Rabu, 03 Juni 2020

Tuhan Adalah Waktu



" TUHAN ADALAH WAKTU "
 
Di Alquran al ashr disebutkan DEMI WAKTU sesungguhnya manusia itu ada di dalam kerugian. Siapakah waktu itu ? Kalau kita merenungkan dan mencermati segala kejadian dalam kehidupan keseharian kita maka kita tidak bisa mengelak sebenarnya SANG WAKTU itu lah yang menjatuhkan vonis kepada diri kita, entah itu vonis yang membahagiakan maupun yang menyakitkan. Rezeki jodoh maut itu ditentukan Tuhan seperti disebutkan dalam suatu hadis, dan kalaulah kita berpikir lebih lugas lagi yang menentukan tiga kejadian itu tak lain dan tak bukan adalah sesosok WAKTU. Saya pernah mendengar seorang Sufi mengatakan Tuhan itu adalah REALITAS NYATA berarti Dia itu Maha Reality, yg bisa dirasakan, dilihat di dengar dan salah satu contoh dari suatu realitas nyata tersebut adalah WAKTU, Dia adalah sosok realitas yang bisa dirasakan oleh setiap manusia tanpa kecuali.

Setelah kita menyadari bahwa Time is God maka yang terbaik bagi kita adalah mengendalikan dan memanfaatkan perjalanan WAKTU.

Semakin terbuka pikirannya [ Open mind ] tentang kenyataan kehidupan dan kebenaran itu maka semakin dekat lah kehidupan yang penuh dengan kedamaian dan kesejahteraan.

Dalam agama disebutkan TAKDIR itu ditentukan oleh Tuhan, yang paling tepat jawabannya adalah ditentukan oleh waktu, sedangkan yang membuat takdir buruk itu mendera diri kita bertubi-tubi itu dikarenakan ulah dan pola pikir kita sendiri, karena kita membuat CELAH untuk datangnya pikiran kotor {setan} merasuki diri kita.

Pikiran kotor atau setan /iblis itu mudah masuk ke dalam kepala kita karena kita sendiri tidak memiliki benteng pertahanan diri yang kokoh, pertahanan diri itu akan terjadi bila pola pikir kita tentang Tuhan diluaskan dan batin kita dikuatkan. Proses penguatan batin ini sudah masuk ke koridor metafisik, berarti kita harus memahami secara luas lagi realitas nyata Tuhan dalam dunia metafisik.
Penyakit kebanyakan manusia yang taklid dalam beragama adalah menyerahkan segala sesuatu sesuai kehendak Allah, kalaulah jeli dengan akal sehat apakah perbuatan demikian sama dengan "menyerah sebelum bertanding" ? Kita tidak menyadari selama ini sebenarnya baru memaksimalkan pekerjaan otak sekitar 5% saja, prosentase yang rendah itu dikarenakan diri kita sendiri membuat blok supaya otak tidak bekerja maksimal dengan alasan beraneka seperti: " cukuplah kita mengimami saja apa apa yang dikatakan kitab dan nabi "," cukuplah kita hanya mengerjakan Ibadah dan beramal"," cukuplah tuhan yg tahu " dan masih lagi kata kata yang dimulai dengan kata" cukuplah". Sehingga jadilah pikiran kita dipenuhi oleh rasa rasa yang melankolis seperti : takut dosa, takut masuk neraka, takut siksa kubur, takut miskin, takut sirik, takut kafir, takut bid'ah dll.

Semua perasaan itu ibarat batu kerikil yang harus di buldozer dengan mesin keyakinan diri.
WAKTU adalah salah satu realitas Tuhan yang bisa dirasakan dan diamati dengan indera, manusia dilahirkan di muka bumi ini selalu diikuti dengan Perjalanan Waktu, hidup di dunia adalah proses penyadaran, bila selama hidupnya tak sadar akan hal ini maka sang waktu akan menjatuhkan vonis berupa kesulitan-kesulitan dalam kehidupan sampai si manusia itu benar-benar tobat untuk berpikir lebih luas lagi tentang dirinya, tentang agama dan keyakinan yang dianutnya.

Yang membuat kadar atau ukuran seberapa besar daya jangkau pemahaman kita tentang kebenaran tak lain adalah diri kita sendiri dengan berpikir dan merasa, semakin besar wahana pemahaman kita tentang kebenaran maka akan semakin merasakan sendiri bahwa TUHAN ITU REALITAS NYATA.
SALAM

 https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 7 Oktober 2019 )


CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar