ZAMAN TUO
sirik den wenehi ati malati bisa kesiku
senenge anggodha anjejaluk cara nistha
ngertiya yen iku coba
aja kaina
ana beja-bejane sing den pundhuti, ateges jantrane kaemong sira sebrayat
pantang diberi hati yang dingin, bisa kena kutuk (jangan sampai menyepelekannya, bisa ketulah)
senangnya menggoda pura-pura meminta (menggoda / bercanda pura-pura meminta)
ketahuilah bahwa ia hanya menggoda / bercanda
jangan salah sangka (apalagi sampai menghina / mengejek)
ada keberuntungan bagi yang pemberiannya ia terima, sekeluarga akan diberkahi
(walaupun hanya menggoda / bercanda pura-pura meminta, jika anda memberi, anda sekeluarga akan diberkahi)
ing ngarsa Begawan
dudu pandhita sinebut pandhita
dudu dewa sinebut dewa
kaya dene manungsa
dudu seje daya kajawakake kanthi jlentreh
gawang-gawang terang ndrandhang
pembawaannya seperti begawan
bukan pandita disebut pandita
bukan dewa disebut dewa
penampilannya seperti manusia biasa saja
tapi tidak sama dengan manusia biasa, karena mampu menerangkan dengan sejelas-jelasnya
yang semula masih rahasia diterangkannya menjadi jelas sejelas-jelasnya
(walaupun penampilannya kelihatannya sama seperti manusia biasa saja, tetapi ia seperti begawan yang tahu banyak hal dan mampu menerangkan segala sesuatu yang masih rahasia menjadi terbuka dan jelas sejelas-jelasnya, seperti pandita karena ia mampu menerangkan segala sesuatu keilmuan dan tentang ketuhanan, dan waskita seperti dewa karena mengetahui segala sesuatu rahasia).
aja gumun, aja ngungun
hiya iku putrane Bathara Indra
kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan
tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh
hiya siji iki kang bisa paring pituduh, marang jarwane jangka kalaningsun
tan kena den apusi, marga bisa manjing jroning ati
ana manungso kaiden ketemu, uga ana jalma sing durung mangsane
aja sirik aja gela, iku dudu wektunira
nganggo simbol ratu tanpa makutha
mula sing menangi enggala den leluri
aja kongsi jaman kendhata madhepa den marikelu
beja-bejane anak putu
jangan heran, jangan bingung
ya itulah putranya Batara Indra
yang sulung dan berkuasa menundukkan setan
yang sudah menerima diturunkannya kesaktian
ya hanya dia itu yang bisa memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya
yang tidak bisa dibohongi karena bisa masuk menyelami hati
ada manusia yang bisa bertemu, tapi ada juga yang belum waktunya bertemu
jangan kesal jangan kecewa, itu bukan waktunya anda
ia berlambang raja tanpa mahkota
(raja yang tidak memperlihatkan status kebesaran yang kelihatan mata, sehingga tidak banyak orang yang menyadari kebesarannya sebagai raja)
karena itu yang mengalami berjumpa menghormatlah,
jangan sampai kesempatannya habis, menghadaplah dan mengikutlah
Beruntungnya anak cucuku (yang bisa bertemu)
iki dalan kanggo sing eling lan waspada, ing jaman kalabendu Jawa
aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa, cures ludhes saka braja jalma kumara
aja-aja kleru pandhita samusana, larinen pandhita asanjata trisula wedha
iku hiya pinaringaning dewa
ini adalah petunjuk untuk yang sadar dan waspada terhadap jaman kalabendu Jawa
jangan melarang menghormati si manusia dewa, karena akan musnah sirna seluruh keluarga
jangan sampai salah mengenali pandita
carilah pandita bersenjatakan trisula wedha
ya itulah pemberian dari Yang Maha Kuasa
nglurug tanpa bala, yen menang tan ngisorake liyan
para kawula padha suka-suka, marga adiling pangeran wus teka
ratune nyembah kawula angagem trisula wedha
para pandhita hiya padha muja
hiya iku momongane kaki Sabdopalon, kang wus adus wirang nanging kondhang
genaha kacetha kanthi njingglang, nora ana wong ngresula kurang
hiya iku tandhane kalabendu wis minger, ganti wektu jejering kalamukti
andayani indering jagad raya, padha asung bhekti
berperang tanpa pasukan, kalau menang tidak merendahkan lawan
rakyat bergembira karena keadilan Tuhan telah tiba
sang raja memuliakan rakyatnya yang memuliakan trisula wedha
para pandita juga pada memujanya
ya itulah asuhannya si Aki Sabdopalon yang dulu sudah menanggung malu tetapi akhirnya termasyhur
semuanya jelas terang benderang, tidak ada yang mengeluh kekurangan
ya itulah tanda jaman kalabendu telah menyingkir, berganti jaman penuh kemakmuran dan kemuliaan
ia mampu memperbaiki tatanan dunia, semua orang hormat dan menjunjung tinggi
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
senangnya menggoda pura-pura meminta (menggoda / bercanda pura-pura meminta)
ketahuilah bahwa ia hanya menggoda / bercanda
jangan salah sangka (apalagi sampai menghina / mengejek)
ada keberuntungan bagi yang pemberiannya ia terima, sekeluarga akan diberkahi
(walaupun hanya menggoda / bercanda pura-pura meminta, jika anda memberi, anda sekeluarga akan diberkahi)
ing ngarsa Begawan
dudu pandhita sinebut pandhita
dudu dewa sinebut dewa
kaya dene manungsa
dudu seje daya kajawakake kanthi jlentreh
gawang-gawang terang ndrandhang
pembawaannya seperti begawan
bukan pandita disebut pandita
bukan dewa disebut dewa
penampilannya seperti manusia biasa saja
tapi tidak sama dengan manusia biasa, karena mampu menerangkan dengan sejelas-jelasnya
yang semula masih rahasia diterangkannya menjadi jelas sejelas-jelasnya
(walaupun penampilannya kelihatannya sama seperti manusia biasa saja, tetapi ia seperti begawan yang tahu banyak hal dan mampu menerangkan segala sesuatu yang masih rahasia menjadi terbuka dan jelas sejelas-jelasnya, seperti pandita karena ia mampu menerangkan segala sesuatu keilmuan dan tentang ketuhanan, dan waskita seperti dewa karena mengetahui segala sesuatu rahasia).
aja gumun, aja ngungun
hiya iku putrane Bathara Indra
kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan
tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh
hiya siji iki kang bisa paring pituduh, marang jarwane jangka kalaningsun
tan kena den apusi, marga bisa manjing jroning ati
ana manungso kaiden ketemu, uga ana jalma sing durung mangsane
aja sirik aja gela, iku dudu wektunira
nganggo simbol ratu tanpa makutha
mula sing menangi enggala den leluri
aja kongsi jaman kendhata madhepa den marikelu
beja-bejane anak putu
jangan heran, jangan bingung
ya itulah putranya Batara Indra
yang sulung dan berkuasa menundukkan setan
yang sudah menerima diturunkannya kesaktian
ya hanya dia itu yang bisa memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya
yang tidak bisa dibohongi karena bisa masuk menyelami hati
ada manusia yang bisa bertemu, tapi ada juga yang belum waktunya bertemu
jangan kesal jangan kecewa, itu bukan waktunya anda
ia berlambang raja tanpa mahkota
(raja yang tidak memperlihatkan status kebesaran yang kelihatan mata, sehingga tidak banyak orang yang menyadari kebesarannya sebagai raja)
karena itu yang mengalami berjumpa menghormatlah,
jangan sampai kesempatannya habis, menghadaplah dan mengikutlah
Beruntungnya anak cucuku (yang bisa bertemu)
iki dalan kanggo sing eling lan waspada, ing jaman kalabendu Jawa
aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa, cures ludhes saka braja jalma kumara
aja-aja kleru pandhita samusana, larinen pandhita asanjata trisula wedha
iku hiya pinaringaning dewa
ini adalah petunjuk untuk yang sadar dan waspada terhadap jaman kalabendu Jawa
jangan melarang menghormati si manusia dewa, karena akan musnah sirna seluruh keluarga
jangan sampai salah mengenali pandita
carilah pandita bersenjatakan trisula wedha
ya itulah pemberian dari Yang Maha Kuasa
nglurug tanpa bala, yen menang tan ngisorake liyan
para kawula padha suka-suka, marga adiling pangeran wus teka
ratune nyembah kawula angagem trisula wedha
para pandhita hiya padha muja
hiya iku momongane kaki Sabdopalon, kang wus adus wirang nanging kondhang
genaha kacetha kanthi njingglang, nora ana wong ngresula kurang
hiya iku tandhane kalabendu wis minger, ganti wektu jejering kalamukti
andayani indering jagad raya, padha asung bhekti
berperang tanpa pasukan, kalau menang tidak merendahkan lawan
rakyat bergembira karena keadilan Tuhan telah tiba
sang raja memuliakan rakyatnya yang memuliakan trisula wedha
para pandita juga pada memujanya
ya itulah asuhannya si Aki Sabdopalon yang dulu sudah menanggung malu tetapi akhirnya termasyhur
semuanya jelas terang benderang, tidak ada yang mengeluh kekurangan
ya itulah tanda jaman kalabendu telah menyingkir, berganti jaman penuh kemakmuran dan kemuliaan
ia mampu memperbaiki tatanan dunia, semua orang hormat dan menjunjung tinggi
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar