Selasa, 05 Februari 2019

-Kiat Meredam Amarah

25 Desember 2017

TUTUR TINULAR
Yèn kowé kêpênêr lagi srêngên lan nêsu, prayogané wóng síng kók nêsóni lan kók srêngêni mau kóngkónên énggal sumingkír.
Utåwå kowé dhéwé sumingkirå sauntårå, aja têtêmónan karo wóng liya.
Sabanjuré mênêngå lan étúng-étúngå kanthi sarèh wiwít siji têkan sêpulúh.
Klawan mêngkono atimu bakal bisa nimbang-nimbang åpå nêsu lan srêngênmu marang wóng mau bênêr, åpå malah dudu kowé dhéwé síng lupút.


KIAT MEREDAM AMARAH
(Bila kamu kebetulan sedang emosi dan marah, seyogyanya orang yang kamu marahi tadi suruhlah segera menyingkir. Atau kamu sendiri menyingkirlah sementara, (sementara) jangan bertemu dengan orang lain. Setelah itu diamlah dan hitunglah dengan tenang mulai dari satu sampai sepuluh. Dengan cara begitu hatimu bakal bisa menimbang apakah kemarahanmu pada orang tadi benar, apa bukan kamu sendiri lah yang salah ?)

  (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Tragedi kematian Perasaan ( Tutur Tinular)

 
TUTUR TINULAR

Jênêng tanpå gunå uripíng manungså kang nganti ora biså nyumurupi marang kang kêdadéyan ing sakiwå têngêné.
Ora biså asúng lêlimbangan lan pamrayogå sakadharé kanggo karahayóníng bêbrayan.
Rupak pandêlêngé ora ånå liyå kang disumurupi kajåbå uripé dhéwé.
Mati pangrasané, jalaran ora kulina kanggo ngrasak-ngrasakaké kang katón ing sabên dinané, wusana dadi cêthèk budiné, jalaran såkå kalêpyan marang têpå palupi kang maédahi ing uripé.



TRAGEDI KEMATIAN PERASAAN
(Adalah hidup tiada guna bagi orang yang tidak mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya. Tidak bisa memberikan imbal balik dan manfaat ala kadarnya untuk keharmonisan pergaulan. Mati perasaannya, disebabkan tidak terbiasa merasakan apa yang terjadi dalam sehari-harinya, sehingga membuat dangkal budi pekertinya, karena lalai akan rasa kepedulian yang berguna dalam hidupnya).


 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Pitutur Tiyang Sepuh

PITUTUR LUHUR TIYANG SEPUH

Bocah Bagus Anakku Lanang,
Ojo Wedi,… Golék-o Pepadhangé Dalan,
Ora Kendhat Anggonku Ngengudhang,

Duh Bocah Bagus Anakku Lanang.
Wong Tuwamu Dudu Raja,
Sing Dak Wariské Dudu Bandha Dunya,
Sangumu Mung Isi Pitutur,
Muga Dadi Titah Kang Luhur.

Anak Lanang Bagusing Ati,
Ojo Lali Anggonmu Memuji,
Marang Gusti Kang Murbéng Dumadi,
Mugo Dadi Padhangé Ati.
Urip Ing Dunyo Iku Sedhélo,
Urip Ing Kono Koyo Samudro,
Mulo Nggér…., Ojo Wegah Podho Tetanén,
Ing Kono Mbesuk-é Bakal Panén.

Bocah Bagus Anakku Lanang,
Ojo Nganti Ninggal Piwulang,
Mumpung Jembar Golék-o Pepadhang,
Ojo Jirih Ing Pepalang.
Sejatiné Ora Ono Opo-Opo…..,
Sejatiné Jagadawujud Suwung,
Ora Warno Lan Ora Rupo,
Sing Ono Mung Awang-Uwung.
Akéhing Bandha Dudu Ukuran,
Drajat Lan Pangkat Dudu Takeran,
Lan Pepujané Rasa Dudu Anak,
Pagering Jiwo Dudu Sanak.
Wong Tuwamu Dudu Dewo,
Ora Wenang Nulis Garisé Manungso,
Sangumu Mung Isi Pitutur,
Mugo Dadi Titah Kang Luhur.

 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Urip Sajroning Pati, Pati Sak Jroing Urip

  
URIP SAK JERONING PATI, PATI SAK JERONING URIP ”

Belajarlah Mati Sebelum Kematian itu Datang
“Belajarlah Mati sebelum kematian itu datang”. Kata-kata itu sepertinya hanya sebuah kata iseng yang diucapkan. Tetapi jika kita telaah dan pahami secara rinci, kata-kata itu mengandung makna yang sangat dalam dan sarat ilmu.

Belajar mati disini bukanlah dalam artian kita harus bunuh diri untuk bisa mengecap sebuah kematian. Tetapi arti kata belajar mati di sini adalah mematikan segala bentuk hawa nafsu untuk bisa bertemu dengan Sang Khaliq.

Orang yang beragama Islam juga memiliki kata-kata seperti itu yakni “Sholatlah kamu sebelum kamu disholati orang lain”. Artinya, bagi orang yang beragama Islam harus menjalankan sholat yang sejati. Bukan sholat yang hanya sekedar “gugur kewajiban” saja. Tetapi sholat disini adalah mengenal, menghadap, menyembah Allah.

Dengan sholat, kita bisa mengenali Allah. Dengan Sholat kita bisa berbicara dan berkomunikasi dengan Allah. Seusai sholat, kita akan bisa merasakan kenikmatan dalam berkomunikasi dengan Allah.

Kembali pada pokok bahasan belajar mati. Dalam hal ini, belajar mati adalah berdiam diri (meditasi/samadhi) dengan mematikan hawa nafsu, pancaindera dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nafsu. Semata-mata yang bergerak adalah hati dan rasa. Rasa sejati dengan bimbingan dari Gusti ALLAH lewat Guru Sejati. Dengan samadhi/meditasi, maka seseorang bisa mematikan diri sendiri dan berkontemplasi, konsentrasi menghadap khusuk pada Gusti ALLAH.

Dengan samadhi/meditasi, kita meninggalkan dunia ini untuk sementara waktu dan memasuki alam lain yakni alam jabarut, malakut hingga alam Ilahiah. Dengan memasuki berbagai alam ini kita akan bisa melihat kebesaran dari Gusti ALLAH akan semua makhluk ciptaan-Nya. Jika hal itu sering kita lakukan, maka sewaktu-waktu jika kita dipanggil oleh Gusti ALLAH (meninggal dunia), kita sudah siap.

Mengetuk Pintu Gusti ALLAH
Tidak ada bedanya tatakrama ketika kita bertamu dengan ketika kita menghadap pada Gusti ALLAH. Kalau kita bertamu ke rumah rekan atau sahabat, tentunya harus mengetuk pintu terlebih dulu sebelum siempunya rumah keluar. Demikian pula ketika hendak menghadap pada Gusti ALLAH. Kita harus mengetuk pintuNYA.

Mengetuk pintuNYA itu tidak dalam artian yang sebenarnya. Tetapi dalam artian meminta ijinNYA untuk bisa masuk ke alamnya. Manusia tidak akan bisa masuk dengan sendirinya tanpa mengetuk pintu Gusti ALLAH itu. Cara mengetuk pintu tersebut adalah dengan doa yang disebut dengan doa kunci.

Doa tersebut hendaknya dibaca tujuh kali dengan menahan napas setiap kali membacanya. Doa tersebut berbunyi:
Gusti Ingkang Moho Suci
Kulo Nyuwun Pangapuro Dhumateng Gusti Ingkang Moho Suci
Sirrullah, Dzatullah, Sifatullah
Kulo Sejatining Satrio Nyuwun Panguoso
Kulo Nyuwun Kanggo Tumindhake Satrio Sejati
Kulo Nyuwun Kanggo Anyirnakake Tumindak Ingkang Luput.

-Karakter Tokoh Punokawan ( Gareng , Petruk, Bagong, Semar)

 
 
#Karakter_Tokoh_Wayang

 
#Semar
Dasa nama : Sang Hyang Ismaya, Badranaya
Padhukuhan : Karangkadhempel
Rama : Sang Hyang Tunggal
Ibu : Dewi Rekathawati
Sifat : Sabar, tansah paring sesuluh bab falsafah gesang

dengan jari telunjuk seolah menuding, melambangkan KARSA/keinginan yang kuat untuk menciptakan sesuatu. mata yang menyipit juga melambangkan ketelitian dan keseriusan dalam menciptakan.

#Gareng
Dasa nama : Pancalpamor, Pegatwaja, Cakrawangsa, Pandhu Pragolamanik, Bambang Jati pitutur
Padhukuhan : Karang Pacukilan
Sifat : Prasaja, temen remen geguyon
Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara, apa yang dikatakannya kadang- kadang serba salah. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan.
Nala gareng merupakan tokoh punakawan yang memiliki ketidaklengkapan bagian tubuh. Nala gareng mengalami cacat kaki, cacat tangan, dan mata.Karakter yang disimbolkan adalah cacat kaki menggambarkan manusia harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan.
Tangan yang cacat menggambarkan manusia bisa berusaha tetapi Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Mata yang cacat menunjukkan manusia harus memahami realitas kehidupan
Dengan tangan yang cacat,kaki yang pincang,mata yg juling,melambangkan CIPTA.bahwa menciptakan sesuatu, dan tidak sempurna, kita tidak boleh menyerah.bagaimanapun kita sudah berusaha.apapun hasilnya,pasrahkan padaNya.

#Petruk
Dasa nama : Kyai Supatra, Kanthong bolong, Surajenggala, Kebodebleng, Dublajaya
Sifat : Jujur, tansah bela ingkang leres,setya tuhu dhateng bandara
Tokoh petruk digambarkan dengan bentuk panjang yang menyimbolkan pemikiran harus panjang. Dalam menjalani hidup manusia harus berpikir panjang (tidak grusa-grusu) dan sabar.
Bila tidak berpikir panjang, biasanya akan mengalami penyesalan di akhir. Petruk merupakan tokoh yang nakal dan cerdas, serta bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati, panda berbicara, dan juga sangat lucu. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya.
Dengan tangan dan kaki yg panjang, tubuh tinggi langsing, hidung mancung,wujud dari CIPTA, yang kemudian diberi RASA, sehingga terlihat lebih indah dengan begitu banyak kelebihan.

#Bagong
Dasa nama : Bawor, cepot, carub, Astrajingga, Antolgati, Pojok Kethokol
Padhukuhan : Karang Kacepotan
Sifat : Nakal, lugu, lucu, remen guyon, kados lare alit
Bagong bertumbuh tambun gemuk seperti halnya Semar.
Karakter yang disimbolkan dari bentuk bagong adalah manusia harus sederhana, sabar, dan tidak terlalu kagum pada kehidupan di dunia

Manusia yang sejati adalah manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. jadi jangan takut atau malu karena kekurangan kita. karena kekurangan itulah yang menjadikan kita manusia seutuhnya.yang perlu kita pikirkan sekarang adalah, bagaimana meminimalkan kekurangan kita, dan memaksimalkan kelebihan kita. karena bagaimanapun kekurangan dan kelebihan itu tidak bisa kita buang atau kita hilangkan.

Semoga Bermanfaat


 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Babagan Rejeki Falsafah Ronggo Warsito


_*FALSAFAH RONGGO WARSITO*_ 


(Dalam bahasa aslinya dan terjemahannya)
_Rejeki iku ora iså ditiru.._
*(REJEKI ITU TIDAK BISA DITIRU)*

_Senajan pådå lakumu_
*(WALAU JALANMU SAMA)*

_Senajan pådå dodolan mu_
*(WALAU JUALANMU SAMA)*

_Senajan pådå nyambut gawemu_
*(WALAU PEKERJAANMU SAMA)*

_Kasil sing ditåmpå bakal bedå2_
*(HASIL YANG DITERIMA AKAN BERBEDA SATU SAMA LAIN)*

_Iså bedå nèng akèhé båndhå_
*(BISA LAIN DALAM BANYAKNYA HARTA)*

_Iså ugå ånå nèng Råså lan Ayemé ati, yaiku sing jenengé bahagia_
*(BISA LAIN DALAM RASA BAHAGIA DAN KETENTERAMAN HATI)*

_Kabèh iku såkå tresnané Gusti kang måhå kuwåså_
*(SEMUA ITU ATAS KASIH DARI TUHAN YANG MAHA KUASA)*

_Såpå temen bakal tinemu_
*(BARANG SIAPA BER-SUNGGUH2 AKAN MENEMUKAN)*

_Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå_
*(BARANG SIAPA BERANI BERSUSAH PAYAH AKAN MENEMUKAN KEMULIAAN)*

_Dudu akèhé, nanging berkahé kang dadèkaké cukup lan nyukupi_
*(BUKAN BANYAKNYA, MELAINKAN BERKAHNYA YANG MENJADIKAN CUKUP DAN MENCUKUPI)*

_Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwåså_
*(SUDAH DIGARISKAN OLEH TAKDIR BAHWA SEMUA YANG HIDUP ITU SUDAH DIBERI BEKAL OLEH YANG MAHA KUASA)*

_Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané_
*(JALAN HIDUP DAN REJEKI SUDAH TERSEDIA, DEKAT, SEPERTI UDARA YANG KITA HIRUP SETIAP HARINYA)*

_Nanging kadhang menungså sulap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé, nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå_
*(TETAPI KADANG MANUSIA SILAU MATA DAN GELAP HATI, YANG JAUH KELIHATAN BERKILAU DAN MENARIK HATI.. TETAPI YANG DEKAT DIDEPANNYA DAN MENJADI TANGGUNG JAWABNYA DISIA-SIAKAN SEPERTI TAK ADA GUNA)*

_Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati_
*(REJEKI ITU SUDAH DISEDIAKAN OLEH TUHAN, TIDAK BAKAL BERKURANG UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN MANUSIA DARI LAHIR SAMPAI MATI)*

_Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet_
*(TETAPI KALAU MENURUTI KEMAUAN MANUSIA YANG TIDAK ADA BATASNYA, SEMUA DIRASA KURANG MEMBUAT RUWET DI HATI DAN PIKIRAN)*

_Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné_
*(PETUAH ORANG TUA, JALANILAH APA YANG ADA DIDEPAN MATA DAN JANGAN TERLALU BERHARAP LEBIH UNTUK YANG BELUM ADA. KALAU MEMANG MILIKMU PASTI AKAN KETEMU, KALAU BUKAN JATAHMU, APALAGI SAMPAI MEREBUT MILIK ORANG MEMAKAI CÀRA TIDAK BAIK, ITU AKAN MEMBUAT HIDUPMU MERANA, SENGSARA DAN ANGKARA MURKA. SEMUA ITU AKAN SIRNA KEMBALI KE ASALNYA)*

_Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé_
*(KALAU SAJA KETENTERAMAN ITU BISA DIBELI DENGAN HÀRTA, ALANGKAH SENGSARANYA ORANG YANG TIDAK PUNYÀ)*

_Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG MURBENG DUMADI,_
*(UNTUNGNYA, KETENTERAMAN BISA DIMILIKI OLEH SIAPA SAJA YANG TIDAK MENGAGUNGKAN KEDUNIAWIAN, SUKA MENOLONG ORANG LAIN DAN MENSYUKURI HIDUPNYA)*

NGATURAKEN SEDOYO KALEPATAN
NYUWUN AGUNGING SAMUDRA PANGAKSAMI.


 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Daun Kelor



Daun Kelor. 

Daun kelor baru akan berguna sebagai pengusir mahluk halus setelah beberapa daunnya atau rantingnya dipetik dari pohonnya. Dilakukan dengan cara disabetkan pada objek tertentu (seperti penggunaan sapu lidi), atau direndam di dalam air yang kemudian disiramkan kepada objek tertentu untuk pembersihan gaib, atau air rendaman daunnya digunakan mandi guyuran, basah semua dari rambut sampai kaki. Biasa digunakan untuk melunturkan susuk atau untuk mengusir mahluk halus dari tubuh manusia yang diguna-guna, diteluh, disantet, dipelet, kesambet, ketempelan, dsb.
Untuk menyembuhkan orang yang dicurigai terkena guna-guna, pelet, kesambet, dsb, beberapa lembar daun kelor (lebih banyak lebih baik) direndam dalam seember air. Kemudian air itu digunakan untuk mandi guyuran basah semua dari kepala sampai kaki oleh orang yang bersangkutan, atau diguyurkan kepada si korban.

Mahluk halus yang terpengaruh oleh kegaiban daun kelor ini hanyalah mahluk halus kelas bawah saja, yang kekuatan gaibnya rendah, seperti bangsa jin kelas bawah dan gaib-gaib lain tingkat rendah seperti dedemit gondoruwo dan kuntilanak. Tetapi ada banyak sosok halus bangsa jin yang sosoknya mirip seperti dedemit kuntilanak dan gondoruwo, yang kekuatannya cukup tinggi, sehingga walaupun sosoknya mirip seperti kuntilanak atau gondoruwo, tetapi tidak dapat diusir dengan daun kelor.
Sukma manusia (arwah, pocong, dan bangsa siluman yang asalnya adalah sukma manusia) tidak terpengaruh oleh daun kelor ini.

Kekuatan gaib daun kelor ini berasal dari energi alaminya, tidak berasal dari sesosok mahluk halus, tetapi setelah dipetik dari pohonnya, energinya ini perlahan-lahan akan memudar dan hilang. Dengan kepekaan rasa pada telapak tangan kita bisa mendeteksi hawa hangat / panas energi penolakan gaibnya pada daun-daun kelor yang masih segar. Jika daun-daunnya sudah layu, dan energi penolakannya sudah pudar (energinya sudah dingin), daun kelor ini sudah tidak dapat lagi digunakan untuk penolak gaib.

Daun kelor ini juga biasa dijadikan masakan sayur seperti bayam dan kangkung. Daun kelor ini adalah sayuran yang sangat bergizi. Tetapi jika dijadikan masakan sayur, fungsinya sebagai penolak gaib menjadi hilang. Sebelum dijadikan sayur ada baiknya daun-daunnya disapukan ke anggota keluarga kita, barangkali saja ada yang sedang ketempelan gaib.

Ada juga dijual jenis batu fosil kayu kelor di pedagang benda gaib / antik. Kegunaan dan tuahnya sama dengan daun kelor, tetapi energinya bersifat jangka panjang, tidak akan memudar dalam jangka pendek. Kegaibannya bersifat alami, tidak berasal dari mahluk gaib di dalamnya. Batu fosil kelor ini memancarkan energi yang dalam jarak 2 meter akan menolak jenis kuntilanak, gondoruwo dan mahluk halus kelas rendah lainnya, tetapi diperlukan ketelitian dalam memilih, jangan sampai membeli batu fosil biasa yang hanya mirip saja dengan fosil kayu kelor. Untuk membedakannya dari batu fosil yang lain, jika tangan anda cukup peka, anda bisa merasakan kandungan energinya pada jarak 1 - 10 cm dari bendanya berupa rasa panas atau rasa kesetrum tipis di telapak / jari-jari tangan anda.

Sebagian batu fosil kayu kelor (galih kelor) ada yang di dalamnya didiami oleh sejenis bangsa jin, biasanya sosoknya seperti bapak-bapak berjubah putih. Dengan demikian secara keseluruhan, selain fosil kelor itu dapat menangkal gangguan gaib setingkat dedemit, keberadaan mahluk halus di dalamnya juga membantu untuk menangkal mahluk halus lain di bawah kekuatannya.

Batu fosil kayu kelor cukup baik digunakan untuk melindungi anak-anak dari jenis gaib tingkat rendah yang biasa mengganggu anak-anak dengan cara mendekatkan batunya kepada anak-anak kita (terutama pada saat tidurnya), juga baik untuk digunakan memijat / urut, supaya jika si pasien sakitnya adalah karena ketempelan atau kesambet mahluk halus tingkat rendah, dengan batu fosil kayu kelor itu mahluk gaibnya akan terusir pergi.



(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Itungan Jowo - Ramalan Jejodohan


MONGGO SINTEN SING BADE DADOS PUJONGGO
Monggo sedulur diwaos...

ITUNGAN JOWO.~~~~ RAMALAN JEJODOHAN ~~~~
Miturut wong jowo jejodohan kui iso di ramal songko wetone ( dino lan pasarane di tambah ) sing lanang lan wadon temune piro.
Etungane.
1. PEGAT.
2. RATU.
3. JODOH.
4. TOPO.
5. TINARI.
6. PADU.
7. SUJANAN.
8. PESTHI.
Contoh :
~ LANANG lahir akad legi (akad 5 legi 5 jumlah 10)
~ WEDOK lahir seloso wage ( seloso 3 wage 4 jumlah 7 )
~ Berarti 10 + 7 = 17 ) utowo tibo PEGAT.
.


Lan iki penjelasane temone wong jejodohan.


1. PEGAT.
Yen tibo PEGAT bakal nemu masalah, mboh kui songko segi ekonomi, kekuasa'an, selingkuh sing akhir"e iso pegatan.
.
2. RATU.
Yen tibo RATU iki jodoh banget. Di ajeni karo tonggo teparo lan wongliyo. Akeh wong iri karo keharmonisane.
.
3. JODOH.
Yen tibo jodoh cocok siji karo sijine. Iso podo" nrimo keluwehan lan kekurangan. Omah" lancar teko tuwo.
.
4. TOPO.
Yen tibo TOPO iki awal"e susah nanging tembe mburi penak.
Awal"e kerep kenek masalah emboh kui songko segi ekonomi utowo liyone. Nanging yen wis nduwe anak lan wis suwe anggone omah" bakal mulyo uripe.
.
5. TINARI.
Yen tibo TINARI iki bakal nemu seneng.
Penak anggone golek rejeki lan ora sampek urip kekurangan. Penak'e tembung kerep nemu bejo anggone omah".
.
6. PADU.
Yen tibo PADU iki bakal sering tukaran. Nanging sejana saben ndino tukaran tapi ora sampek pegatan.
Mulo anggone omah" meh saben ndino tukaran emboh kui masalah opo ae.
.
7. SUJANAN.
Yen tibo SUJANAN iki kerep tukaran lan akeh" masalah selingkuh.
Emboh kui sing lanang po sing wadon opo malah loro"ne podo la nduwe selingkuhan.
.
8. PESTHI.
Yen tibo PESTHI iki omah"e bakal rukun, tentrem, adem ayem sampek tuwo.
Senajan eneng masalah opo ae ora bakal ngrusak keharmonisane.
.
Iki kabeh welinge simbah.
Mugo" sing gelem moco wawasane tambah.
»
1. PEGAT.
2. RATU.
3. JODOH.
4. TOPO.
5. TINARI.
6. PADU.
7. SUJANAN.
8. PESTHI.
9. PEGAT.
10. RATU.
11. JODOH.
12. TOPO.
13. TINARI.
14. PADU.
15. SUJANAN.
16. PESTHI.
17. PEGAT.
18. RATU.
19. JODOH.
20. TOPO.
21. TINARI.
22. PADU.
23. SUJANAN.
24. PESTHI.
25. PEGAT.
26. RATU.
27. JODOH.
28. TOPO.
29. TINARI.
30. PADU.
31. SUJANAN.
32. PESTHI.
33. PEGAT.
34. RATU.
35. JODOH.
36. TOPO.




(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Jangan Risaukan Omongan Orang

 30 September 2017

JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.

Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.

Tak usah repot repot mau menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun, Karena yang menyukai mu tidak butuh itu, Dan yang membenci mu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi Siapa yang mau berbuat baik.
Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...

Namun Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan..
Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.

Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.

Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti kita.

Tugas kita adalah berbuat yang baik & benar Bukan menghakimi.

Memaafkan adalah memaafkan tanpa tapi..

Menghargai adalah menghargai tanpa tapi..

Jangan pakai hukum sebab akibat untuk membenarkan amarahmu..

Karena jika kita baik, amarah tak tumbuh subur

*semangat( selamat menebar kebaikan)



(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Gundul-Gundul Pacul


GUNDUL-GUNDUL PACUL

Gundul-gundul pacul..cul, gemelelengan
Nyunggi-nyunggi wakul...kul, gemelelengan
Wakul ngglimpang, segane dadi sakratan
Wakul ngglimpang, segane dadi sakratan

Syair tembang dolanan Gundul-gundul Pacul apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.

‘Kepala botak tanpa rambut ibarat cangkul , besar kepala (sombong, angkuh)’
‘Membawa bakul, dengan gayanya yang besar kepala (sombong, angkuh)’
‘Bakulnya jatuh, nasinya tumpah berantakan di jalan tidak bermanfaat lagi’
Dari syair tembang dolanan Gundul-gundul Pacul menggambarkan seorang anak yang gundul, nakal, bandel, angkuh, dan tidak bertanggung jawab.

Dia tidak dapat membedakan hal-hal yang baik dan buruk. Dia beranggapan bahwa dirinya orang yang paling benar, paling bisa, dan paling pintar, sehingga dia bersikap gembelelengan, sombong, dan tak tahu diri. Apabila dipercaya untuk memegang amanah yang menyangkut kehidupan orang banyak, dia tetap bersikap tidak peduli.

Akibat dari kesombongan dan keangkuhannya itu maka kesejahteraan dan keadilan yang semestinya berhasil akhirnya menjadi hancur berantakan.

Dari syair tembang tersebut mengandung makna tidak boleh sombong, dalam hal ini terlihat bahwa orang yang sombong, angkuh, dan ceroboh akan membawa kehancuran dan kegagalan, maka dari itu jika engkau menjadi seorang pemimpin yang diberi amanah dan tanggung jawab hendaknya peganglah dan jalankan amanah itu sebaik-baiknya agar membawa kesejahteraan dan keadilan sesuai harapan rakyat yang dipimpinnya.


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Babagan Dulur Patang Perkoro

 28 September 2017 ·

BABAGAN SEDULUR PETANG PERKARA.

sakabeh ira raga panguripan yekti ambutuhake wujut ira rejeki ingkang yekti kawengku dene ibu bumi,kaatur dene sedulur catur:ALUAMAH.AMARAH.SUPIAH.MUTMAINAH.ingkang yekti dunung ira ana NAPSU ira pribadi,raga katilar napsu ingkang den uja,yekti murka watak ira ANGKARA.

Pengendali nira napsu,dunung ira ana ATI SUCI(SETIA HATI).ingkang asmanira kawengku dene GUSTI (bagus ing ati).yekti napsu manjalma dumadi nira SUKMO ingkang asmo:
-SUKMO LANGGENG
-SUKMO LUHUR
-SUKMO SEJATI
-SUKMO NGLEMBARA


Yekti puniku aran ira sedulur petang perkara.ingkang yekti PAPAN IRA ANA KEBLAT PAPAT KALIMA PANCER SIRA LENGGAHI.


ingkang yekti kinaryo dadi pona kawan ira urip sejati-sejatine urip.



(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Mengapa Orang Baik Sering Tersakiti ?

 28 September 2017


MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?
Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yg ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

MENGAPA ORANG BAIK ACAP DINISTA?
Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yg memulai perkara.

MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?
Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa Allah akan mengganti kesabarannya.

NAMUN ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA.
Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah menggiringnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-NYA

Itu sebabnya orang baik tak memiliki almari dendam dalam kalbunya.
Jika kau buka laci2 di hatinya, akan kau temukan hanya Cinta yg dimilikinya.

"Saudara2ku, engkau pasti ORANG YG BAIK itu...."

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Makna Tembang Lir-Ilir

 28 September 2017 ·

Makna tembang Lir ilir dan
( Sunan Kalijaga )

*Makna Dibalik Tembang Lir-ilir Sunan Kalijaga

Tembang ini diawali dengan Lir-ilir yang artinya bangunlah, bangunlah atau bisa diartikan sadarlah. Dalam hal ini kita diminta bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Allah SWT dalam diri kita, karena itu digambarkan dengan Tandure wus sumilir atau tanaman mulai bersemi dan pohon-pohon yang mulai menghijau bagaikan Tak ijo royo-royo.

Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing, apakah mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita itu mati. Atau kita bangun dan terus berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar yang kemudian kita akan mendapatkan kebahagian seperti bahagianya ‘pengantin baru’ atau Tak sengguh temanten anyar.

Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok ‘Cah angon’? Bukan ‘Pak Jendral’ , ‘Pak Presiden’ atau yang lain? Mengapa dipilih ‘Cah angon’? Cah angon disini maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu ‘menggembalakan’ makmumnya dijalan yang benar. Karena kita telah diberi sesuatu oleh Allah SWT untuk kita gembalakan yaitu ‘hati’. Bisakah kita gembalakan hati kita ini dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya.

Si anak gembala diminta untuk memanjat pohon belimbing atau Penekno blimbing kuwi yang notabene buah belimbing itu berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi belimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah belimbing yang menggambarkan Rukun Islam yang merupakan dasar dari agama Islam.

Pohon belimbing itu memang licin dan meskipun dalam keadaan susah untuk melaksanakannya, kita harus bisa memanjatnya sekuat tenaga yang artinya kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya bagaikan Lunyu-lunyu penekno. Lalu gunanya untuk apa? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita atau Kanggo mbasuh dodotiro yang bermakna bahwa pakaian itu ibarat taqwa dan pakaian taqwa inilah yang harus di bersihkan.

Dodotiro yang berarti adalah pakaian taqwa kita memang harus di bersihkan, yang jelek-jelek harus kita singkirkan dan kita tinggalkan. Namun sebagai manusia biasa pakaian taqwa itu terkadang rusak atau terkoyak-koyak seperti Kumitir bedah ing pinggir sehingga perlu perbaikan untuk menjahitnya dan dibenahi kembali bagaikan Dondomono jlumatono agar menjadi pakaian yang indah, karena sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian taqwa pada diri kita. Kanggo sebo mengko sore atau untuk menghadapi nanti sore, kata ini mempunyai makna bahwa suatu saat kita semua pasti akan mati, karena itu kita selalu diminta untuk memperbaiki pakaian taqwa kita, agar kelak kita siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Allah SWT.

Mumpung padhang rembulane, Mumpung jembar kalangane atau mumpung rembulan bersinar terang dan mumpung masih banyak waktu luang, kata-kata ini mengandung arti bahwa ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, dan ketika masih banyak kesempatan karena diberi umur yang masih menempel pada hayat kita maka pergunakanlah waktu dan kesempatan itu untuk bisa memperbaiki diri agar senantiasa selalu bertaqwa kepada Allah SWT.

Selanjutnya pada lirik Yo surako surak iyo atau bersoraklah dengan sorakan iya untuk menyambut seruan ini dengan sorak sorai (bergembira), artinya ketika kita masih sehat dan mempunyai waktu luang. Jika ada yang mengingatkan, maka jawablah dengan ‘Iya’. Sambutlah seruan tersebut dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)

*Dari uraian diatas dapat kita lihat bagaimana Sunan Kalijaga secara jenius menerjemahkan ajaran Islam dalam rangkaian syair dan tembang pendek yang memiliki makna mendalam mengenai perlunya seseorang dalam memperhatikan hidup kita selama di dunia ini. Jangan hanya berorientasi pada keduniawian melainkan berorientasi pada kehidupan dalam alam kekekalan yaitu akhirat. Sehingga kehidupan dunia dan akhirat harus seimbang.

*Sunan Kalijaga mengingatkan bahwa kita mempunyai pertanggungjawaban pribadi kepada Tuhan, karena semua perbuatan kita akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Sunan Kalijaga menawarkan Islam sebagai jalan dan bekal untuk menghadapi kematian dan pertanggungjawaban akhir. Dengan berbekal mengenai keislaman dengan Rukun Islamnya yaitu sahadat, sholat, zakat, puasa, haji dan senantiasa melaksanakan semua perinyahNya dan menjauhi semua laranganNya untuk mendapatkan kehidupan yang baik diakhirat nanti.


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart  www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Lagu Cublak-Cublak Suweng

 28 September 2017 ·

♪Cublak-cublak Suweng♪

"Cublak -cublak suweng
Suwenge teng gelenter
Mambu ketundhung gudel
Pak empo lera lere
Sopo ngguyu ndhelikake
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong"


1. Cublak-cublak suweng,
Cublak Suweng = tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Jadi, Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.

2. Suwenge teng gelenter,
Suwenge Teng Gelenter = suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

3. Mambu ketundhung gudel,
Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau).
Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.

4. Pak empo lera-lere,
Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

5. Sopo ngguyu ndhelikake,
Sopo ngguyu (siapa tertawa) N
dhelikake (dia yg menyembunyikan). menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum-sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.

6. Sir-sir pong dele kopong,
Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk sampai kepada Tempat Harta Sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari kecintaan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya / hati nuraninya.

Kesimpulanya adalah..
Untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu tetapi semuanya kembali ke hati nurani yang bersih. Tidak dipengaruhi hawa nafsu.. Dengan hati nurani akan lebih mudah menemukannya, tidak tersesat jalan hingga lupa akan akhirat.

*Kanjeng Sunan Giri*
Islam di selami, jowo digowo..


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Ngelmu Kasampurnan


 27 September 2017

NGELMU KASAMPURNAN
*****************************

SANGKAN PARANING DUMADI 

RASA ASIH MRING GUSTI MERUPAKAN KERINDUAN INSAN KEPADA ASALNYA..MANUNGALING ING SIT ADALAH AMBANG PINTU UNTUK MANUNGGALING KARSA ,JUMBUHING MANUNGGALING KAWULO GUSTI ADALAH MANUNGALING KARSA,KEHENDAK MANUSIA TIDAK LAGI BISA DIBEDAKAN DENGAN KARSANING GUSTI .JUMBUH ADALAH HENANG DIDALAM JUMBUH KAWULO ABDI ADALAH WENANG...

KEHIDUPAN ROHANI ADALAH SOAL PRIBADI,untuk mempertahankan itu tiap manusia dikurniai kehendak yang bebas dari paksaan,karena pertanggungan jawab kepada GUSTI Tentang laku perbuatan manusia adalah juga soal pribadi antara Umat dan GUSTI ,tidak ada manusia dapat membantu ikut mempertanggung -jawabkan laku perbuatan orang lain.

Pangkal dari ngelmu bukanlah kehendak manusia ,tetapi penyerahan diri manusia terhadap ARTI KEHIDUPAN.
ngelmu bukan doktrin,ngelmu bukan merupakan suatu bentuk kebaktian umum,tumungkuling jiwa kepada GUSTI -Yang tumbuh dari ngelmu dinamakan -KAWULO-GUSTI.
-KAWULO-GUSTI-Adalah soal pribadi manusia terhadap GUSTI.dari ngelmu tidak dapat suatu bentuk kebaktian yang sama berdasarkan doktrin,Memang tidak ada NGELMU yang sama dan tidak ada KAWULO -GUSTI-yang bisa di organisasi.

Keheningan yang sejati adalah terang rohani dalam SEMU,Dengan NING Maka kita bisa mengerti sesuatu tanpa Memikir dan Tanpa merasa.
Walaupun demikian Keheningan dalam semu bukannya merupakan kemampuan yang MAWANA dengan sekali sempurna ..

Segala sesuatu dalam SEMU..adalah pengalaman yang oleh Aku-Suto belum pernah dialami.
Kalau kita memang anggugu ing semu agar kita bisa MANDIRENG PRIBADI.. Tidak tergantung kepada apapun dan tidak tergantung kepada siapapun ,itulah dewasa rohani.
karena itu semu adalah katon,dan semu adalah maton,siapa anggugu ing semu mbayu mili manuto kang nyoto lan ono,menerima adanya seperti adanya,lepas dari aku dan kamu.lepas dari dulu dan besok adalah anggugu ing semu,itulah kesederhanaan yang tidak bisa di tuju,dan kesunyian yang tidak bisa di buat,

Menuju sesuatu itu tentu berpangkal dari aku,ingsun tidak memiliki kebutuhan yang berpangkal dari nafsu hangganya.ingsun hanya anggugu ing semu menghidupi KARSA.Disini dan sekarang lepas dari waktu dan ruang adalah KEJATEN.

Disini lukar dari dunung dan sekarang lukar dari waktu adalah KARSA yang MAWANA.Rohaniwan yang sudah bisa mangana dalam SEMU,maka anggugu adalah satu satunya pandangan rohaninya,
kita tidak bisa menjadi pura bapak-ibu yang berkenan, kalau kita tidak anggugu kepada ssemua kehendak bapak dan ibu,anggugu adalah sikap anak terhadap orang tuannya..Demikian pulalah para rohaniwan yang telah mampu lukar dari BUSANA JALMI.

Dengan INGSUN dalam NING maka mereka menjadi kanak kanak yang bisa percaya YA dan menggantungkan segala sesuatu kepada KANG MURBENG DUMADI.akibat lukar dari busana jalmi jadi bukannya suatu status yang hampa pengertian.tetapi suatu pertumbuhan diri dalam kemurnian dan kesederhanaan.

anggugu minta disadari dan ditrima oleh Para abdi SEMU ,karena anggugu bersifa khas untuk masing masing abdi,anggugu,sebagai pandangan rohani adalah khas sesuai dengan watak sifatserta ciri pembawaan setiap abdi semu

Rohaniwan SEMU tidak lagi egoistis,karena kehampaan dari nafsu keakuan sudah bisa dilampaui .bebas dari kebutuhan yang berpangkal dari aku -suto adalah syarat mutlak untuk bisa anggugu ing SEMU.Percaya YA adalah percaya dengan SUMARAH ING KAREP,dan SUMELEH ING PAMIKIR.

Percaya YA adalah sederhana sebagai pemikiran ,tetapi kesederhanaan dalam percaya YA itu bukan merupakan kesederhanaan yang di tuju,percaya YA adlah satu satunya bentuk kepercayaan yang benar dalam rangka SANGKAN PARANING DUMADI.
sek nyruput wedhang

ngene IKI aku kok kelingan slirane terus yo...hm yo wes iki aku lagi mulang bibit dumadi dewe..kang clumorot kadyo syang hyang NURCAHYO..ing ......hm..RIRIS TANGIS ARANMU KUMOLAH GEDONGMU,LAYAR PUTIH SEGARAMU.NURMANI BANYUMU.KADUNUNGAN AKSORO DJO KANG SINEBUT NUKAT GHAIB.WULAN IKI MANCIK GANEP SEPISAN WULAN YUSWAMU.

pertumbuhan dari rasa percya YA dalam semu akan menemukan klimaksnya.kalau kita dalam rasa percaya YA sudah bisa bebas dari rasa sayang ,bebas dari rasa sayang akan segala sesuatu yangada diluar dan di dalam diri kita ,pertumbuhan dari rasa percaya menjadi rasa percaya YA ini kita hayati pertama tama dalam penyesuaian diri,INGSUN yang karna kurnia baru mampu melewati kekosongan AKU-nya harus menyesuaikan diri dengan pandangan dan pengalaman baru dalam semu,Kasunyatan dalam semu hendaknya bisa kita sadari ,agar kita mempunyai pengertian yang wajar tentang anggugu .
Bebandan rasa sudah bisa dilalui WANGKIT-nya,didalam NING maka kita mulai mampu menghayati RASA PERCAYA YA.percaya YA jadi bisa kita anggap sebagai dasar untuk anggugu ing SEMU.Tanpa percaya YA tidak bisa ada anggugu ,karena emoh anggugu berarti ada sisa rasa pembinaan rasa keakuan.anggugu ing semu tidak bisa di emohi,didalam anggugu tidak terdapat rasa WAS,Kalau dalam anggugu masih timbul rasa canggung ,maka itu merupakan pembawaan kita sendiri ,raga kita minta waktu untuk bisa menyesuaikan diri .

Kita harus rela lukar dari busana JALMI,agar mampu ngrasuk busana JATI mulai masa ini hendaknya kita membuka hati untuk bisa menyadari arti kata CINTA atau SAYANG,Sebab didalam rasa cinta atau sayang akan banyak kita temukan pangkal bebandan ,ing WANGKIT RASA DAN WANGKIT PAMIKIR tumbuhlah NING,Klau kita karena kurnia bisa lukar dari BUSANA JALMI dan mampu ngrasuk BUSANA JATI maka kita akan menghayati SEMU diluar kedirian kita.kita menghidupi suatu kahanan yang berbeda,dan demikian pula kita mengalami perubahan dalam pandangan ROHANI .Di dalam NING kita bisa menerima anggugu,

Dan anggugu sebagai pandangan rohani dan sikap hidup hendaknya kita mengerti dan kita GUGU ,Agar kita bisa lukar dari bebandan rasa sayang,Pada masa ini rasa sayang juga menempati peranan penting dalam anggugu yang minta kesadaran dan kerelaan hati untuk bisa menerima pengertian tentang kebebasannya,lukar dari rasa asih atau sayang tdak bisa terjadi dengan sekaligus ,walaupun dengan dan karena anggugu, di dalam SEMU manusia sebagai DUMADI Masih belum lukar dari kelemahannya.ROHANIWAN ngelmu tidak bisa anggege mangsa,segala sesuatu memang minta banyak pengertian dan kesediaan hati ..
karena itu hendaknya kita waspada agar; jangan sampai anggege mangsa,tetapi jangan sampai tak acuh,jangan sampai terlalu berani,tetapi jangan sampai bersifat takut,jangan sampai mengatakan mustahil,tetapi jangan sampai memandang mudah,jangan sampai merasa bisa,tetapi jangan sampai merasa tidak mampu.menerima pengertian tentang sesuatu tanpa memikir dan merasa itu adalah khayal bagi kawerh dan ngelmu yang bukanmerupakan NGELMU KASAMPURNAN,Tetapai didalam daya ghaib GUSTI Segala sesuatu bisa terjadi.

Memang kemapuan kaweruhdan kemampuan ngelmu itu tidak mampu melampaui WANGKIT-NYA.Manusia itu tidak bisa mengerti sesuatu dengan tidak memakai pemikiran atau gagasannya,pengertian tentang semu baru ada dalam diri manusia kalu kita bisa lukar dari BUSAN JALMI yaitu kemampuan untuk MERASA,Hanya dalam kehheningan yangg sejati kita bisa menyadari bahwa semu itu KATON DAN MATON,Hanya dalam NING Kita bisa anggugu ing semu,lukar dari bebandan bebrayan hendaknya kita renungkan dan kita dalami,sebab di dalam benar tidaknya kita anggugu ing semu pada masa ini letak kemungkinan kita bisa lukar sebagai warga bebrayan dan menjadi warga KEHIDUPAN dalam tata KAHANAN,dan semua itu hanya bisa kita capai dengan ANGGUGU ING SEMU.

JUMBUH DAN RACUT adalah satunggal,karena JUMBUH DAN RACUT adalah MANUNGGAL.Tidak ada RACUT tanpa JUMBUH dan tidak ada JUMBUH tanpa RACUT..Inilah KAWULO GUSTI dan Inilah pula SANGKAN PARANING DUMADI.. MANUNGSO-KAWULO karena kurnia mampu manunggal dengan GUSTINYA..inilah NGELMU dan SEMU.AGAMA ABDI AGAMA KAWULO.

SUWUNG HAMENGKU ONO..WUJUD KANG SEJATI SUWUNG ANANE..ANANE WUJUD KANG SEJATI YO AMUNG SUWUNG..MILO KASEBAT SUWUNG HAMENGKU ONO...UTOWO AWUJUD

HAMUNG KASUWUNGAN KANG ISO MADAHI JAGAD SAK ISINE.


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Benar dan Pandai

 25 September 2017

*"BENAR DAN PANDAI"* 

*( _Bener lan pinter_ dalam pemaknaan budaya Jawa )*

Dalam khasanah budaya Jawa ada 3 tingkatan kepandaian seseorang, yaitu : *pinter*, *wasis*, dan
*waskito*.
*Pinter* / *wasis* dan *waskito* berada dalam sebuah pendulum pandai dan _futurist_

Perbincangan tentang *wasis* salah satunya terlihat dari ungkapan :
_*Ora kabèh wong pinter kuwi bener*_
*( Tidak semua orang pandai itu benar )*
_*Ora kabèh wong bener kuwi pinter*_
*( Tidak semua orang benar itu pintar )*
_*Akèh wong pinter ning ora bener*_
*( Banyak orang pintar tapi tidak benar )*
_*Akeh uga wong bener senajan ora pinter*_
*( Banyak juga orang benar meskipun tidak pandai )*
Budaya Jawa lebih menekankan pada bener dan pener
*_(benar dan tepat)_*.

Dan ini ciri orang yang *wasis*
Budaya Jawa lebih menekankan pada :
*_Tinimbang dadi wong pinter tapi ora bener_*, _*luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter*_
*( Dari pada jadi orang pandai tapi tidak benar, lebih baik menjadi orang benar meskipun tidak pandai )*

Budaya Jawa lebih menekankan pentingnya kebenaran dibanding kepandaian.
_*Minterna wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mBeneraké wong pinter*_
*( Membuat pandai orang benar itu lebih mudah dibanding membuat benar orang pandai )*
Sebab:
*_mBeneraké wong pinter..kuwi mbutuhké beningé ati …_*
*( Membuat benar orang pandai membutuhkan beningnya hati )*

Konsep ini menarik dalam kaitannya dengan _cognitive bias_. Dan kalau ditarik lebih dalam lagi adalah pemaknaan dari : *cipta, rasa, dan karsa*
_Lesson learning_ yang bisa kita dapatkan dari semua ini adalah :
*_Mulo dadi uwong iku ojo rumongso biso_*,
*_ananging biso-o rumongso marang sak podho-podho_*
*( Untuk itu menjadi manusia itu jangan sok merasa bisa, tetapi bisalah kita merasakan terhadap sesama )*

Budaya Jawa sangat menekankan pada sikap berempati.


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Olah Roso

 24 September 2017

OLAH RASA

Dalam laku mempelajari olah rasa biasanya orang melakukannya dengan cara yang mirip dengan olah batin, yaitu banyak menyepi / tirakat, puasa, laku prihatin, meditasi, membaca amalan-amalan, dsb, bahkan sampai bertirakat di tempat-tempat yang wingit dan angker. Dalam kehidupan jaman sekarang cara-cara tersebut tidak praktis untuk dilakukan. Bila anda ingin mencoba mempelajarinya, ada beberapa cara praktis yang bisa anda lakukan tanpa perlu banyak mengganggu aktivitas anda sehari-hari sbb :

1. Menyepi.
Pengertian menyepi ini bukan berarti anda harus pergi menyepi ke tempat-tempat sepi di gunung, di tempat-tempat angker, dsb. Cukup anda luangkan waktu untuk berdiam diri, di rumah, di kantor atau dimanapun anda berada, untuk merasakan suasana batin anda (lebih baik bila dilakukan di tempat terbuka pada malam hari). Biarkan ide dan ilham mengalir dalam pikiran anda. Perhatikan, mungkin akan ada ide-ide tertentu atau jawaban-jawaban dari masalah anda yang tidak terpikirkan sebelumnya (secara sederhana laku ini mirip seperti orang melamun / merenung).
Menyepi ini juga bisa anda lakukan di tempat yang ramai. Artinya anda belajar menemukan suasana sepi (hening) di dalam keramaian tanpa harus pergi keluar dari keramaian. Tujuan dari menyepi ini adalah untuk membiasakan diri menciptakan suasana hening di dalam rasa dan pikiran, untuk belajar mengendorkan pikiran dan perasaan, dan belajar memisahkan pikiran dengan perasaan, sebagai dasar untuk peka rasa dan batin dan untuk memperhatikan munculnya ide / ilham, dsb, yang mengalir dari batin anda sendiri, dan untuk belajar tidak terbawa suasana untuk bisa mengendalikan diri (mengendalikan emosi, pikiran dan perasaan).

2. Peka suasana batin.
Belajar peka terhadap bisikan-bisikan hati dan nurani, firasat, dsb. Jangan mengabaikan bisikan hati dan firasat, tetapi juga jangan mengada-ada, jangan ber-ilusi. Peka terhadap ilham yang mengalir di dalam pikiran dan rasa. Kalau bisa, carilah sumbernya darimana ilham itu berasal.
Cara ini bermanfaat untuk "mendengarkan" mengalirnya ide dan ilham yang dapat bermanfaat untuk membantu pemecahan masalah-masalah yang sedang anda hadapi, atau informasi tentang kondisi keluarga anda, dsb, yang sebelumnya anda tidak tahu atau sebelumnya tidak terpikirkan.

3. Peka suasana alam.
Belajar peka terhadap suasana alam di manapun anda berada. Cobalah sesekali pergi ke tempat yang wingit atau angker, bisa juga di pasar atau mall. Di tempat itu berdiam dirilah sejenak. Rasakan suasana kegaiban di tempat tersebut. Bila merasakan keberadaan sesuatu roh halus atau energi gaib, dengan getaran rasa di dada atau dengan merasakan getarannya di telapak tangan, cobalah tentukan dimana posisinya berada. Kalau bisa coba rasakan / bayangkan seperti apa sosok wujudnya.
Cara-cara di atas berguna untuk melatih kepekaan rasa dan ketajaman insting / naluri.

Bila anda sudah dapat merasakan suasana alam di suatu tempat, mungkin anda juga akan dapat merasakan bila ada sesuatu yang mengancam, dimana pun anda berada, misalnya ada mahluk halus atau binatang berbahaya, atau ada orang jahat yang sedang mengincar anda, dsb, akan menambah kebijaksanaan anda untuk bersikap hati-hati tidak sembrono di tempat-tempat yang "sensitif" dan rawan bahaya, atau anda juga akan dapat merasakan sesuatu kejadian yang akan terjadi di suatu tempat (misalnya di rumah anda, mungkin anda akan bisa merasakan bila akan ada anggota keluarga yang akan mengalami musibah, akan ada kebakaran, dsb).

Ke 3 cara di atas adalah contoh-contoh cara untuk anda "masuk" ke dalam diri anda sendiri dan belajar mendengarkan aliran ide dan ilham dan belajar tanggap firasat, dapat diterapkan bukan hanya di tempat sepi, tetapi juga di tempat ramai, di manapun anda sedang berada, tidak perlu banyak membuang ongkos, tenaga dan waktu. Bila anda sudah terbiasa melakukan ke 3 cara di atas, berarti anda sudah melakukan olah rasa dan dasar-dasar kebatinan. Belajarlah untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari anda dalam berbagai bidang. Rasa / feeling / intuisi anda akan lebih tajam, dapat mengkira-kira hasil (berhasil-tidaknya) dari sesuatu yang anda lakukan, atau merasakan sesuatu kejadian (baik atau buruk) yang akan terjadi, dan akan lebih mudah mendapatkan ide-ide / ilham atas jawaban permasalahan yang sedang anda hadapi.

Dalam semua proses meditasi dan perenungan usahakan supaya tidak mengedepankan pikiran. Biarkan ide / ilham / bisikan gaib mengalir sampai lengkap, jangan bereaksi dengan berpikir yang dapat menyebabkan aliran ide / ilham itu terputus.

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, apalagi dalam kehidupan modern ini, rasa dan firasat seringkali diabaikan. Namun bila seseorang memperhatikan rasa dan firasatnya, ia sendiri yang akan mendapatkan manfaatnya. Rasa dan firasat seringkali muncul berupa perlambang rasa. Misalnya, seseorang yang akan bepergian ke luar kota, karena merasa tidak enak hati kemudian membatalkan keberangkatannya. Ternyata kemudian ia mendapatkan berita bahwa kendaraan yang seharusnya ditumpanginya mengalami kecelakaan. Untunglah dia tidak jadi berangkat. Apakah ini kebetulan saja ?
Mungkin kita tidak akan terburu-buru berangkat kerja, walaupun sudah terlambat / kesiangan, seandainya saja sebelumnya kita tahu atau dapat merasakan bahwa pada hari itu ada anggota keluarga kita yang akan mengalami musibah.

Kadangkala mungkin kita "merasa" mengalami suatu kejadian yang persis sama seperti yang dahulu sudah pernah terjadi. Tetapi kita tidak tahu kejadian yang dahulu itu apakah itu kejadian nyata ataukah kejadian di dalam mimpi. Biasanya kejadian yang dahulu itu adalah kejadian di dalam mimpi. Sedulur Papat kita sendiri yang memberikan mimpi tersebut. Kita saja yang tidak tanggap.
Kadangkala kita melamun atau ilham mengalir begitu saja, hanya kita saja yang tahu, atau mungkin secara spontan kita mengucapkan sesuatu tanpa dipikir dahulu, tentang sesuatu kejadian yang akan datang atau tentang seseorang (biasanya seorang tokoh manusia) yang akan mengucapkan / berbuat sesuatu, dan ternyata kemudian kejadian tersebut benar-benar terjadi. Dalam hal ini, Sedulur Papat kitalah (atau khodam) yang memberitahukan hal tersebut. Sayang sekali kalau kita tidak mengasah kedekatan dengan para sedulur tersebut. Kepekaan (rasa) itu merupakan suatu potensi besar kemampuan kebatinan yang sayang sekali jika tidak diasah dengan benar. Mungkin potensi untuk bisa meramal, atau merasakan suatu kejadian yang akan terjadi, atau potensi kemampuan mengobati / menyembuhkan, dsb, akan dilewatkan begitu saja.

Kepekaan rasa / insting seringkali sangat berguna sebagai alat radar kita untuk deteksi / peringatan awal, jangan sampai kita terlena / lengah ketika merasakan sesuatu yang berbahaya. Jangan sampai kita masuk ke dalam kesulitan tanpa sebelumnya menangkap peringatan apa-apa.

Beberapa tanda yang bila dilatih / dipertajam akan menjadi suatu potensi kemampuan tersendiri :
- merasa tahu apa yang akan dikatakan seseorang saat mendengarkan seseorang sedang berbicara.
- cepat mengenal kepribadian terdalam seseorang walaupun baru kenal.
- banyak ilham tentang kejadian yang akan terjadi (kejadiannya kemudian benar-benar terjadi).
- mengenal firasat, atau bisa membedakan suatu kejadian yang merupakan tanda dari akan terjadinya
kejadian lain entah baik atau buruk. Dan ketika kejadian itu terjadi ia tahu bahwa sebelumnya ia sudah menerima tanda tentang akan terjadinya kejadian itu.

Kemampuan-kemampuan di atas, jika sudah terlatih, sering disebut sebagai daya linuwih yang merupakan dasar-dasar dari kemampuan seseorang yang waskita.

Kemampuan-kemampuan di atas dapat juga terjadi karena seseorang berkhodam atau dirinya ketempatan mahluk halus. Dalam hal ini orangnya merasa peka rasa atau merasa mendapat banyak ilham karena mahluk halus yang bersamanya itu memberitahunya dalam bentuk bisikan gaib dan rasa. Bila kemampuan peka rasa atas bisikan-bisikan gaib itu juga sudah terlatih orang itu dapat juga menjadi waskita.

Intinya adalah kepekaan rasa.
Sesudah itu tinggal kemampuan orangnya sendiri untuk mendayagunakannya.
Untuk tahap awal belajarnya yang harus kita latih adalah belajar untuk bisa hening dan "memperhatikan".

Untuk belajar peka rasa dan firasat kita harus belajar hening dan memperhatikan, belajar merasakan adanya tanda rasa di dada tentang suatu kejadian yang akan terjadi dan belajar mendengarkan bisikan gaib / ilham yang mengalir di benak / pikiran kita mengenai informasi kejadian yang akan terjadi.
Untuk belajar melihat gaib kita harus belajar hening dan memperhatikan gambaran gaib yang muncul di benak / pikiran kita.

Untuk belajar berkomunikasi dengan gaib kita harus belajar hening dan memperhatikan / mendengarkan bisikan gaib yang mengalir di benak / pikiran kita. Kita harus fokus memperhatikan bisikan gaib yang asalnya dari gaib yang kita sedang berkomunikasi, bukan asal ada bisikan gaib.



(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Monggo Di Udari

 
MONGGO DI UDARI
#########


ONGKO 0 = nol ,tegese nunjuk ake yen kosong,lungguhe ono bocah cilik isih kosong durung duweni kaweruh/pangerten opo opo/wang -wung.

ONGKO 1 = SIJI , tegese soko tembung isi lan aji (isine aji) dudu ajine mas picis rojo brono.nanging ajine DIRI PRIBADI, dununge wong kang becik diri pribadine bakal di aji 2 karo sak podo padane mulo siji lungguhe ono ing GUSTI soko tembung BAGUSING ATI sing mujudake ongko siji (1) iku ongko 0 (nol) utowo ujude ongko siji iku soko ongko nol.

ONGKO 2 = (LORO), dununge ono bopo lan biyung,lungguhe isi donyo iku loro cacahe,ono bungah ono susah,ono rogo ono sukmo,ono awan ono bengi,ono lanang ono wadon..lan sakteruse.

ONGKO 3 = (TELU) dununge manungso duwe sifat telung prakoro, URIP,ROSO,ROGO/GOLEK.NYEKEK,MATEK,tumrap bebrayan BOPO,IBU , ANAK.
ONGKO 4= (PAPAT) , dununge.manungso due sedulur papat,
1. mutmainah rupane putih-banyu.
2.amarah rupane abang- getih.
3. supiah rupane kuning-angin.
4.aluamah rupane ireng- lemah.
yen ono petungan keno ugo keblat papat.

ONGKO 5-(LIMO) dununge ono keblat papat limo pancer/lungguhe yen ono toto lahir ono ing ZISIM lan sing mikul pendoso.

ONGKO 6=(NEM) soko tembung= nemu dununge ono sedulur papat limo pancer 6,ono ing ayang2an ,
toto lahir ono ing wetan,kidul,kulon ,lor,duwur lan ngisor.

ONGKO 7 =(PITU) lungguhe ono dino akad,senin,seloso,rebo,kamis,jum'at,sabtu /onone kulit,daging,balung,sungsum,otot,lan getih.

ONGKO 8 =(WOLU) tegese ojo uwal marang barang kang sing perlu ,tamtunipun tindak ingkang sae sampun ngatos lirwa ake ,lungguhe ono SEWINDHU 8 wolong tahun (WALI WOLU).

ONGKO 9- (SONGO) iku pangertene bayi iku topo ono guwo garbane ibu suwene 9 sasi (umumipun),
lungguhe ono ing wali wolu songo tinari/tinutup.

ONGKO 10=(SEPULUH) dumadi soko ongko 1 lan 0...ongko iki wis paring sasmito marang manungso yoiku kumpule kawulo lan gusti,kang diarani SILIH -SINILIHAN.tegese= urip yen ora nyilih/nganggo ROGO biso mobah mosik kasampar kasandung prasasat tanpo aji.semono ugo ROGO yen wis dioncati dening URIP yo yo wis ora mobah mosik,tanpo aji,terange maneh,ongko 1,(siji) yen ora nganggo ongko nol (0) ora biso muni ongko sepuluh.

ONGKO 11=(SEWELAS) dumadine ongko sewelas paring pasemon marang kito naliko bopo lan biyung dadi temanten di jejerake/di temok ake.

ONGKO 12 =(RO LAS) 1.SIJI tegese URIP 2. tegese lanang /wadon yo bopo yo biyung pangertene 12 (rong elas) UTOWO RONG IJI / URIP 1 SIJI ngerong ono / manggon ono wong 2 (loro)yo bopo biyung.

Ongko 13= (telulas) tegese URIP iku nguripi telung prakoro, dununge
1.nguripi manungso.
2. nguripi kewan2.
3.nguripi wit witan lan jagad sak isine.

ONGKO 14=(PAT BELAS) tegese URIP IKU NGURIPI PATANG PRAKORO.
1.NGURIPI BANYU.
2.NGURIPI GENI.
3. NGURIPI ANGIN.
4.NGURIPI LEMAH.

ONGKO 15=(LIMOLAS) tegese URIP NGURIPI LIMANG PRAKORO.
1.NGURIPI KUPING.(PANGRUNGU)
2.NGURIPI MRIPAT.(PANDELENG)
3.NGURIPI IRUNG.(PANGAMBU)
4.NGURIPI CANGKEM/LAMBE (PANGRAOS)
5.NGURIPI ILAT(PENGECAP)

ONGKO 16=(ENEM BELAS) tegese URIP NGURIPI 6 PRAKORO.
1.NGURIPI MUTMAINAH
2.NGURIPI AMARAH.
3.NGURIPI SUPIAH
4.NGURIPI ALUAMAH
5.NGURIPI AYANG-AYANGAN
6. NGURIPI WUJUD GLEGER.

ONKO 17 = (PITULAS) tegese URIP NGURIPI 7 PRAKORO.
1.NGURIPI WULU
2.NGURIPI KULIT
3.NGURIPI DAGING.
4.NGURIPI BALUNG.
5. NGURIPI SUNGSUM.
6. NGURIPI OTOT.
7. NGURIPI GETIH.

ONGKO 18 -(WOLU LAS) tegese URIP IKU NGURIPI WALI 8 KAJOBO NGURIPI ROGONE UGO NGURIPI KALUHURANE/ASMANE. contone... nganti sak iki isi NGGONDO ARUM KALUHURANE LAN ASMANE.
buktine nganti sak iki akeh wong kang podo sujud sumungkem ono ing PASAREANE. koyo ngono iku contone yen titah iku biso ngemong marang URIP KANG SEJATI.

ONGKO 19 = ( SONGO LAS) ateges URIP IKU NGURIPI 9 PRAKORO.
1.NGURIPI KUPING............. 2.(LORO).
2.NGURIPI MRIPAT............. 2 (LORO)
3.NGURIPI BOLONGAN IRUNG 2 (LORO)
4.NGURIPI LESAN ...............1 (SIJI)
5.NGURIPI DUBUR.............. 1 (SIJI)
6. NGURIPI WADI............... 1 (SIJI).
.------------
JUMLAH...........9 (SONGO)

ONGKO 20 =(RONG PULUH?YO SIFAT RONG PULUH
tegese.. URIP IKU NGERONG ONO BOPO LAN BIYUNG WONG LORO KANGGO NGERONG URIP 1 (SIJI) DADI LORO LORONING ATUNGGAL TOTO LAIR ONO ING KONO MULO IKU JEJERE MANUNGSO KENO DI ARANI (SASTRO JENDRO YUNINGRAT) .
(SASTRO JENDRO YUNINGRAT)

tegese TULISING GUSTI KANG CETHO DUMUNUNG ONO WUJUD ING MANUNGSO LANANG LAN WADON.MULO MANUNGSO BISANE NGGAYUH BUDI LUHUR/RAHAYUNING WIWITAN LAN PUNGKASAN,SENAJAN MANUNGSO IKU DIWENANG AKE DUWE KAREP NGGAYUH DONYO BRONO KUDU MANUT MARANG KRENTEG KE ATI KANG RESIK ,BISO O NGEMONG URIP KANG SUCI, NULI BISO SAMPURNO LAIR LAN BATHINE.


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Renungan Indah Hari ini


*_Renungan indah hari ini...._*

Hari berganti hari tanpa terasa._
_Usia kita semakin bertambah, namun serasa masih terus muda seperti dulu._
_Waktu terus berjalan._
_Dulu otot dan badan kita kencang, kini kendor._
_Dulu kita gagah, kini mulai renta._
_Dulu kita kuat, kini berangsur lemah._

_
Ingatlah kata-kata bijak :_
_• *Besi* itu kuat, tapi *api* dapat melelehkannya_.
_• *Api* itu kuat, tapi *air* mampu memadamkannya._
_• *Air* itu kuat, tapi *matahari* bisa menguapkannya._
_• *Matahari itu* kuat, tapi *awan* bisa menghalanginya._
_• *Awan* itu kuat, tapi *angin* mampu memindahkannya._
_• *Angin* itu kuat, tapi *manusia* mampu mengendalikannya dengan layar perahu._
_• *Manusia* itu kuat, tapi *dosa dan nafsu* duniawi dapat melemahkannya._
_• *Dosa* itu kuat, tapi *Iman* bisa mengatasinya._
_
Maka, yang terkuat adalah :_
_*IMAN* dan *KEBAIKAN*, karena TAK AKAN HILANG SETELAH *KEMATIAN* ..._
_Dan yang paling indah dalam hidup ini adalah :_
_- Saat kita pergi ada yang mendoakan._
_- Saat kita jauh ada yang merindukan._
_- Saat kita sedih_ ada yang _menghibur_.
_- Saat kita bertemu_ ada _senyum yang Indah._

_Tapi yang *terindah* dari segalanya adalah :_ _Ketika Tuhan masih berkenan memberikan_ _*NAFAS*_ _untuk kita hidup di hari ini & bisa bersilahturahmi, walaupun tidak bertatap muka tapi saya bersyukur dgn adanya (MEDSOS) ini kita bisa bertegur sapa saling menasehati dan saling berbagi......_

Tiada kata indah selain KATA MAAF
Atas semua yang kurang berkenan dihati selama
 Saling bertegur sapa...
_Mari kita senantiasa_ _*BERSYUKUR*_ kepada _*NYA*..._

*_Selamat menikmati hari menjelang tua kita, semoga Allaah merahmati, mridloi dan mengasihi kita._*
_Salam sehat dan_
_Tetap Semangat_
_Tugas Mulia berniat Ibadah_


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Roso Sejati

 22 September 2017


Roso Sejati

Ada SUARA yg tidak terdengar oleh Telinga, itulah SUARA HATI.*
*Ada BENTUK yg tidak terlihat oleh Mata,*
*itulah PIKIRAN.*


*Ada AROMA yg tidak tercium oleh Hidung, itulah KEBAJIKAN.*

*Ada RASA yg tidak terkecap oleh Lidah, itulah KETULUSAN.*

*Ada SENTUHAN yg tidak teraba oleh kulit, itulah KASIH SAYANG.*

*Ada KONDISI BATIN yang tidak terpikir oleh otak,*

*itulah KESADARAN.*

*ORANG YG KUAT adalah,*
**********************
_Orang yg DAPAT BERSERAH saat Kekuatiran datang._
_Orang yg DAPAT MENGENDALIKAN DIRI saat Amarah menyerang._
_Orang yg DAPAT BERSYUKUR disaat Kekecewaan tak kunjung reda._
_Orang yg DAPAT TERSENYUM pada saat Terluka._
_Orang yg DAPAT BANGKIT saat Terjatuh._

*JIKA DALAM HIDUP INI KITA SELALU,*

*_Memancarkan CINTA KASIH,_*
maka kita akan DiSAYANGI.

*_BERMURAH HATI,_* maka kitapun akan MURAH REJEKI.

*_BERWELAS ASIH,_* maka dimanapun kita akan TERLINDUNGI.

*JUJUR,*
maka kita akan menjadi orang yg DIPERCAYA.

*_RENDAH HATI,_*
maka kita akan menjadi orang yg DISEGANI.

*_SEMANGAT,_*
maka kita akan selalu MENGINSPIRASI.

*_BIJAKSANA,_*
maka kita akan banyak meraih SIMPATI.

*HIDUP ini SINGKAT*
Jangan digunakan untuk Berdebat dan menyebar kebencian.
Lebih baik jaga Martabat.
*agar Hidup menjadi Berkah*


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com



-Kayu Gung Susuhing Angin


Kayu Gung Susuhing Angin

Cerita ini hanya sepenggal dari satu lakon wayang berjudul Dewa Ruci. Untuk mendapatkan ‘rasa’ seperti yang diucapkan oleh Resi Durna itu, Bratasena harus mencari kayu gung susuhing angin (kayu besar sarangnya angin). Padahal kayu tersebut sebenarnya tidak ada, bahkan menurut Durna semua itu tidak jelas dan tidak artinya. Hal itu dilakukan hanya untuk mencelakakan Bratasena sebagai bagian dari skenario Kurawa. Tetapi Bratasena yang mempunyai watak polos tetap saja menjalankan apa yang diperintahkan gurunya itu.

Sekian lama mencari dengan niat tulus dan teguh di tengah hutan belantara Bratasena tidak mendapatkan apapun. Hingga akhirnya bertemu dengan dua raksasa besar yang mengganggu jalannya. Pertempuran antara Bratasena dan kedua raksasa tersebut tidak terhindarkan lagi. Sampai akhirnya kedua raksasa itu berubah wujud menjadi Batara Indra dan Batara Bayu. Ketulusan dan niat yang kuat itu ternyata berhasil ‘membebaskan’ kedua Batara tersebut dari hukumannya menjadi raksasa. Atas jasa itulah, Bratasena mendapatkan hadiah berupa cincin yang disebut Sesotya Mustika Manik Candrama.

Selain itu Bratasena juga mendapatkan penjelasan tentang apa yang dicarinya. Kayu gung susuhing angin ternyata hanya sebuah simbolisasi. Menurut Batara Indra, kayu berarti keinginan atau cita-cita; gung artinya besar; dan susuhing angin artinya pusatnya angin (pengatur angin). Lebih lengkap arti simbolisasi itu adalah keinginan atau cita-cita yang besar itu akan terlaksana jika disertai dengan pengaturan napas, heningnya pikiran, mengendapnya panca indera dan tenangnya rasa. Dalam era sekarang lebih berarti sebagai meditasi, tetapi tampaknya tidak bisa diartikan sementah itu.
Bratasena sendiri belum puas dengan penjelasan Batara Indra dan Batara Bayu tentang kayu gung susuhing angin tersebut. Tetapi karena kedua Batara merasa tidak berhak membuka dan memberitahu semua tentang hal tersebut maka keduanya hanya menyuruh Bratasena kembali ke Durna untuk bertanya.

Tirta Pawitra ing Samudra Minangkalbu
Kembali menemui Resi Durna, Bratasena menyampaikan bahwa dia sudah menemukan apa yang dimaksud dengan kayu gung susuhing angin. Sebagai buktinya dia mendapatkan cincin Sesotya Mustika Manik Candrama pemberian Batara Indra dan Batara Bayu. Sedikit kaget dan gembira (karena sebenarnya Durna sangat sayang pada Bratasena) Resi Durna memberikan ucapan selamat. Sayangnya untuk mencapai ilmu kautaman (keutamaan) hal itu saja tidak cukup. Bratasena masih harus mencari Tirta Pawitra ing Samudra Minangkalbu. Sarana yang dicari itu berada di tengah dan kedalaman samudera.
Sesampainya Bratasena di tepi samudera yang luas, keraguan dan ketakutan datang dalam dirinya. Sebagai manusia biasa, Bratasena mempunyai rasa itu. Apalagi samudera luas yang hendak diselaminya mempunyai gelombang ombak yang besar. Ditambah juga dengan halilintar dan geledek yang menyambar-nyambar tiada henti. Tekad yang kuat dalam diri Bratasenalah yang kemudian mendorongnya untuk tetap menceburkan diri ke dalam samudera itu. Setidaknya jika pun mati maka kematian sebagai manusia yang utama didapatnya, begitu pikir Bratasena.

Di tengah dan kedalaman samudera itulah ombak kian besar, tetapi karena sudah mempunyai cincin Sesotya Mustika Manik Candrama (pengikat tekad dengan doa) maka samudera itu menjadi sedemikian tenang. Ternyata setelah ketenangan itu, tiba-tiba datang ular besar (naga) yang menyerang Bratasena. Perkelahian tak terhindarkan. Sampai akhirnya ular tersebut mati terkena kuku Bratasena. Seiring kematian ular tersebut muncullah orang bertubuh kecil yang mirip sekali dengan Bratasena.

Dialah Dewa Ruci. Dewa Ruci kemudian bertanya apa yang dicari Bratasena di tengah samudera luas. Bratasena menjawab bahwa dia mencari Tirta Pawitra. Menurut Dewa Ruci, Tirta Pawitra adalah air suci yang berada di dalam hati Bratasena sendiri. Artinya hati yang tidak diikat (dikuasai) oleh hawa nafsu. Hal tersebut kemudian mewujud dalam bentuk Dewa Ruci yang tidak lain adalah Bratasena sendiri. Keberhasilan Bratasena mengatasi ombak besar dan ular besar merupakan pertanda Bratasena sudah bisa melepaskan diri dari ikatan hawa nafsu.

Sampai disitu kemudian Bratasena bertanya pada Dewa Ruci tentang cara mendapatkan ilmu kesempurnaan dan kebahagiaan kehidupan. Oleh Dewa Ruci, Bratasena diminta untuk masuk ke dalam tubuh Dewa Ruci. Beberapa saat kemudian Bratasena telah masuk ke dalam rahim suci (gua garba) Dewa Ruci. Gua garba merupakan tempat bayi yang masih suci, sehingga dapat dikatakan Bratasena telah menjadi manusia suci lahir dan batin (kembali).

Kesucian Bratasena itulah yang membuka jalan untuk dekat dengan Yang Maha Suci. Kedekatan yang dilukiskan sebagai ‘dekat tanpa bersenggolan, jauh tanpa jarak’. Ini merupakan keberhasilan membuka tabir untuk dekat dengan Gusti. Bratasena tiba-tiba merasakan kenikmatan yang tiada tara, berada di tempat yang luas tanpa batas dan tenteram tanpa kesedihan. Hal itu hanya dapat dilakukan dengan sembah (berserah) raga, sembah cipta, sembah rasa dan sembah jiwa.

Kenikmatan yang dirasakan oleh Bratasena membuatnya tidak mau untuk pergi, bahkan dia menginginkan untuk tetap tinggal selamanya di tempat tersebut. Untuk hal ini Dewa Ruci tidak mengizinkannya. Pertama, karena masih ada tugas yang harus diselesaikan Bratasena. Kedua, ibarat orang makan saat ini Bratasena sedang mencicipi saja; Kelak kalau sudah tiba saatnya akan mendapatkan ketenteraman yang berlimpah dan kekal. Seiring dengan keluarnya Bratasena dari tubuh Dewa Ruci, Dewa Ruci hilang dan menyatu dalam diri Bratasena.


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Kenapa Kepala Tidak Bisa Menoleh Kebelakang ?

 
 Kenapa Kepala Tidak Bisa Menoleh Kebelakang ?*
 
*Kenapa Kepala Kita Hanya Bisa Menoleh Kebawah, Kedepan, Keatas, Kekanan Dan Kekiri ? Kenapa Tidak Bisa Menoleh Kebelakang ?*

Sebuah pertanyaan sepele yang tidak pernah kita pertanyakan dan tidak pernah kita berusaha mencari tahu jawabannya.

Kenapa pertanyaan yang sepele seperti itu tidak pernah kita pertanyakan ?

Jawabannya karena kita tidak pernah berusaha belajar membaca yang tersirat...!!! 🙏

Lantas apa makna yang tersirat dari gerakan kepala kita tersebut ?

*Kebawah*, memiliki makna jika kita menghadapi cobaan hidup maka lihatlah kebawah, masih banyak orang lain yang lebih menderita dari kita, masih banyak orang lain yang tidak seberuntung kita jadi janganlah kita merasa terlalu bersedih dengan cobaan hidup ini sehingga kita bisa lebih ikhlas menerima cobaan hidup ini.

*Kedepan*, memiliki makna agar kita tidak takut menghadapi masa depan dan selalu optimis serta semakin menambah keyakinan kita kepada Allah yang Maha Segalanya.

*Keatas*, memiliki makna bahwa masih banyak orang yang memiliki kelebihan dalam berbagai hal dibandingkan dengan kita sehingga hal ini membuat diri kita semakin jauh dari kesombongan dan selalu rendah hati serta selalu berusaha untuk meningkatkan diri kita agar lebih baik dari sebelumnya dalam segala hal.

*Kekanan*, memiliki makna agar kita selalu berusaha berbuat kebaikan dan kebajikan terhadap sesama makhluk ciptaan-NYA tanpa membeda-bedakan.

*Kekiri*, memiliki makna agar kita selalu menjauhi perbuatan yang tidak baik, apapun itu yang sekiranya tidak baik dan merugikan diri sendiri atau orang lain harus kita hindari.

Subhanallah....

Itulah gambaran singkat tentang makna yang tersirat dari gerakan kepala kita, dan mohon maaf jika tidak sesuai atau tidak benar karena keterbatasan dan kelemahan yang saya miliki.
Salam santun penuh kasih merah putih untuk yang berhati bersih.

 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com


🇮🇩

-Sadulur Papat Kalimo Pancer


Sadulur papat kalimo pancer

4 saudara, 4 sifat yang mengikuti manusia dari lahir sampai mati
-Amarah
-Ambisi
-Iri
-Nafsu seks

4 nafsu adalah penghalang awal menuju kesejatian.
Makanannya adalah nikmat indriawi dari panca indera, ditambah rasa kurang bersyukur.
Maka melawan 4 nafsu ini, ada 2 tahap.
Tahap pertama adalah syukur dan ikhlas senjatanya.

Untuk menidurkan 3 nafsu, yaitu :
Amarah
Ambisi
Iri.

Setelah 3 nafsu ini tidur, barulah melawan nafsu ke 4, nafsu seks.
Caranya dengan kekuatan kemauan. Menekan nafsu seks sampai tertidur.
Ingat, ini baru separuh jalan.

Disebut mati sajroning urip (mati dalam hidup), oleh Kanjeng Sunan Kalijogo.
Separuh kedua tahap menuju Tuhan adalah menidurkan pancer.

Pancer adalah bentukan pikir dan mental yang masih lekat dalam diri manusia setelah mampu menidurkan rangsang indriawi yang dilahirkan rasa kurang bersyukur dan lemah semangat.

-Pancer sendiri bercahaya kemerahan dan kadang kebiruan.

-Merah adalah simbol angkara.

-Biru adalah simbol penghambaan / bhakti pada Tuhan.

Pancer adalah pertempuran benar dan salah yang sebenar-benarnya.
Dalam sistem cakra pelaku pancer sudah sampai di ajna, di tengah kedua mata.
Untuk mendamaikan benar dan salah, carilah titik tengahnya, yaitu ikhlas. Tidak merasa benar ataupun salah.
Titik depan ajna di antara kedua alis, rasakan dayanya tembus sampai ke tengah otak, lalu ke otak belakang.

Maknanya apa?
Ajna di antara kedua alis, adalah tempat masuknya energi Illahiah.
Alirkan ke otak tengah agar proses berpikir kita dikuatkan dan dijernihkan oleh energi Illahiah ini.
Bila cara pikir sudah benar, maka akan mengalir ke otak belakang sebagai gudang memori dan timbunan berbagai konsep benar salah pribadi yang dipegang selama ini.
Dengan cara berpikir yang sudah jernih ini, mulailah membongkar kenangan-kenangan yang bercokol dalam diri, yang membentuk identitas diri dan sistem benar salah diri. Membongkar mental blok yang ada dalam diri ini.

Bila mental block sudah mulai terurai separuh, cakra mahkota akan mulai terbuka, akan timbul sifat agung dan sifat Illahiah dalam diri.

Dalam posisi ini pancer berwarna kuning keemasan, warna kebijaksanaan.
Bila 3/4 mental blok sudah terkikis, akan terbuka kesadaran sampai langit ke 7, pancer akan berwarna kuning keperakan.

Bila sudah bersih menuntaskan mental blok, pancer akan datang menyalami, dan pamit lalu lenyap.
Yang tertinggal adalah kesad



(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Semur-Sembur Adas

  20 September 2017

SEMBUR-SEMBUR ADAS

Kata-kata mutiara kejawen dan penjelasannya:
SEMBUR-SEMBUR ADAS
Sembur-sembur = meniup-niup.
Adas = Adas (nama jamu jawa)
 

Artinya:"Meniup-niup adas"
Makna yg tersirat di dalamnya :
--Orang tua walaupun sedikit ilmu toh memiliki nasehat yang baik kepada yang muda.
--Walaupun orang tua nya bukan dokter, tetapi do'a orang tua sangat mujarab. Kadang-kadang hanya dengan japu-japunya bisa menyembuhkan anaknya yang sakit.

-Pada zaman dahulu anak yang sedang bepergian atau baru sakit, orang tua lalu membedaki (memborehi) dengan jamu yang bahan pokoknya berupa adas (pulawaras). Tak lama kemudian anaknya/cucunya sembuh.
--Orang tua berkewajiban memberikan petuah kepada yang lebih muda atau anaknya sendiri, atas dasar ikut bertanggung jawab trrhadap keselamatan anak maupun cucunya, syukur kepada putra menantunya.
Sehingga seseorang yang baru diberi petuah/petunjuk ini dapat melaksanakan tugas dengan baik dan mantaap.

Penerapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara :
-- Memberikan saran dan pendapat kepada anak-cucunya atau pejabat kepada anak buahnya misalnya anak buahnya yang baru bepergian tugas jauh dan harua memasuki lingkungan baru, misalnya transmigrasi dan sebagainya. Ini merupakan perbuatan yang perlu ditiru karena mencerminkan sila ketiga dari Pancasila.

Butir-butir mutiara hikmah :
--" Jangan menghina orang tua nanti celaka"
--" Jangan menjadi orang pintar yang salah jalan"
--" Jangan girang kalau dipuji dan jangan benci kalau dicela"
--" Jangan melupakan ajaran yang baik"
--" Mertua itu sebagai lantaran adanya istri atau suamimu"
--" Mertua harus sayang kepada menantu, sebab menantu jodoh anaknya"
--" Sayang trrhadap menantu juga sama dengan sayang terhadap anaknya, sebab cucu itu lahir dari hasil percintaan antara anak dan menantu".



(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com