PUASA NGEBLENG .
Ada pepatah, puasa adalah makanan jiwa.
Semakin gentur laku puasa seseorang, semakin kuat jiwanya, batinnya.
Puasa umumnya dimulai saat subuh dan buka puasa saat mahgrib. Malam harinya bebas makan dan minum.
Puasa 1 hari, berarti selama 1 hari berpuasa dari subuh sampai mahgrib, malam harinya bebas makan-minum.
Puasa 3 hari, berarti selama 3 hari berpuasa dari subuh sampai mahgrib, malam harinya bebas makan-minum.
Puasa 7 hari, berarti selama 7 hari berpuasa dari subuh sampai mahgrib, malam harinya bebas makan-minum.
Puasa ngebleng tidak seperti itu.
Puasa ngebleng secara sederhana bisa disebut puasa penuh 1 hari 1 malam (24 jam).
Puasa ngebleng 1 hari berarti puasa penuh 1 hari 1 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan minum.
Puasa ngebleng 3 hari berarti puasa penuh 3 hari 3 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan minum.
Puasa ngebleng 7 hari berarti puasa penuh 7 hari 7 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan minum.
Penjelasan hari jawa :
Dalam penanggalan Jawa, hari dimulai pada hari sebelumnya pukul 5 sore (pk.17.00) dan berakhir pada hari yang bersangkutan pukul 5 sore (pk.17.00).
Jadi, mulainya hari adalah hari sebelumnya pk.5 sore, dan batas akhir suatu hari adalah hari itu pada pk.5 sore.
Berarti hari Senin dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Minggu pk.5 sore dan berakhir pada hari Senin tersebut pk.5 sore.
Hari Senin itu pada pk.6 sore (mahgrib) sudah terhitung sebagai hari Selasa, karena sudah melewati batas akhir hari Senin pk.5 sore.
Puasa ngebleng secara sederhana bisa disebut puasa penuh 1 hari 1 malam (24 jam), dijalankan berdasarkan hitungan hari jawa. Puasa ngebleng selalu dimulai pada awal hari jawa, yaitu pada pk.17.00.
Misalnya niat puasanya pada hari Senin :
1. Puasa ngebleng sehari, maka puasanya dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Minggu pk.5 sore dan
berakhir pada hari Senin tersebut pk.5 sore.
2. Puasa ngebleng 3 hari, artinya puasanya dijalankan selama 3 hari Jawa terus-menerus tanpa putus, yaitu
puasa pada hari Senin itu sampai hari Rabu terus-menerus tanpa putus.
Hari Senin dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Minggu pk.5 sore.
Hari Rabu berakhir pada pk. 5 sore hari.
Jadi puasa ngebleng 3 hari itu dimulai pada hari Minggu pk.5 sore dan berakhir pada hari Rabu pk.5 sore.
Puasanya terus-menerus tanpa putus siang dan malam. Berbuka puasanya hari Rabu pk.5 sore.
Bisa juga puasa ngebleng dilakukan secara spontan.
Misalnya hari ini adalah hari Senin, terbersit pikiran bahwa hari ini ingin puasa ngebleng.
Karena puasanya didasarkan pada hitungan hari jawa maka puasanya harus dimulai pada awal hari, yaitu pada pk.17.00 sbb :
1. Berpuasa ngebleng sehari, maka puasanya dimulai pada sore hari Senin itu pk.17.00 dan berakhir pada
keesokan harinya pk.17.00.
2. Atau ingin puasa ngebleng 3 hari, maka puasanya dijalankan selama 3 hari Jawa terus-menerus tanpa putus.
Misalnya hari ini adalah hari Senin.
Dalam hitungan hari jawa, hari Senin itu pk.17.00 berarti mulai masuk ke hari Selasa.
Berarti hitungan 3 hari puasanya itu adalah hari Selasa, Rabu dan Kamis.
Hari Selasa dimulai pada hari Senin itu pk.17.00
Hari Kamis berakhir pada pk.17.00 sore hari.
Jadi puasa ngebleng 3 hari itu dimulai pada hari Senin pk.17.00 dan berakhir pada hari Kamis pk.17.00.
Puasanya terus-menerus tanpa putus siang dan malam. Berbuka puasanya hari Kamis pk.17.00.
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar