Senin, 14 Januari 2019

-Satria Piningit



SATRIA PININGIT
.
Istilah Satria Piningit (Kesatria Terpingit) yang disebut oleh beberapa teks atau ujaran kuno bisa mempunyai dua makna.

Yang pertama, Satria Piningit adalah sosok personal yang suatu saat akan muncul sebagai pemimpin yang adil di sebuah negeri.

Yang kedua, Satria Piningit adalah simbol dari Gusti di dalam diri. Simbol dari kejernihan dan kesucian yang rahasia di dalam diri.

Aku lebih memilih makna kedua. Semua orang bisa menjadi Satria Piningit, sebab semua orang berpotensi menjadi luhur dan paripurna. Pertanyaannya lagi, siapakah yang “memingit” Sang Kesatria itu? Tak lain adalah hawa nafsumu sendiri. Jika nafsumu sudah muthmainnah, jiwamu sudah mencapai tahapan sattwam, egomu sudah lampus, maka Atman, Sang Kesatria Piningit, yang bersinar terang itu, akan memunculkan diri cepat atau lambat.

Dalam Al-Quran, nafsu muthmainnah digambarkan sebagai (ya ayyatuhan nafsul muthmainnah) yang siap menghadap Allah dengan rela dan direlai (irji’i ila rabbiki radliyatan mardliyyah).

Sunan Kalijaga dalam tembang Lir-Ilir menyebut jiwa semacam itu dengan sebutan Pengantin Anyar, perempuan berdodot utuh yang sudah siap untuk seba dan marak menghadap Gustinya. Jika mempelai wanita sudah siap, maka mempelai lelaki, Sang Kesatria Piningit itu, akan memunculkan dirinya di dalam dirimu.

Jika demikian, kamu tak perlu mencari dan menanti sosok manusia yang bakal datang sebagai juru selamat dunia, sebab kalianlah satria-satria piningit yang menanti kelahirannya.

TITAH taat ing perintah gusti pengeran.

Salam panuntun manunggal sejati.

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1

Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar