Rabu, 03 Juni 2020

Agama Universal

"" AGAMA UNIVERSAL"
 
Agama universal adalah milik segenap manusia di muka bumi ini tanpa kecuali. Apakah agama yang bertebaran sekarang ini seperti yahudi, Islam,Kristen ,Hindu, Budha, Konghucu dll adalah agama yang universal ? Ditilik dari pesan dan inti ajaran semua agama itu sebenarnya meng klaim adalah sebagai agama universal, tapi kenapa dalam prakteknya terkesan sektarian atau sektoral ? tampak nyata dilihat dengan mata telanjang upacara, ritual, syariat sungguh disesuaikan dengan daerah/ wilayah masing-masing. Dan tampak nyata pula ternyata masing-masing meng klaim sebagai agama yang terbenar dan hanya agama miliknya saja yang direstui Tuhan. Jadi dimanakah letak keuniversallannya ?

Apakah Tuhan sang pemilik Jagat ini sangat mudah untuk di kotak-kotakan, sesuai keinginan suatu golongan atau bangsa ? Apakah benar Tuhan yang maha adil bijaksana melakukan diskriminasi terhadap suatu golongan atau bangsa ? Sungguh prelim bila kita memperbincangkan Tuhan lewat 'adonan' masing-masing pemikiran/ pemahaman suatu golongan. Menurut saya, Tuhan adalah konsep/ gagasan.
Setiap orang tidak diharamkan untuk membedah konsep tuhan itu menurut apa yang dipahaminya. Cuma gagasan tentang Tuhan itu berbeda dengan gagasan tentang sesuatu selain Tuhan.
Tuhan itu hanya bisa di Explore oleh kekuatan pikiran dan hati nurani kita sendiri.
Sehingga saya berani menyimpulkan yang disebut Tuhan itu adalah pribadi kita sendiri yang tinggi [ higher self ] .
Jadi Hal utama dan pertama yang harus dilakukan manusia untuk memeluk agama universal adalah menghampiri/ mendekati sampai akhirnya menyatu dengan higher self nya masing masing. Higher self itu DIA yang meliputi segala sesuatu di alam semesta yang tak terbatas ini. Higher self itu adalah AKU yang selalu memberikan pengajaran/ bimbingan tentang apapun yang tidak didapatkan di bumi ini.

Kalau sudah hidup dalam lingkaran yang tak terputus dengan Higher self nya sendiri maka pikiran dan hati kita akan dibukakan selebar-lebarnya. Ternyata sungguh Tidak diragukan lagi kebenarannya itu memang ada pada diri kita masing-masing. Sudah tidak ada lagi kamus melihat keyakinan ke luar diri kita, benar benar MUTLAK ke dalam diri kita sendiri. Jadi agama yang tergelar di hadapan kita tentu, adanya di luar diri kita, jadi agama sejati yang orisinil itu adalah diri kita sendiri yang sudah hidup dalam lingkaran yang tak terputus dengan Higher self nya sendiri. Kalau sudah demikian memang sekilas akan terlihat sebagai orang yang tak beragama, tak bertuhan atau ateis. Itulah konsekwensi logis yang harus diterima dengan lapang dada.

Kalau kita simak ajaran Islam mengatakan dalam suatu hadis " Islam akan terpecah kedalam 73 golongan dan semua masuk neraka kecuali yang berpegang teguh pada aku dan para sahabatku " yang tidak bergolong golongan itulah yang benar-benar dirinya sudah hidup dalam lingkaran Higher self nya.

Kalau sudah hidup dalam lingkaran Higher self maka para para pendahulu/ leluhur yg suci, sudah masuk nyata dalam lingkaran tersebut termasuk nabi dan para sahabatnya. Lingkaran Higher self atau diri kita itu luas tak terbatas sudah meliputi masa lalu. Sekarang dan yang akan datang Inilah yang disebut kekuatan spiritual yang mampu hidup menerobos ruang dan waktu. Berkesadaran multi dimensi atau kesadaran kosmik itulah yang disebut beragama universal. Potensi dan peralatan untuk menuju universal itu tak lain adalah pikiran dan batin kita sendiri, tentu dengan mengolah, menggali dan berpikir secara terus-menerus.

Alangkah sayang seribu sayang bila pikiran kita di marjinalkan kemampuannya, disuruh untuk meyakini/ mengamini saja keyakinan yang ada di luar kita, sebutlah agama.
Alangkah Malangnya hati nurani kita tidak mampu berfungsi sebagai JURU PENGADIL / MIZAN terhadap gejolak yang ada di pikiran kita, hati yang malang itu hati yang sudah dikuasai perasaan ketakutan bila mendobrak keakuan, ketakutan karena takut dosa melanggar keyakinan di luar dirinya, sebut saja agama. Bahkan menurut saya yang disebut menduakan Tuhan adalah, dirinya sudah tidak meyakini Tuhan yang ada di dalam dirinya, dirinya sudah meyakini Tuhan yang ada di text boox/ kitab suci atau diluar dirinya.

Meyakini itu bukan slogan atau ucapan semata, meyakini itu adalah praktek dan perjalanan pribadi.
Kesempatan itu tidak datang dua kali apalagi berkali-kali, kesempatan untuk menyatakan bertuhan dengan bukan sekedar slogan,ucapan,ikut ikuttan, wacana tapi berdasarkan pengalaman pribadi itu adalah hari ini, ketika kita masih bernafas. Seandainya sudah tua renta, cacat, atau meninggal dunia maka kesempatan itu sudah hilang ! dan jiwa yang tidak mengalami kematian akan menangis, persis ketika mimpi buruk kita merasakan sakit/ tertekan tapi tubuh ini tidak berdaya karena tidur { mati } dan hanya bisa terbebas dari sakit/ tertekan itu dikala kita bangun [ bangkit ] tapi setelah bangun kita lupa lagi { insomania } terhadap kejadian mengerikan tadi malam, lupa karena dunia memang menariknya kembali ke jalan kesesatan, begitu pula dengan mati maka jiwa akan kesakitan/ tertekan/ menangis meraung-raung karena tidak tahu harus kemana lagi, sampai jiwa itu dibangkitkan kembali di muka bumi, Cuma tidak tahu dalam rentang waktu berapa lama, bisa ratusan tahun, ribuan tahun bahkan jutaan tahun itulah reinkarnasi. Takkan ada yang mampu merubah diri kita kecuali diri kita sendiri juga.
SALAM


Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 2 Oktober 2019)

 CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT



Tidak ada komentar:

Posting Komentar