Rabu, 03 Juni 2020

Menelusuri Jejak Tuhan

MENELUSURI JEJAK TUHAN

Seorang atheis mengatakan kepada saya Tuhan saya adalah alam semesta, terus dia bertanya sama saya Tuhan kamu siapa ? saya menjawab " sesuatu itu yang mengasihi dan yang menyayangi " terus dia bertanya penasaran, siapakah itu ? Apakah suatu wujud yang nyata atau abstrak ? saya jawab, yang nyata dan yang abstrak. Seorang agamis mengatakan pada saya Tuhan saya adalah Allah yang gaib, terus dia bertanya sama saya, Tuhan kamu siapa? Saya menjawab persis apa yang saya katakan kepada teman saya yang atheis.

Kata Tuhan adalah simbol, entah Siapa yang menciptakan nama itu, begitu juga kata Allah sama hanya simbol, juga entah Siapa yang menciptakan nama itu. Bagi saya tidak terlalu penting untuk menelusuri sejarah timbulnya penamaan tersebut karena yang terpenting adalah mengetahui dengan benar esensi dari kata Tuhan atau Allah tersebut.

Kenapa saya sebut Tuhan itu adalah sesuatu yg mengasihi dan menyayangi? Ya, karena dari mana lagi kita menelusuri jejak dengan kalau dari segi kebaikan, masa kita menelusuri dari segi keburukan atau kejahatan. Coba saja lihat di sekitar kita apa dan siapa itu sumber yg mengasihi dan menyayangi itu, tentu kita tidak akan pernah menyanggah sumber kasih dan sayang itu ada pada ayah dan ibu kita, juga pada alam dengan kekayaan di dalamnya ada tanah tempat berpijak, ada tumbuhan dan binatang untuk mendukung supaya manusia tetap hidup, ada udara, air, api, bulan, bintang,,matahari dll semua tanpa pernah kita minta dan tak perduli kita orang baik atau jahat semuanya memberikan kehidupan kepada kita tanpa pilih kasih. Sumber kasih sayang yang lain adalah pada diri kita sendiri sebagai manusia, tanpa ada organ tubuh, sel sel dan roh kita tidak akan hidup sebagai manusia seutuhnya. Dengan kata lain hidup akan indah kalau kita menghargai orang tua kita, alam semesta dan diri kita sendiri kepada sesama manusia. Dari ketiga sumber itulah kita bisa Menelusuri jejak Tuhan atau Allah itu.

Menelusuri siapa diri kita, maka diri kita adalah dari kedua orang tua kita, kedua orang tua kita dari Kakek kita, nenek kita dari buyut kita, buyut kita dari dst dst...... sampailah kita simbol dengan nama Adam, sebagai manusia pertama. Dan nama Adam pun adalah suatu simbol bukan suatu fakta sejarah. Simbol untuk bahan perenungan dan bahan pengkajian diri, jadi Siapakah orang tua sejati kita? Tak lain dialah sang sumber kehidupan, sang sumber kasih sayang, Jadi tidak salah bila dalam agama {Islam} pemeluknya supaya menghormati orang terdahulu, bahkan diperintahkan untuk mengadakan hubungan telepati [tawassul] dengan para leluhur kita. Jadi jangan salahkan agama Pagan [ agama asli ] nusantara, yang mana ritual mereka kental dengan sesaji untuk menghormati roh leluhur nya. Di dalam sejarah Islam ada peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad, yang mana ketika dalam perjalanannya ke langit, sang nabi bertemu dengan para nabi pendahulunya seperti Ibrahim, Musa ,Yusuf ,isa. Sampai sang nabi mampu berdialog [ terlewati ] dengan mereka untuk mendapatkan bimbingan kepada dirinya supaya dia bisa menyiarkan tauhid sesuai dengan zamannya. Itulah proses Menelusuri jejak Tuhan kepada kedua orang tua kita, sehingga orang Kristen menyebutnya sebagai Tuhan Bapa, dia yang menelusuri disebut Anak Tuhan, Energi untuk bisa berkomunikasi dengan Bapa disebut roh kudus. Jadi sebenarnya Trinitas itu hakikatnya nya adalah ketunggalan, istilah sekarang
' three in one ' dalam Islam pun demikian ada Trinitas seperti Nur Allah dan Nur Muhammad dan Nur Insan, gak ada beda yang membuat seperti berbeda nyata adalah istilah belaka.

Menyusuri jalur orang tua untuk menemukan Sumber Kasih sayang adalah jalur metafisik, sehingga jalur ini sangat tidak dipahami oleh para ateis yang selalu mengedepankan rasio dan logika tetapi sebenarnya hal ini adalah jalur agama, tetapi kenapa justru umat beragama nya sendiri tidak percaya bahkan tidak sedikit yang menolak hal ini dengan alasan musryrik, sesat, klenik, dll.

Hal ini dikarenakan kebanyakan umat beragama hanya memahami agama dari ketaatan menjalankan kewajiban saja belum mencapai keyakinan, karena keyakinan itu ada di wilayah metafisik. Jadi sekali-kali janganlah menjadi anak durhaka kepada kedua orang tua kita, ilmu segede gunung pun tentang Ketuhanan bila durhaka kepada kedua orang tuanya sama saja membelakangi Tuhan. Sebaliknya bila ilmu ketuhanannya minim tapi dia hormat dan santun kepada kedua orang tuanya berarti Tuhan masih memberikan pintu untuk menuju nya.

Menelusuri jejak Tuhan dari alam adalah Menelusuri jejak nya dari suatu materi/ benda yg nyata. Kita bisa hidup Karena makan makanan, entah itu dari hewan maupun tumbuhan juga air, Kita pernah baca siklus fotosintesa, ternyata siklus itu berbentuk lingkaran. Tumbuh-tumbuhan karena ada sinar matahari, tumbuh menjadi pepohonan, buah-buahan sayuran kemudian dimakan oleh manusia dan hewan, kemudian hewan pun dimakan oleh manusia. Begitu jika siklus air, air turun ke bumi karena adanya sinar matahari, intinya dalam hal ini matahari adalah sumber kehidupan. Jadi tidaklah salah penganut agama Shinto di Jepang menyembah matahari. Matahari yang kita lihat ini adalah satu bintang dari miliaran bintang di langit lepas. Apakah kita harus menyembah matahari ? Tentu tidak ! Tapi mereka yang menyembah juga tidak salah tetapi belum sempurna.

Karena banyak matahari matahari yang tidak terhingga di langit lepas ini, saking tidak terhingganya maka simbol Tuhan pun adalah suatu lingkaran, artinya tak bertepi ! Banyak simbol agama di dunia ini menggunakan bintang sebagai simbolnya seperti yahudi, islam. Alam semesta atau jagat raya ini senantiasa memberikan kasih sayang dan sayangnya kepada manusia tanpa pernah berhenti. Jadi menjaga, memelihara alam adalah salah satu bukti bahwa anda sudah mengenal Tuhan.

Yang ketiga Menelusuri jejak Tuhan pada diri kita sendiri, inilah spiritual. Karena alam jagat raya yang memberikan kehidupan pada manusia, ternyata tubuh manusia tersusun dari milyaran sel memberikan kehidupan kepada kita. Bila sel-sel yang menopang kehidupan kita terjangkiti virus/ penyakit dari luar maka kita akan mengalami sakit/ cacat/ mati. Tubuh manusia ibarat replika nya jagat raya, bahkan dalam Islam disebutkan berkali-kali kata-kata penting seperti : manusia adalah citra Tuhan, Rasa Tuhan adalah rasa manusia, Baitullah itu di Hati manusia dan banyak lagi kalimat kalimat yg menggugah kita untuk menerawang ke dalam diri.

Hanya manusialah yang bisa berpikir untuk menguak rahasia Tuhan, alam nyata abstrak. Berfikir dengan otak/ akal ini lah jalan satu satunya manusia bisa menemukan jati dirinya, tapi kenapa orang beragama tidak memahami hal ini ? Ya, karena dalam mengkaji ajaran agama hanya menggunakan hati, tidak memaksimalkan menggunakan otak untuk berpikir terus-menerus. hati itu ibarat akar, pohon tidak akan tumbuh keatas kalau tidak di sinari matahari, disiram air. Nah untuk tumbuh ke atas supaya tidak statis itulah manusia harus menggunakan otaknya, karena ajaran agama itu sarat dengan makna simbolik/ perumpamaan termasuk kata ALLAH, Tuhan pun adalah suatu simbolik. Kalau kata ALLAH Nya sudah simbolik bagaimana turunannya ke bawah ?betul juga kata para sufi " barangsiapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya " mengenal dirinya berarti pemikirannya sudah bersumber dari dalam dirinya sudah tidak melihat keluar, mengenal dirinya berarti sudah percaya pada dirinya sendiri, mengenal dirinya itu berarti pola pikirnya sudah terbebas dari doktrinitas dari luar dirinya, mengenal dirinya berarti sudah menundukkan dirinya agar berbuat selaras dengan alam semesta, selaras dengan dzat kasih sayang karena dirinya bukan Tuhan melainkan bagian dari KAMI.


Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (Posting 30 Sept 2019)


CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar