KITAB YANG TERPELIHARA ITU ADALAH DIRI KITA SENDIRI.
Masing-masing
agama mempunyai kitab sucinya sendiri, kalaulah kita meyakini bahwa
Tuhan itu adalah satu, Kenapa harus diciptakan beraneka kitab suci-
kitab suci, yang akhirnya hanya menjadi ajang bangga membanggakan agama
dan keyakinannya, seolah-olah hanya agamanya lah yang terbenar. Kalau
lah kita telusuri sejarah turunnya semua kitab suci itu ke dunia akan
terlihat fakta bahwa penulisan kitab-kitab suci ditulis setelah Nabi
yang mendapatkan Wahyu Tuhan itu wafat, dengan jeda waktu yang tidak
sebentar. Tentu perlu dikaji kebenaran keorisinillannya. Buat saya
pribadi tidak berpolemik tentang keabsahan suatu kitab suci, tidak
penting juga mengumpulkan data-data sejarah untuk membenarkan
keabsahannya. Karena secara akal sehat saja kita bisa berpikir dan
merenung bagaimana caranya prosesi para nabi itu mendapat petunjuk
Tuhan. Bukankah nabi itu manusia, sama seperti kita, memiliki otak dan
hati serta panca indra. Kenapa kita tidak meneladani saja bagaimana
prosesnya Turunnya wahyu Tuhan tersebut.
Semua agama, filsafat yang
pernah saya baca dan dengar, ternyata mempunyai dasar yang sama yaitu
Aku [ Tuhan ] itu ada pada setiap diri manusia tanpa kecuali, Nah,
kenapa kita tidak mengexplore saja mencari kitab sendiri kedalam diri ?
Bukankah semua manusia memiliki roh ? Roh yang mampu berbicara lewat
suara hati nuraninya. Jikalau tidak mempercayainya karena belum
mengalaminya itu pertanda diri kita sendiri yang malas tidak mau
berjuang untuk mendapatkan 'suara' itu. Kita lebih asyik dan menikmati
kitab suci yang berbentuk buku, tinggal membaca dan menghafalnya,
cukuplah sudah ! Karena memang berbagai ancaman dari kitab suci itu
muncul yang menyiutkan nyali kita untuk berjalan, seperti ancaman kafir,
ancaman sesaat, ancaman masuk breaks dll. Lalu kenapa muncul ancaman
tersebut ??? Lagi lagi kita dihadapkan kepada suatu dilemmatis iman, di
lain sisi agama menganjurkan supaya kita untuk berpikir sedangkan di
sisi lain disuruh Kita hanya sekedar meyakini saja tanpa proses
berpikir.
Terus terang saya pribadi menganggap bahwa kitab suci yang
berbentuk buku itu diperuntukkan kepada dua golongan saja yaitu kepada
orang yang Malas berpikir dan kepada orang yang mau berpikir.
Jadi
semuanya adalah pilihan, kita tinggal pilih yang mana ? Dan dengan
pilihan itu kita harus siap menanggung segala resiko dan konsekwensinya.
Kitab terpelihara itu adalah diri kita sendiri, diri kita yang tinggi
yaitu roh. Diri kita itulah yang akan memberikan tuntunan dan petunjuk
yang sesuai dengan kondisi tubuh dan lingkungan kita. Di kajian
spiritual ada istilah ' menajamkan Mata Hati ', menajamkan mata ketiga"
itu cuma istilah setiap orang berdasarkan pengalaman perjalanan
pribadinya bisa saja merubah istilah tersebut. Kalau kita memahami kitab
yang terpelihara itu adalah diri kita sendiri, apa kita mau
menyia-nyiakan hidup kita kepada kemaksiatan ? Apakah mau menyerahkan
diri kita begitu saja menjadi objek penderita. Apakah dengan memahami
diri kitab terpelihara itu tidak tergerak jiwa kita menjadi jiwa yang
kuat sekuat jiwa para nabi.
Manusia tersohor yang pernah ada di muka
bumi ini, mereka adalah manusia yang sudah berhasil membaca kitab
terpeliharan yaitu dirinya sendiri.
Tidak mungkin kita bila hanya
berbekal iman kepada kitab suci berbentuk buku, kita akan sukses
mencapai surga, kenapa ? bagaimana bisa ketika kematian tiba sang jasad
dan akal sudah mati, sudah hancur menjadi tanah. Jiwanya lah yang
meneruskan perjalanan panjangnya entah kemana? Lantas Bagaimana sang
jiwa tidak tersesat nanti bila semasa hidupnya kita menganaktirikan
'sang jiwa', sebagai tempat bersemayam Roh. Jadi di dunia inilah proses
pembinaan jiwa itu dilakukan, pembinaan dalam kitab yang terpelihara
yang bebas dari kontaminasi kotoran dunia, bukankah ada pepatah
mengenal diri maka akan mengenal Tuhan ?........
Salam
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 1 Okt 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar