Rabu, 03 Juni 2020

Memasuki Kerajaan Tuhan





" MEMASUKI KERAJAAN TUHAN "

Nabi Muhammad itu adalah Alquran berjalanan ! Begitulah kata hadist dengan kata lain manusia itu adalah kitab suci yang berjalan. Semakin jelaslah kitab terpelihara itu adalah diri kita sendiri, bila pemeluk Islam maka jadilah Alquran yang berjalan, bila pemeluk Kristiani jadilah Injil yang berjalan, bila pemeluk Hindu jadilah weda yang berjalan, bila pemeluk buddha jadilah tripitaka yang berjalan. Bila semua pemeluk agama sudah menancapkan kitab suci di dadanya maka jadilah alam terbentang ini kitab yang terhampar. Tak ada bentrok dan intrik antar umat beragama, tak kan ada saling menjelekkan kitab sucinya masing-masing, nabinya masing-masing, semua akan memiliki garis edar laksana 9 planet memiliki garis edarnya masing-masing mengitari matahari.

Menjadikan diri kita kitab yang berjalan adalah menjadikan lidah kita malaikat Gabrail atau Jibril yang selalu memberikan perkataan yang baik dan benar serta bermanfaat, Menjadikan anggota tubuh yang berpasangan seperti telinga, mata, hidung, mulut, tangan, kaki, jantung, paru-paru, lambung, lever, buah jangkar, buah dada, usus, sebagai malaikat penyangga yang Maha Hidup yang tunggal yaitu: leher, pusar, dan penis laki-laki. Semua itu adalah simbolik dari kerajaan Tuhan yang ada di dalam diri kita. WUJUD PERTAMA kita adalah jasmani itu sendiri yang hidup tapi terbatas, WUJUD KEDUA kiri kita adalah nafs atau jiwa kita yang hidup yang harus terpelihara, WUJUD KETIGA diri kita adalah roh yang kekal abadi.

Penyatuan kerajaan Tuhan ada dalam jiwa, ada dalam jiwa yang terpelihara, jiwa yang tenang, jiwa yang terbebas dari konspirasi dunia luar, jiwa yang selalu ada dalam kesadaran tinggi, jiwa yang selalu mengontrol jasmani kita.

Jalan untuk mensucikan diri tidak lah hanya terletak pada ritual dan upacara serta doa-doa tetapi ada pada pemahaman kebenaran lewat otak nya! kecerdasan berpikir adalah kunci untuk memasuki kerajaan Tuhan yang ada di dalam dirinya, diri manusia itu ibarat BLACK HOLE yang akan membawanya ke alam entah berantah, terserah yang disukainya. Memasuki tahun keramat 2012 bukanlah isapan jempol ramalan suku Maya itu. Tahun keramat itu adalah kalau dijumlahkan menjadi angka lima[ 5 ]. Angka yang merupakan pemuncaknya kesadaran spiritual seseorang manusia untuk memasuki kerajaan Besar, memasuki peradaban Tuhan. Akan berlangsung lah proses SELEKSI ALAM maka akan GOOD BYE lah para orang-orang kegelapan, akan musnah budak-budak kegelapan sebaliknya akan WELLCOME lah putra putra Cahaya, Putra Putra Tuhan, para Imam Mahdi, para juru, para rasul baru untuk menyelamatkan dirinya dari seleksi alam dari angkara murka yang ada di dalam diri setiap insan.

PUTRA CAHAYA atau menjadi anak Tuhan atau Imam Mahdi atau juru selamat adalah milik siapapun tanpa kecuali ! Asalkan mampu menjadikan dirinya adalah kitab suci yang berjalan, yang selalu membawa kerajaan Tuhan dalam otak dan hati nya.

Bekal dan peralatan sudah ada, tinggal diberdayakan dan dimaksimalkan, bekal itu adalah para penjaga yang sudah melekat dalam organ kita yang berpasangan yaitu, para malaikat. Peralatan sudah dibawa bawa sejak lahir yaitu otak dan hati !

MENGHIDUPKAN YG HIDUP DARI YG MATI adalah menghidupkan jiwa yang tenang, jiwa yang sadar, jiwa yang mengontrol, jiwa yang memberikan kekuatan.

MENGHIDUPKAN MATI DARI YG HIDUP adalah menghidupkan jasmani yang terbatas untuk menyatukan dirinya ke jiwanya sendiri dalam kerajaan Tuhan. Sehingga tak ada yang mati semuanya HIDUP ABADI.

Kenapa Harus berpikir tidak percaya kepada hal yang imajiner atau gaib ? ketidak yakinan itu bukanlah hasil dari proses berpikir yang tajam dan tanpa Henri, tetapi ketidakyakinan itu adalah bukti kelemahan daya berpikirnya sendiri, sehingga perjalanan atau pikiran filsafatnya berbalik [ setback ] kembali ke dunia yang penuh simbolik menjadi orang yang fanatik dalam berfilsafat. Tak ada beda pola pikir fanatik dalam beragama dengan pola pikir yang fanatik dalam berfilsafat keduanya sama tidak mampu memberdayakan bekal dan peralatan yang sudah melekat dalam dirinya. Manusia itu sejatinya adalah makhluk gaib, menjadi berjasad hidup di dunia ini adalah untuk meretas jalan ke arah ke yakinan hakiki, karena dengan berjasad ini lah manusia bisa mensucikan diri secara sempurna. Manusia yang menganggap ilusi dan tabu untuk berbicara gaib atau metafisks adalah manusia yang terpenjara oleh wujud pertama dirinya, sedangkan wujud kedua dan wujud ketiga nya sudah mati ! Alangkah menyesal dan rugi bila hidup di dunia pola pikir kita dibatasi oleh sesuatu dari luar diri kita, alangkah sia-sia bila ilmu agama dan filsafat yang dimiliki gagal membawa dirinya memasuki Kerajaan Besar. Tapi jangan menyerah, selama masih bernafas tak ada kata terlambat, tak ada kata dosa kecil dan besar, semua diri kita yang menentukan dan sang waktu yang memutuskan.

MERETAS JALAN MENUJU KERAJAAN BESAR SAMA SAJA MENJADI MANUSIA BEBAS.
HEU..........
SALAM

 Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763  ( Posting 7 Oktober 2019)



 CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar