"" MENDEWAKAN AKAL, WHY NOT ?""
Mengapa harus menaklukkan nakal ?
Kenapa kita memvonis akal sebagai sang terdakwa, sebagai suara setan
yang katanya menghalangi laju spiritual kita ke Tuhan, juga mensudutkan
sang akal sebagai 'geng hawa nafsu yang harus disingkirkan.
Akal
atau otak untuk berpikir itu sering menjadi bulan-bulanan para
spiritualis tak tanggung tanggung sebagai ' agen dunia' yang harus
dilenyapkan supaya manusia bisa ' fana ' bisa bersatu dengan Tuhan.
Betulkah ? Di lain sisi kita mengagungkan Hati/ qalbu harus dimuliakan/
dibersihkan karena di dalam hati atau qolbu itu disebut rumah Tuhan atau
Bait Allah. Betulkah ? Kalau hati atau qolbu disebut rumah Tuhan dan
akal disebut rumah syetan berarti pemahaman ini melanggar dogma agama
sendiri yang menyebutkan "Tuhan meliputi segala sesuatu.
Akibatnya
adanya pengkotak-kotakan ini, efek buruknya adalah kepada jiwa kita
sendiri. Jiwa kita menjadi diliputi rasa TAKUT rasa TIDAK PERCAYA DIRI
dan rasa WAS WAS ketika melakukan perjalanan spiritual.
Sehingga
jiwa menjadi jalan di tempat/ stagnan tidak mampu berevolusi ke derajat
yang lebih tinggi. Bila hal ini dipelihara dalam rentang waktu lama maka
jiwa akan terkena penyakit kronis yang sulit disembuhkan yaitu penyakit
FANATISME. Jiwa fanatis ini adalah jiwa yang amat rendah, atau bisa
disebut jiwa binatang yang tidak mampu berpikir.
Coba perhatikan saja kehidupan burung, mereka sudah puas bisa terbang dari satu tempat ke tempat lain asal mendapatkan mangsa.
Jadi sampai kapan pun kita tidak bisa menaklukkan akal, semakin kita
berhasrat/ bernafsu menaklukan akal maka akan semakin dirinya tidak
berkutik menghadapi kegalauan batin yang terus-menerus menyerangnya.
Yang benar adalah memberdayakan dan memaksimalkan kinerja akal atau
otak itu untuk terus berpikir untuk menyingkap rahasia ruang dan waktu.
Sebagai contoh: Berpikir mengapa diri kita ketika di siang di saat
terjaga kita seperti terpenjara ruang dan waktu TAPI Kenapa di saat
kita tidur diri [bermimpi] kita bisa mampu menerobos ruang dan waktu ?"
Apakah ini cukup kita simpulkan sebagai sebuah fenomena saja ? Sebuah
kebetulan saja ? Apakah kita tidak mau mengexsplore/ menyelidiki
fenomena ini ? Justru dengan adanya pemikiran dan perenungan ini maka
sang akal akan membuka pintu hati untuk memberikan jawabannya.
Hati
atau kalbu itu akan hidup jika diri kita sudah membuka mata hati kita
sendiri dan akan MENGHIDUPKAN jika peran akal/ otak dimaksimalkan.
Sungguh sangat disayangkan bila ada seorang perjalanan spiritual sudah
dibuka mata hati nya [ mata ketiga nya] menjadi terlena oleh pengalaman
perasaan gaibnya sendiri, karena karena mampu bertelepati, mampu
merogosumo dll. Yang disebut "Menajamkan Mata Hati" itu adalah terus
memberdayakan akal pikirannya bekerja tiada henti,sehingga akan akan
diraih suara hati yang berkualitas, penglihatan yang benar dan perasaan
yang sejati.
AKU itu adalah pengejawantahan dari diri kita dan alam
semesta baik nyata maupun gaib diwaktu sekarang, masa lalu, dan masa
datang.
Dengan demikian tak mungkin AKU akan menjadi PRIBADI sendiri
yang tinggi bila diri kita mengkotak-kotakkan peralatan yang kita
miliki, yaitu akal pikiran, nafsu, perasaan, logika, intuisi, panca
indra dan hati.
Peleburan diri itu adalah sudah melebur semua
peralatan itu dalam suatu kesadaran, yaitu kesadaran Universal, Hasil
peleburan itu menjadi manusia yang REALISTIK, merealisasikan kePRIBADIan
secara nyata dalam mengarungi kehidupan atau dalam bahasa agama
disebutkan timur barat adalah kepunyaan AKU, kemampuan engkau menghadap
itulah wajah AKU.
SALAM
_____________
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 5 Okt 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar