Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Rabu, 03 Juni 2020
Apakah Kebebasan Itu Memaksakan
"APAKAH KEBEBASAN ITU MEMAKSAKAN""
==============================
Kebebasan itu adalah HAM (hak asasi manusia) tanpa ada reserve dari luar maupun dari pikiran sendiri.
Manusia bebas itu adalah pola pikirnya sudah terbuka (open mind) dan hatinya sudah merdeka dari segala bentuk perintah/ peraturan/ dogma yang diciptakan oleh manusia.
Hati yang bebas dan merdeka adalah hati yang sama sekali tidak pernah memaksakan kehendaknya/ ilmunya kepada orang lain, hatinya hanya bisa memberikan pencerahan kepada manusia dan alam semesta.
Keputusan Hati Nurani adalah keputusan sendiri yang kebenarannya dijamin mendekati atau sudah menjadi kebenaran mutlak.
Kenyataan yang terjadi adalah ketika kita beragama, di depan, belakang, samping kiri, dan kanan kita di suguhi bermacam-macam entah itu bentuk dalil, dogma, fatma, dengan segudang ancaman yang membuat kita mengernyitkan nyali alias ketakutan.
Apakah memang tujuan dari agama itu untuk membuat sebagai ' anjing pudel 'sebagai tukang turut ' saja ? dengan iming - iming pahala dan syurga ? tidaklah demikian ! Justru sebaliknya tuntunan agama apapun namanya Akan mengiring pemeluknya menjadi manusia bebas.
Menjadi manusia bebas yang tegak dalam keteguhan hati nuraninya, menjadikan manusia yang teguh akan perintah hati nuraninya, hal ini dengan kata lain disebut pasrah tanpa reserve kepada Tuhan ( ikhlas )
Hal yang sangat menghambat atau tembok besar yang terhambatnya laju kesadaran spiritual adalah ternyata adalah hasil kreasi /ciptakan sendiri, tidak lain dan tidak bukan tembok besar itu adalah pola pikir kita yang taqlid buta, fanatik kepada dalil-dalil, dan dogma-dogma yang tergelar jumlah nya ribuan banyaknya. Kalaulah kita jujur tidak lah ada yang bisa membuktikan kebenaran/ kesahihan semua itu, apalagi banyak dalil yang bersifat perumpamaan/ simbolik saja.
Lihatlah kitab suci baik itu Alquran, Injil dan Taurat hampir 80% bersifat perumpamaan saja. Manusia banyak tergelincir makna luar dan makna hakikat yang minimalis saja.
Yang bisa membuktikan kebenaran bin kebenaran makna ayat/ dalil/ hadits dll itu adalah keputusan hati janganlah takut akan adanya bisikan iblis yang membisiki hati, yakin lah Tuhan tak akan membiarkan bisikan iblis mengusai hati kita selama kita punya niat yang lurus untuk hanya mengenal kebenaran dari diri PRIBADI bukan dari luar, dan paling penting adalah kita punya nyali untuk terus bergerak meskipun di sana sini tuduhan/sumpah serapah/ hinaan tak henti hentinya.
Kenapa kita takut membicarakan Tuhan ? WHY kini zaman sudah berubah, zaman sudah berevolusi cepat.
Kalaulah sadar Tuhan akan tersenyum melihat makhluknya yang bernama manusia sibuk membicarakanNYA, DIA ingin di kenal, DIA ingin ditemui, DIA ingin menjadi kekasih manusia.
DIA ingin tak ada trinitas, tak ada dua litas,DIA ingin bersatu, manunggal dalam menjalani kehidupan ini.
Membicarakan Tuhan sama saja mengexplorasi diri sampai ke akar-akarnya sama saja dengan tujuan beragama yaitu insan kamil MANUSIA SEJATI.
Menjadi manusia yang percaya diri, manusia yang berani mengemukakan pendapat pribadi tanpa rasa takut di hujat, di cerca, dituduh dll.
Akan menjadikan jiwa yang kuat, jiwa yang bermartabat, jiwa yang tenang, jiwa yang senantiasa di panggil Tuhan untuk jalan-jalan ke surga.
SALAM
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 19 Okt 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar