Rabu, 03 Juni 2020

Mewarisi Spirit Syech Siti Jenar

""" MEWARISI SPIRIT SYECH SITI JENAR """
 
Kita sudah mulai berani melakukan pemberontakan terhadap diri sendiri, dengan tujuan merubah paradigma lama tentang kebenaran. Ini sama spirit jiwa Syech Siti Jenar sudah ada dalam diri kita. Merubah paradigma lama adalah mengkritisi sampai ke akar-akarnya tentang ilmu ilmu dan hukum kebenaran yang bersumber dari agama, kitab suci, dan filsafat. Merevolusi diri adalah mengembalikan pola pikir dari sebelumnya hanya pandai menyadur/ me copy paste pola pikir lain menjadi pola pikir yang bersumber dari diri sendiri.

Memang bukan suatu pekerjaan mudah untuk melakukan semua itu karena banyak sekali rintangan-rintangan yang harus dilewati, tetapi sebenarnya semua rintangan-rintangan itu adalah datang dari jiwa kita sendiri, yaitu jiwa yang suka mengajak diri, kita kepada ""penikmat hidup"", "" untuk apa capek capek"" dengan kata lain jiwa itu adalah jiwa yang mengajak kepada kesenangan dunia, atau dalam Islam disebut lawammah.

Jiwa yang rendah atau kita sebut budak-budak itulah yang harus ditundukkan oleh diri kita sendiri,agar perjalanan menjadi lapang.

Menaklukan budak-budak jiwa itulah yang dilakukan dalam olah batin dalam proses meditasi atau tafakkur,dapat menaklukkan budak-budak itu adalah bagai orang tua untuk mendidik anak-anaknya untuk tidak nakal terus, di budaya meditasi ada istilah afirmasi, lakukanlah afirmasi itu dengan perkataan bahasa kita sendiri seperti " hati saudaraku yang selalu mengajakku kepada kenikmatan dunia, berdamailah bersamaku , turutlah apa yg aku katakan jangan membantah ! Begitulah salah satu contoh dialog diri kita dengan anggota keluarga kita sendiri. Tubuh manusia itu laksana kerajaan yang lengkap dengan permaisuri, raja, menteri, patih, pembantu, pendusta, penghianat, dukun, dokter, pendeta, kiayi dll.

Budak-budak jiwa itu tidak akan tunduk pada ritual dan doa yang keluar dari mulut kita, kenapa ? Karena sepanjang ritual itu dibangun dari dasar keterpaksaan/ hanya melakukan kewajiban agama dengan alasan takut dosa, masuk neraka dll maka budak-budak jiwa itu justru akan merasa aman dan tentram hidup nyaman di diri kita sendiri. Diri kita adalah PANCER atau yang disebut ALLAH,seharusnya diri kita sendiri yang memerintahkan kepada anggota jiwa kita ini. Jadikanlah doa doa dan ritual yg sudah biasa dikerjakan itu menjadi perintah diri kita untuk diri kita, seperti sebelum sembahyang berjalan/ affirmasikanlah "" AKU SHOLAT UNTUK DIRI KU ""

Diri kita adalah sumber Kebenaran yang sejati, tak ada kebenaran di muka bumi ini selain bersumber dari diri kita sendiri, bila saja semua manusia tahu kebenaran itu dalam dirinya masing-masing maka akan terwujudlah masyarakat dan bangsa yang damai, sejahtera dan kuat. Tak ada cara lain diri kita harus direvolusi/ di upgrade dari jiwa yang rendah ke jiwa yang tinggi,Jiwa yang tinggi itu adalah jiwa yang terus mengkoreksi diri nya sendiri akibat proses berpikir yang tiada henti.

Ketakutan adalah makhluk yang menghalangi roda pikiran manusia yang terus berputar progressif untuk menguak rahasia kebenaran, " sang makhluk ketakutan " inilah yang menghipnotis pikiran manusia yang beragama secara fanatik, kalaulah manusia itu lepas dari fanatisme beragama maka akan muncullah " sang makhluk keegoan ", makhluk bengis inilah banyak yang menghipnotis para pejalan spiritual baik lewat jalur agama,sains,metafisik maupun filsafat. Jadi tembok-tembok penggalang itu akan terus menjadi batu sandungan bagi manusia di setiap perjalanannya.

Pantas dalam agama disebutkan " syetan akan diberi tangguh sampai hari berbangkit " Syetan itu tak lain adalah diri kita sendiri yang rendah, yang tak terdidik dan tak mau berfikir.
Salah satu wujud dari mengaftifkan secara perlahan-perlahan kebenaran dalam diri kita, adalah berani membebaskan suara kita dalam hal apapun tanpa harus bersandar pada sesuatu dalil dan ayat, semua bersumber pada yakinan kita sendiri, salah tidaknya itu urusan lain karena memang kita lagi mengoreksi jiwa kita sendiri ke arah yang lebih baik sudah tidak saatnya segala sesuatu itu kita sandarkan kepada di luar diri kita, karena sikap demikian itu hanya meninabobokan " syetan dan iblis"dalam diri kita.
Manusia bebas adalah manusia yang sudah mengenal dirinya sendiri secara sempurna, bebas dalam arti tidak merugikan orang lain dan merusak alam.

Berpikiran bebas akan mendekati kepastian sejati sedangkan pikiran terpenjara akan menyuburkan angan-angan kosong atau kepastian yang palsu.

Syech siti jenar adalah seorang icon pribadi yang mendobrak segala kepura-puraan dan Kepalsuan dalam beragama dan bermasyarakat pada zamannya, kini tak ada beda apa yang terjadi zaman syech 600 tahun yg lalu, masyarakat beragama cenderung taqlid buta tidak mau menerima paradigma baru, sehingga Tuhan atau Allah yang mereka sebut itu sudah menjadi tumbal jeritan dan angan-angan mereka, menjadi gain.

Tak ada bedanya dengan animisme yang mempercayai kepada yang gaib yang didewakan, tidak jelas ! ketika sudah memproklamirkan diri untuk melakukan perubahan pola pikir, maka spirit Syekh Siti Jenar ada dalam diri kita. Spirit yang sebenarnya dimiliki oleh pendiri republik ini, Bung karno.
Bersyukur kita memiliki leluhur yang tahu tentang kebenaran hakiki, sekarang tinggal diri kita sendiri mau apa tidak mewarissi spirit para leluhur bangsa.
SALAM


Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 4 Okt 2019)


 CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar