Rabu, 03 Juni 2020

Kitab Yang Terpelihara itu Adalah Diri Kita Sendiri

KITAB YANG TERPELIHARA ITU ADALAH DIRI KITA SENDIRI.
 
Masing-masing agama mempunyai kitab sucinya sendiri, kalaulah kita meyakini bahwa Tuhan itu adalah satu, Kenapa harus diciptakan beraneka kitab suci- kitab suci, yang akhirnya hanya menjadi ajang bangga membanggakan agama dan keyakinannya, seolah-olah hanya agamanya lah yang terbenar. Kalau lah kita telusuri sejarah turunnya semua kitab suci itu ke dunia akan terlihat fakta bahwa penulisan kitab-kitab suci ditulis setelah Nabi yang mendapatkan Wahyu Tuhan itu wafat, dengan jeda waktu yang tidak sebentar. Tentu perlu dikaji kebenaran keorisinillannya. Buat saya pribadi tidak berpolemik tentang keabsahan suatu kitab suci, tidak penting juga mengumpulkan data-data sejarah untuk membenarkan keabsahannya. Karena secara akal sehat saja kita bisa berpikir dan merenung bagaimana caranya prosesi para nabi itu mendapat petunjuk Tuhan. Bukankah nabi itu manusia, sama seperti kita, memiliki otak dan hati serta panca indra. Kenapa kita tidak meneladani saja bagaimana prosesnya Turunnya wahyu Tuhan tersebut.

Semua agama, filsafat yang pernah saya baca dan dengar, ternyata mempunyai dasar yang sama yaitu Aku [ Tuhan ] itu ada pada setiap diri manusia tanpa kecuali, Nah, kenapa kita tidak mengexplore saja mencari kitab sendiri kedalam diri ? Bukankah semua manusia memiliki roh ? Roh yang mampu berbicara lewat suara hati nuraninya. Jikalau tidak mempercayainya karena belum mengalaminya itu pertanda diri kita sendiri yang malas tidak mau berjuang untuk mendapatkan 'suara' itu. Kita lebih asyik dan menikmati kitab suci yang berbentuk buku, tinggal membaca dan menghafalnya, cukuplah sudah ! Karena memang berbagai ancaman dari kitab suci itu muncul yang menyiutkan nyali kita untuk berjalan, seperti ancaman kafir, ancaman sesaat, ancaman masuk breaks dll. Lalu kenapa muncul ancaman tersebut ??? Lagi lagi kita dihadapkan kepada suatu dilemmatis iman, di lain sisi agama menganjurkan supaya kita untuk berpikir sedangkan di sisi lain disuruh Kita hanya sekedar meyakini saja tanpa proses berpikir.

Terus terang saya pribadi menganggap bahwa kitab suci yang berbentuk buku itu diperuntukkan kepada dua golongan saja yaitu kepada orang yang Malas berpikir dan kepada orang yang mau berpikir.

Jadi semuanya adalah pilihan, kita tinggal pilih yang mana ? Dan dengan pilihan itu kita harus siap menanggung segala resiko dan konsekwensinya. Kitab terpelihara itu adalah diri kita sendiri, diri kita yang tinggi yaitu roh. Diri kita itulah yang akan memberikan tuntunan dan petunjuk yang sesuai dengan kondisi tubuh dan lingkungan kita. Di kajian spiritual ada istilah ' menajamkan Mata Hati ', menajamkan mata ketiga" itu cuma istilah setiap orang berdasarkan pengalaman perjalanan pribadinya bisa saja merubah istilah tersebut. Kalau kita memahami kitab yang terpelihara itu adalah diri kita sendiri, apa kita mau menyia-nyiakan hidup kita kepada kemaksiatan ? Apakah mau menyerahkan diri kita begitu saja menjadi objek penderita. Apakah dengan memahami diri kitab terpelihara itu tidak tergerak jiwa kita menjadi jiwa yang kuat sekuat jiwa para nabi.
Manusia tersohor yang pernah ada di muka bumi ini, mereka adalah manusia yang sudah berhasil membaca kitab terpeliharan yaitu dirinya sendiri.

Tidak mungkin kita bila hanya berbekal iman kepada kitab suci berbentuk buku, kita akan sukses mencapai surga, kenapa ? bagaimana bisa ketika kematian tiba sang jasad dan akal sudah mati, sudah hancur menjadi tanah. Jiwanya lah yang meneruskan perjalanan panjangnya entah kemana? Lantas Bagaimana sang jiwa tidak tersesat nanti bila semasa hidupnya kita menganaktirikan 'sang jiwa', sebagai tempat bersemayam Roh. Jadi di dunia inilah proses pembinaan jiwa itu dilakukan, pembinaan dalam kitab yang terpelihara yang bebas dari kontaminasi kotoran dunia, bukankah ada pepatah mengenal diri maka akan mengenal Tuhan ?........

Salam


 Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 1 Okt 2019)

 CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar