Rabu, 03 Juni 2020

Spiritual Itu Harus Memakai Otak

SPIRITUAL ITU HARUS MEMAKAI OTAK.

Tuhan itu bisa dikenal bukan hanya dirasakan oleh hati tapi oleh otak, dulu saya pun mengatakan demikian bahwa hanya hati yg bersih dan suci lah yang bisa merasakan bisikan Tuhan, tapi justru anggapan demikian itu adalah anggapan yg salah dan stagnan dlm berspiritual, Tuhan berfirman " Aku menurunkan ilmu berdasarkan kadar nya ", kadar, disitu bukanlah suatu yg sudah ada tidak bisa dirubah dalam diri manusia, justru kadar itu lah yg menyempitkan dan melebarkan adalah diri kita sendiri, kadar itu adalah pemahaman kita tentang diri kita sendiri. Pemahaman itu ada di otak bagaimana manusia bisa berpikir agar pemahamannya tentang Tuhan menjadi luas. Otak itu harus dibebaskan supaya bekerja sebebas-bebasnya, jangan dipagari oleh dogma-dogma yang keluar dari agama maupun filsafat, justru kebenaran dogma tersebut harus diuji kebenarannya oleh diri kita sendiri dengan jalan berpikir bukan hanya menyandarkan/ pasrah kepada dogma dengan alasan takut dosa.

 Hati akan menjadi suci dan bersih Setelah otak kita dibuka kunci" borgolnya" di buka untuk supaya bekerja, berfikir, merenung tentang kebenaran. Kalau otaknya dikunci maka yang didapat adalah ketenangan semu yang bersifat sementara dan sangat rentan menjadi busuk kembali. Hati itu ada di dada sedangkan otak ada di kepala, antara dada dan kepala ada tenggorokan, Nah jalur dada - tenggorokan - otak itu jembatan shirotol mustaqim atau jalan yang lurus yang harus dibersihkan atau dibebaskan sehingga akan terjalin kerjasama yang luar biasa antara hati dan otak, kalau hati dan otak sudah menyatu maka berlakulah perkataan nabi " Aku ada di pikiran mu, Aku adalah rasa mu ", rasa yang disebut sejati itu adalah perpaduan antara hati dan otak manusia, memang untuk menuju ke arah sana tidaklah mudah, hanya dengan kegigihan dan percaya pada diri sendirilah semua itu bisa terwujud. Otak tidak akan bekerja ke arah kebenaran selama kita lebih meyakini sesuatu di luar diri kita.

 Kitab suci apapun namanya sebagai pegangan umat beragama, bukanlah berbentuk fisik dan lahiriyah tetapi kedua pedoman itu adalah diri kita sendiri yaitu hati dan otak. Apakah bisa hanya dengan memiliki kitab suci di rumah dengan dibaca, ala kadarnya, dipelajari tafsirnya sudah cukup itu mutlak sebagai pegangan? tentu akan jauh dari tujuan. Agama dan kitab sucinya hampir 100 persen adamant bersifat simbolik/ perumpamaan, termasuk kata ALLAH pun itu bersifat simbolik atau gagasan/ konsep, yang sejati itu tidak bisa disimbolkan/ dikonsepkan, yg sejati itu adalah Maha PASTI tidak ada keraguan sedikit pun ! begitu pula agama itu bersifat simbolik, Nabi pun demikian, masih banyak lagi yg di simbol kan. Semua simbolisasi itu akan menjadi terang dan pasti kalau kita berpikir dengan otak, artinya berspiritual itu harus memakai otak.

Bagaimana bila selama hidup kita yang berbangga dengan agamanya hidup dalam pemahaman yang bersifat simbolik ? Apakah nanti di akhirat akan kembali ke Allah atau ke surga ? Apakah iya ? tentu hal ini harus dipikirkan jauh ketika hidup di dunia Yang sebentar ini. Kebutaan di dunia ini adalah karena manusia gagal memecahkan teka-teki simbolisasi tersebut, maka akibatnya akan menjadi buta dalam kegelapan yang mencekam setelah kematian tiba.

Kenapa sekarang fakta memperlihatkan banyak orang yang alergi dan bosan terhadap agamanya, hal ini dikarenakan manusia itu lari untuk mencari kebenaran hakiki, karena selama ini mereka merasakan agama hanya menjadi alat untuk berangan-angan kosong yang tidak jelas, menyembah Tuhan yang tidak jelas dan tidak masuk akal. Di tambah lagi dengan disaksikannya di TV -TV orang membunuh, perang,merusak,merampok dengan alasan agama, menjadikan mereka berpikir lebih kritis tentang agama yang dianutnya. Disini janganlah kita berpikiran picik terhadap mereka, biarkanlah mereka mencari jalan sendiri kebenaran ini, Karena untuk mencari kebenaran itu ibarat pepatah " Banyak jalan menuju Roma " sangat banyak ,bervariatif dan bermacam macam. Bagi yang sudah kadung melewati jalur agama, maka tidak ada cara lain untuk mengelupas habis sampai ke kelupasan terakhir sebagai bentuk simbolisasi/ perumpamaan yang ada di dalam ajaran agama tersebut, Caranya ? Pakailah otak untuk berpikir !

Teknik penyucian diri seperti meditasi, tafakur, zikir, sholat, yoga, menutup 9 lobang dll tidaklah akan mampu membersihkan hati/ jiwanya secara menyeluruh sebelum otaknya dibuka seluas-luasnya tentang pemahaman masalah ketuhanan, dan tidak ada cara lain untuk membukanya dengan jalan berpikir terus tanpa henti. Ada istilah Third eye atau mata ke tiga atau mata Tuhan, itulah yang akan aktif untuk mengaktifkan kesadaran diri kita menuju ke kesadaran universal. The higher spirit { roh pembimbing } akan menjadi teman kita yang disebut malaikat itu untuk mengarungi kehidupan yang lebih bijaksana, ikhlas dan berserah diri.
Segala bentuk istilah agama yang menyentuh kegaiban seperti malaikat, iblis, jin, khodam, hantu, surga, neraka dll akan menjadi sesuatu yang nyata, yang bisa dicerna dengan akal sehat. Tak lagi bicara intuisi, halusinasi, bisikan pertama yang benar yang kedua dan yang ketiga adalah iblis, takhayul....... semuanya luluh dengan suatu hal yang pasti dan masuk akal.
karena Tuhan itu MAHA PASTI, MAHA EXACT tidak ada keraguan lagi di dalamnya.
Diri kita adalah Pancer atau central nya
jagat raya ini, diri kita yaitu wujud kita yang lengkap dengan jiwa dan raga ini adalah citra terbaik Tuhan di muka bumi ini. Sebagai citranya tentu segala Rahasianya ada di dalam diri kita, dan semua dapat dipecahkan setelah memanunggalkan otak yang berpikir dan rasa yang terpancar dari roh.
Manunggaling kawulo Gusti atau Ma'rifatullah atau kesadaran tinggi [ highr self ] itu adalah sudah menyatunya jiwa dengan raga kita sehingga menjadi diri yang mana hati, otak dan perbuatannya sudah Selaras, menyatu . Namun untuk ke arah sana tidaklah mudah, harus memiliki nyali dan mental yang tinggi karena mendobrak keakuan berpikir, mendobrak rasa takut berbuat dosa, mendobrak sistem yang sudah turun-temurun, harus berani dll.
Semua tindakan itu adalah perlawanan terhadap diri kita sendiri bukan untuk ke luar diri kita. Sehingga tak salah seorang teman Facebook dalam statusnya berkata;" SPIRITUAL ITU HARUS PAKE OTAK JANGAN PAKE HATI ".


https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting, 29 Sept 2019)

 CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar