Selasa, 05 Februari 2019

Arti Naga Dalam Methologi Jawa dan nusantara

20 September 2017 ·

Arti NAGA dalam mithologi Jawa dan Nusantara

Naga adalah mahluk nyata di era lalu dalam bentuk ular besar yang mampu menelan binatang semacam kerbau, kijang dan lainnya dibelantara Nusantara.
Dipahami secara mithologi dalam cerita-cerita pewayangan sebagai mahluk linuweh secara ukuran tubuh, daya jelajah dan area kekuasaannya. Semisal : Naga Hanantaboga, Nagaraja dan lain sebagainya.

Dipahami sebagai kultur budaya, naga adalah "alat kekuasaan" yang menandakan pengaruh (dilambangkan panjang tubuh dan kekuatannya membelit lawan); keperkasaan (ukuran tubuh dan kekuatan gigi nya); kekayaan (ornamen hias dan kwalitas sisiknya). Biasanya pemilik panji naga adalah elemen pemerintahan, politis dan militer.

Di masa lalu, pengaruh luas bangsa Nusantara dalam perdagangan dan maritim yang sudah dikenal jauh sebelum masehi menyebabkan bangsa Nusantara dikenal sebagai : NAGA LAUT SELATAN. Dominasi ini hanya bisa disaingi oleh NAGA LAUT UTARA yang merupakan lambang armada laut Kekaisaran China.

Catatan besar masa lalu : Mummi raja-raja Mesir jauh sebelum masehi diawetkan menggunakan kamfer / kapur barus dari Nusantara. Yang lain, pada peresmian kuil Daud di Israel sana diberitakan menggunakan kemenyan terbaik di eranya didatangkan dari Jawa disertai dengan pendeta Jawa (ada nggak ini hubungannya dengan kosa kata Yahwe dan Java Tel Aviv ? ... mbuh pikiren dewe).
Bedanya : Naga Laut Selatan = Naga Air yang berekor tumpul dan tidak mempunyai cakar. Naga Laut Utara = Naga Langit yang mempunyai cakar dan ekornya berumbai.

Itu arti mithologi NAGA NUSANTARA ... dari sisi wawasan kebangsaan atas wilayah bernama Nusantara. Jadi mohon tidak dimaknai dari sisi keagamaan atau keyakinan tertentu.
Kalau ditanya seberapa lama peradaban kita mengenal Naga ? Jawabnya sejak jaman purba sudah dikenal. Lihat saja jejak penyembahan artefak Naga Purba di Jawa Barat, Kerinci, dan sebaran lain di Kalimantan dan Sulawesi.

Apakah nyata adanya ? Saat ini saja di hutan pedalaman masih banyak ditemukan ular phyton dengan ukuran besar padahal makanannya sudah jauh berkurang. Bayangkan saja kondisi masa lalu Nusantara dipenuhi belantara dengan makanan berlimpah bagi sang naga, jelas ukuran tubuhnya juga lebih luar biasa lagi...\\



(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar