Rabu, 03 Juni 2020

Tuhan Adalah Ilmu

TUHAN ADALAH ILMU
 
Allah adalah konsep, seperti sudah saya tulis dalam dokumen Berapa waktu yang lalu. Salah satu konsepnya adalah menghormati alam semesta, dan salah satu bagian dari alam semesta itu adalah ILMU. Jadi tidak salah saya katakan Tuhan itu ilmu tapi ilmu bukan Tuhan ! Ilmu yang dimaksud adalah sangat luas yang bisa dibagi dalam dua bagian besar yaitu ilmu matematika,filsafat,fisika,astronomi, sejarah,bahasa,kedokteran,agama, psikologi, informatika, dll. Dengan kata lain ilmu lahir itu lebih mementingkan rasio, Nalar dan logika. Sedangkan ilmu batin itu adalah ilmu yang didapat dari sesuatu yang tidak nyata, yang mana untuk mendapatkan/mempelajari ilmu lebih banyak menggunakan kekuatan dirinya sendiri[ bathin ].

Kalau lah kita yakini dan fahami bahwa Tuhan itu adalah ilmu, maka ketika kita mempelajari/ menggeluti bidang apapun maka output dari ilmu adalah KASIH SAYANG/ cinta kasih terhadap sesama manusia dan alam.

Karena sifat esensial Tuhan itu adalah kasih sayang/ cinta.
Semua ilmu lahir dan batin yang kita pelajari itu sebenarnya hakekatnya adalah untuk kita mempunyai keyakinan terhadap diri sendiri, keyakinan bahwa ternyata kebenaran itu ada pada setiap diri manusia. Sangat disayangkan bila kita sudah belajar ilmu agama, kita menolak ilmu-ilmu yang lain seperti sejarah, astronomi, filsafat dll dikarenakan dengan satu alasan yaitu benturan dengan Alquran dan hadis. Perlu diketahui Alquran itu bukanlah buku ilmu pengetahuan, bukan buku sejarah, bukan buku ilmu pemerintahan dan sosial TETAPI Alquran itu adalah petunjuk untuk menghubungkan Bagaimana manusia bisa berhubungan dengan Allah. Akan meleset dan gagal bila kita mempelajari Al'quran dengan kacamata fanatisme, kacamata terdoktrin, kacamata sektoral dan dengan jiwa yang dipenuhi rasa ketakutan, rasa kehinaan dan kerendahan diri. Umat Islam itu sekarang bisa bangga dengan orangutans tetapi sungguh menyedihkan secara kwalitas, agama Islam sekarang dalam kondisi di persimpangan jalan karena melihat saudara-saudara tuanya Kristen ternyata fakta peradabannya jauh lebih maju dan mapan. Semua kemajuan yang didapat kaum Kristen dan Yahudi itu tak lain dan tak bisa disanggah karena mencari ilmu, belajar dengan open mind. Jadi jangan salah orang yang sedang belajar menuntut ilmu apapun pada hakekatnya mereka sudah mengenal realitas Tuhan yang nyata tidaklah mungkin mencapai surga [ nirwana ] bila di dalam hatinya masih ada sifat fanatisme, menolak perbedaan dan merasa benar sendiri dengan agamanya. Bagaimana bisa mencapai surga bila pemikirannya masih terkunci dengan sesuatu dari luar dirinya? Untuk masuk surga itu pikiran harus di bebaskan ! Harus mulai bekerjasama dengan suara nuraninya sendiri sebagai pijakan kebenaran. Syafaat/ pertolongan nabi dan al-quran di hari kiamat itu cuma simbolis.

Yang namanya syafaat/ pertolongan nabi itu adanya di dunia ini dan ini masuk ke jalur ilmu batin. Bagaimana bisa mengharap sesuatu setelah kematian, dengan jasad, otak, jantung,yang telah mati? Semua rahasia agama itu adalah harus dipecahkan di dunia ini dengan Tuhan itu sendiri tak lain adalah dengan sesuatu realita nyatanya yaitu ILMU baik lahir maupun batin. Beruntunglah ada internet dengan Google dan YouTube nya dengan Facebooknya, karena dengan adanya fasilitas itu maka ilmu-ilmu lahir maupun batin bisa diakses dengan mudah dan cepat.

Teknologi informasi ini adalah bagian dari produk ilmu, tak salah kita mengatakan teknologi informasi ini adalah salah satu realitas Tuhan yang nyata yang ada di dunia ini. Orang yang belajar agama lewat kitab suci dan internet, tidak dipungkiri lewat jalur internet akan lebih cepat dan instan dibanding lewat kitab suci Apakah ini salah ?? Oh, tidak !! karena sesuatu yang memberikan informasi pencerahan dan petunjuk ke arah kebenaran itulah yang disebut kitab. Sangat benar bila sang sufi mengatakan kitab suci Al-Quran itu adalah diri kita dan alam terbentang.

Sekali lagi ILMU adalah salah satu wujud realitas nyata Tuhan di muka bumi ini, Tuhan Maha Esa, Tuhan Maha Tunggal bukanlah berarti menunjuk pada bilangan SATU,tetapi menunjuk kepada suatu mekanisme/ system yg SATU. Bukankah dalam ajaran dikenal sifat WUJUD yang ada di peringkat satu ? Wujud nyata bisa dirasakan, didengar, dicium, dilihat oleh panca indra dan ilmu bisa kita rasakan bukan?.

Salam

Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763  (Posting 29 Sept 2019)

 CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar