"KESADARAN 1"
Saya baca di forum diskusi spiritual yang cenderung
berpaham communist dan sosialist yang memberikan stempel terhadap agama
sebagai ideologi penyembah Tuhan yang tidak jelas, pengikut mythos kitab
suci
dan pengikut cerita cerita tahyul dari para nabi dan sahabat-sahabat nya.
Kalaulah berfikir sederhana, untuk apa kita menanggapi mereka ? toh
dalam agama pun ku berlaku hukum lakum dinukum walyaden-- agama mu agama
mu agama mu, agama ku agama ku --Tapi, tidakkah kita sedikit terkesima
minimal terhenyak oleh adanya statemen mereka yang notabene di KTP -nya
masih tercatat sebagai islam, terhenyak karena pemikirannya yang berani,
terhenyak karena tidak ada ketakutan sama sekali dalam diri mereka.
Bandingkan, dengan umat beragama yang mayoritas sama sekali tidak berani
berargumentasi terhadap ayat-ayat kitab suci dan hadist- hadist nya
karena selalu dibayang-bayangi paranoid takut terhadap siksaan api
neraka dan stempel kafir.
Padahal kalau lah kita jujur terhadap diri
sendiri, kita sangat lah tidak menguasai kitab suci, sangatlah tidak
faham apa yang dikatakan Nabi, kita hanyalah sebagai segerombolan
pengikut buta yang tidak mau tahu tentang benar apa tidak agama atau
ajaran yang kita anut, pokok nya jadi pengikut, cukup ! selebih nya,
mencari kekayaan harta yang melimpah entah jalan halal atau haram,
mencari kehidupan yang enak dan mewah di dunia, sebagai simbol anugerah
Tuhan.
Menurut saya pribadi, sangat rendah bila nilai-nilai agama
hanya dijadikan tempelan di badan atau lips service semata, amatlah
murah bila meyakini dengan menjalankan ritual agama yang teratur bagai
anjing pudel mengikuti pergerakan arah jarum jam. Agama itu adalah
ciptaan manusia, mereka yang menciptakan agama adalah bukan orang
sembarangan, mereka berhasil mentransformasikan perjalanan spiritual
pribadinya ke dalam bingkai agama. Yang namanya bingkai tentu harus
dibuat semenarik mungkin dengan harapan mampu menjaring pengikut
sebanyak-banyaknya.
Intinya, kita sebagai manusia yang hidup ribuan
tahun lalu di era para pencipta agama tersebut tentunya haruslah
menyadari dan meyakini bahwa diri kita adalah tak ada bedanya dengan
mereka. Diri kita itu terdiri dari unsur yang sama seperti: darah,
daging, tulang, kulit yang membedakannya adalah pemahaman jiwa tentang
konsep ketuhanan itu sendiri. Tidaklah salah bila kita sendiri berhasrat
dan bercita-cita ingin seperti mereka, Mereka para nabi, Rasul, Wali,
itulah orang orang yang suci yang harus kita teladani pemahamannya
tentang konsep Ketuhanan.
Memang ada perintah untuk mengikuti apa
yang diperintahkan oleh kitab sucinya, tentunya perintah itu adalah
perintah untuk melakukan awal perjalanan spiritual sampai akhirnya
perintah itu datang dari hati nuraninya sendiri. apakah cukup sampai di
situ ?tentu belum ! ternyata suara hati nurani itu tergantung lurus
dengan pemahaman dan pola pikir akalnya, semakin pola pikirnya terbuka
semakin tinggi derajat suara hati nuraninya, jadi yang membikin kita
seperti rasul wali itu tak lain adalah dari upaya kita sendiri.
Bagaimana bisa suara hati nurani kita akan menjadi roh pembimbing yang
kuat bila kenyataan pola pemikiran kita sudah di blok oleh dogma-dogma
dan dalil agama, bagaimana bisa suara hati nurani kita bersuara bila
dalam diri kita masih tersimpan penyakit fanatik dan taklid buta.
Sehingga kita seharusnya bergaul terbuka dengan semua lapisan masyarakat
terutama dengan mereka yang berpandangan bahwa Tuhan itu adalah KONSEP,
karena penemuan mereka itu sudah didasari oleh daya nalar dan logika
yang tinggi dan terus-menerus, Albert Einstein mengatakan Tuhan itu
adalah alam semesta itu sendiri, sehingga keluar lah rumus E = MC
2 yang dikenal dengan teori relativitas tentang alam semesta yang tak
terbatas.
Ini salah satu contoh saja, banyak teori lain yang
dikemukakan oleh orang terkemuka. Apakah pendapat Einstein itu salah ?
Bagaimana kalau kita sinergikan dengan ayat " Timur dan Barat adalah
kepunyaan Ku kemanapun kau menghadap disitulah wajah KU ", Tidak kah di
sini ada kesamaan ? tentu, hal ini akan menjadi debatabel tapi kalau
yang sudah hidup hati nuraninya tanyalah kepada diri sendiri tentang hal
ini, karena itulah jawaban yang paling benar ! bila kenyataannya tak
ada jawaban alias kabur, berarti kita masih kafir.
Pandangan bahwa
agama kita yang paling benar, adalah pandangan yang penuh emosional,
jelas emosional ini keluar dari nafsu amarah kita. Yang terbenar itu
adalah bila kita sudah berhasil mengurai dan membedah agama kita sendiri
sehingga dengan penuh kesadaran dan keyakinan ternyata agama itu adalah
diri kita sendiri yang asli, yang terbebas dari kontaminasi dunia luar.
Sehingga di lidah kita akan keluar kata-kata yang merupakan kata-kata
dari diri sejati kita, dengan kata lain perkataan Tuhan dalam diri
manusia.
Dan nama agama itu cuma istilah belaka, sebenarnya kita
bebas mau menamakan dia itu apa, terserah kita, terserah Tuhan. Hidup
menyatu antara diri kita dalam tubuh kita bersinergy menjalani kehidupan
tanpa ada rasa ketakutan, kegelisahan, kepanikan, semua dijalani dengan
rasa yg kuat dan tinggal pekerjaan lain adalah mensinergikan diri kita
dengan wajah Tuhan yaitu alam semesta.
Keunggulan mereka yang
berusaha melakukan perjalanan menemukan kebenaran berbasis agama, adalah
pijakan mereka adalah hati nurani yang berasal dari alam semesta yang
tak terbatas, sedangkan para communist dan socialist pijakan mereka
adalah akal pikiran dan logika yang bersumber dari otak.
Tak usah
lah berpolemik dengan perbedaan pijakan ini, yang utama adalah semuanya
mengarah kepada KEYAKINAN terhadap diri sendiri. Toh, semua cepat atau
lambat akan bermuara di salah satu lautan, yaitu lautan yang tak
terbatas itu adalah saat ini, bukan masa lalu, bukan masa depan, bukan
sesudah mati, tetapi saat ini, sekarang ini juga !.
SALAM...
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (Posting 15 Oktober 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar