Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Rabu, 03 Juni 2020
Mensucikan Diri
" MENSUCIKAN DIRI ""
Manusia itu tak ada pilihan lain [ no choice ] menjalani hidup di dunia ini adalah untuk mensucikan dirinya ! Caranya beragam, jumlah caranya tak teritung, tidaklah semata lewat jalur agama { religion's way }.
Jalur yang terbaik itu memang saya akui lewat jalur agama, karena lewat jalur itu manusia tidaklah hanya bekerja secara nalar pakai akal semata tetapi dengan menggunakan roh atau hati nurani. Dengan kata lain karena dengan agama manusia dikenalkan dengan hal kebatinan {gaib} di samping lahiriah semata.
Agama yang ada di muka bumi ini jumlahnya tak terhitung, meskipun pada realitanya ada enam agama besar di muka bumi karena jumlah pengikutnya yang banyak yaitu: kristen, Islam, yahudi, budha, hindu, konghucu. Di setiap agama terpolarisasi lagi ke dua kutub besar yaitu beragama secara lahiriyah dan beragama secara batiniyah, tak dipungkiri ternyata antara dua kutub ini sering terjadi percekcokan, permusuhan bahkan saling membunuh dengan satu alasan, yaitu kami paling benar !.
Sekarang ini muncul paham yang mutakhir seperti yang menamakan dirinya penganut pasca agama atau pos religion society, mereka berpikir agama sudah usang, sudah menjadi sampah karena terbukti hanya menimbulkan chaos { rusuh } saja di dunia ini.
Pandangan mereka berpijak pada teori kesadaran universal, Tuhan disebutkan adalah sebuah KONSEP, Mereka pun sebenarnya berpijak ke hal kebatinan, seperti mengakui bahwa Tuhan itu ada dalam otak manusia, berlainan dengan orang yang beragama menganggap Tuhan ada dalam hati manusia.
Manakah yang benar ? Saya pribadi tidaklah terlalu mempersoalkan masalah itu, karena otak dan hati itu adalah ibarat dulunya satu kesatuan, kini seiring dengan perkembangan usia manusia otak dan hati bekerja masing-masing atau terpisah.
Otak berperan besar untuk membuka pintu gerbang kesadaran manusia, otak berperan besar untuk menghidupkan hati yang tidur, otak beperan besar menggiring manusia untuk mencapai kesadaran tertinggi [ higher self ].
Tetapi otak juga berperan besar menggiring manusia berwatak keras, fanatik, pemberontak dan membelakangi Tuhan. Di sinilah di uji nyali kesadaran dan keyakinan manusia, apakah dia mempercayai adanya Dzat hidup yang menghidupkan dalam dirinya ? ataukah dia justru menolak adanya Dzat yang menghidupkan itu, dia malah sangat meyakini otak adalah diatas segala-galanya. Saya pribadi meyakini adanya Dzat hidup yang menghidupkan itu, yang dalam agama disebut roh atau Spirit. Dialah sang roh itu yang akan menjadi roh pembimbing manusia, jadi Siapakah itu Tuhan ? dalam hal bila anda sudah mengalami pengalaman hidup bersama suara hati nurani, maka sebenarnya anda sudah hidup bersama Tuhan tetapi hidup yang demikian belum lah cukup karena Tuhan itu akan tetap menjadi batu misteri, dalam hal ini peranan otak dan akal manusia diperlukan, otak akan terus menjelajahi, menguak rahasia alam gaib dan jagat raya.
Agama dan ilmu pengetahuan itu adalah pantulalan dari otak dan hati manusia, dalil-dalil agama itu adalah pantulan dari suara asli hati manusia, yang namanya pantulan tentu akan banyak menyebabkan distorsi dalam mengaplikasikannya, sehingga tidak aneh orang yang mengaku alim dalam menjalankan beragama menjadikan dirinya berwatak keras, fanatik, pendiam, penurut, dermawan, pemarah, koruptor, detaktor, teroris dll.
Mereka menerima pantulan saja sama sekali tidak mengenal atau buta dengan sumber pantulan tersebut yaitu dirinya sendiri. Jadilah mereka umat penikmat pantulan yang terdistorsi maka jadilah agama menjadi Tuhannya, jadilah harapannya untuk masuk nirwana/surga menjadi harapan hampa nan kosong, jadilah mereka sebagai pemimpi { dreamer } yang otaknya dijejali impian-impian surgawi yang sebenarnya adalah emosional belaka, jadilah mereka sebagai penakut [ paranoid ] yang mana otak dan hatinya sudah dirasuki rasa ketakutan dosa bila melanggar aturan agama, jadilah mereka sang robot yang mana hati, otak dan tubuh nya sudah dirasuki rasa keakuan dan keegoan yang hebat. Hidup seperti demikianlah yang disebut itu terpenjara ! agama sudah gagal membawa pengikutnya ke alam kebebasan kegagalan itu mutlak karena agama, manusia sudah dikendalikan agama. Fitrah nya agama itu adalah untuk membebaskan manusia dari belenggu keterikatan terhadap apapun di luar dirinya, dirinya hanya untuk hidup berserah diri untuk Tuhan.
Keyakinan terhadap hati dan pemikirannya sendiri adalah jalan untuk meretas jalan kepada kebenaran, tentunya proses menerobos keyakinan demi keyakinan ini tidaklah mudah, tidak dapat dilalui dengan jalan singkat, tidak dapat dilalui dengan kursus dan pelatihan singkat, tidaklah cukup dengan proses bai'at (initials) yang mengandung sakranilitas, melainkan keyakinan yang ber evolusi ketika kita menjalani kehidupan di dunia ini, kita hidup di dunia dengan dua mata yaitu mata keyakinan (belief) dan mata kesadaran (self), kedua mata bola itu ada dalam otak dan hati manusia, ke dua mata bola itu bersinergi, bekerjasama, membimbing kita sebagai manusia bergerak ke arah hakikat kebenaran.
Hakikat kebenaran itu adalah menilai segala sesuatu yang baik yang terlihat maupun tidak terlihat adalah suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari diri kita sendiri. Lihatlah hujan turun ke bumi itu tak lain adalah dari kehendak manusia itu sendiri , kenapa ? manusia itu baik orang benar ataupun orang bejat memerlukan keteduhan, memerlukan air untuk tetap bisa melanggengkan hidup, maka turunlah hujan. Lihatlah gunung meletus, kenapa ? gunung itu memuntahkan isinya tak lain adalah kehendak diri manusia itu sendiri, karena bumi ini membutuhkan keseimbangan, bumi sebagai tempat berpijak kaki manusia perlu tetap exsis, karena tanpa keseimbangan bumi maka manusia akan musnah. Lihatlah proses kelahiran, kematian, kecelakaan transportasi itu semua adalah kehendak manusia itu sendiri demi menjaga keseimbangan, demi tetap terjaga populasi manusia agar tetap seimbang, sehingga dunia akan tetap nyaman ditempati. Lihatlah peperangan, pembunuhan massal akibat aksi teroris, aksi negara agresor Itu semua terjadi atas kehendak manusia itu sendiri, demi sebuah keseimbangan, demi sebuah kemurniaan bumi. Karena bagaimana pun bumi ini akan mengalami pembersihan demi pembersihan demi pembersihan untuk mengembalikan manusia pada kesucian dirinya.
Mensucikan diri itu dilakukan dengan tindakan perorangan dan berbaur di masyarakat, tindakan perorangan adalah tindakan yang penuh privacy, tindakan yang mendorong tubuh, otak, jiwa ke dalam roh atau diri sejatinya sendiri. Tindakan ibarat mengawinkan semua komponen dalam diri hanya untuk bersatu, hanya untuk merengkuh kesepian.
Dalam kesepian itu lah kita akan mengalami proses pembersihan diri, penaklukkan diri dan pemasrahan diri, dalam kesipian itulah kita akan mengalami hal-hal kebatinan yang menjadi kenyataan, akan terdengarlah suara-suara kebaikan, akan terlihat lah wujud-wujud yang penuh cahaya keagungan, akan merasakan rasa kesejatian.
Absopsi energy-energy kebajikan yang datang dari alam kebajikan akan terus membuka simpul-simpul (cakra-cakra) batin yang sangat bermanfaat untuk membuka secara luas kesadaran manusia. Tidaklah sulit meluangkan waktu dalam sehari 24 jam itu hanya sekadar untuk menyepikan diri yang membutuhkan waktu 60 menit atau lebih, yg dibutuhkan adalah konsistensi.
Penyucian diri lain adalah berbaur dengan masyarakat, inilah ujian ujian akan energi dan ilmu yang batin untuk diaplikasikan sekaligus memaksimalkan otak untuk terus bekerja untuk membuka tabir kebenaran yang mutlak, karena tanpa otak untuk berwawasan luas maka proses penyepian atau meditasi itu akan stagnan (diam ditempat) jadi kadar kekuatan batin dan absorpsi ilmu ilmu kebenaran itu adalah ditentukan oleh pola pikir kita sendiri bukan orang lain.
SALAM
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 14 Okt 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar