KESEJATIAN ?????........
=====================
Selagi ada dirimu itulah yg dikatakan berhala diri......dan jika engkau menghendaki tuhan??...
Kosongkan dari Tuhan Tuhan prasangka semu produk rekaan akal ........kekosongan itu sendirilah wujud Tuhan........
Jangan mencari asin didalam garam, jangan pula mencari manis didalam
gula, jangan mencari kecut didalam asem jawa.....anda sedanng tertipu,
kesemua rasa itu adanya di lidahmu sendiri.......potong saja lidahmu,
nanti tidak ada asin dan manis lagi. heu heu heu.....
Seperti itulah kesejatian itu tidak pernah keluar dari dalam diri pribadi.
Jangan pula mencari Tuhan di sana sini, kesana kemari, tidak ada Tuhan dimanapun, carilah didalam dirimu sendiri.
Diluar adanya Hantu heu heu heu.......
Baik objek dzahir, maupu batin berupa hakekat, semua diluar diri itu
palsu dan semu meskipun sudah disebut hakekat, tetapi masih tipuan alam
tinggi saja. Malaikat, setan, surga,neraka dan sebagainya itu semua
palsu walau nampak...............enak to......heu heu heu.......
Wkwk. .........wkwk.......wkwk.......
Sumber ; https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 21 Apr 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Rabu, 03 Juni 2020
Innalilahi Wa Innailahi Rojiun
INNALILAHI WAINNAILAHI ROJIUN....
==============================
Maksud ayat ini ialah "Datang dari Allah kembali kepada Allah " itu perumpamaannya seperti air laut menguap menjadi awan, lalu sampai masa jatuhnya menjadi air(hujan) jatuh ke laut, salahkah air( hujan ) jatuh kelaut mengaku laut???.........kalau salah dimanakah letak salahnya ?????.......
Coba anda pisahkan air hujan dan air laut ,dan air hujan yg telah menyatu tersebut atau paling tidak carilah air hujan di dalam laut tersebut, jika pemahaman sareat anda benar.........
Hujan itu maknanya diri , laut maknanya Tuhan,
Hujan itu dari laut, menguap lalu jatuh kembali ke laut, begitulah makna diri dengan tuhan.
Pengertian air hujan itu ibarat sudah mencapai laut, mencari Sang air laut itu tonggak terahirnya pencapaian tajali mukasyafah, penyaksian dan penghayatan rahasia-rahasia
ketuhanan melalui mata hatinya, sampai kepada sang air laut, para pencari (air hujan) yang sampai ALHAQ.....
Kau dan aku duduk di sudut rahasia.....
Bahwa antara aku dan kau, antara manusia dan Tuhan tak terpisahkan lagi, karna sudah manunggal, namun tidaklah berarti manusia menjadi, atau sama dengan tuhan mengapa???........sebab Dia sang Raja......
Aku tak sama dengan sang raja, bahkan jauh dari itu sekalipun dari dia memperoleh cahaya penampakan dirinya.
Kesamaan bukan dalam bentuk dan esensi ;
Air menjadi sejenis dengan tanah dalam tumbuhan karna jenisnya berbeda dengan Rajaku, egoku fana dalam egoNYA.
Karna egoku fana, maka DIA sajalah yg tinggal (Baqa).
Aku ngumpul jadi debu di bawah kaki kudanya,jiwa menjadi debu,hanya di atas debulah jejak kuda menjadi jejak kakinya.
Orang harus mendobrak batas batas pemikiran untuk menyaksikan kekuatan cinta yg ter tinggi
dan menyerap kebesaran ALLAH tercinta.
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 21 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
==============================
Maksud ayat ini ialah "Datang dari Allah kembali kepada Allah " itu perumpamaannya seperti air laut menguap menjadi awan, lalu sampai masa jatuhnya menjadi air(hujan) jatuh ke laut, salahkah air( hujan ) jatuh kelaut mengaku laut???.........kalau salah dimanakah letak salahnya ?????.......
Coba anda pisahkan air hujan dan air laut ,dan air hujan yg telah menyatu tersebut atau paling tidak carilah air hujan di dalam laut tersebut, jika pemahaman sareat anda benar.........
Hujan itu maknanya diri , laut maknanya Tuhan,
Hujan itu dari laut, menguap lalu jatuh kembali ke laut, begitulah makna diri dengan tuhan.
Pengertian air hujan itu ibarat sudah mencapai laut, mencari Sang air laut itu tonggak terahirnya pencapaian tajali mukasyafah, penyaksian dan penghayatan rahasia-rahasia
ketuhanan melalui mata hatinya, sampai kepada sang air laut, para pencari (air hujan) yang sampai ALHAQ.....
Kau dan aku duduk di sudut rahasia.....
Bahwa antara aku dan kau, antara manusia dan Tuhan tak terpisahkan lagi, karna sudah manunggal, namun tidaklah berarti manusia menjadi, atau sama dengan tuhan mengapa???........sebab Dia sang Raja......
Aku tak sama dengan sang raja, bahkan jauh dari itu sekalipun dari dia memperoleh cahaya penampakan dirinya.
Kesamaan bukan dalam bentuk dan esensi ;
Air menjadi sejenis dengan tanah dalam tumbuhan karna jenisnya berbeda dengan Rajaku, egoku fana dalam egoNYA.
Karna egoku fana, maka DIA sajalah yg tinggal (Baqa).
Aku ngumpul jadi debu di bawah kaki kudanya,jiwa menjadi debu,hanya di atas debulah jejak kuda menjadi jejak kakinya.
Orang harus mendobrak batas batas pemikiran untuk menyaksikan kekuatan cinta yg ter tinggi
dan menyerap kebesaran ALLAH tercinta.
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 21 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Hubungan antara hamba dan Tuhan bisa diibaratkan dengan ikan dan air
Hubungan antara hamba dan Tuhan bisa diibaratkan dengan ikan dan air.
Ikan adalah hamba dan air tempat ikan hidup adalah Tuhan.
Ikan tak bisa hidup tanpa air, sebagai
mana hamba tak bisa hidup tanpa Tuhan. Hamba hidup di dalam Tuhan,bukan di luar Tuhan,sebagai mana ikan yg hidup dalam air. Segala macam ciptaan berada di dalam Tuhan. Tuhan tidak menciptakan sesuatu di luar diri-Nya. Jika Dia menciptakan sesuatu di luar diri-Nya, maka Dia sudah terbatasi oleh ruang, oleh makhluk yg Dia ciptakan sendiri yg berada di luar diri-Nya. Dengan demikian,semua arah yg dihadap oleh makhluk pun merupakan wajah Tuhan,sebagai mana ikan-kemana pun ia menghadap,yg di hadapi adalah air.
"Timur dan barat adalah kepunyaan-Nya,kemana pun engkau menghadap disitulah wajah Allah/Tuhan ,"(AlQur'an). Bahkan, pada ahirnya, makhluk itu pun bagian dari Tuhan.
Makhluk itu adalah Tuhan itu sendiri.
Segala sesuatu merupakan wajah kebenaran."Ana Al-Haq(Aku adalah Kebenaran),"demikian kataAl-Halaj.
"Sarwam KalwidamBrahma(segala sesuatu adalah Tuhan),"demikian kata para rakawi.
Ikan adalah hamba dan air tempat ikan hidup adalah Tuhan.
Ikan tak bisa hidup tanpa air, sebagai
mana hamba tak bisa hidup tanpa Tuhan. Hamba hidup di dalam Tuhan,bukan di luar Tuhan,sebagai mana ikan yg hidup dalam air. Segala macam ciptaan berada di dalam Tuhan. Tuhan tidak menciptakan sesuatu di luar diri-Nya. Jika Dia menciptakan sesuatu di luar diri-Nya, maka Dia sudah terbatasi oleh ruang, oleh makhluk yg Dia ciptakan sendiri yg berada di luar diri-Nya. Dengan demikian,semua arah yg dihadap oleh makhluk pun merupakan wajah Tuhan,sebagai mana ikan-kemana pun ia menghadap,yg di hadapi adalah air.
"Timur dan barat adalah kepunyaan-Nya,kemana pun engkau menghadap disitulah wajah Allah/Tuhan ,"(AlQur'an). Bahkan, pada ahirnya, makhluk itu pun bagian dari Tuhan.
Makhluk itu adalah Tuhan itu sendiri.
Segala sesuatu merupakan wajah kebenaran."Ana Al-Haq(Aku adalah Kebenaran),"demikian kataAl-Halaj.
"Sarwam KalwidamBrahma(segala sesuatu adalah Tuhan),"demikian kata para rakawi.
Engkau bisa memuja Tuhan dengan cara apa saja,menghadap kemana saja.
Bisa menghadap ke barat,timur, atau utara. Bisa di
masjid,pura,candi,gereja,wihara, tempat apa saja. Tak ada yang bisa
membatasi-Nya. Tak ada yang membatasi bahwa Dia hanya berada di mesjid
atau gereja dan lainnya.
Engkau bisa memujanya dengan berdiri,duduk,berbaring atau njengking atau mungkin sambil terbang. Asal engkau menyadari bahwa segala sesuatu adalah Tuhan,engkau bisa keluyuran kemana saja,ber agama apa saja,memuja apa saja di alam semesta ini,tanpa harus merasa tersesat.Mau tersesat kemana jika engkau berada di dalam Tuhan? Yang tersesat adalah pikiranmu sendiri.
Jika engkau hidup dalam Tuhan,dan segalanya adalah Tuhan,kenapa engkau terus mencari Tuhan dan bahkan berperang atas nama tuhan? Sebagian dari kalian yg telah membaca tulisan ini pasti akan ada yg meyesatkanku,mengkafirkanku. Jika demikian, aku cuma bisa berkata:Tuhan maha besar.Dia meliputiku,meliputimu,meliputi segala sesuatu,termasuk meliputi kata katamu yg mengkafirkanku........
He.......percoyo karepmu ora yo karepmu , anger atimu seneng heu.......
======================================
Salam .......
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 22 Apr 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Engkau bisa memujanya dengan berdiri,duduk,berbaring atau njengking atau mungkin sambil terbang. Asal engkau menyadari bahwa segala sesuatu adalah Tuhan,engkau bisa keluyuran kemana saja,ber agama apa saja,memuja apa saja di alam semesta ini,tanpa harus merasa tersesat.Mau tersesat kemana jika engkau berada di dalam Tuhan? Yang tersesat adalah pikiranmu sendiri.
Jika engkau hidup dalam Tuhan,dan segalanya adalah Tuhan,kenapa engkau terus mencari Tuhan dan bahkan berperang atas nama tuhan? Sebagian dari kalian yg telah membaca tulisan ini pasti akan ada yg meyesatkanku,mengkafirkanku. Jika demikian, aku cuma bisa berkata:Tuhan maha besar.Dia meliputiku,meliputimu,meliputi segala sesuatu,termasuk meliputi kata katamu yg mengkafirkanku........
He.......percoyo karepmu ora yo karepmu , anger atimu seneng heu.......
======================================
Salam .......
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 22 Apr 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Agama kini diper Tuhan kan ,sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
Agama kini diper Tuhan kan ,sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
Agama dulu memuja Tuhan.
Agama kini menghujat Tuhan.
Nama Tuhan di jual,diperdagangkan, dijaminkan,dijadikan murahan,oleh orang2 yg merusak,membunuh sambil meneriakan nama Tuhan mana yg mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?
Tapi manusia membunuh ,membenci, membenci,mengintimidasi,merusak, sambil dgn bangga meneriakan nama Tuhan,berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lain.
Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan,dan mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan ayat2 dan aturan agama.
Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhanya,yg penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh karna agama. Sekarang saling membunuh karna agama. Dulu saling mengasihi karna beragama. Kini orang saling membenci karna beragama.
Agama tak pernah berubah ajaranya dari dulu,Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yg berubah apanya? Manusia nya?
Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintaranya,yg paling cerdas di antara orang2 lainnya,sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya,dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.
Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan .
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk urusan2 agama.
Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan.
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
Esensi agama telah di lupakan.
Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama,karna semua yg berbau agama telah di, dewa dewakan,atau di pertuhankan,tak kan pernah di anggap salah,tak pernah di tolak,dan jadi keperluan pokok melebihi sandang pangan.
Salam.......
Mudah mudahan tidak katrok ..... he.......
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 23 April 2019 )
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Agama dulu memuja Tuhan.
Agama kini menghujat Tuhan.
Nama Tuhan di jual,diperdagangkan, dijaminkan,dijadikan murahan,oleh orang2 yg merusak,membunuh sambil meneriakan nama Tuhan mana yg mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?
Tapi manusia membunuh ,membenci, membenci,mengintimidasi,merusak, sambil dgn bangga meneriakan nama Tuhan,berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lain.
Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan,dan mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan ayat2 dan aturan agama.
Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhanya,yg penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh karna agama. Sekarang saling membunuh karna agama. Dulu saling mengasihi karna beragama. Kini orang saling membenci karna beragama.
Agama tak pernah berubah ajaranya dari dulu,Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yg berubah apanya? Manusia nya?
Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintaranya,yg paling cerdas di antara orang2 lainnya,sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya,dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.
Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan .
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk urusan2 agama.
Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan.
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
Esensi agama telah di lupakan.
Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama,karna semua yg berbau agama telah di, dewa dewakan,atau di pertuhankan,tak kan pernah di anggap salah,tak pernah di tolak,dan jadi keperluan pokok melebihi sandang pangan.
Salam.......
Mudah mudahan tidak katrok ..... he.......
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 23 April 2019 )
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Manusia Ibarat Matahari
MANUSIA IBARAT MATAHARI....
===================<<======
Sempurnanya jiwa manusia itu bukan terletak di ketaatan banyak menjalankan ibadah agamanya, tapi terletak pada kesadaran dirinya dalam memandang kebenaran hidup.
Kebenaran kehidupan itu adalah menyadari bahwa hidup di dunia adalah prosesi terahir untuk meyempurnakan jiwanya.
Menyadari bahwa menjalani kehidupan didunia ini adalah jalan untuk meretas ke kehidupan yg sebenarnya /sejati. Menyadari semua persoalan hidup yg di alami adalah amunisi untuk memperkuat dirinya sendiri untuk menyongsong di kehidupan yg sebenarnya/sejati. Kehidupan yg sebenarnya/sejati itu adalah bukanlah kehidupan yg omong kosong dan tahayulisasi, karna tak lain dan tak bukan kehidupan itu adanya dimuka bumi ini.
Tak ada yg terlahir dimuka bumi ini suatu kebetulan, dan tak ada tempat setiap sudut bumi ini yg tidak ada sumber kebenaran.
Sumber kebenaran itu bukan di Arab, Amerika, Cina, India, Jawa, Eropa dll. Sumber kebenaran ada di dalam diri kita sendiri.
Seorang satrio piningit yg diramalkan lahir dari Timur, itu bukanlah Timur tengah, timur jauh dan bukan Indonesia jawa melainkan lahir dari Timur Matahari '. Seorang satrio piningit atau pembebas itu adalah manusia berasal dari matahari. Suatu analogi kenapa Matahari?....
Karna matahari adalah sumber segala sumber kehidupan dan cahayanya terus menerus menyirami alam semesta tanpa henti dan pilih kasih. Menjadi satrio piningit adalah hak setiap manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali, tidak harus keturunan Nabi, Raja dan Wali.
Siapapun yg secara sadar penuh tentang menjalani hidup yg benar untuk membersakan jiwanya, maka bersiap siaplah menjadi manusia yg terbit dari Timur Matahari.
Sempurnanya jiwa terbentuk dari pikiran yg terbuka bukan pikiran yg terkungkung, jangan salahkan orang yg sekarang ini sudah muak melihat kemunafikan terhadap agama, jangan salahkan kini orang semakin berani bicara lantang melecehkan Tuhan dan Agama tertentu. Mereka berteriak itu bukan bentuk dari kesombongan dan kedurhakaan tapi wujud kemuakan terhadap segala bentuk penjajahan Pikiran. Mereka sudah muak dgn segala retorika dan ritual yg penuh kepalsuan dan kebodohan. Sempurnanya jiwa juga terbentuk dari hasil olah batinnya sendiri yg mampu berdialog dgn dirinya sendiri yg tinggi. Sempurnana jiwa itu juga terbentuk dari prilaku keseharian yg benar benar dilandasi kesadaran yg maksimal . Sempurnanya jiwa juga terbentuk dikarenakan dirinya sudah mengatur dan memerintah kepada dirinya sendiri.
Jadi untuk apa sebenarnya agama itu ada dimuka bumi ?...itu semua adalah pendidikan moralitas , amat sangat jauh dijadikan patron sebagai ukuran ber Ketuhanan .
Bila ingin melalui jalur agama untuk berketuhanan, maka dirinya harus siap dan gagah berani menerima segala resiko penjungkir balikan paradigma Ketuhanan.
Dirinya harus siap dikucilkan oleh umat dan sareatnya sendiri, karena ketika dia membuka tirai-tirai /simbul-simbul keagamaan maka secara perlahan tapi pasti perjalanan dan pencariannya akan berahir di diri sendiri secara mutlak. Kalau sudah berahir di dirinya sendiri maka yg berfatwa dan berdalil itu adalah suara hati nya sendiri , tidak ada lagi dogmatisasi dari luar dirinya, meskipun itu adalah doktrin ktab suci. Sekali lagi, jiwa yg sempurna terbangun dari pemikiran terbuka luas bukan pikiran terkungkung !... Jiwa yg tercerahkan adalah pemikiran yg memancarkan kata-kata kebenaran tanpa henti layaknya matahari .
Hak saya, anda, kita semua untuk bisa hidup menjelma sebagai manusia yg lahir dari Timur Matahari . Semuanya diri kita sendiri yg memutuskan dan memilih, bukan Tuhan dan Terserah tuhan.......
Salam.....
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 25 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
===================<<======
Sempurnanya jiwa manusia itu bukan terletak di ketaatan banyak menjalankan ibadah agamanya, tapi terletak pada kesadaran dirinya dalam memandang kebenaran hidup.
Kebenaran kehidupan itu adalah menyadari bahwa hidup di dunia adalah prosesi terahir untuk meyempurnakan jiwanya.
Menyadari bahwa menjalani kehidupan didunia ini adalah jalan untuk meretas ke kehidupan yg sebenarnya /sejati. Menyadari semua persoalan hidup yg di alami adalah amunisi untuk memperkuat dirinya sendiri untuk menyongsong di kehidupan yg sebenarnya/sejati. Kehidupan yg sebenarnya/sejati itu adalah bukanlah kehidupan yg omong kosong dan tahayulisasi, karna tak lain dan tak bukan kehidupan itu adanya dimuka bumi ini.
Tak ada yg terlahir dimuka bumi ini suatu kebetulan, dan tak ada tempat setiap sudut bumi ini yg tidak ada sumber kebenaran.
Sumber kebenaran itu bukan di Arab, Amerika, Cina, India, Jawa, Eropa dll. Sumber kebenaran ada di dalam diri kita sendiri.
Seorang satrio piningit yg diramalkan lahir dari Timur, itu bukanlah Timur tengah, timur jauh dan bukan Indonesia jawa melainkan lahir dari Timur Matahari '. Seorang satrio piningit atau pembebas itu adalah manusia berasal dari matahari. Suatu analogi kenapa Matahari?....
Karna matahari adalah sumber segala sumber kehidupan dan cahayanya terus menerus menyirami alam semesta tanpa henti dan pilih kasih. Menjadi satrio piningit adalah hak setiap manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali, tidak harus keturunan Nabi, Raja dan Wali.
Siapapun yg secara sadar penuh tentang menjalani hidup yg benar untuk membersakan jiwanya, maka bersiap siaplah menjadi manusia yg terbit dari Timur Matahari.
Sempurnanya jiwa terbentuk dari pikiran yg terbuka bukan pikiran yg terkungkung, jangan salahkan orang yg sekarang ini sudah muak melihat kemunafikan terhadap agama, jangan salahkan kini orang semakin berani bicara lantang melecehkan Tuhan dan Agama tertentu. Mereka berteriak itu bukan bentuk dari kesombongan dan kedurhakaan tapi wujud kemuakan terhadap segala bentuk penjajahan Pikiran. Mereka sudah muak dgn segala retorika dan ritual yg penuh kepalsuan dan kebodohan. Sempurnanya jiwa juga terbentuk dari hasil olah batinnya sendiri yg mampu berdialog dgn dirinya sendiri yg tinggi. Sempurnana jiwa itu juga terbentuk dari prilaku keseharian yg benar benar dilandasi kesadaran yg maksimal . Sempurnanya jiwa juga terbentuk dikarenakan dirinya sudah mengatur dan memerintah kepada dirinya sendiri.
Jadi untuk apa sebenarnya agama itu ada dimuka bumi ?...itu semua adalah pendidikan moralitas , amat sangat jauh dijadikan patron sebagai ukuran ber Ketuhanan .
Bila ingin melalui jalur agama untuk berketuhanan, maka dirinya harus siap dan gagah berani menerima segala resiko penjungkir balikan paradigma Ketuhanan.
Dirinya harus siap dikucilkan oleh umat dan sareatnya sendiri, karena ketika dia membuka tirai-tirai /simbul-simbul keagamaan maka secara perlahan tapi pasti perjalanan dan pencariannya akan berahir di diri sendiri secara mutlak. Kalau sudah berahir di dirinya sendiri maka yg berfatwa dan berdalil itu adalah suara hati nya sendiri , tidak ada lagi dogmatisasi dari luar dirinya, meskipun itu adalah doktrin ktab suci. Sekali lagi, jiwa yg sempurna terbangun dari pemikiran terbuka luas bukan pikiran terkungkung !... Jiwa yg tercerahkan adalah pemikiran yg memancarkan kata-kata kebenaran tanpa henti layaknya matahari .
Hak saya, anda, kita semua untuk bisa hidup menjelma sebagai manusia yg lahir dari Timur Matahari . Semuanya diri kita sendiri yg memutuskan dan memilih, bukan Tuhan dan Terserah tuhan.......
Salam.....
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 25 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Menumbangkan Doktrin
MENUMBANGKAN DOKTRIN...
=======================
"Syariat tanpa hakekat KAFIR, hakekatnya tanpa syariat SESAT" demikian doktrin yg dikeluarkan oleh para pendahulu kita, tanpa terasa doktrin yg sudah berumur ratusan tahun itu sudah mematerai di alam bawah sadar kita, seolah-olah adalah suatu yg mutlak tidak bisa di ganggu gugat. Padahal, kalau lah mengenal diri maka sebenarnya diri kita benar-benar mutlak terkonsen pada diri sejati kita sendiri, dengan kata lain sudah PERCAYA DIRI.Tidak ada lagi pendapat dari luar dirinya,termasuk dari segala jenis kitab suci yg ada. Sebenarnya doktrin di atas secara tidak langsung sudah menjadi BARREIER/tembok penghalang yg luar biasa terhadap laju kesadaran diri kita. Alangkah sia-sianya umat islam belajar makrifatullah tapi pemikirannya masih terganjal oleh sesuatu doktrin atau dogma.Sehingga yg terjadi adalah perjalanan makrifat yg berputar-putar di tempat penuh ilusif semata.
Menurut pendapat saya pribadi yg dinamakan SYARIAT itu adalah sesuatu yg ada di dalam diri kita yg bekerja,yg kita sebut dengan AKAL/ logika berpikir.Sedang HAKEKAT itu sesuatu dalam diri kita yg memberikan pertimbangan yaitu HATI.Jadi bersepiritual bila hanya mengandalkan mutlak logika berpikir nya saja tanpa melibatkan hati, maka yg terjadi adalah akan menganggap kebenaran Tuhan, itu adalah sesuatu yg bersifat materi/ kebendaan dan fenomena, maka dari perjalanan ini lahirlah filsuf -filsuf ateis, para orientalis , ilmuan -ilmuan dan lain lain.
Sedangkan bila hanya mengadalkan mutlak HATI/perasaannya saja tanpa melibatkan logika berpikir nya yg menganggap kebenaran Tuhan itu adalah sesuatu yg mistis,maka akan menghasilkan para agamis yg cenderung fundamentalis dan fanatik, paranormal, dukun dan lain2.Keseimbangan syariat dan hakikat adalah KESELARASAN akal dan hati, lebih jauh, akal adalah wujud pertama kita ( jasad ) dan hati adalaj wujud kedua kita ( jiwa ).Keselarasan akal dan hati itu lah KESEIMBANGAN,lebih jauh lagi saya menyebutkan adanya kebersatuan antara diri kita yg rendah dengan diri kita yg tinggi, atau kebersatuan dengan Tuhan,atau kebersatuan dalam AKU.Jadi sangat rendah dan tidak berbobot bila kita selalu mendefinisikan makna syariat ke ritualitas agama,terjadinya degradasi makna syariat ini ke sesuatu yg sempit karena adalah faktor doktrin yg turun temurun sudah ada di dalam bawah sadar dan faktor lingkungan yg kaku. Untuk membebaskan kekakuan berpikir itu maka tak ada cara lain adalah memerdekakan kemerdekaan berpikir dan berpendapat tentang apa saja yg baik itu menyangkut dunia maupun akhirat.Hati yg terpenjara adalah sama saja dengan memenjarakan Tuhan, terpenjaranya hati karena kondisi kejiwaan diliputi perasaan Takut,biasanya orang itu ketika menemukan sesuatu hal yg baru ,yg terlintas pertama dalam hatinya adalah perasaan TAKUT.
Takut karena dirinya tidak mau menjadi sesat,takut dirinya menjadi penghuni neraka, takut dirinya menjadi tidak waras, takut dirinya menjadi miskin,takut dirinya menjadi terkucil, takut dirinya menjadi bahan cemoohan masyarakat.Bila kita ketakutan melanggar doktrin"Syariat tanpa hakikat KAFIR, hakikat tanpa sariat SESAT" ketika sedang melakukan perjalanan spiritual, maka perasaan itu lah yg akan menjadi BATU CADAS yg sulit untuk dirobohkan, tak kan ada siapapun orang lain yg bisa membantu merobohkan batu cadas tersebut selain dirinya sendiri . Hidup di alam kebebasan itu adalah hidup tanpa sekat /ikatan apapun di dunia ini , hidup yg bebas adalah berpemikiran bebas, berperilaku bebas, berkehendak bebas, berkeyakinan bebas ...Namun kebebasan itu semua sudah ada dalam kebebasan yg natural, kebebasan yg tidak merugikan orang lain dan alam semesta , kebebasan yg berjalan dengan kasih sayang dalam wujud yg beraneka ragam warna.Mengenal diri itu membebaskan diri , membebaskan diri itu adalah mampu mengatur hidupnya sendiri. Membebaskan diri itu adalah mempunyai visi misi yg abadi .Membebaskan adalah meleyapkan diri ,membebaskan diri adalah mewujudkan diri yg tinggi,untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri ahirnya menjadi DIRI SENDIRI yg SEJATI.
salam
=======
Sumber: https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 26 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
=======================
"Syariat tanpa hakekat KAFIR, hakekatnya tanpa syariat SESAT" demikian doktrin yg dikeluarkan oleh para pendahulu kita, tanpa terasa doktrin yg sudah berumur ratusan tahun itu sudah mematerai di alam bawah sadar kita, seolah-olah adalah suatu yg mutlak tidak bisa di ganggu gugat. Padahal, kalau lah mengenal diri maka sebenarnya diri kita benar-benar mutlak terkonsen pada diri sejati kita sendiri, dengan kata lain sudah PERCAYA DIRI.Tidak ada lagi pendapat dari luar dirinya,termasuk dari segala jenis kitab suci yg ada. Sebenarnya doktrin di atas secara tidak langsung sudah menjadi BARREIER/tembok penghalang yg luar biasa terhadap laju kesadaran diri kita. Alangkah sia-sianya umat islam belajar makrifatullah tapi pemikirannya masih terganjal oleh sesuatu doktrin atau dogma.Sehingga yg terjadi adalah perjalanan makrifat yg berputar-putar di tempat penuh ilusif semata.
Menurut pendapat saya pribadi yg dinamakan SYARIAT itu adalah sesuatu yg ada di dalam diri kita yg bekerja,yg kita sebut dengan AKAL/ logika berpikir.Sedang HAKEKAT itu sesuatu dalam diri kita yg memberikan pertimbangan yaitu HATI.Jadi bersepiritual bila hanya mengandalkan mutlak logika berpikir nya saja tanpa melibatkan hati, maka yg terjadi adalah akan menganggap kebenaran Tuhan, itu adalah sesuatu yg bersifat materi/ kebendaan dan fenomena, maka dari perjalanan ini lahirlah filsuf -filsuf ateis, para orientalis , ilmuan -ilmuan dan lain lain.
Sedangkan bila hanya mengadalkan mutlak HATI/perasaannya saja tanpa melibatkan logika berpikir nya yg menganggap kebenaran Tuhan itu adalah sesuatu yg mistis,maka akan menghasilkan para agamis yg cenderung fundamentalis dan fanatik, paranormal, dukun dan lain2.Keseimbangan syariat dan hakikat adalah KESELARASAN akal dan hati, lebih jauh, akal adalah wujud pertama kita ( jasad ) dan hati adalaj wujud kedua kita ( jiwa ).Keselarasan akal dan hati itu lah KESEIMBANGAN,lebih jauh lagi saya menyebutkan adanya kebersatuan antara diri kita yg rendah dengan diri kita yg tinggi, atau kebersatuan dengan Tuhan,atau kebersatuan dalam AKU.Jadi sangat rendah dan tidak berbobot bila kita selalu mendefinisikan makna syariat ke ritualitas agama,terjadinya degradasi makna syariat ini ke sesuatu yg sempit karena adalah faktor doktrin yg turun temurun sudah ada di dalam bawah sadar dan faktor lingkungan yg kaku. Untuk membebaskan kekakuan berpikir itu maka tak ada cara lain adalah memerdekakan kemerdekaan berpikir dan berpendapat tentang apa saja yg baik itu menyangkut dunia maupun akhirat.Hati yg terpenjara adalah sama saja dengan memenjarakan Tuhan, terpenjaranya hati karena kondisi kejiwaan diliputi perasaan Takut,biasanya orang itu ketika menemukan sesuatu hal yg baru ,yg terlintas pertama dalam hatinya adalah perasaan TAKUT.
Takut karena dirinya tidak mau menjadi sesat,takut dirinya menjadi penghuni neraka, takut dirinya menjadi tidak waras, takut dirinya menjadi miskin,takut dirinya menjadi terkucil, takut dirinya menjadi bahan cemoohan masyarakat.Bila kita ketakutan melanggar doktrin"Syariat tanpa hakikat KAFIR, hakikat tanpa sariat SESAT" ketika sedang melakukan perjalanan spiritual, maka perasaan itu lah yg akan menjadi BATU CADAS yg sulit untuk dirobohkan, tak kan ada siapapun orang lain yg bisa membantu merobohkan batu cadas tersebut selain dirinya sendiri . Hidup di alam kebebasan itu adalah hidup tanpa sekat /ikatan apapun di dunia ini , hidup yg bebas adalah berpemikiran bebas, berperilaku bebas, berkehendak bebas, berkeyakinan bebas ...Namun kebebasan itu semua sudah ada dalam kebebasan yg natural, kebebasan yg tidak merugikan orang lain dan alam semesta , kebebasan yg berjalan dengan kasih sayang dalam wujud yg beraneka ragam warna.Mengenal diri itu membebaskan diri , membebaskan diri itu adalah mampu mengatur hidupnya sendiri. Membebaskan diri itu adalah mempunyai visi misi yg abadi .Membebaskan adalah meleyapkan diri ,membebaskan diri adalah mewujudkan diri yg tinggi,untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri ahirnya menjadi DIRI SENDIRI yg SEJATI.
salam
=======
Sumber: https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 26 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Manusia Yang Bebas
MANUSIA YANG BEBAS......
==============================
Manusia itu sebenarnya harus membebaskan diri dari penjajahan asing yang datang dari luar dirinya, bentuk penjajahan asing itu secara simultan dan bergelombang datang terus menerus henti. Faham-faham, ideologi dan agama adalah salah satu dari sekian banyak penjajahan asing yang datang secara terus-menerus sampai benar-benar menguasai alam sadar kita. Jangan dikira sesuatu yang baik seperti ajaran agama yang lengkap dengan muatan-muatan syariahnya tidak menjajah pikiran dan hati kita secara masif. Gejala diri kita yang takluk atau terjajah adalah: menolak perbedaan, merasa menjadi golongan terbenar, taklid mutlak terhadap semua ajaran agama,tidak berpikir terbuka mengkultuskan seperti Nabi nya sendiri, jiwanya diliputi rasa ketakutan bila tidak mengerjakan ritual Agama, jiwanya diliputi penuh harap pala dan surga dari setiap melakukan perbuatan baik ,dan mengenal Tuhan hanya sebatas nama Nya saja.
Agama ini sekarang sudah berbalik arah tujuan, aslinya agama itu untuk mencerahkan/ membebaskan manusia yang terlahir ke dunia supaya percaya diri, tahu diri dan sadar diri akan dirinya sendiri itu adalah Siapa ?.. Sekarang malah manusia menjadi budak-budak agama, seolah-olah akal sehat dan hati nurani sudah MATI sudah tak berdaya menghadapi penjajahan asing itu. Agama yang asli dan sejati itu sebenarnya adalah Tuhan itu sendiri, yang tak ada Ada cara lain untuk menyibak, meraih,mengengam, merangkul Nya adalah dengan melenyapkan secara total segala bentuk penjajahan asing yang menyerang pikiran dan hati kita.
KEMENNANGAN BESAR itu adalah ketika diri kita sudah melakukan pemberontakan terhadap diri kita sendiri yang sudah dirasuki nilai nilai kebenaran yg salah dari para penjajah asing itu. KEBEBASAN adalah ketika diri kita berhasil bersatu dengan Dzat kebebasan yg bersemayam dalam diri kita secara gaib, yaitu yg disebut TUHAN. Selanjutnya meretas jalan menuju kesempurnaan kebebasan itu akan dilalui bersama, berdua oleh dirimu dan Tuhan mu sendiri.
Dunia dengan segudang pernak-perniknya seperti Tahta, harta, wanita dan segudang permasalahan adalah rudal-rudal nyata yang siap menghadang laju kebebasan menjadi manusia sejati. Banyak orang yang sudah membebaskan dirinya tertembak jatuh oleh hantaman hantaman rudal tersebut, roti unyil dirinya kembali menjadi budak-budak dunia. Untuk membentengi hantaman demi hantaman itu maka tak ada cara lain diri kita harus MEMANUNGALKAN jiwa kita dengan TUHAN kita, sehingga jiwa kita adalah jiwa Tuhan mata kita adalah mata tuhan, telinga kita adalah telinga Tuhan, pikiran kita adalah pikiran Tuhan, kaki kita adalah kaki Tuhan dan perkataan kita adalah perkataan Tuhan.
Inilah sebenarnya yang disebut diri kita sudah mengalami MATI DALAM KEHIDUPAN. Inilah password untuk menjelajah ke alam keabadian yang benar-benar terbebas dari sifat sifat keduniawian yang penuh rasa sakit dan derita. Memang suatu pekerjaan besar untuk bisa membebaskan diri kita karena kita dihadapkan dengan suatu tatanan /patron/ konsep/ ritual yang sudah mentradisi puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun. Jiwa manusia yang terus mengalami reinkarnasi panjang seolah-olah hanyut dalam tataran kehidupan dunia yang nyata ini, namun sebenarnya ketika diri kita terlahir sebagai manusia itu adalah KESEMPATAN EMAS untuk memutus mata rantai reinkarnasi itu, sehingga jiwa kita terbebas terbang lepas, tidak lagi tersangkut dalam neraka reinkarnasi yang panjang dan melelahkan.
Sebenarnya agama-agama yang ada di dunia ini mempunyai misi untuk membebaskan manusia, namun nilai-nilai misi yang lengkap dengan filosofi dan metode nya dibungkus oleh bungkusan yg berlapis lapis, saya juga tidak tahu kenapa harus demikian. Untuk menyibak nilai-nilai kebebasan dalam ajaran agama maka tak ada jalan lain umat beragama harus berani mengelupas sendiri kulit kulitnya sampai ke kelupasan terakhir. proses pengelupasan ini adalah pekerjaan yang penuh nuansa dan warna.
Nikmati semua perjalanan pemberontakan itu dan Tanamkan dalam hati AKU INGIN BEBAS....
SALAM.........
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 26 april 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
==============================
Manusia itu sebenarnya harus membebaskan diri dari penjajahan asing yang datang dari luar dirinya, bentuk penjajahan asing itu secara simultan dan bergelombang datang terus menerus henti. Faham-faham, ideologi dan agama adalah salah satu dari sekian banyak penjajahan asing yang datang secara terus-menerus sampai benar-benar menguasai alam sadar kita. Jangan dikira sesuatu yang baik seperti ajaran agama yang lengkap dengan muatan-muatan syariahnya tidak menjajah pikiran dan hati kita secara masif. Gejala diri kita yang takluk atau terjajah adalah: menolak perbedaan, merasa menjadi golongan terbenar, taklid mutlak terhadap semua ajaran agama,tidak berpikir terbuka mengkultuskan seperti Nabi nya sendiri, jiwanya diliputi rasa ketakutan bila tidak mengerjakan ritual Agama, jiwanya diliputi penuh harap pala dan surga dari setiap melakukan perbuatan baik ,dan mengenal Tuhan hanya sebatas nama Nya saja.
Agama ini sekarang sudah berbalik arah tujuan, aslinya agama itu untuk mencerahkan/ membebaskan manusia yang terlahir ke dunia supaya percaya diri, tahu diri dan sadar diri akan dirinya sendiri itu adalah Siapa ?.. Sekarang malah manusia menjadi budak-budak agama, seolah-olah akal sehat dan hati nurani sudah MATI sudah tak berdaya menghadapi penjajahan asing itu. Agama yang asli dan sejati itu sebenarnya adalah Tuhan itu sendiri, yang tak ada Ada cara lain untuk menyibak, meraih,mengengam, merangkul Nya adalah dengan melenyapkan secara total segala bentuk penjajahan asing yang menyerang pikiran dan hati kita.
KEMENNANGAN BESAR itu adalah ketika diri kita sudah melakukan pemberontakan terhadap diri kita sendiri yang sudah dirasuki nilai nilai kebenaran yg salah dari para penjajah asing itu. KEBEBASAN adalah ketika diri kita berhasil bersatu dengan Dzat kebebasan yg bersemayam dalam diri kita secara gaib, yaitu yg disebut TUHAN. Selanjutnya meretas jalan menuju kesempurnaan kebebasan itu akan dilalui bersama, berdua oleh dirimu dan Tuhan mu sendiri.
Dunia dengan segudang pernak-perniknya seperti Tahta, harta, wanita dan segudang permasalahan adalah rudal-rudal nyata yang siap menghadang laju kebebasan menjadi manusia sejati. Banyak orang yang sudah membebaskan dirinya tertembak jatuh oleh hantaman hantaman rudal tersebut, roti unyil dirinya kembali menjadi budak-budak dunia. Untuk membentengi hantaman demi hantaman itu maka tak ada cara lain diri kita harus MEMANUNGALKAN jiwa kita dengan TUHAN kita, sehingga jiwa kita adalah jiwa Tuhan mata kita adalah mata tuhan, telinga kita adalah telinga Tuhan, pikiran kita adalah pikiran Tuhan, kaki kita adalah kaki Tuhan dan perkataan kita adalah perkataan Tuhan.
Inilah sebenarnya yang disebut diri kita sudah mengalami MATI DALAM KEHIDUPAN. Inilah password untuk menjelajah ke alam keabadian yang benar-benar terbebas dari sifat sifat keduniawian yang penuh rasa sakit dan derita. Memang suatu pekerjaan besar untuk bisa membebaskan diri kita karena kita dihadapkan dengan suatu tatanan /patron/ konsep/ ritual yang sudah mentradisi puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun. Jiwa manusia yang terus mengalami reinkarnasi panjang seolah-olah hanyut dalam tataran kehidupan dunia yang nyata ini, namun sebenarnya ketika diri kita terlahir sebagai manusia itu adalah KESEMPATAN EMAS untuk memutus mata rantai reinkarnasi itu, sehingga jiwa kita terbebas terbang lepas, tidak lagi tersangkut dalam neraka reinkarnasi yang panjang dan melelahkan.
Sebenarnya agama-agama yang ada di dunia ini mempunyai misi untuk membebaskan manusia, namun nilai-nilai misi yang lengkap dengan filosofi dan metode nya dibungkus oleh bungkusan yg berlapis lapis, saya juga tidak tahu kenapa harus demikian. Untuk menyibak nilai-nilai kebebasan dalam ajaran agama maka tak ada jalan lain umat beragama harus berani mengelupas sendiri kulit kulitnya sampai ke kelupasan terakhir. proses pengelupasan ini adalah pekerjaan yang penuh nuansa dan warna.
Nikmati semua perjalanan pemberontakan itu dan Tanamkan dalam hati AKU INGIN BEBAS....
SALAM.........
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 26 april 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Langganan:
Komentar (Atom)