Daun Kelor.
Daun kelor baru akan berguna sebagai pengusir mahluk halus setelah beberapa daunnya atau rantingnya dipetik dari pohonnya. Dilakukan dengan cara disabetkan pada objek tertentu (seperti penggunaan sapu lidi), atau direndam di dalam air yang kemudian disiramkan kepada objek tertentu untuk pembersihan gaib, atau air rendaman daunnya digunakan mandi guyuran, basah semua dari rambut sampai kaki. Biasa digunakan untuk melunturkan susuk atau untuk mengusir mahluk halus dari tubuh manusia yang diguna-guna, diteluh, disantet, dipelet, kesambet, ketempelan, dsb.
Untuk menyembuhkan orang yang dicurigai terkena guna-guna, pelet, kesambet, dsb, beberapa lembar daun kelor (lebih banyak lebih baik) direndam dalam seember air. Kemudian air itu digunakan untuk mandi guyuran basah semua dari kepala sampai kaki oleh orang yang bersangkutan, atau diguyurkan kepada si korban.
Mahluk halus yang terpengaruh oleh kegaiban daun kelor ini hanyalah mahluk halus kelas bawah saja, yang kekuatan gaibnya rendah, seperti bangsa jin kelas bawah dan gaib-gaib lain tingkat rendah seperti dedemit gondoruwo dan kuntilanak. Tetapi ada banyak sosok halus bangsa jin yang sosoknya mirip seperti dedemit kuntilanak dan gondoruwo, yang kekuatannya cukup tinggi, sehingga walaupun sosoknya mirip seperti kuntilanak atau gondoruwo, tetapi tidak dapat diusir dengan daun kelor.
Sukma manusia (arwah, pocong, dan bangsa siluman yang asalnya adalah sukma manusia) tidak terpengaruh oleh daun kelor ini.
Kekuatan gaib daun kelor ini berasal dari energi alaminya, tidak berasal dari sesosok mahluk halus, tetapi setelah dipetik dari pohonnya, energinya ini perlahan-lahan akan memudar dan hilang. Dengan kepekaan rasa pada telapak tangan kita bisa mendeteksi hawa hangat / panas energi penolakan gaibnya pada daun-daun kelor yang masih segar. Jika daun-daunnya sudah layu, dan energi penolakannya sudah pudar (energinya sudah dingin), daun kelor ini sudah tidak dapat lagi digunakan untuk penolak gaib.
Daun kelor ini juga biasa dijadikan masakan sayur seperti bayam dan kangkung. Daun kelor ini adalah sayuran yang sangat bergizi. Tetapi jika dijadikan masakan sayur, fungsinya sebagai penolak gaib menjadi hilang. Sebelum dijadikan sayur ada baiknya daun-daunnya disapukan ke anggota keluarga kita, barangkali saja ada yang sedang ketempelan gaib.
Ada juga dijual jenis batu fosil kayu kelor di pedagang benda gaib / antik. Kegunaan dan tuahnya sama dengan daun kelor, tetapi energinya bersifat jangka panjang, tidak akan memudar dalam jangka pendek. Kegaibannya bersifat alami, tidak berasal dari mahluk gaib di dalamnya. Batu fosil kelor ini memancarkan energi yang dalam jarak 2 meter akan menolak jenis kuntilanak, gondoruwo dan mahluk halus kelas rendah lainnya, tetapi diperlukan ketelitian dalam memilih, jangan sampai membeli batu fosil biasa yang hanya mirip saja dengan fosil kayu kelor. Untuk membedakannya dari batu fosil yang lain, jika tangan anda cukup peka, anda bisa merasakan kandungan energinya pada jarak 1 - 10 cm dari bendanya berupa rasa panas atau rasa kesetrum tipis di telapak / jari-jari tangan anda.
Sebagian batu fosil kayu kelor (galih kelor) ada yang di dalamnya didiami oleh sejenis bangsa jin, biasanya sosoknya seperti bapak-bapak berjubah putih. Dengan demikian secara keseluruhan, selain fosil kelor itu dapat menangkal gangguan gaib setingkat dedemit, keberadaan mahluk halus di dalamnya juga membantu untuk menangkal mahluk halus lain di bawah kekuatannya.
Batu fosil kayu kelor cukup baik digunakan untuk melindungi anak-anak dari jenis gaib tingkat rendah yang biasa mengganggu anak-anak dengan cara mendekatkan batunya kepada anak-anak kita (terutama pada saat tidurnya), juga baik untuk digunakan memijat / urut, supaya jika si pasien sakitnya adalah karena ketempelan atau kesambet mahluk halus tingkat rendah, dengan batu fosil kayu kelor itu mahluk gaibnya akan terusir pergi.
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart www.jossmart.com
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar