""" MEWARISI SPIRIT SYECH SITI JENAR """
Kita sudah mulai berani
melakukan pemberontakan terhadap diri sendiri, dengan tujuan merubah
paradigma lama tentang kebenaran. Ini sama spirit jiwa Syech Siti Jenar
sudah ada dalam diri kita. Merubah paradigma lama adalah mengkritisi
sampai ke akar-akarnya tentang ilmu ilmu dan hukum kebenaran yang
bersumber dari agama, kitab suci, dan filsafat. Merevolusi diri adalah
mengembalikan pola pikir dari sebelumnya hanya pandai menyadur/ me copy
paste pola pikir lain menjadi pola pikir yang bersumber dari diri
sendiri.
Memang bukan suatu pekerjaan mudah untuk melakukan semua
itu karena banyak sekali rintangan-rintangan yang harus dilewati, tetapi
sebenarnya semua rintangan-rintangan itu adalah datang dari jiwa kita
sendiri, yaitu jiwa yang suka mengajak diri, kita kepada ""penikmat
hidup"", "" untuk apa capek capek"" dengan kata lain jiwa itu adalah
jiwa yang mengajak kepada kesenangan dunia, atau dalam Islam disebut
lawammah.
Jiwa yang rendah atau kita sebut budak-budak itulah yang
harus ditundukkan oleh diri kita sendiri,agar perjalanan menjadi lapang.
Menaklukan budak-budak jiwa itulah yang dilakukan dalam olah batin
dalam proses meditasi atau tafakkur,dapat menaklukkan budak-budak itu
adalah bagai orang tua untuk mendidik anak-anaknya untuk tidak nakal
terus, di budaya meditasi ada istilah afirmasi, lakukanlah afirmasi itu
dengan perkataan bahasa kita sendiri seperti " hati saudaraku yang
selalu mengajakku kepada kenikmatan dunia, berdamailah bersamaku ,
turutlah apa yg aku katakan jangan membantah ! Begitulah salah satu
contoh dialog diri kita dengan anggota keluarga kita sendiri. Tubuh
manusia itu laksana kerajaan yang lengkap dengan permaisuri, raja,
menteri, patih, pembantu, pendusta, penghianat, dukun, dokter, pendeta,
kiayi dll.
Budak-budak jiwa itu tidak akan tunduk pada ritual dan
doa yang keluar dari mulut kita, kenapa ? Karena sepanjang ritual itu
dibangun dari dasar keterpaksaan/ hanya melakukan kewajiban agama dengan
alasan takut dosa, masuk neraka dll maka budak-budak jiwa itu justru
akan merasa aman dan tentram hidup nyaman di diri kita sendiri. Diri
kita adalah PANCER atau yang disebut ALLAH,seharusnya diri kita sendiri
yang memerintahkan kepada anggota jiwa kita ini. Jadikanlah doa doa dan
ritual yg sudah biasa dikerjakan itu menjadi perintah diri kita untuk
diri kita, seperti sebelum sembahyang berjalan/ affirmasikanlah "" AKU
SHOLAT UNTUK DIRI KU ""
Diri kita adalah sumber Kebenaran yang
sejati, tak ada kebenaran di muka bumi ini selain bersumber dari diri
kita sendiri, bila saja semua manusia tahu kebenaran itu dalam dirinya
masing-masing maka akan terwujudlah masyarakat dan bangsa yang damai,
sejahtera dan kuat. Tak ada cara lain diri kita harus direvolusi/ di
upgrade dari jiwa yang rendah ke jiwa yang tinggi,Jiwa yang tinggi itu
adalah jiwa yang terus mengkoreksi diri nya sendiri akibat proses
berpikir yang tiada henti.
Ketakutan adalah makhluk yang menghalangi
roda pikiran manusia yang terus berputar progressif untuk menguak
rahasia kebenaran, " sang makhluk ketakutan " inilah yang menghipnotis
pikiran manusia yang beragama secara fanatik, kalaulah manusia itu lepas
dari fanatisme beragama maka akan muncullah " sang makhluk
keegoan ", makhluk bengis inilah banyak yang menghipnotis para pejalan
spiritual baik lewat jalur agama,sains,metafisik maupun filsafat. Jadi
tembok-tembok penggalang itu akan terus menjadi batu sandungan bagi
manusia di setiap perjalanannya.
Pantas dalam agama disebutkan
" syetan akan diberi tangguh sampai hari berbangkit " Syetan itu
tak lain adalah diri kita sendiri yang rendah, yang tak terdidik dan tak
mau berfikir.
Salah satu wujud dari mengaftifkan secara
perlahan-perlahan kebenaran dalam diri kita, adalah berani membebaskan
suara kita dalam hal apapun tanpa harus bersandar pada sesuatu dalil dan
ayat, semua bersumber pada yakinan kita sendiri, salah tidaknya itu
urusan lain karena memang kita lagi mengoreksi jiwa kita sendiri ke arah
yang lebih baik sudah tidak saatnya segala sesuatu itu kita sandarkan
kepada di luar diri kita, karena sikap demikian itu hanya meninabobokan "
syetan dan iblis"dalam diri kita.
Manusia bebas adalah manusia yang
sudah mengenal dirinya sendiri secara sempurna, bebas dalam arti tidak
merugikan orang lain dan merusak alam.
Berpikiran bebas akan
mendekati kepastian sejati sedangkan pikiran terpenjara akan menyuburkan
angan-angan kosong atau kepastian yang palsu.
Syech siti jenar
adalah seorang icon pribadi yang mendobrak segala kepura-puraan dan
Kepalsuan dalam beragama dan bermasyarakat pada zamannya, kini tak ada
beda apa yang terjadi zaman syech 600 tahun yg lalu, masyarakat beragama
cenderung taqlid buta tidak mau menerima paradigma baru, sehingga Tuhan
atau Allah yang mereka sebut itu sudah menjadi tumbal jeritan dan
angan-angan mereka, menjadi gain.
Tak ada bedanya dengan animisme
yang mempercayai kepada yang gaib yang didewakan, tidak jelas ! ketika
sudah memproklamirkan diri untuk melakukan perubahan pola pikir, maka
spirit Syekh Siti Jenar ada dalam diri kita. Spirit yang sebenarnya
dimiliki oleh pendiri republik ini, Bung karno.
Bersyukur kita
memiliki leluhur yang tahu tentang kebenaran hakiki, sekarang tinggal
diri kita sendiri mau apa tidak mewarissi spirit para leluhur bangsa.
SALAM
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 4 Okt 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar