perkataan minggu dengan menyebut AHAD.
Dan untuk perkataan dalam 7 (tujuh) hari maka sebutlah " SEPEKAN " bukan seminggu.
Sebagaimana masyarakat muslim di seluruh dunia terutama di Asia seperti Malaysia , Singapura , Brunei dsb mereka semua baik muslim atau non muslim menyebutnya sebagai hari Ahad bukan minggu.

Semoga dengan asbab pencerahan ini kita dapat menyadari bahwa betapa pentingnya menyebut hari Ahad karena itu berhubungan langsung dengan tauhid kita.

Waallahu a'lam bishowab.
Salam AHAD (akat..........ana katon ana nyata)

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Rahasia Perhitungan Jawa

*CARA MENGETAHUI WETON BERDASAR TANGGAL LAHIR*

Rahasia Perhitungan Hari Jawa
Sebagaimana kita ketahui, bahwa dalam peradaban "JAWA" banyak kita jumpai aturan-aturan yang bersifat mengikat. Hal ini karena aturan-aturan tersebut merupakan wawasan dari nenek moyang kita yang sudah turun temurun diyakini dan disosialisasikan dalam kehidupan bermasyarakat khususnya dilingkungan masyarakat suku Jawa.
Wawasan nenek moyang tersebut dalam kehidupan bermasyarakat disebut dalam istilah " ILMU TITEN". 

Mengapa disebut demikian ? Hal ini karena aturan-aturan tersebut berdasarkan pengalaman dan pengamatan terhadap hal-hal yang terjadi pada perubahan alam yang dikaitkan dengan kejadian yang berlaku dalam kehidupan mereka saat itu.
Salah satunya adalah perhitungan hari dalam menentukan perjodohan, membangun rumah atau neptu/ weton dari kelahiran seseorang.

Saya mengajak para generasi muda, khususnya generasi-generasi suku jawa untuk mengingat kembali sekaligus melestarikan budaya Jawa agar pengetahuan terhadap budaya tersebut tidak hilang begitu saja terlindas oleh kemajuan teknologi yang berkembang dengan pesat saat ini.
Jangan sampai kita sebagai generasi muda dikatakan tidak pecus atau apatis untuk tidak dapat melestarikan budaya kita sendiri, terlebih kita hidup di pulau Jawa.
Pada kesempatan ini saya mencoba mengulas kembali bagaimana orang tua kita menghitung Neptu/ Weton hari lahir sebagai acuan untuk menentukan baik buruknya suatu rencana yang akan kita laksanakan.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa hari lahir ( weton ) adalah merupakan awal dari manusia dalam kehidupannya di dunia ini, sangat diperlukan sekali bagi kita untuk mengetahui "Hari Lahir (Weton) " kita masing-masing.

Sebagian besar suku Jawa menyakini bahwa merahasiakan hari lahir ( weton ) itu sangat penting, karena dengan diketahuinya hari lahir/ weton seseorang akan mudah bagi orang lain untuk berbuat hal-hal yang bersifat negatif, salah satunya santet atau teluh. Terlepas dari itu semua, tergantung pada keyakinan kita masing-masing.

Untuk menghitung Neptu hari lahir ( weton ) berikut Pasarannya ada pedoman/ patokan angka yang digunakan oleh masyarakat orang jawa, berikut table hari, pasaran dan neptu seperti dibawah ini :
Dari pedoman/ patokan neptu hari dan pasaran di atas, dapat disusun suatu matrik/ tabel yang mana kita dapat mengetahui jumlah neptu hari lahir kita. Tabel perhitungan hari dan pasaran sebagai berikut :

Cara penggunaan tabel adalah sebagai berikut :
Misalnya kita lahir pada hari Minggu Kliwon, untuk mengethui berapa jumlah neptu kita maka kita lihat pada hari Minggu yang neptunya 5, kemudian kita tari ke arah pasaran Kliwon yang neptunya 8. Langkah berikutnya kita jumlahkan kedua neptunya sebagi berikut : 5 + 8 = 13, jadi jumlah neptu untuk Minggu Kliwon adalah 13.






Bagi rekan-rekan yang tidak mengetahui hari lahirnya dapat dicari dengan menggunakan tabel berikut :

Penggunaan kedua tabel diatas adalah sebagai berikut :
Misal hari kemerdekaan bangsa Indonesia jatuh pada tanggaal 17 Agustus 1945.
Tanggal tersebut jatuh pada hari apa ? Cara mencarinya adalah kita cari angka 45 pada tabel tahun, kita tarik gurus lurus ke kanan sampai bulan Agustus dan kita dapatkan angka 3.
Kemudian angka 3 dijumlahkan dengan angka 17 (tanggal) hasilnya adalah 20.
Kita cari angka 20 di tabel "Pencarian hari berdasarkan angka ",
kita dapatkan angka 20 terletak pada baris "Jum'at".

Dari perhitungan tersebut diatas menunjukkan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 jatuh pada hari JUM'AT.
Tentunya kita ingin mengetahui Neptu atau pasaran dari tanggal 17 Agustus 1945 jatuh pada hari Jum'at dengan Neptu apa?
Berikut tabel untuk mengetahui Neptu/ Pasaran :
Cara mengetahui Neptu/ Pasaran suatu Tanggal kelahiran dengan menggunakan tabel di atas adalah sebagai berikut :
Kita gunakan Contoh diatas yaitu tanggal 17 Agustus 1945 yang mana kita sudah mengetahui bahwa tanggal tersebut jatuh pada hari Jum'at.

Disini kita tinggal mencari Neptu/ pasaran dari tanggal tersebut.
Kita cari angka 45 pada tabel "Tahun" kemudian kita tarik garis lurus ke kanan sampai pada bulan Agustus yang didapatkan angka "1".
Kemudian kita jumlahkan angka "1" dengan 17 (tanggal ) hasilnya adalah "18".
Kemudian kita cari angka "18" pada tabel "Pasaran berdasarkan angka" yang mana kita dapatkan angka tersebut terletak pada baris "LEGI".

Dari hasil diatas menunjukkan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 jatuh pada hari "JUM'AT LEGI" dengan jumlah neptunya adalah "11"
( perhitungan Neptu lihat pada Tabel perhitungan Hari dan Pasaran " )
Demikian cara-cara mengetahui perhitungan hari lahir yang merupakan moment penting bagi kita.
Semoga bermanfaat khususnya bagi generasi muda sebagai wujud peduli kita untuk melestarikan budaya yang ada.

Trah Jawa 94.

 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Ilmu Hakekat Sejati Wajib Diajarkan

ILMU HAKEKAT SEJATI WAJIB DI AJARKAN BUKAN MALAH DI SEMBUNYIKAN SEPERTI YANG TERJADI SEKARANG INI:

Jika elmu hakekat sejati di sembunyikan maka lama kelama'an anak cucu kita menjadi orang buta, buta terhadap kebenaran yang sesungguhnya hingga menjadi penganiaya diri sendiri suka melakukan hal yang sia sia tampa tau faidahnya bahkan merugikan diri sendiri, ketika nabi yunus mengetahui hakekat elmu sejati sesudah dia keluar dari tiga lapis kegelapan di gelapnya perut ikan dan gelapnya laut dalam dan di tambah gelapnya malam, maka dengan rido gusti allah dia keluar dari tiga kegelapan itu menuju ruang yang terang hingga semua yang takterlihat menjadi nampak, maka sadarlah dia atas prilaku prilaku yang terlewati yang sebenarnya merugikan dirinya sendiri, maka nabi yunus berkata: LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAD DOLIMIIN: Tidak ada tuhan selain engkau maha suci engkau sesungguhnya aku termasuk orang yang menganiaya diri.

Sadarlah nabi yunus akan kebodohannya karna selama ini telah berbuat prilaku yang merugikan diri sendiri yang artinya aniaya terhadap dirinya sendiri, dan mulai sa'at itulah yunus memaparkan keterangan yang begitu terang itu kepada umadnya supaya umadnya tidak lagi menganiaya dirinya sendiri,

Mengajarkan elmu hakekat sejati itu hukumnya wajib, gusti allah kang moho suci sendiri menyatakan dalam kitab sucinya alqur'an: INNAL LADIINA YAKTUMUUNA MAA ANZALNA MIM BAYYINATI WAL HUDA MIM BAKDI MAA BAYYANNAAHU LINNAASI FIL KITAB ULAA'IKA YAL'ANUHUMULLAH: Sesungguhnya orang orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan keterangan (terangnya nur allah) dan petunjuk setelah kami menerangkan kepada manusia di dalam alkitab (tampo tinulis), mereka itulah orang orang yang di laknat allah.
(QS:AL-BAQOROH:159).

 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Mawas Diri

 
Mawas diri. Terutama buat wong Jowo.

*WIS TEKAN NGENDHI URIPMU*
Ada *11* fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa sbb :
*1. Maskumambang*
```Simbol fase ruh/kandungan di mana kita masih "mengapung" atau "kumambang" di alam ruh dan kemudian di dalam kandungan yang gelap.```
*2. Mijil*
```Mijil artinya keluar. Ini adalah fase bayi, dimana kita mulai mengenal kehidupan dunia. Kita belajar bertahan di alam baru.```
*3. Sinom*
```Sinom adalah masa muda, masa dimana kita tumbuh berkembang mengenal hal2 baru.```
*4. Kinanthi*
```Ini adalah masa pencarian jati diri, pencarian cita2 dan makna diri.```
*5. Asmaradhana*
```Fase paling dinamik dan ber-api2 dalam pencarian cinta dan teman hidup.```
*6. Gambuh*
```Fase dimulainya kehidupan keluarga dengan ikatan pernikahan suci (gambuh). Menyatukan visi dan cinta kasih.```
*7. Dhandang Gula*
```Ini adalah fase puncak kesuksesan secara fisik dan materi (dhandang = bejana). Namun selain kenikmatan gula (manisnya) hidup, semestinya diimbangi pula dengan kenikmatan rohani dan spiritual.```
*8. Durma*
```Fase dimana kehidupan harus lebih banyak didermakan untuk orang lain, bukan mencari kenikmatan hidup lagi (gula). Ini adalah fase bertindak sosial. *Dan berkumpul dengan teman2 seperjuangan, bersosialisasi.```
*9. Pangkur*
```Ini adalah fase uzlah (pangkur-menghindar), fase menyepi, fase kontemplasi, mendekatkan diri kepada Gusti Allah. Menjauhkan diri dari gemerlapnya hidup.```
*10. Megatruh*
```Ini fase penutup kehidupan dunia, dimana Ruh (Roh) meninggalkan badan (megat: memisahkan). Fase awal dari perjalanan menuju keabadian.```
*11. Pucung*
```Fase kembali kepada Allah, Sang Murbeng Dumadi, Sangkan Paraning Dumadi. Diawali menjadi pocong (jenazah), ditanya seperti lagu pucung yang berisi pertanyaan. Fase menuju kebahagiaan sejati, bertemu dengan yang Mahasuci.```
*_Panjenengan di tahap mana?_*

Semoga bermanfaat...
Sekedar mengingat kan kembali..

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Pikiran Sifatnya Seperti Tanah

 
*PIKIRAN SIFATNYA SEPERTI TANAH*

Ada Yg Mengatakan bahwa Sesungguhnya Medan Peperangan Terbesar Berada di PIKIRAN Kita, Karena PIKIRAN Itu Sangat Kuat & Dapat MEMPENGARUHI Kehidupan Seseorang.
Ada Pepatah Mengatakan:
Menabur Dalam PIKIRAN Akan Menuai TINDAKAN..
Menabur TINDAKAN Akan Menuai KEBIASAAN..
Menabur KEBIASAAN Akan Menuai KARAKTER..
PIKIRAN Kita Seumpama Tanah, Tanah Tdk Pernah Peduli Terhadap Jenis Benih Apa Yg Hendak Kita Tanam..

Jika Kita Menabur Benih Jagung, Tanah Akan Meresponsnya, Lalu Menumbuhkan Jagung...
Apapun Yg Kita Tanamkan Dalam PIKIRAN, Entah itu Hal2 Yg Baik Atau Buruk, PIKIRAN Kita akan segera Menerima, Merespon & Menumbuhkannya..
Sadar Atau Tidak, Sering Kali Kita Memperkatakan Hal2 Buruk Ttg Diri Kita Sendiri, Misalnya :
Hidupku Penuh Masalah..
Aku Tidak Akan Berhasil..
Sakitku Tidak Akan Sembuh..
Aku Bodoh dan Miskin..
Masa Depanku Suram, dsb...
Hal2 Negatif Yg Kita Ucapkan Itu Akan Direspons Oleh PIKIRAN Kita Dlm Bentuk Sikap & Tindakan, Yg Pada Gilirannya Akan Menghasilkan Sesuatu Yg Sama Seperti Yg Kita Tanamkan Dalam PIKIRAN Kita.
Oleh Sebab Itu, TANAMKAN Hal Yg POSITIF di Benak Kita, Maka Kita Akan Menjadi Luar Biasa. Dan Pelihara Pikiran Yg BAIK & BENAR.
PIKIRAN POSITIF YG HRS DGN KEARIFAN BISA MEMBEDAKAN MANA YG BAIK & BENAR...

Mari BIASAKAN Utk Selalu Berpikir:
*Saya Sangat Beruntung*
*Hidupku Penuh Berkah*
*Saya PASTI Mampu Mengatasi Masalah Ini*
*Masa Depanku PASTI Cerah*
*Hari Ini Saya PASTI Penuh Semangat*
*Saya Sangat Bersyukur pada Tuhan Atas Apa Yg Saya Miliki Saat ini*
*Saya akan Berjuang & Berjuang Terus*
*Tuhan PASTI Buka Jalan*
*Tuhan PASTI Menolong*
*Saya Sangat Sehat*
*"Hidup adlh permainan pikiran"*
Klo kita bisa mengelola pikiran kita.
Kita akan BAHAGIA....
*Musuh paling kejam adlh pikiran kita*
*Sahabat paling Setia juga adalah Pikiran kita*
*Manage pikiran dgn baik*
Ambil ketenangan agar kita mampu mengelola Pikiran kita. Kita Pasti Bahagia...
*HATI yg baik itu seperti KEBUN*
*PIKIRAN yg baik itu AKAR NYA*
*PERKATAAN yg baik itu Bunganya*
*PERBUATAN yg baik itu BUAHNYA*
Usahakan PIKIRAN kita selalu dipenuhi dgn hal-2 yg POSITIF dan bermanfaat agar Hidup penuh BERKAH & KEBAHAGIAAN...

*SaIam PaseduIuran*

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Filosofi Jawa

FILOSOFI JAWA

Filosofi bilangan dalam jawa. Dalam bahasa Indonesia :
21 Dua Puluh Satu,
22 Dua Puluh Dua,...s/d
29 Dua Puluh Sembilan.
Dalam bhs Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji,
Rongpuluh Loro, dst; melainkan
Selikur, Rolikur,...s/d Songo Likur.

Di sini terdapat satuan LIKUR
Yang merupakan kependekan dari (LIngguh KURsi), artinya duduk di kursi.
Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya;
Ada penyimpangan pada bilangan 25, tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE.

SELAWE = (SEneng-senenge LAnang lan WEdok).
Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan.
Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).
Ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.
Setelah Sepuluh, Rongpuluh,
Telung Puluh, Patang puluh,
mestinya Limang Puluh.

Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET.
SEKET (SEneng KEthonan : suka memakai Kethu/tutup kepala topi/kopiah). Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa utk menutup botak atau rambut yg memutih karena semirnya habis...
Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang seharusnya sdh lebih taat beribadah...!

Pada usia 50 th mestinya seseorang seharusnya lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih berbagi untuk bekal memasuki kehidupan akherat yg kekal dan abadi...!.

Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK.
SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK).
Artinya : sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang...
Hrs sdh siap dipanggil menghadap Tuhan..

Semoga bermanfaat smoga tetap sehat semangat walau meh SWIDAK
*yg merasa sewidak punjuL tidak boleh complain.... sambiL nutup kamus bahasa jawa.....yang gak bs bahasa jawa jangan nangis....

#--ELING lan WASPODO--#


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com 

-Perjalanan

 
PERJALANAN...

Nawaitu nglangkah metu golek ilmu...
Ilmu kaweruh ben dadi wong sing iso mangerteni.
Ngerteni opo sing kedadean nang kahanan...
Kahananne urip sakwetoro wektu...


Ngalor, ngidul, etan, kulon... leh ku lumaku...
Ngetutke lumampahe laku...
Ngejar tataran.... pangertene urip sangakan paran dumadi...
Jopo montro lan dungo wes ngawiji nang jiwo...
Sabar... iklas... nerimo... lan pasrah...
Dadi tatarane ilmu...

Ilmu nuju kasampurnone manungso...
Opo sing d tuju, d jaluk, pingin d gayuh...
Wes onok nang ngarepe moto.
Mung gari nerimo lan pasrah...
Sakdermo nglampahi titah sewantah...

Isi manjing warongko...
Ngirim cerito sing cetho...
Tapi kwi yo dadi cubo....
Pangerten... nggayuh trimo Welase gusti... nutup laku... Laku pungkasananne urip...
Netepi ati... madep mantep... lillahitaallah.




(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Senyuman

 7 Desember 2018



*SENYUMAN **

 *Senyum* itu, ringan tak bersuara tapi penuh makna;
*Senyum* itu, murah tapi tak ternilai dengan rupiah;
*Senyum* itu, tak bertenaga tapi besar motivasinya;
*Senyum* itu, hal yg mudah tapi selalu nampak indah;
*Senyum* itu, satu hal yg biasa tapi bisa jadi istimewa;
*Senyum* itu, ibadah yg paling mudah tapi berpahala setara dg sedekah.

Lalu apa penghalang kita untuk tidak menebarkan *_senyuman?_*

*_SENYUMAN_* MEMPERKAYA orang yang MENERIMANYA, tapi tidak MEMPERMISKIN orang yang MEMBERINYA;
*_SENYUMAN_* berlangsung singkat, tapi bisa dikenang untuk waktu yg lama.
Tak ada seorangpun di dunia ini yg sangat kaya, sehingga tidak membutuhkan *SENYUMAN* dan tak ada seorangpun yg terlalu miskin sehingga tidak mampu memberi *SENYUMAN*.
*SENYUMAN*
* memberi KEBAHAGIAAN di rumah,
* memberi SEMANGAT di tempat kerja,
dan
* memperindah PERSAHABATAN.
*_SENYUMAN_* adalah
* tempat ISTIRAHAT bagi yg
KELELAHAN,
* CAHAYA bagi yg PATAH
SEMANGAT,
* MATAHARI bagi yg BERSEDIH,
dan
* KARUNIA ALAM terbaik untuk mengatasi
KESULITAN.
*_SENYUMAN_* tulus tidak bisa diminta, dibeli, dipinjam atau dicuri;
*_SENYUMAN_* tulus diberikan dg kerelaan hati.
Kadang orang2 di sekitar kita terlalu lelah untuk memberi *_SENYUMAN,_*, tak ada salahnya kalau kita yg terlebih dahulu *TERSENYUM* kepada mereka, karena *SENYUMAN* itu sungguh menular.

Semoga manfaat amiin yaa robbal alamiin



(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Pesan Alam


*P E S A N    A L A M*

Kalau ingin menangkap ayam, *jangan dikejar* nanti kita akan lelah dan ayampum makin menjauh. Berikanlah ia beras dan makanan, nanti dg mudah ia datang dengan rela.
Begitulah Rejeki, *melangkahlah dg baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu.* nanti kita akan lelah tanpa hasil. *Keluarkan lah sedekah, nanti *Rezeki akan datang menghampir tepat waktu.*

Kalau ingin *memelihara* kupu-kupu,
Jangan tangkap *kupu-kupunya,*
pasti ia akan terbang.
Tetapi *tanamlah* bunga​.
Maka *kupu-kupu*
akan datang sendiri
dan *membentangkan* sayap-sayapnya yang *indah.*

Bahkan *bukan hanya* kupu-kupu yang datang,
*tetapi kawanan* yang lain juga datang :
*lebah,*
*capung.*
*dan lainnya*,
*juga akan datang*
*menambah* warna warni keindahan.​
Sama halnya dalam *kehidupan* di dunia ini.
​Ketika kita menginginkan​
*Kebahagiaan* dan *Keberuntungan,*
Tanamkan *kebaikan* demi *kebaikan,* *kejujuran* demi *kejujuran,*
*Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang karena dianugerahkan oleh Allah.*

Oleh karena itu,
selagi kita masih *diberi* hidup,​
mari kita membangun *taman-taman bunga kita,*
bunga kebajikan dan bunga kejujuran.
Salam subuh

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Ciri-Ciri Orang Baik

 
CIRI-CIRI ORANG BAIK 

Orang Baik cenderung LEBIH BANYAK TERSENYUM. Percaya atau tdk, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dr cara dia tersenyum. Mengapa? Krn semakin banyak orang tersenyum, maka Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya. Selain itu, dgn tersenyum, orang akan terkesan lebih ramah & bisa dipercaya…
Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati & dengki jarang menghinggapi orang baik. Orang Baik akan selalu ?

?MENANAMKAN PIKIRAN POSITIFdlm hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan menyebarkan suasana nyaman.

Orang Baik biasanya lebih seringMENYAPA DULUAN Tdk akan keberatan unt menyapa semua orang, bahkan thd orang yg berbuat jahat padanya sekalipun. Orang baik selalu terhindar dr rasa "menjadi orang penting", ingin dicari dan dibutuhkan. Biasanya tdk membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini.

Orang Baik TDK INGIN MENUNJUKKAN BHW DIA BAIK Tp orang jahat akan selalu membangun citra baik unt (kekurangan) dirinya.
Orang Baik selalu PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI Mrk terlihat sangat sabar & toleran. Tdk mengutamakan kepentingan diri sendiri.
Orang Baik akan bercerita atau MEMBAGIKAN HAL² YG BERMANFAAT dgn tujuan memberi tahu. Bukan unt menggiring opini publik bhw hanya dirinyalah yg benar.
Orang Baik selalu menghafal 3 kata sakti. Yaitu MAAF…, TOLONG…, dan TERIMA KASIH…
Orang Baik tdk akan keberatan unt mengakui kelebihan orang lain. Apalagi jika dia merasa bersalah. Mrk tdk akan segan-segan untuk

Meminta MAAF & Mem-perbaiki KESALAHAN . Berbeda dgn orang jahat yg memiliki gengsi tinggi & menganggap dirinya selalu benar. Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsi, Ada saja alasan unt mencari kesalahan serta unt menjatuhkan orang lain. Smg kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dlm menghadapi setiap kejahatan dan perilaku orang jahat.
MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING, TP JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG YG BAIK
Apakah kita sudah menjadi
ORANG YANG BAIK ??

 Seperti yg sedang baca artikel  ini adalah orang baik dan mulia hatinya…


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)

Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com