Rabu, 03 Juni 2020

Dunia Dalam Alam Kubur

"DUNIA ADALAH ALAM KUBUR"""

" kehidupan di dunia ini adalah kematian" demikian pendapat yang diungkap Syekh Siti Jenar tentang dunia ini. Secara akal sehat kita bertanya" Apanya yang mati ? Bukankah justru di dunia ini kita hidup ? Dan kematian itu setelah meninggalkan dunia ? " pendapat SSJ itu adalah hasil dari suatu perjalanan spiritual yang panjang, semakin melakukan perjalanan spiritual maka akan tampak sedikit demi sedikit dibuka tabir yang menjungkirbalikkan paradigma/ pemahaman masyarakat umum.
Secara logika hati dan akal, bagi yang sudah tahu tentang dunia spiritual, metafisik dan kebatinan, dan juga hal yang disebut-sebut dalam berbagai kitab Suci disebutkan dan bahwa" manusia itu adalah citra Tuhan, manusia itu adalah khalifah Tuhan, manusia itu adalah rasa Tuhan, yang namanya gambaran, khalifah dan rasa Tuhan tentu disini ada hal spesial yang luar biasa yang dimiliki oleh setiap manusia tanpa terkecuali. Kalau sudah mengalami pengalaman pribadi tentang Manunggaling kawulo Gusti [ MKG ] tentu hal-hal tersebut akan cepat dipahami, ARTINYA dapat disimpulkan Sebenarnya manusia itu adalah Tuhan itu sendiri dan Tuhan bagi dirinya sendiri.

Bukan seperti Firaun yang mengklaim dirinya Tuhan maka semua orang harus menyembahnya, sekali lagi manusia itu adalah Tuhan itu sendiri dan Tuhan bagi dirinya sendiri.

Lalu kenapa dunia ini disebut kematian yang sesungguhnya ? Bagi yang sudah ber MKG atau minimal memahami konsep MKG atau dalam bahasa saya pribadi lebih senang menyebut manusia yang sudah berkesadaran tinggi, dunia ini disebut kematian karena di dunia inilah manusia di paksa maupun terpaksa dituntut untuk memenuhi kebutuhan nafsunya sendiri mencari nafkah siang dan malam, membanting tulang demi tuntutan nafsu, seperti tuntutan lapar, tuntutan mempertahankan kekuasaan, tuntutan mempertahankan popularitas, tuntutan seksualitas,Tuntutan kedudukan, tuntutan harga diri dll.

Sehingga yang terjadi di dunia ini adalah pemandangan yang mengerikan seperti kekerasan dan kemunafikan yang terjadi di mana-mana. Mayoritas manusia sudah TENGGELAM dalam hiruk pikuk dunia yang tanpa sadar menjadi kuburan akbar bagi dirinya. Agama yang sebenarnya dijadikan alat untuk membebaskan manusia dari jerat-jerat dunia, malah telah kehilangan roh nya sehingga agama sekarang malah dijadikan PEMBENARAN akan sikap-sikap nya demi mewujudkan tuntutan tuntutan nafsu di atas. Agama kini telah dijadikan Dewa atau Tuhan oleh para pemeluknya sendiri. Ciri-ciri agama yang sudah dijadikan dewa adalah seperti yang terlihat sekarang ini, umat beragama hanya berkeyakinan ajarannya/ syariatnya/hukumnya adalah yang terbenar dan orisinil berasal dari Tuhan.
Padahal Tuhan itu adalah UNIVERSAL tidak mengkotak-kotakkan manusia dalam suatu agama/keyakinan tertentu.
Kembali ke hidup " Kehidupan di dunia ini adalah kematian " bagi yang sudah memahami manusia ini adalah Tuhan bagi dirinya sendiri, maka sebenarnya kalau sudah menjadi Tuhan sudah tidak ada lagi kamus kematian yang ada adalah kekal dalam keabadian.

Hal ini selaras dengan sifat Tuhan yaitu Baqa { kekal } bagaimana mewujudkan ke baqaan dalam jiwa dan diri kita ? Pandanglah dunia dengan seribu satu masalah ini sebagai jejak jejak untuk melangkah menuju ke kehidupan yang sesungguhnya.

Hadapilah semua permasalahan kehidupan ini dengan SESADAR-SADAR NYA adalah pintu pintu masuk untuk menuju gerbang ke kehidupan yang sesungguhnya. Semakin berat dan extrim suatu masalah yang dihadapi itu sebenarnya adalah' jalan tol' untuk secepatnya meraih kunci untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Inilah yang disebut MENAKLUKAN KEMATIAN di dunia yang penuh daya tarik luar biasa ini. Namun, semua daya upaya penaklukan itu bukanlah pekerjaan gampang dan mudah, karena kita mau tak mau harus mempunyai energi yang luar biasa besar, salah satunya energi itu adalah bersumber dari Sukma yang hidup dan menghidupkan diri kita. Tanpa ada kebangkitan Sukma, perjalanan menundukkan kematian hanyalah sebuah euforia psikologi jiwa belaka.

Kehidupan sesungguhnya itu pasca kematian itu sendiri, barulah diri kita benar-benar akan menjadi Citra Tuhan yang sesungguhnya. Hal ini tentu akan ditolak oleh para pemikir liberal/ atheis yang menganggap tak ada kehidupan setelah kematian,ibaratnya nyawa manusia sama dengan nyawa kucing, ketika mati, maka habislah semua perkara ! Pandangan ini terlahir dari pemikiran bebas sebebasbebasnya tetapi sama sekali tidak memperhatikan/ tidak mempercayai adanya Dzat yang hidup dan menghidupkan dalam diri kita yang tak berwujud/gain. Para pemeluk agama Memang mereka mempercayai adanya kehidupan eyelash mati, tapi keyakinnanya sama sekali belum menyentuh hal yang esensi nya, keyakinannya baru kata nya- katanya termasuk kata kitab suci, katannya ustad, kata ulama, kata guru dll. Keyakinan yang dogmatis ini tak ada faedahnya sedikitpun, hanya berguna untuk memuaskan nafsu psikologinya jiwa nya saja.

"" mati dalam kehidupan,mati sajroning Urip, Antal mautt qoblatull maut "" itulah perilaku sejati dalam mengarungi kehidupan ini, itulah syariat/ tarekat/ tirakat sejati yang sebenarnya. Dengan bahasa sederhana diri kita hidup dalam kesadaran tinggi, itulah pintu-pintu masuk untuk memasuki kehidupan sesungguhnya. Pintu itu adalah permasalahan kehidupan yang menjerat diri kita, bila kita gagal membuka pintu maka pintu selanjutnya adalah pintu untuk memasuki gerbang kegelapan, maka selamanya dirinya akan tertimpa masalah demi masalah tanpa putus. Dan jangan dikira kebahagiaan akan kelimpahan harta dan kepemilikan tahta itu adalah bukti satu anugerah, itu bisa jadi diri kita sebenarnya sudah masuk ke dalam kuburan dunia yang paling dalam.

Dunia adalah alam kematian, dari alam kematian Inilah kita BANGKIT untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Tampa KEBANGKITAN KESADARAN di alam kematian maka selamanya kita menjadi mayat mayat yang berjalan, dan akan semakin nyata sebagai mayat bergentayangan ketika ketika ajal tiba. Masa kebangkitan itu adalah masa hidup di dunia yang pendek ini,bisa 10 tahun, 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun, 70 tahun. Di tahun ke berapakah HARI BERBANGKIT diri kita terjadi ? Tak ada siapapun yang bisa mempengaruhi perubahan seseorang, yang mampu melakukan perubahan itu adalah diri kita sendiri, bukan orang tua, bukan guru, bukan teman, bukan suami, bukan istri, bukan TUHAN apa lagi Terserah TUHAN !......
SALAM...........

 Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 3 Oct 2019)

CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar