Tembang Jawa :
*Bapak pucung dudu watu dudu gunung,sangkane ing sebrang,ingon ingone sang Bupati.
*Bapak pucung yen mlaku lembehan grana.
Makna lagu ini memberikan ilustrasi yang harmonis diantara sesama manusia.
Tidak ada batasan sosial bagi semua kalangan, baik itu kalanagan elit
politik, pengusaha, ataupun rakyat kecil, semua sama, semua sejajar di
hadapan Tuhan.
Lagu ini
menceritakan seorang pekerja yang berasal dari daerah yang berbeda dan
bekerja sebagai seorang buruh untuk Bupati atau atasan.
Dalam kegiatan bekerja sehari hari pekerja tersebut hidupnya terpontang panting.
Terpontang-panting disini berarti melakukan pekerjaan serabutan, mengerjakan apapun yang diperintahkan oleh atasan.
Pesan lagu ini
Bapak Pucung adalah hubungan antara pekerja dan pengusaha.
Seorang pengusaha yang mempunyai posisi lebih tinggi dari pekerja
diharapkan dapat berperilaku adil dan arif, tidak ada pilih kasih
diantara pekerja lain, memberi contoh tauladan terhadap
pekerja/karyawannya.
Karena pekerja dan pengusaha dalam
pekerjaannya sehari-hari akan berperan sangat besar bagi kemajuan
bersama. Hal ini yang juga mengibaratkan jika manusia sebagai makhluk
sosial tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia yang lain.
SALAM......OJO SOMBONG SAK IKI DADI BOS....SESOK ANA WANCINE KOWE DADI BOS ....SOK........???
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar