SEMBAH RAGA
Sikap ini adalah suatu laku yang berkenaan dengan badan jasmani. Selama ini badan hanyalah mengikuti perintah nafsu dan kehendak. Badan maunya menyenang-nyenangkan diri, merasa gembira tanpa batas.
Oleh karena itu mari berusaha supaya badan menuruti kehendak cipta, dengan jalan : disiplin diri.
Kita sebagai manusia normal hidup di alam nyata, harus bekerja keras, semangat dan di siplin dalam segala hal. Tidak boleh malas dan memanjakan diri(kolokan). Pelajari ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.
SEMBAH CIPTA
Terdiri dari dua tahapan, pertama harus melatih pikiran kepada kenyataan kawula mengenal gusti. Kedua, harus selalu mengerjakan hal yang baik dan benar, mengontrol nafsu dan menaklukkan keserakahan. Sehingga diharapkan “rasa” akan menjadi tajam dan “diri” akan mulai melihat kenyataan.
Berlatih Cipta;
*Lakukan dengan teratur, ditempat yang sesuai.
*Konsentrasikan rasa.
*Jangan memaksa raga, laksanakan dengan pelan dan santai.
*Kehendak yang jernih dan fokus.
*Rutinkan melakukan ini, sampai hal yang dikerjakan ini adalah sesuatu yang memang harus dikerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban (keteguhan hati).
Saat berada dijalan menuju kenyataan sejati, merasa tidak ingat apapun, seolah raga dan pikiran tidak berfungsi, tetapi jiwa tetap (eling). Itulah heneng dan hening dan sekaligus eling dari rasa sejati (kesadaran).
SEMBAH JIWA
Dengan rasa yang mendalam, menggunakan sukma jiwa yang telah ditemui saat heneng, hening dan eling untuk menyembah pada Allah YME. Ini adalah sembah batin, tidak melibatkan lahir.
SEMBAH RASA
Sembah ini ditandai dengan dimengertinya dari mana manusia berasal, mengerti dengan sempurna untuk apa manusia diciptakan, mengerti tujuan hidup, mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup, mengerti akan keberadaan semua makhluk hidup dan memahami kemana akan kembali (sangkan paraning dumadi). Ibarat burung terbang akan kembali kesarangnya.
Salam sejahtera.
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Terdiri dari dua tahapan, pertama harus melatih pikiran kepada kenyataan kawula mengenal gusti. Kedua, harus selalu mengerjakan hal yang baik dan benar, mengontrol nafsu dan menaklukkan keserakahan. Sehingga diharapkan “rasa” akan menjadi tajam dan “diri” akan mulai melihat kenyataan.
Berlatih Cipta;
*Lakukan dengan teratur, ditempat yang sesuai.
*Konsentrasikan rasa.
*Jangan memaksa raga, laksanakan dengan pelan dan santai.
*Kehendak yang jernih dan fokus.
*Rutinkan melakukan ini, sampai hal yang dikerjakan ini adalah sesuatu yang memang harus dikerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban (keteguhan hati).
Saat berada dijalan menuju kenyataan sejati, merasa tidak ingat apapun, seolah raga dan pikiran tidak berfungsi, tetapi jiwa tetap (eling). Itulah heneng dan hening dan sekaligus eling dari rasa sejati (kesadaran).
SEMBAH JIWA
Dengan rasa yang mendalam, menggunakan sukma jiwa yang telah ditemui saat heneng, hening dan eling untuk menyembah pada Allah YME. Ini adalah sembah batin, tidak melibatkan lahir.
SEMBAH RASA
Sembah ini ditandai dengan dimengertinya dari mana manusia berasal, mengerti dengan sempurna untuk apa manusia diciptakan, mengerti tujuan hidup, mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup, mengerti akan keberadaan semua makhluk hidup dan memahami kemana akan kembali (sangkan paraning dumadi). Ibarat burung terbang akan kembali kesarangnya.
Salam sejahtera.
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar