*"BENAR DAN PANDAI"*
*( _Bener lan pinter_ dalam pemaknaan budaya Jawa )*
Dalam khasanah budaya Jawa ada 3 tingkatan kepandaian seseorang, yaitu : *pinter*, *wasis*, dan
*waskito*.
*Pinter* / *wasis* dan *waskito* berada dalam sebuah pendulum pandai dan _futurist_
Perbincangan tentang *wasis* salah satunya terlihat dari ungkapan :
_*Ora kabèh wong pinter kuwi bener*_
*( Tidak semua orang pandai itu benar )*
_*Ora kabèh wong bener kuwi pinter*_
*( Tidak semua orang benar itu pintar )*
_*Akèh wong pinter ning ora bener*_
*( Banyak orang pintar tapi tidak benar )*
_*Akeh uga wong bener senajan ora pinter*_
*( Banyak juga orang benar meskipun tidak pandai )*
Budaya Jawa lebih menekankan pada bener dan pener
*_(benar dan tepat)_*.
Dan ini ciri orang yang *wasis*
Budaya Jawa lebih menekankan pada :
*_Tinimbang dadi wong pinter tapi ora bener_*, _*luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter*_
*( Dari pada jadi orang pandai tapi tidak benar, lebih baik menjadi orang benar meskipun tidak pandai )*
Budaya Jawa lebih menekankan pentingnya kebenaran dibanding kepandaian.
_*Minterna wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mBeneraké wong pinter*_
*( Membuat pandai orang benar itu lebih mudah dibanding membuat benar orang pandai )*
Sebab:
*_mBeneraké wong pinter..kuwi mbutuhké beningé ati …_*
*( Membuat benar orang pandai membutuhkan beningnya hati )*
Konsep ini menarik dalam kaitannya dengan _cognitive bias_. Dan kalau ditarik lebih dalam lagi adalah pemaknaan dari : *cipta, rasa, dan karsa*
_Lesson learning_ yang bisa kita dapatkan dari semua ini adalah :
*_Mulo dadi uwong iku ojo rumongso biso_*,
*_ananging biso-o rumongso marang sak podho-podho_*
*( Untuk itu menjadi manusia itu jangan sok merasa bisa, tetapi bisalah kita merasakan terhadap sesama )*
Budaya Jawa sangat menekankan pada sikap berempati.
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Perbincangan tentang *wasis* salah satunya terlihat dari ungkapan :
_*Ora kabèh wong pinter kuwi bener*_
*( Tidak semua orang pandai itu benar )*
_*Ora kabèh wong bener kuwi pinter*_
*( Tidak semua orang benar itu pintar )*
_*Akèh wong pinter ning ora bener*_
*( Banyak orang pintar tapi tidak benar )*
_*Akeh uga wong bener senajan ora pinter*_
*( Banyak juga orang benar meskipun tidak pandai )*
Budaya Jawa lebih menekankan pada bener dan pener
*_(benar dan tepat)_*.
Dan ini ciri orang yang *wasis*
Budaya Jawa lebih menekankan pada :
*_Tinimbang dadi wong pinter tapi ora bener_*, _*luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter*_
*( Dari pada jadi orang pandai tapi tidak benar, lebih baik menjadi orang benar meskipun tidak pandai )*
Budaya Jawa lebih menekankan pentingnya kebenaran dibanding kepandaian.
_*Minterna wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mBeneraké wong pinter*_
*( Membuat pandai orang benar itu lebih mudah dibanding membuat benar orang pandai )*
Sebab:
*_mBeneraké wong pinter..kuwi mbutuhké beningé ati …_*
*( Membuat benar orang pandai membutuhkan beningnya hati )*
Konsep ini menarik dalam kaitannya dengan _cognitive bias_. Dan kalau ditarik lebih dalam lagi adalah pemaknaan dari : *cipta, rasa, dan karsa*
_Lesson learning_ yang bisa kita dapatkan dari semua ini adalah :
*_Mulo dadi uwong iku ojo rumongso biso_*,
*_ananging biso-o rumongso marang sak podho-podho_*
*( Untuk itu menjadi manusia itu jangan sok merasa bisa, tetapi bisalah kita merasakan terhadap sesama )*
Budaya Jawa sangat menekankan pada sikap berempati.
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar