27 September 2017
NGELMU KASAMPURNAN
*****************************
SANGKAN PARANING DUMADI
RASA ASIH MRING GUSTI MERUPAKAN KERINDUAN INSAN KEPADA
ASALNYA..MANUNGALING ING SIT ADALAH AMBANG PINTU UNTUK MANUNGGALING
KARSA ,JUMBUHING MANUNGGALING KAWULO GUSTI ADALAH MANUNGALING
KARSA,KEHENDAK MANUSIA TIDAK LAGI BISA DIBEDAKAN DENGAN KARSANING GUSTI
.JUMBUH ADALAH HENANG DIDALAM JUMBUH KAWULO ABDI ADALAH WENANG...
KEHIDUPAN ROHANI ADALAH SOAL PRIBADI,untuk mempertahankan itu tiap
manusia dikurniai kehendak yang bebas dari paksaan,karena pertanggungan
jawab kepada GUSTI Tentang laku perbuatan manusia adalah juga soal
pribadi antara Umat dan GUSTI ,tidak ada manusia dapat membantu ikut
mempertanggung -jawabkan laku perbuatan orang lain.
Pangkal dari ngelmu bukanlah kehendak manusia ,tetapi penyerahan diri manusia terhadap ARTI KEHIDUPAN.
ngelmu bukan doktrin,ngelmu bukan merupakan suatu bentuk kebaktian
umum,tumungkuling jiwa kepada GUSTI -Yang tumbuh dari ngelmu dinamakan
-KAWULO-GUSTI.
-KAWULO-GUSTI-Adalah soal pribadi manusia terhadap
GUSTI.dari ngelmu tidak dapat suatu bentuk kebaktian yang sama
berdasarkan doktrin,Memang tidak ada NGELMU yang sama dan tidak ada
KAWULO -GUSTI-yang bisa di organisasi.
Keheningan yang sejati
adalah terang rohani dalam SEMU,Dengan NING Maka kita bisa mengerti
sesuatu tanpa Memikir dan Tanpa merasa.
Walaupun demikian Keheningan dalam semu bukannya merupakan kemampuan yang MAWANA dengan sekali sempurna ..
Segala sesuatu dalam SEMU..adalah pengalaman yang oleh Aku-Suto belum pernah dialami.
Kalau kita memang anggugu ing semu agar kita bisa MANDIRENG PRIBADI..
Tidak tergantung kepada apapun dan tidak tergantung kepada siapapun
,itulah dewasa rohani.
karena itu semu adalah katon,dan semu
adalah maton,siapa anggugu ing semu mbayu mili manuto kang nyoto lan
ono,menerima adanya seperti adanya,lepas dari aku dan kamu.lepas dari
dulu dan besok adalah anggugu ing semu,itulah kesederhanaan yang tidak
bisa di tuju,dan kesunyian yang tidak bisa di buat,
Menuju
sesuatu itu tentu berpangkal dari aku,ingsun tidak memiliki kebutuhan
yang berpangkal dari nafsu hangganya.ingsun hanya anggugu ing semu
menghidupi KARSA.Disini dan sekarang lepas dari waktu dan ruang adalah
KEJATEN.
Disini lukar dari dunung dan sekarang lukar dari waktu
adalah KARSA yang MAWANA.Rohaniwan yang sudah bisa mangana dalam
SEMU,maka anggugu adalah satu satunya pandangan rohaninya,
kita
tidak bisa menjadi pura bapak-ibu yang berkenan, kalau kita tidak
anggugu kepada ssemua kehendak bapak dan ibu,anggugu adalah sikap anak
terhadap orang tuannya..Demikian pulalah para rohaniwan yang telah mampu
lukar dari BUSANA JALMI.
Dengan INGSUN dalam NING maka mereka
menjadi kanak kanak yang bisa percaya YA dan menggantungkan segala
sesuatu kepada KANG MURBENG DUMADI.akibat lukar dari busana jalmi jadi
bukannya suatu status yang hampa pengertian.tetapi suatu pertumbuhan
diri dalam kemurnian dan kesederhanaan.
anggugu minta disadari
dan ditrima oleh Para abdi SEMU ,karena anggugu bersifa khas untuk
masing masing abdi,anggugu,sebagai pandangan rohani adalah khas sesuai
dengan watak sifatserta ciri pembawaan setiap abdi semu
Rohaniwan
SEMU tidak lagi egoistis,karena kehampaan dari nafsu keakuan sudah bisa
dilampaui .bebas dari kebutuhan yang berpangkal dari aku -suto adalah
syarat mutlak untuk bisa anggugu ing SEMU.Percaya YA adalah percaya
dengan SUMARAH ING KAREP,dan SUMELEH ING PAMIKIR.
Percaya YA
adalah sederhana sebagai pemikiran ,tetapi kesederhanaan dalam percaya
YA itu bukan merupakan kesederhanaan yang di tuju,percaya YA adlah satu
satunya bentuk kepercayaan yang benar dalam rangka SANGKAN PARANING
DUMADI.
sek nyruput wedhang
ngene IKI aku kok kelingan
slirane terus yo...hm yo wes iki aku lagi mulang bibit dumadi dewe..kang
clumorot kadyo syang hyang NURCAHYO..ing ......hm..RIRIS TANGIS ARANMU
KUMOLAH GEDONGMU,LAYAR PUTIH SEGARAMU.NURMANI BANYUMU.KADUNUNGAN AKSORO
DJO KANG SINEBUT NUKAT GHAIB.WULAN IKI MANCIK GANEP SEPISAN WULAN
YUSWAMU.
pertumbuhan dari rasa percya YA dalam semu akan
menemukan klimaksnya.kalau kita dalam rasa percaya YA sudah bisa bebas
dari rasa sayang ,bebas dari rasa sayang akan segala sesuatu yangada
diluar dan di dalam diri kita ,pertumbuhan dari rasa percaya menjadi
rasa percaya YA ini kita hayati pertama tama dalam penyesuaian
diri,INGSUN yang karna kurnia baru mampu melewati kekosongan AKU-nya
harus menyesuaikan diri dengan pandangan dan pengalaman baru dalam
semu,Kasunyatan dalam semu hendaknya bisa kita sadari ,agar kita
mempunyai pengertian yang wajar tentang anggugu .
Bebandan rasa
sudah bisa dilalui WANGKIT-nya,didalam NING maka kita mulai mampu
menghayati RASA PERCAYA YA.percaya YA jadi bisa kita anggap sebagai
dasar untuk anggugu ing SEMU.Tanpa percaya YA tidak bisa ada anggugu
,karena emoh anggugu berarti ada sisa rasa pembinaan rasa
keakuan.anggugu ing semu tidak bisa di emohi,didalam anggugu tidak
terdapat rasa WAS,Kalau dalam anggugu masih timbul rasa canggung ,maka
itu merupakan pembawaan kita sendiri ,raga kita minta waktu untuk bisa
menyesuaikan diri .
Kita harus rela lukar dari busana JALMI,agar
mampu ngrasuk busana JATI mulai masa ini hendaknya kita membuka hati
untuk bisa menyadari arti kata CINTA atau SAYANG,Sebab didalam rasa
cinta atau sayang akan banyak kita temukan pangkal bebandan ,ing WANGKIT
RASA DAN WANGKIT PAMIKIR tumbuhlah NING,Klau kita karena kurnia bisa
lukar dari BUSANA JALMI dan mampu ngrasuk BUSANA JATI maka kita akan
menghayati SEMU diluar kedirian kita.kita menghidupi suatu kahanan yang
berbeda,dan demikian pula kita mengalami perubahan dalam pandangan
ROHANI .Di dalam NING kita bisa menerima anggugu,
Dan anggugu
sebagai pandangan rohani dan sikap hidup hendaknya kita mengerti dan
kita GUGU ,Agar kita bisa lukar dari bebandan rasa sayang,Pada masa ini
rasa sayang juga menempati peranan penting dalam anggugu yang minta
kesadaran dan kerelaan hati untuk bisa menerima pengertian tentang
kebebasannya,lukar dari rasa asih atau sayang tdak bisa terjadi dengan
sekaligus ,walaupun dengan dan karena anggugu, di dalam SEMU manusia
sebagai DUMADI Masih belum lukar dari kelemahannya.ROHANIWAN ngelmu
tidak bisa anggege mangsa,segala sesuatu memang minta banyak pengertian
dan kesediaan hati ..
karena itu hendaknya kita waspada agar;
jangan sampai anggege mangsa,tetapi jangan sampai tak acuh,jangan sampai
terlalu berani,tetapi jangan sampai bersifat takut,jangan sampai
mengatakan mustahil,tetapi jangan sampai memandang mudah,jangan sampai
merasa bisa,tetapi jangan sampai merasa tidak mampu.menerima pengertian
tentang sesuatu tanpa memikir dan merasa itu adalah khayal bagi kawerh
dan ngelmu yang bukanmerupakan NGELMU KASAMPURNAN,Tetapai didalam daya
ghaib GUSTI Segala sesuatu bisa terjadi.
Memang kemapuan
kaweruhdan kemampuan ngelmu itu tidak mampu melampaui
WANGKIT-NYA.Manusia itu tidak bisa mengerti sesuatu dengan tidak memakai
pemikiran atau gagasannya,pengertian tentang semu baru ada dalam diri
manusia kalu kita bisa lukar dari BUSAN JALMI yaitu kemampuan untuk
MERASA,Hanya dalam kehheningan yangg sejati kita bisa menyadari bahwa
semu itu KATON DAN MATON,Hanya dalam NING Kita bisa anggugu ing
semu,lukar dari bebandan bebrayan hendaknya kita renungkan dan kita
dalami,sebab di dalam benar tidaknya kita anggugu ing semu pada masa ini
letak kemungkinan kita bisa lukar sebagai warga bebrayan dan menjadi
warga KEHIDUPAN dalam tata KAHANAN,dan semua itu hanya bisa kita capai
dengan ANGGUGU ING SEMU.
JUMBUH DAN RACUT adalah satunggal,karena
JUMBUH DAN RACUT adalah MANUNGGAL.Tidak ada RACUT tanpa JUMBUH dan
tidak ada JUMBUH tanpa RACUT..Inilah KAWULO GUSTI dan Inilah pula
SANGKAN PARANING DUMADI.. MANUNGSO-KAWULO karena kurnia mampu manunggal
dengan GUSTINYA..inilah NGELMU dan SEMU.AGAMA ABDI AGAMA KAWULO.
SUWUNG HAMENGKU ONO..WUJUD KANG SEJATI SUWUNG ANANE..ANANE WUJUD KANG
SEJATI YO AMUNG SUWUNG..MILO KASEBAT SUWUNG HAMENGKU ONO...UTOWO AWUJUD
HAMUNG KASUWUNGAN KANG ISO MADAHI JAGAD SAK ISINE.
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com