Rabu, 03 Juni 2020

Menjadi Diri Sendiri Apa Adanya

MENJADI DIRI SENDIRI,APA ADANYA.
==============================
Diriwayatkan oleh ibnu abas AKU SUDAH MEMILIKI DUA KARUNG ILMU , SATU KARUNG SUDAH AKU SEBARKAN SEDANGKAN SATU KARUNG LAGI AKU SIMPAN, KARENA BILA AKU SEBARKAN MAKA LEHERKU AKAN DIPENGGAL.

Nah, akibat hadis
ini saya perhatikan banyak orang merasa, bahkan mengklaim memiliki ilmu yg satu karung lagi yg tidak disebar oleh nabi muhammad itu. Dengan metoda dan tarekat yg dimilikinya mereka menganggap/mengklaim golongannya lah pewaris utama ilmu rahasia nabi tersebut. Sehinga sekarang fenomena belajar spiritual khususnya di kalangan umat islam selalu di lorong lorong gelap, agar tidak diketahui oleh khalayak ramai. Benarkah demikian ?.. menurut saya selama masih ada darah yg mengalir di tubuhnya tidaklah bijaksana bila ilmu yg di anggap rahasia itu ditutup tutup sehingga berhenti untuk belajar lagi, karena sama saja hal ini mematikan kerja otak untuk terus berpikir. Apakah iya ilmu yg dimiliki ini sesuai dgn ilmu yg di simpan oleh Nabi ? Apakah iya teknik bertemu Tuhan dengan ragam metoda itu adalah teknik mi'raj yg sesungguhnya ? Apakah iya dengan kemampuan membaca ayat ayat mutasabihat di alquran dianggap sudah menerima ilham dari Tuhan ?
Apakah iya dengan memiliki ilmu hikmah kesaktian dan kanuragan sebagai ilmu laduni dari Tuhan ? Apakah iya dengan berpengetahuan tasawuf dan makrifat sudah dianggap sebagai manusia sempurna ? dan banyak lagi pertanyaan pertanyaan yg sesungguhnya hanya mengumbar sisi emosional saja. Di atas langit ada langit"itu adalah banner yg pernah saya lihat terpampang di jalanan jakarta ,arti peribasa itu sangatlah luas dan bisa diartikan"diatas ilmu ada ilmu", di atas kesaktian ada kesaktian", di atas laduni ada laduni", jadi belajar ilmu Ketuhanan itu tidaklah berhenti dan puas disatu maqamat saja, tidaklah cukup dengan pemahaman dan pengalaman gaib seperti bisa telepati, rogosukmo, astral travelling dll. Semua pemahaman dan pengalaman itu masih memerlukan evolusi bahkan revolusi diri yg terus menerus tanpa henti, yg mana sebagai motor penggeraknya adalah OTAK. Bila ada saja penolakan dalam hati tentang hal ini maka itu menandakan dalam dirinya energi kundalini {istilah budhis} belum berhasil memecahkan cakra cakra kesadaran dalam batinnya sendiri. Gejala penolakan itu adalah rasa malas, ngantuk, khawatir, takut, cemas,dan sombong. Gejala gejala psikis ini timbul karena batinnya belum lah kuat dan raganya belum lah siap untuk menerima santapan dari langit' atau menerima pelajaran yg baru dan tinggi. Jadi ilmu/pemahaman/pengalaman yg dimilikinya belumlah mampu meredam gejolak batin dalam dirinya,hal ini menunjukkan masih diperlukannya proses belajar lebih lanjut. Jadi untuk apa ilmu yg dimiliki itu disimpan rapat rapat, bukankah itu artinya
MEMBERHALAKAN ILMU ?

Iman atau kepercayaan yg modern itu adanya di otak bukan dihati ,dan bukan juga kita menghilangkan peran hati, karena hati akan mengikuti kerja otak, hati akan menyelaraskan dengan otak, hati akan berdaya guna tinggi bila otaknyapun berdayaguna tinggi. Otak itu adalah tempat yg tinggi, dada itu adalah tengah tengah dan perut itu adalah tempat yg rendah. Otak itu al a raaf {tempat yg tinggi} perut itu al an'am { tempat yg rendah }. Tidak salah Nabi muhammad menyuruh umatnya untuk sering berpuasa, hal ini untuk meredam binatang binatang ternak {al an'am } yg bersarang diperutnya. Ini adalah symbolik dari untuk meredam hawa nafsu yg halus, sedang maupun liar. Orang berpuasa itu bila tidak dibarengi dengan otak untuk berfikir maka puasanya hanyalah untuk menahan lapar dan minum saja dan pikirannya dihipnotis dengan angan angan kosong seperti syurga dan pahala. Tetapi kalau dibarengi dengan otak maka puasanya akan menjadikan dirinya tambah yakin pada keyakinannya sendiri tanpa iming iming syurga, pahala, kesaktian apapun. Diperlukan adanya pemberontakan atau makar terhadap dirinya sendiri, tanpa adanya keberanian dan sikap itu maka selamanya akan sulit dan pikirannya akan diselimuti oleh rasa rasa yg ber aroma negatif, yg akan ahirnya akan menggiring dirinya ke tempat yg sesuai dengan rasa yg dimilikinya sendiri juga. Selama iman di tepatkan didalam hati maka pemberontakan jiwa itu akan terhalang, akan menembus benteng yg kuat dan kokoh. Karena iman akan berbisik dalam hati dengan suara suara halus yg berwujud dalam rasa seperti" rasa tidak enak sama teman" ," rasa tidak enak sama guru", rasa tidak ukhuwah islamiyah"dll. Semua rasa itu andalah NEGATIF meskipun terkesan baik dan islami, tapi tetap saja negatif karena tidak mendorong kepada dirinya untuk berpikir lebih tinggi. Inilah yg disebut cara kerja pion pion syetan ketika membisiki hati manusia. Bila kita terus berpikir dan merealisasikan pemberontakan,maka pion pion syetan itu akan berubah menjadi mentri mentri syetan, raja raja syetan dengan kata lain proses penggagalan manusia untuk berpikir ke yg lebih benar dan tinggi akan terus dihalangi oleh dirinya sendiri yg lebih rendah, yaitu nafsu nafsu negatif atau binatang ternak, liar dan ganas didalam perutnya.

Ahirnya ahir dari pemberontakan jiwa itu adalah kita menjadi bebas ! manusia yg percaya dan yakin terhadap dirinya sendiri, manusia yg tidak lagi dibelenggu aturan main yg diciptakan oleh manusia. Dan bukan berarti pula bebas itu adalah melanggar batas hukum hukum kemanusiaan dan negara tapi bebas itu adalah ada pemikirannya. Sesudah bebas maka akan lah yakin bahwa ternyata Tuhan itu adalah wujud/Realitas Nyata yg menemani dimanapun kita berada, sehingga kehidupan di dunia ini tak lain untuk menjadi DIRI SENDIRI.
SALAM



https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 4 Agusutus 2019)

CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar