*RAHASIA BESAR KEHIDUPAN*
Di bumi ini ada banyak dimensi kehidupan. Dimulai dari dimensi kasar,
yaitu dimensi kehidupan manusia dan mahluk-mahluk lain yang kelihatan
mata manusia. Kemudian ada lagi dimensi halus kehidupan mahluk halus
yang tak tampak mata, mahluk halus berdimensi rendah, menengah sampai
yang berdimensi tinggi. Masing-masing memiliki kehidupan dan dimensi
kehidupan sendiri-sendiri.
Adakalanya beberapa pelaku di alam
manusia atau yang di alam halus dengan perbuatannya mereka membuat
kehidupan manusia dan kehidupan mahluk halus menjadi terkait. Akibat
dari perbuatan masing-masing pelaku tersebut bisa menyebabkan kehidupan
di dunia manusia, atau kehidupan di alam halus, atau hubungan manusia
dengan mahluk halus, menjadi baik, bisa juga menjadi tidak baik.
Meramal kehidupan manusia relatif lebih mudah dibandingkan meramal
kehidupan manusia yang di dalamnya ada hubungan kejadian yang disebabkan
oleh adanya interaksi mahluk halus. Bahkan seringkali ramalan-ramalan
menjadi meleset karena adanya pengaruh perbuatan suatu mahluk halus
dalam kehidupan manusia.
Kehidupan manusia yang di dalamnya ada
hubungan kejadian yang disebabkan oleh mahluk halus lebih sulit untuk
diramal, apalagi meramal kehidupan mahluk halus itu sendiri atau
memprediksi perbuatan sesuatu mahluk halus terhadap kehidupan manusia.
Ada banyak sekali perbuatan-perbuatan “kecil” mahluk halus yang
mempengaruhi kehidupan manusia, seperti menjadikan manusia sakit,
kesambet, ketulah, kerasukan, kesantet, kepelet, mati, atau menjadikan
manusia sakti, jaya, kaya raya, makmur berkelimpahan, disukai / dicintai
orang, kreatif, berdaya kreasi tinggi, dsb.
Itu adalah contoh perbuatan-perbuatan “kecil” mahluk halus yang mempengaruhi kehidupan manusia.
Bagaimana dengan perbuatan-perbuatan “besar”nya ?
Ketika bencana tsunami di Aceh terjadi, apakah sebelumnya sudah ada yang tahu ?
Ketika gempa bumi besar di Padang, Sumatera Barat, terjadi, apakah sebelumnya sudah ada yang tahu ?
Bencana alam di Lombok dan di Palu Sulawesi......?
Para mahluk halus yang diagung-agungkan sebagai yang 'mbahurekso' di
Gunung Merapi tak mampu berbuat apa-apa ketika gunung tersebut
batuk-batuk akan meletus. Tetapi gunung tersebut tidak jadi meletus,
karena digantikan oleh bencana gempa bumi di Klaten dan Yogyakarta.
Apakah sebelumnya sudah ada yang tahu ?
Kejadian-kejadian di atas
mungkin saja ada yang dapat mengetahui sebelumnya, karena itu adalah
kejadian alam yang terjadi di dunia manusia.
Tetapi,siapa yang tahu pasti bahwa kejadian-kejadian di atas sebenarnya bukanlah kejadian alam biasa ?
Siapa yang tahu pasti bahwa itu adalah contoh perbuatan “besar” mahluk halus dalam kehidupan manusia ?
Siapa yang tahu pasti bahwa kejadian-kejadian di atas adalah “tanda-tanda dari Tuhan” ?
Ada banyak kejadian besar yang dilakukan oleh “alam halus” di dunia
manusia. Tetapi karena itu adalah kejadian penting dan memiliki tujuan
tertentu, maka sifatnya sangat dirahasiakan yang bahkan para mahluk
halus pun tidak mengetahuinya sebelumnya, sehingga tidak dapat
memberikan “bocoran” rahasianya kepada manusia. Karena sifat pentingnya,
hanya orang-orang atau mahluk halus tertentu saja yang mengetahuinya.
Kejadian-kejadian yang disebut di atas, sebenarnya dengan “wahyu dewa”
telah diramalkan oleh seseorang di Jawa sejak ratusan tahun yang lalu.
Sebenarnya beliau tidak meramal, hanya menceritakan saja kejadiannya.
Tetapi puncak dari ‘ramalan’-nya itu belum terjadi sekarang. Puncak
ramalannya itu sebagian sudah terjadi, sebagian lagi sedang terjadi dan
sebagian lagi masih akan terjadi.
Ramalan orang tersebut di atas
hanyalah bersifat duniawi manusia saja. Mengenai kejadian-kejadian di
atas, ada ramalan lain yang lebih mendalam, tidak hanya yang terjadi
secara duniawi manusia saja, tetapi juga yang bersifat ‘halus’nya, yaitu
latar belakang terjadinya dan pelakunya. Walaupun secara umum orang
hanya bisa menginterpretasikan saja kebenarannya, hanya orang dan mahluk
halus yang dekat dengan Tuhan saja yang bisa mengetahui kepastian
kebenarannya.
Ramalan tersebut dinyatakan oleh Yesus dan muridNya
Yohanes pada 2000 tahun yang lalu. Dalam hal ini Yesus tidak meramal,
tetapi berdasarkan KuasaNya beliau menyatakan suatu kejadian yang akan
terjadi sesuai perkataanNya. Dan muridNya Yohanes juga tidak meramal,
tetapi beliau hanya menceritakan saja kejadiannya sesuai dengan
‘penglihatan’ yang diterimanya berdasarkan Wahyu Tuhan.
Dan
sesuai perkataan mereka itu, yang terjadi sekarang, yang manusia tidak
mengetahuinya, yang terjadi adalah bukan hanya kejadian-kejadian di alam
manusia saja, tetapi juga kejadian di alam mahluk halus. Dan terjadi
sesuai perkataan mereka : “penguasa-penguasa langit” goncang dan
berjatuhan, bukan hanya di dunia manusia saja, tetapi juga di dunia
mahluk halus. Dan juga sama seperti ramalan orang Jawa di atas, puncak
dari ramalan itu belum semuanya terjadi. Sedang terjadi dan masih akan
terjadi.
Sesuai perkataanNya, gempa bumi dan kesengsaraan besar
manusia masih akan terjadi. Dan bila waktunya tidak dipersingkat, maka
dari semua yang hidup tidak ada satu pun yang akan selamat. Tetapi ini
bukan kesudahan dunia. Ini hanyalah awal dari suatu jaman baru. Berita
tentang kebenaran dan keselamatan yang dari Tuhan harus diberitakan
dahulu ke seluruh penjuru bumi, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
Segala pengetahuan rahasia tentang kehidupan yang akan terjadi
sebenarnya bukanlah hasil kehebatan manusia atau mahluk halus dalam hal
ramal-meramal. Semua rahasia yang diketahui manusia itu sebenarnya
hanyalah ‘pendaran-pendaran cahaya’ atau “bocoran rahasia” dari sesuatu
yang besar, yang hanya diketahui oleh manusia dan mahluk halus tertentu
saja yang Tuhan berkenan.
Ramal-meramal yang dilakukan manusia
biasanya hanyalah mengenai seputar kehidupan manusia saja. Walaupun
mahluk halus juga mempunyai kehidupan dan mempunyai jalan hidup juga,
tetapi tidak ada yang meramal tentang mereka, termasuk memprediksi apa
saja yang akan mereka lakukan terhadap manusia.
Di bumi ini ada
banyak dimensi kehidupan. Dimulai dari dimensi kasar, yaitu dimensi
kehidupan manusia dan mahluk-mahluk lain yang kelihatan mata manusia.
Kemudian ada dimensi halus, yaitu kehidupan mahluk halus yang tak tampak
mata manusia, mahluk halus yang berdimensi rendah, menengah sampai yang
berdimensi tinggi. Masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri.
Mereka semua hidup di alam nyata , alam yang sama dengan alam kehidupan
manusia, yaitu alam kehidupan yang sungguh-sungguh terjadi.
Di
luar kehidupan yang nyata itu, ada lagi kehidupan lain, yaitu kehidupan
maya, yang merupakan cermin gambaran yang terjadi di alam nyata manusia
dan mahluk halus. Kehidupan Alam Maya bukanlah kehidupan nyata.
Kehidupan Alam Maya tidak sungguh-sungguh diisi oleh mahluk hidup dan
tidak sungguh-sungguh terjadi. Kehidupan Alam Maya adalah cermin
gambaran kehidupan nyata yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan
terjadi.
Sebagai catatan, ada banyak orang menggunakan istilah
"alam maya" untuk pengertian-pengertian tertentu. Pengertian dan istilah
alam maya yang digunakan Penulis tidak ada hubungannya dengan tulisan
atau pengertian orang lain, walaupun sama-sama menggunakan istilah alam
maya.
Telah disebutkan sebelumnya dalam tulisan tentang para
Dewa, bahwa para dewa mengemban tugas dari Sang Penguasa Alam untuk
menuntun dan mengayomi kehidupan manusia di dunia. Para Dewa-lah yang
menjaga kerahasiaan kehidupan alam maya ini. Tetapi karena sifat
rahasianya, maka tidak semua Dewa mengetahui keberadaan alam maya ini.
Hanya Dewa-Dewa tertentu saja yang tahu, beberapa Dewa yang merupakan
pemimpin dan pemuka bangsa Dewa, dewa-dewa tertentu yang Tuhan berkenan.
Secara alami semua mahluk halus bisa melihat "kedepan", entah seberapa
jauhnya, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa melihat alam maya itu.
Dimensi kehidupan alam maya ini luar biasa tinggi, sehingga tidak ada
satu pun manusia dan mahluk halus yang dapat mengetahui keberadaannya
dan mampu melihatnya, kecuali yang mendapat perkenan para Dewa. Bahkan
juga tidak semua Dewa dapat mengetahui keberadaannya. Termasuk juga para
mahluk halus yang berdimensi tinggi dan lebih sakti dari Dewa
sekalipun.
Sebagai penggambarannya, ada 2 macam kehidupan, yaitu :
A. Kehidupan Alam Nyata, dan
B. Kehidupan Alam Maya.
A. Kehidupan Alam Nyata
Semua yang dialami / dijalani semua mahluk dalam kehidupan sehari-hari
adalah Kehidupan Alam Nyata, yaitu kehidupan nyata manusia dan kehidupan
nyata mahluk halus. Kehidupan alam nyata manusia dan mahluk halus
dibatasi oleh garis putus-putus. Artinya, sekalipun masing-masing hidup
di dunianya sendiri-sendiri, tetapi selalu terbuka peluang untuk manusia
dan mahluk halus saling berinteraksi.
"Manusia dan mahluk halus hidup di masa kini.
"Masa lalu adalah sejarah.
"Masa depan masih sebatas prediksi / ramalan.
B. Kehidupan Alam Maya
Kehidupan Alam Maya bukanlah kehidupan nyata. Kehidupan Alam Maya tidak
sungguh-sungguh diisi oleh mahluk hidup dan tidak sungguh-sungguh
terjadi. Kehidupan Alam Maya hanyalah cermin yang menggambarkan
kehidupan nyata yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi.
Gambaran yang ada di dalam kehidupan alam maya seolah-olah adalah
kehidupan paralel dari kehidupan di alam nyata. Semua mahluk di dunia
manusia dan di dunia mahluk halus, semua yang ada di alam nyata,
semuanya tergambar di alam maya. Apa yang telah mereka lakukan, yang
sedang mereka lakukan dan yang akan mereka lakukan, semuanya tergambar
di alam maya.
Dengan mengetahui yang tergambar di alam maya,
Dewa-Dewa tertentu dapat mengetahui semua kejadian di alam nyata pada
masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang.
Dengan
mengetahui yang tergambar di alam maya juga para Dewa dapat mengetahui
tentang akan lahir atau matinya seorang tokoh manusia yang mempunyai
pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Dan dengan itu pula para Dewa
dapat menentukan kepada siapa wahyu-wahyu dewa akan diberikan, sebelum
si manusia lahir.
Bagaimana hubungan alam maya dengan alam nyata ?
Semua yang dilakukan dan terjadi di alam nyata adalah perbuatan dan kehendak dari semua pelakunya.
Alam maya sama sekali tidak mempengaruhi kehidupan di alam nyata. Alam
maya hanyalah gambaran saja apa yang telah, sedang dan akan terjadi, di
alam nyata. Tetapi bila masa depan yang ada di alam nyata dirubah, maka
yang terjadi di alam maya juga akan berubah, tidak sesuai lagi dengan
aslinya yang seharusnya terjadi. Alam maya hanyalah gambar cermin dari
alam nyata. Satu-satunya cara untuk merubah masa depan di alam maya
hanyalah dengan merubah yang terjadi di alam nyata, melalui perilaku dan
perbuatan manusia dan mahluk halus yang menjadi pelaku-pelakunya.
Dengan mengetahui yang tergambar di alam maya, para Dewa dapat
mengetahui semua kejadian di alam nyata pada masa lalu, masa sekarang,
maupun masa yang akan datang, dan menjadi dasar untuk merubah hal-hal
tertentu pada masa depan di alam nyata. Tetapi hanya kejadian-kejadian
tertentu saja, atau kejadian-kejadian terhadap orang-orang tertentu saja
yang boleh diubahnya. Tidak semuanya boleh diubah, dan yang boleh
diubah pun hanya sebatas kejadian-kejadian kecil yang menghasilkan
kebaikan saja bagi manusia. Itulah aturannya, dan mereka tahu sendiri
akibat yang harus mereka tanggung bila mereka melanggar aturan itu.
Ubahan besar hanya dapat dilakukan langsung oleh Tuhan dengan "tangan"-
Nya.
Salah satu yang boleh diubah para Dewa adalah membuka jalan
hidup seseorang, membuka peluang-peluang dan kesempatan untuk
dimanfaatkannya, sehingga orang tersebut terangkat kehidupannya dan
dapat mencapai kemuliaan hidup. Termasuk juga mengangkat kehidupan
seorang manusia biasa menjadi raja atau pemimpin manusia. Walaupun
dengan berubahnya jalan hidup seseorang akan ada banyak hidup orang lain
yang terhubung dengan orang itu ikut berubah juga, tetapi bisa
dipastikan bahwa semuanya menghasilkan suatu kehidupan yang lebih baik.
Semua peluang dan kesempatan adalah berkah karunia bagi manusia yang
harus dimanfaatkannya secara bertanggung jawab dan penuh syukur. Dan apa
pun yang kemudian dilakukan oleh manusia-manusia itu adalah mutlak
perbuatan dan tanggung jawab mereka sendiri.
Cara lain yang
dilakukan para Dewa yang berhubungan dengan alam maya dan alam nyata
adalah menurunkan wahyu spiritual kepada orang-orang tertentu.
Orang-orang yang menerima wahyu spiritual tersebut mendapatkan gambaran
(penglihatan gaib) tentang kehidupan manusia di manapun di bumi ini, di
masa depan, masa kini maupun masa lalu, bahkan bisa sampai ratusan
tahun ke depan atau ratusan tahun ke belakang. Dengan wahyu tersebut
orang bisa menceritakannya atau menuliskannya dalam bentuk
peringatan-peringatan, ramalan-ramalan atau dalam bentuk cerita,
termasuk cerita fiksi sejarah dan fiksi futuristik. Wahyu itu juga
menginspirasi orang untuk menggali sejarah masa lalu atau menginspirasi
untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi untuk kehidupan masa depan
manusia yang lebih baik.
Cara lainnya lagi adalah memberikan
“pendaran-pendaran cahaya” atau "pembocoran" sedikit rahasia, tentang
rahasia kehidupan yang berasal dari dunia maya di atas, sehingga manusia
dan mahluk halus yang dapat menangkap "sinyal'- nya seolah-olah
memiliki kemampuan "meramal" tentang masa kini, masa depan, atau tentang
sesuatu yang sedang diperbuat oleh seseorang di tempat lain. Walaupun
dengan cara pembocoran rahasia itu para Dewa bermaksud baik, untuk
kebaikan manusia sendiri, supaya manusia dapat memperbaiki kehidupan
yang kurang baik, supaya manusia dapat membangun kehidupan yang lebih
baik lagi dan lebih maju, tetapi seringkali disalahgunakan oleh manusia
dan menjadi bahan kesombongan.
Semua itu dilakukan para Dewa
untuk mempengaruhi manusia supaya hidup dengan lebih baik dan lebih
maju, dan sebagai peringatan-peringatan supaya manusia memperbaiki
perilakunya dan menghentikan perbuatan-perbuatan yang berakibat tidak
baik bagi kehidupan manusia sendiri. Dan semua peluang, kesempatan,
bantuan dan keberuntungan, sifatnya adalah berkah bagi manusia. Dengan
cara-cara ini para Dewa membantu kehidupan manusia secara tidak langsung
dan tak kelihatan mata. Karena itu semua perbuatan Dewa, secara
langsung maupun tidak langsung, di dalam kehidupan manusia, adalah
karena adanya tujuan tertentu supaya kehidupan manusia menjadi lebih
baik. Tetapi manusia memiliki akal budi dan kehendak bebas, maka apa pun
yang dilakukan oleh manusia kemudian adalah mutlak tanggung jawabnya
sendiri.
Begitu juga yang dilakukan Tuhan dalam kehidupan
manusia. Tuhan tidak merubah jalan hidup manusia secara langsung,
kecuali terhadap orang-orang tertentu saja yang terpilih. Semua berkat
kehidupan yang dicurahkanNya ke seluruh penjuru bumi adalah perbuatan
Tuhan yang bersifat tidak langsung, untuk membantu semua kehidupan
supaya menjadi lebih baik. Dalam hal ibadah pun Tuhan tidak memaksa
manusia, apalagi dengan kekerasan, tetapi Tuhan melakukan cara-cara yang
tidak langsung kepada manusia, yaitu dengan mengirimkan Nabi-Nabi untuk
menyadarkan manusia akan "kesejatian" Tuhan dan memberikan “Cahaya” –
Nya kepada orang-orang yang mencari-Nya, untuk menyadarkan manusia,
supaya manusia mengenal Tuhan dan dapat hidup sebagai mahluk yang telah
mengenal Tuhan, agar tidak lagi hidup dan berperilaku seperti mahluk
yang tidak mengenal Tuhan, dan dapat membentuk diri menjadi pribadi yang
mulia, seperti yang dikehendaki Tuhan. Semua yang dilakukan manusia
dalam kehidupannya adalah perbuatannya sendiri dan mutlak menjadi
tanggung jawab manusia itu sendiri. Itulah yang menentukan kualitas
seseorang atau mahluk di hadapan Tuhan yang akan menentukan apakah
nantinya akan dimasukkanNya ke dalam Kemuliaan-Nya, ataukah akan
dibuangNya ke tempat sampah dan dibakar bersama dengan sampah-sampah
yang lain.
Tetapi orang-orang yang telah Manunggal dengan Tuhan
(baca: Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti) tidak memerlukan
pengetahuan tentang rahasia dunia maya ini. Mereka dengan Kuasa-Nya
dapat menjadikan suatu kejadian. Mereka tidak meramal ataupun merubah
kejadian, tetapi menjadikan kejadian. Atas setiap kejadian yang
dijadikannya, melalui perkataan ataupun perbuatan-perbuatan dan
tanda-tanda dari Tuhan, kondisi di alam nyata dan alam maya otomatis
langsung berubah mengikuti perbuatan dan perkataan-perkataan mereka,
termasuk masa depan pun ikut berubah mengikuti perkataan mereka. Itulah
Kuasa Tuhan yang dinyatakan melalui manusia yang manunggal denganNya.
Tidak seperti yang diketahui manusia pada umumnya bahwa penciptaan
dunia ini sangat sederhana, ternyata mekanisme penciptaan Tuhan atas
kehidupan adalah sungguh luar biasa. Penciptaan tanah, air, udara,
mahluk hidup di dunia manusia, mahluk hidup di dunia mahluk halus,
Dewa-Dewa dan Wahyu Dewa, dan cermin kehidupan alam maya, yang mencakup
semua kehidupan di dunia, sejak masa dulu, kini, hingga masa depan,
adalah penciptaan kehidupan yang saling terkait satu dengan lainnya,
sungguh luar biasa. Jauh sekali di atas kejeniusan manusia yang hidup
modern, yang mampu menciptakan alat-alat modern, tetapi sifatnya hanya
dunia kecil manusia.
Bila kita renungkan kembali 2 dunia di atas,
kehidupan alam nyata dan alam maya, Dewa-Dewa dan Wahyu Dewa, apakah
pertanyaan di atas masih layak diributkan :
Benarkah manusia dapat mendahului kehendak Tuhan ?
Terpujilah yang memberikan hikmat kepada manusia yang bijaksana
dan memberikan pengetahuan kepada mereka yang berpengertian !
Semoga kita sadar.
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik :
https://sinaurosorogo.blogspot.com