KESEJATIAN ?????........
=====================
Selagi ada dirimu itulah yg dikatakan berhala diri......dan jika engkau menghendaki tuhan??...
Kosongkan dari Tuhan Tuhan prasangka semu produk rekaan akal ........kekosongan itu sendirilah wujud Tuhan........
Jangan mencari asin didalam garam, jangan pula mencari manis didalam
gula, jangan mencari kecut didalam asem jawa.....anda sedanng tertipu,
kesemua rasa itu adanya di lidahmu sendiri.......potong saja lidahmu,
nanti tidak ada asin dan manis lagi. heu heu heu.....
Seperti itulah kesejatian itu tidak pernah keluar dari dalam diri pribadi.
Jangan pula mencari Tuhan di sana sini, kesana kemari, tidak ada Tuhan dimanapun, carilah didalam dirimu sendiri.
Diluar adanya Hantu heu heu heu.......
Baik objek dzahir, maupu batin berupa hakekat, semua diluar diri itu
palsu dan semu meskipun sudah disebut hakekat, tetapi masih tipuan alam
tinggi saja. Malaikat, setan, surga,neraka dan sebagainya itu semua
palsu walau nampak...............enak to......heu heu heu.......
Wkwk. .........wkwk.......wkwk.......
Sumber ; https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 21 Apr 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Rabu, 03 Juni 2020
Innalilahi Wa Innailahi Rojiun
INNALILAHI WAINNAILAHI ROJIUN....
==============================
Maksud ayat ini ialah "Datang dari Allah kembali kepada Allah " itu perumpamaannya seperti air laut menguap menjadi awan, lalu sampai masa jatuhnya menjadi air(hujan) jatuh ke laut, salahkah air( hujan ) jatuh kelaut mengaku laut???.........kalau salah dimanakah letak salahnya ?????.......
Coba anda pisahkan air hujan dan air laut ,dan air hujan yg telah menyatu tersebut atau paling tidak carilah air hujan di dalam laut tersebut, jika pemahaman sareat anda benar.........
Hujan itu maknanya diri , laut maknanya Tuhan,
Hujan itu dari laut, menguap lalu jatuh kembali ke laut, begitulah makna diri dengan tuhan.
Pengertian air hujan itu ibarat sudah mencapai laut, mencari Sang air laut itu tonggak terahirnya pencapaian tajali mukasyafah, penyaksian dan penghayatan rahasia-rahasia
ketuhanan melalui mata hatinya, sampai kepada sang air laut, para pencari (air hujan) yang sampai ALHAQ.....
Kau dan aku duduk di sudut rahasia.....
Bahwa antara aku dan kau, antara manusia dan Tuhan tak terpisahkan lagi, karna sudah manunggal, namun tidaklah berarti manusia menjadi, atau sama dengan tuhan mengapa???........sebab Dia sang Raja......
Aku tak sama dengan sang raja, bahkan jauh dari itu sekalipun dari dia memperoleh cahaya penampakan dirinya.
Kesamaan bukan dalam bentuk dan esensi ;
Air menjadi sejenis dengan tanah dalam tumbuhan karna jenisnya berbeda dengan Rajaku, egoku fana dalam egoNYA.
Karna egoku fana, maka DIA sajalah yg tinggal (Baqa).
Aku ngumpul jadi debu di bawah kaki kudanya,jiwa menjadi debu,hanya di atas debulah jejak kuda menjadi jejak kakinya.
Orang harus mendobrak batas batas pemikiran untuk menyaksikan kekuatan cinta yg ter tinggi
dan menyerap kebesaran ALLAH tercinta.
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 21 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
==============================
Maksud ayat ini ialah "Datang dari Allah kembali kepada Allah " itu perumpamaannya seperti air laut menguap menjadi awan, lalu sampai masa jatuhnya menjadi air(hujan) jatuh ke laut, salahkah air( hujan ) jatuh kelaut mengaku laut???.........kalau salah dimanakah letak salahnya ?????.......
Coba anda pisahkan air hujan dan air laut ,dan air hujan yg telah menyatu tersebut atau paling tidak carilah air hujan di dalam laut tersebut, jika pemahaman sareat anda benar.........
Hujan itu maknanya diri , laut maknanya Tuhan,
Hujan itu dari laut, menguap lalu jatuh kembali ke laut, begitulah makna diri dengan tuhan.
Pengertian air hujan itu ibarat sudah mencapai laut, mencari Sang air laut itu tonggak terahirnya pencapaian tajali mukasyafah, penyaksian dan penghayatan rahasia-rahasia
ketuhanan melalui mata hatinya, sampai kepada sang air laut, para pencari (air hujan) yang sampai ALHAQ.....
Kau dan aku duduk di sudut rahasia.....
Bahwa antara aku dan kau, antara manusia dan Tuhan tak terpisahkan lagi, karna sudah manunggal, namun tidaklah berarti manusia menjadi, atau sama dengan tuhan mengapa???........sebab Dia sang Raja......
Aku tak sama dengan sang raja, bahkan jauh dari itu sekalipun dari dia memperoleh cahaya penampakan dirinya.
Kesamaan bukan dalam bentuk dan esensi ;
Air menjadi sejenis dengan tanah dalam tumbuhan karna jenisnya berbeda dengan Rajaku, egoku fana dalam egoNYA.
Karna egoku fana, maka DIA sajalah yg tinggal (Baqa).
Aku ngumpul jadi debu di bawah kaki kudanya,jiwa menjadi debu,hanya di atas debulah jejak kuda menjadi jejak kakinya.
Orang harus mendobrak batas batas pemikiran untuk menyaksikan kekuatan cinta yg ter tinggi
dan menyerap kebesaran ALLAH tercinta.
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 21 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Hubungan antara hamba dan Tuhan bisa diibaratkan dengan ikan dan air
Hubungan antara hamba dan Tuhan bisa diibaratkan dengan ikan dan air.
Ikan adalah hamba dan air tempat ikan hidup adalah Tuhan.
Ikan tak bisa hidup tanpa air, sebagai
mana hamba tak bisa hidup tanpa Tuhan. Hamba hidup di dalam Tuhan,bukan di luar Tuhan,sebagai mana ikan yg hidup dalam air. Segala macam ciptaan berada di dalam Tuhan. Tuhan tidak menciptakan sesuatu di luar diri-Nya. Jika Dia menciptakan sesuatu di luar diri-Nya, maka Dia sudah terbatasi oleh ruang, oleh makhluk yg Dia ciptakan sendiri yg berada di luar diri-Nya. Dengan demikian,semua arah yg dihadap oleh makhluk pun merupakan wajah Tuhan,sebagai mana ikan-kemana pun ia menghadap,yg di hadapi adalah air.
"Timur dan barat adalah kepunyaan-Nya,kemana pun engkau menghadap disitulah wajah Allah/Tuhan ,"(AlQur'an). Bahkan, pada ahirnya, makhluk itu pun bagian dari Tuhan.
Makhluk itu adalah Tuhan itu sendiri.
Segala sesuatu merupakan wajah kebenaran."Ana Al-Haq(Aku adalah Kebenaran),"demikian kataAl-Halaj.
"Sarwam KalwidamBrahma(segala sesuatu adalah Tuhan),"demikian kata para rakawi.
Ikan adalah hamba dan air tempat ikan hidup adalah Tuhan.
Ikan tak bisa hidup tanpa air, sebagai
mana hamba tak bisa hidup tanpa Tuhan. Hamba hidup di dalam Tuhan,bukan di luar Tuhan,sebagai mana ikan yg hidup dalam air. Segala macam ciptaan berada di dalam Tuhan. Tuhan tidak menciptakan sesuatu di luar diri-Nya. Jika Dia menciptakan sesuatu di luar diri-Nya, maka Dia sudah terbatasi oleh ruang, oleh makhluk yg Dia ciptakan sendiri yg berada di luar diri-Nya. Dengan demikian,semua arah yg dihadap oleh makhluk pun merupakan wajah Tuhan,sebagai mana ikan-kemana pun ia menghadap,yg di hadapi adalah air.
"Timur dan barat adalah kepunyaan-Nya,kemana pun engkau menghadap disitulah wajah Allah/Tuhan ,"(AlQur'an). Bahkan, pada ahirnya, makhluk itu pun bagian dari Tuhan.
Makhluk itu adalah Tuhan itu sendiri.
Segala sesuatu merupakan wajah kebenaran."Ana Al-Haq(Aku adalah Kebenaran),"demikian kataAl-Halaj.
"Sarwam KalwidamBrahma(segala sesuatu adalah Tuhan),"demikian kata para rakawi.
Engkau bisa memuja Tuhan dengan cara apa saja,menghadap kemana saja.
Bisa menghadap ke barat,timur, atau utara. Bisa di
masjid,pura,candi,gereja,wihara, tempat apa saja. Tak ada yang bisa
membatasi-Nya. Tak ada yang membatasi bahwa Dia hanya berada di mesjid
atau gereja dan lainnya.
Engkau bisa memujanya dengan berdiri,duduk,berbaring atau njengking atau mungkin sambil terbang. Asal engkau menyadari bahwa segala sesuatu adalah Tuhan,engkau bisa keluyuran kemana saja,ber agama apa saja,memuja apa saja di alam semesta ini,tanpa harus merasa tersesat.Mau tersesat kemana jika engkau berada di dalam Tuhan? Yang tersesat adalah pikiranmu sendiri.
Jika engkau hidup dalam Tuhan,dan segalanya adalah Tuhan,kenapa engkau terus mencari Tuhan dan bahkan berperang atas nama tuhan? Sebagian dari kalian yg telah membaca tulisan ini pasti akan ada yg meyesatkanku,mengkafirkanku. Jika demikian, aku cuma bisa berkata:Tuhan maha besar.Dia meliputiku,meliputimu,meliputi segala sesuatu,termasuk meliputi kata katamu yg mengkafirkanku........
He.......percoyo karepmu ora yo karepmu , anger atimu seneng heu.......
======================================
Salam .......
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 22 Apr 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Engkau bisa memujanya dengan berdiri,duduk,berbaring atau njengking atau mungkin sambil terbang. Asal engkau menyadari bahwa segala sesuatu adalah Tuhan,engkau bisa keluyuran kemana saja,ber agama apa saja,memuja apa saja di alam semesta ini,tanpa harus merasa tersesat.Mau tersesat kemana jika engkau berada di dalam Tuhan? Yang tersesat adalah pikiranmu sendiri.
Jika engkau hidup dalam Tuhan,dan segalanya adalah Tuhan,kenapa engkau terus mencari Tuhan dan bahkan berperang atas nama tuhan? Sebagian dari kalian yg telah membaca tulisan ini pasti akan ada yg meyesatkanku,mengkafirkanku. Jika demikian, aku cuma bisa berkata:Tuhan maha besar.Dia meliputiku,meliputimu,meliputi segala sesuatu,termasuk meliputi kata katamu yg mengkafirkanku........
He.......percoyo karepmu ora yo karepmu , anger atimu seneng heu.......
======================================
Salam .......
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 22 Apr 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Agama kini diper Tuhan kan ,sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
Agama kini diper Tuhan kan ,sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
Agama dulu memuja Tuhan.
Agama kini menghujat Tuhan.
Nama Tuhan di jual,diperdagangkan, dijaminkan,dijadikan murahan,oleh orang2 yg merusak,membunuh sambil meneriakan nama Tuhan mana yg mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?
Tapi manusia membunuh ,membenci, membenci,mengintimidasi,merusak, sambil dgn bangga meneriakan nama Tuhan,berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lain.
Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan,dan mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan ayat2 dan aturan agama.
Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhanya,yg penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh karna agama. Sekarang saling membunuh karna agama. Dulu saling mengasihi karna beragama. Kini orang saling membenci karna beragama.
Agama tak pernah berubah ajaranya dari dulu,Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yg berubah apanya? Manusia nya?
Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintaranya,yg paling cerdas di antara orang2 lainnya,sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya,dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.
Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan .
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk urusan2 agama.
Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan.
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
Esensi agama telah di lupakan.
Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama,karna semua yg berbau agama telah di, dewa dewakan,atau di pertuhankan,tak kan pernah di anggap salah,tak pernah di tolak,dan jadi keperluan pokok melebihi sandang pangan.
Salam.......
Mudah mudahan tidak katrok ..... he.......
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 23 April 2019 )
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Agama dulu memuja Tuhan.
Agama kini menghujat Tuhan.
Nama Tuhan di jual,diperdagangkan, dijaminkan,dijadikan murahan,oleh orang2 yg merusak,membunuh sambil meneriakan nama Tuhan mana yg mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?
Tapi manusia membunuh ,membenci, membenci,mengintimidasi,merusak, sambil dgn bangga meneriakan nama Tuhan,berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lain.
Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan,dan mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan ayat2 dan aturan agama.
Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhanya,yg penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh karna agama. Sekarang saling membunuh karna agama. Dulu saling mengasihi karna beragama. Kini orang saling membenci karna beragama.
Agama tak pernah berubah ajaranya dari dulu,Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yg berubah apanya? Manusia nya?
Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintaranya,yg paling cerdas di antara orang2 lainnya,sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya,dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.
Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan .
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk urusan2 agama.
Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan.
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
Esensi agama telah di lupakan.
Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama,karna semua yg berbau agama telah di, dewa dewakan,atau di pertuhankan,tak kan pernah di anggap salah,tak pernah di tolak,dan jadi keperluan pokok melebihi sandang pangan.
Salam.......
Mudah mudahan tidak katrok ..... he.......
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 23 April 2019 )
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Manusia Ibarat Matahari
MANUSIA IBARAT MATAHARI....
===================<<======
Sempurnanya jiwa manusia itu bukan terletak di ketaatan banyak menjalankan ibadah agamanya, tapi terletak pada kesadaran dirinya dalam memandang kebenaran hidup.
Kebenaran kehidupan itu adalah menyadari bahwa hidup di dunia adalah prosesi terahir untuk meyempurnakan jiwanya.
Menyadari bahwa menjalani kehidupan didunia ini adalah jalan untuk meretas ke kehidupan yg sebenarnya /sejati. Menyadari semua persoalan hidup yg di alami adalah amunisi untuk memperkuat dirinya sendiri untuk menyongsong di kehidupan yg sebenarnya/sejati. Kehidupan yg sebenarnya/sejati itu adalah bukanlah kehidupan yg omong kosong dan tahayulisasi, karna tak lain dan tak bukan kehidupan itu adanya dimuka bumi ini.
Tak ada yg terlahir dimuka bumi ini suatu kebetulan, dan tak ada tempat setiap sudut bumi ini yg tidak ada sumber kebenaran.
Sumber kebenaran itu bukan di Arab, Amerika, Cina, India, Jawa, Eropa dll. Sumber kebenaran ada di dalam diri kita sendiri.
Seorang satrio piningit yg diramalkan lahir dari Timur, itu bukanlah Timur tengah, timur jauh dan bukan Indonesia jawa melainkan lahir dari Timur Matahari '. Seorang satrio piningit atau pembebas itu adalah manusia berasal dari matahari. Suatu analogi kenapa Matahari?....
Karna matahari adalah sumber segala sumber kehidupan dan cahayanya terus menerus menyirami alam semesta tanpa henti dan pilih kasih. Menjadi satrio piningit adalah hak setiap manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali, tidak harus keturunan Nabi, Raja dan Wali.
Siapapun yg secara sadar penuh tentang menjalani hidup yg benar untuk membersakan jiwanya, maka bersiap siaplah menjadi manusia yg terbit dari Timur Matahari.
Sempurnanya jiwa terbentuk dari pikiran yg terbuka bukan pikiran yg terkungkung, jangan salahkan orang yg sekarang ini sudah muak melihat kemunafikan terhadap agama, jangan salahkan kini orang semakin berani bicara lantang melecehkan Tuhan dan Agama tertentu. Mereka berteriak itu bukan bentuk dari kesombongan dan kedurhakaan tapi wujud kemuakan terhadap segala bentuk penjajahan Pikiran. Mereka sudah muak dgn segala retorika dan ritual yg penuh kepalsuan dan kebodohan. Sempurnanya jiwa juga terbentuk dari hasil olah batinnya sendiri yg mampu berdialog dgn dirinya sendiri yg tinggi. Sempurnana jiwa itu juga terbentuk dari prilaku keseharian yg benar benar dilandasi kesadaran yg maksimal . Sempurnanya jiwa juga terbentuk dikarenakan dirinya sudah mengatur dan memerintah kepada dirinya sendiri.
Jadi untuk apa sebenarnya agama itu ada dimuka bumi ?...itu semua adalah pendidikan moralitas , amat sangat jauh dijadikan patron sebagai ukuran ber Ketuhanan .
Bila ingin melalui jalur agama untuk berketuhanan, maka dirinya harus siap dan gagah berani menerima segala resiko penjungkir balikan paradigma Ketuhanan.
Dirinya harus siap dikucilkan oleh umat dan sareatnya sendiri, karena ketika dia membuka tirai-tirai /simbul-simbul keagamaan maka secara perlahan tapi pasti perjalanan dan pencariannya akan berahir di diri sendiri secara mutlak. Kalau sudah berahir di dirinya sendiri maka yg berfatwa dan berdalil itu adalah suara hati nya sendiri , tidak ada lagi dogmatisasi dari luar dirinya, meskipun itu adalah doktrin ktab suci. Sekali lagi, jiwa yg sempurna terbangun dari pemikiran terbuka luas bukan pikiran terkungkung !... Jiwa yg tercerahkan adalah pemikiran yg memancarkan kata-kata kebenaran tanpa henti layaknya matahari .
Hak saya, anda, kita semua untuk bisa hidup menjelma sebagai manusia yg lahir dari Timur Matahari . Semuanya diri kita sendiri yg memutuskan dan memilih, bukan Tuhan dan Terserah tuhan.......
Salam.....
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 25 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
===================<<======
Sempurnanya jiwa manusia itu bukan terletak di ketaatan banyak menjalankan ibadah agamanya, tapi terletak pada kesadaran dirinya dalam memandang kebenaran hidup.
Kebenaran kehidupan itu adalah menyadari bahwa hidup di dunia adalah prosesi terahir untuk meyempurnakan jiwanya.
Menyadari bahwa menjalani kehidupan didunia ini adalah jalan untuk meretas ke kehidupan yg sebenarnya /sejati. Menyadari semua persoalan hidup yg di alami adalah amunisi untuk memperkuat dirinya sendiri untuk menyongsong di kehidupan yg sebenarnya/sejati. Kehidupan yg sebenarnya/sejati itu adalah bukanlah kehidupan yg omong kosong dan tahayulisasi, karna tak lain dan tak bukan kehidupan itu adanya dimuka bumi ini.
Tak ada yg terlahir dimuka bumi ini suatu kebetulan, dan tak ada tempat setiap sudut bumi ini yg tidak ada sumber kebenaran.
Sumber kebenaran itu bukan di Arab, Amerika, Cina, India, Jawa, Eropa dll. Sumber kebenaran ada di dalam diri kita sendiri.
Seorang satrio piningit yg diramalkan lahir dari Timur, itu bukanlah Timur tengah, timur jauh dan bukan Indonesia jawa melainkan lahir dari Timur Matahari '. Seorang satrio piningit atau pembebas itu adalah manusia berasal dari matahari. Suatu analogi kenapa Matahari?....
Karna matahari adalah sumber segala sumber kehidupan dan cahayanya terus menerus menyirami alam semesta tanpa henti dan pilih kasih. Menjadi satrio piningit adalah hak setiap manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali, tidak harus keturunan Nabi, Raja dan Wali.
Siapapun yg secara sadar penuh tentang menjalani hidup yg benar untuk membersakan jiwanya, maka bersiap siaplah menjadi manusia yg terbit dari Timur Matahari.
Sempurnanya jiwa terbentuk dari pikiran yg terbuka bukan pikiran yg terkungkung, jangan salahkan orang yg sekarang ini sudah muak melihat kemunafikan terhadap agama, jangan salahkan kini orang semakin berani bicara lantang melecehkan Tuhan dan Agama tertentu. Mereka berteriak itu bukan bentuk dari kesombongan dan kedurhakaan tapi wujud kemuakan terhadap segala bentuk penjajahan Pikiran. Mereka sudah muak dgn segala retorika dan ritual yg penuh kepalsuan dan kebodohan. Sempurnanya jiwa juga terbentuk dari hasil olah batinnya sendiri yg mampu berdialog dgn dirinya sendiri yg tinggi. Sempurnana jiwa itu juga terbentuk dari prilaku keseharian yg benar benar dilandasi kesadaran yg maksimal . Sempurnanya jiwa juga terbentuk dikarenakan dirinya sudah mengatur dan memerintah kepada dirinya sendiri.
Jadi untuk apa sebenarnya agama itu ada dimuka bumi ?...itu semua adalah pendidikan moralitas , amat sangat jauh dijadikan patron sebagai ukuran ber Ketuhanan .
Bila ingin melalui jalur agama untuk berketuhanan, maka dirinya harus siap dan gagah berani menerima segala resiko penjungkir balikan paradigma Ketuhanan.
Dirinya harus siap dikucilkan oleh umat dan sareatnya sendiri, karena ketika dia membuka tirai-tirai /simbul-simbul keagamaan maka secara perlahan tapi pasti perjalanan dan pencariannya akan berahir di diri sendiri secara mutlak. Kalau sudah berahir di dirinya sendiri maka yg berfatwa dan berdalil itu adalah suara hati nya sendiri , tidak ada lagi dogmatisasi dari luar dirinya, meskipun itu adalah doktrin ktab suci. Sekali lagi, jiwa yg sempurna terbangun dari pemikiran terbuka luas bukan pikiran terkungkung !... Jiwa yg tercerahkan adalah pemikiran yg memancarkan kata-kata kebenaran tanpa henti layaknya matahari .
Hak saya, anda, kita semua untuk bisa hidup menjelma sebagai manusia yg lahir dari Timur Matahari . Semuanya diri kita sendiri yg memutuskan dan memilih, bukan Tuhan dan Terserah tuhan.......
Salam.....
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 25 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Menumbangkan Doktrin
MENUMBANGKAN DOKTRIN...
=======================
"Syariat tanpa hakekat KAFIR, hakekatnya tanpa syariat SESAT" demikian doktrin yg dikeluarkan oleh para pendahulu kita, tanpa terasa doktrin yg sudah berumur ratusan tahun itu sudah mematerai di alam bawah sadar kita, seolah-olah adalah suatu yg mutlak tidak bisa di ganggu gugat. Padahal, kalau lah mengenal diri maka sebenarnya diri kita benar-benar mutlak terkonsen pada diri sejati kita sendiri, dengan kata lain sudah PERCAYA DIRI.Tidak ada lagi pendapat dari luar dirinya,termasuk dari segala jenis kitab suci yg ada. Sebenarnya doktrin di atas secara tidak langsung sudah menjadi BARREIER/tembok penghalang yg luar biasa terhadap laju kesadaran diri kita. Alangkah sia-sianya umat islam belajar makrifatullah tapi pemikirannya masih terganjal oleh sesuatu doktrin atau dogma.Sehingga yg terjadi adalah perjalanan makrifat yg berputar-putar di tempat penuh ilusif semata.
Menurut pendapat saya pribadi yg dinamakan SYARIAT itu adalah sesuatu yg ada di dalam diri kita yg bekerja,yg kita sebut dengan AKAL/ logika berpikir.Sedang HAKEKAT itu sesuatu dalam diri kita yg memberikan pertimbangan yaitu HATI.Jadi bersepiritual bila hanya mengandalkan mutlak logika berpikir nya saja tanpa melibatkan hati, maka yg terjadi adalah akan menganggap kebenaran Tuhan, itu adalah sesuatu yg bersifat materi/ kebendaan dan fenomena, maka dari perjalanan ini lahirlah filsuf -filsuf ateis, para orientalis , ilmuan -ilmuan dan lain lain.
Sedangkan bila hanya mengadalkan mutlak HATI/perasaannya saja tanpa melibatkan logika berpikir nya yg menganggap kebenaran Tuhan itu adalah sesuatu yg mistis,maka akan menghasilkan para agamis yg cenderung fundamentalis dan fanatik, paranormal, dukun dan lain2.Keseimbangan syariat dan hakikat adalah KESELARASAN akal dan hati, lebih jauh, akal adalah wujud pertama kita ( jasad ) dan hati adalaj wujud kedua kita ( jiwa ).Keselarasan akal dan hati itu lah KESEIMBANGAN,lebih jauh lagi saya menyebutkan adanya kebersatuan antara diri kita yg rendah dengan diri kita yg tinggi, atau kebersatuan dengan Tuhan,atau kebersatuan dalam AKU.Jadi sangat rendah dan tidak berbobot bila kita selalu mendefinisikan makna syariat ke ritualitas agama,terjadinya degradasi makna syariat ini ke sesuatu yg sempit karena adalah faktor doktrin yg turun temurun sudah ada di dalam bawah sadar dan faktor lingkungan yg kaku. Untuk membebaskan kekakuan berpikir itu maka tak ada cara lain adalah memerdekakan kemerdekaan berpikir dan berpendapat tentang apa saja yg baik itu menyangkut dunia maupun akhirat.Hati yg terpenjara adalah sama saja dengan memenjarakan Tuhan, terpenjaranya hati karena kondisi kejiwaan diliputi perasaan Takut,biasanya orang itu ketika menemukan sesuatu hal yg baru ,yg terlintas pertama dalam hatinya adalah perasaan TAKUT.
Takut karena dirinya tidak mau menjadi sesat,takut dirinya menjadi penghuni neraka, takut dirinya menjadi tidak waras, takut dirinya menjadi miskin,takut dirinya menjadi terkucil, takut dirinya menjadi bahan cemoohan masyarakat.Bila kita ketakutan melanggar doktrin"Syariat tanpa hakikat KAFIR, hakikat tanpa sariat SESAT" ketika sedang melakukan perjalanan spiritual, maka perasaan itu lah yg akan menjadi BATU CADAS yg sulit untuk dirobohkan, tak kan ada siapapun orang lain yg bisa membantu merobohkan batu cadas tersebut selain dirinya sendiri . Hidup di alam kebebasan itu adalah hidup tanpa sekat /ikatan apapun di dunia ini , hidup yg bebas adalah berpemikiran bebas, berperilaku bebas, berkehendak bebas, berkeyakinan bebas ...Namun kebebasan itu semua sudah ada dalam kebebasan yg natural, kebebasan yg tidak merugikan orang lain dan alam semesta , kebebasan yg berjalan dengan kasih sayang dalam wujud yg beraneka ragam warna.Mengenal diri itu membebaskan diri , membebaskan diri itu adalah mampu mengatur hidupnya sendiri. Membebaskan diri itu adalah mempunyai visi misi yg abadi .Membebaskan adalah meleyapkan diri ,membebaskan diri adalah mewujudkan diri yg tinggi,untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri ahirnya menjadi DIRI SENDIRI yg SEJATI.
salam
=======
Sumber: https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 26 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
=======================
"Syariat tanpa hakekat KAFIR, hakekatnya tanpa syariat SESAT" demikian doktrin yg dikeluarkan oleh para pendahulu kita, tanpa terasa doktrin yg sudah berumur ratusan tahun itu sudah mematerai di alam bawah sadar kita, seolah-olah adalah suatu yg mutlak tidak bisa di ganggu gugat. Padahal, kalau lah mengenal diri maka sebenarnya diri kita benar-benar mutlak terkonsen pada diri sejati kita sendiri, dengan kata lain sudah PERCAYA DIRI.Tidak ada lagi pendapat dari luar dirinya,termasuk dari segala jenis kitab suci yg ada. Sebenarnya doktrin di atas secara tidak langsung sudah menjadi BARREIER/tembok penghalang yg luar biasa terhadap laju kesadaran diri kita. Alangkah sia-sianya umat islam belajar makrifatullah tapi pemikirannya masih terganjal oleh sesuatu doktrin atau dogma.Sehingga yg terjadi adalah perjalanan makrifat yg berputar-putar di tempat penuh ilusif semata.
Menurut pendapat saya pribadi yg dinamakan SYARIAT itu adalah sesuatu yg ada di dalam diri kita yg bekerja,yg kita sebut dengan AKAL/ logika berpikir.Sedang HAKEKAT itu sesuatu dalam diri kita yg memberikan pertimbangan yaitu HATI.Jadi bersepiritual bila hanya mengandalkan mutlak logika berpikir nya saja tanpa melibatkan hati, maka yg terjadi adalah akan menganggap kebenaran Tuhan, itu adalah sesuatu yg bersifat materi/ kebendaan dan fenomena, maka dari perjalanan ini lahirlah filsuf -filsuf ateis, para orientalis , ilmuan -ilmuan dan lain lain.
Sedangkan bila hanya mengadalkan mutlak HATI/perasaannya saja tanpa melibatkan logika berpikir nya yg menganggap kebenaran Tuhan itu adalah sesuatu yg mistis,maka akan menghasilkan para agamis yg cenderung fundamentalis dan fanatik, paranormal, dukun dan lain2.Keseimbangan syariat dan hakikat adalah KESELARASAN akal dan hati, lebih jauh, akal adalah wujud pertama kita ( jasad ) dan hati adalaj wujud kedua kita ( jiwa ).Keselarasan akal dan hati itu lah KESEIMBANGAN,lebih jauh lagi saya menyebutkan adanya kebersatuan antara diri kita yg rendah dengan diri kita yg tinggi, atau kebersatuan dengan Tuhan,atau kebersatuan dalam AKU.Jadi sangat rendah dan tidak berbobot bila kita selalu mendefinisikan makna syariat ke ritualitas agama,terjadinya degradasi makna syariat ini ke sesuatu yg sempit karena adalah faktor doktrin yg turun temurun sudah ada di dalam bawah sadar dan faktor lingkungan yg kaku. Untuk membebaskan kekakuan berpikir itu maka tak ada cara lain adalah memerdekakan kemerdekaan berpikir dan berpendapat tentang apa saja yg baik itu menyangkut dunia maupun akhirat.Hati yg terpenjara adalah sama saja dengan memenjarakan Tuhan, terpenjaranya hati karena kondisi kejiwaan diliputi perasaan Takut,biasanya orang itu ketika menemukan sesuatu hal yg baru ,yg terlintas pertama dalam hatinya adalah perasaan TAKUT.
Takut karena dirinya tidak mau menjadi sesat,takut dirinya menjadi penghuni neraka, takut dirinya menjadi tidak waras, takut dirinya menjadi miskin,takut dirinya menjadi terkucil, takut dirinya menjadi bahan cemoohan masyarakat.Bila kita ketakutan melanggar doktrin"Syariat tanpa hakikat KAFIR, hakikat tanpa sariat SESAT" ketika sedang melakukan perjalanan spiritual, maka perasaan itu lah yg akan menjadi BATU CADAS yg sulit untuk dirobohkan, tak kan ada siapapun orang lain yg bisa membantu merobohkan batu cadas tersebut selain dirinya sendiri . Hidup di alam kebebasan itu adalah hidup tanpa sekat /ikatan apapun di dunia ini , hidup yg bebas adalah berpemikiran bebas, berperilaku bebas, berkehendak bebas, berkeyakinan bebas ...Namun kebebasan itu semua sudah ada dalam kebebasan yg natural, kebebasan yg tidak merugikan orang lain dan alam semesta , kebebasan yg berjalan dengan kasih sayang dalam wujud yg beraneka ragam warna.Mengenal diri itu membebaskan diri , membebaskan diri itu adalah mampu mengatur hidupnya sendiri. Membebaskan diri itu adalah mempunyai visi misi yg abadi .Membebaskan adalah meleyapkan diri ,membebaskan diri adalah mewujudkan diri yg tinggi,untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri ahirnya menjadi DIRI SENDIRI yg SEJATI.
salam
=======
Sumber: https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 26 April 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Manusia Yang Bebas
MANUSIA YANG BEBAS......
==============================
Manusia itu sebenarnya harus membebaskan diri dari penjajahan asing yang datang dari luar dirinya, bentuk penjajahan asing itu secara simultan dan bergelombang datang terus menerus henti. Faham-faham, ideologi dan agama adalah salah satu dari sekian banyak penjajahan asing yang datang secara terus-menerus sampai benar-benar menguasai alam sadar kita. Jangan dikira sesuatu yang baik seperti ajaran agama yang lengkap dengan muatan-muatan syariahnya tidak menjajah pikiran dan hati kita secara masif. Gejala diri kita yang takluk atau terjajah adalah: menolak perbedaan, merasa menjadi golongan terbenar, taklid mutlak terhadap semua ajaran agama,tidak berpikir terbuka mengkultuskan seperti Nabi nya sendiri, jiwanya diliputi rasa ketakutan bila tidak mengerjakan ritual Agama, jiwanya diliputi penuh harap pala dan surga dari setiap melakukan perbuatan baik ,dan mengenal Tuhan hanya sebatas nama Nya saja.
Agama ini sekarang sudah berbalik arah tujuan, aslinya agama itu untuk mencerahkan/ membebaskan manusia yang terlahir ke dunia supaya percaya diri, tahu diri dan sadar diri akan dirinya sendiri itu adalah Siapa ?.. Sekarang malah manusia menjadi budak-budak agama, seolah-olah akal sehat dan hati nurani sudah MATI sudah tak berdaya menghadapi penjajahan asing itu. Agama yang asli dan sejati itu sebenarnya adalah Tuhan itu sendiri, yang tak ada Ada cara lain untuk menyibak, meraih,mengengam, merangkul Nya adalah dengan melenyapkan secara total segala bentuk penjajahan asing yang menyerang pikiran dan hati kita.
KEMENNANGAN BESAR itu adalah ketika diri kita sudah melakukan pemberontakan terhadap diri kita sendiri yang sudah dirasuki nilai nilai kebenaran yg salah dari para penjajah asing itu. KEBEBASAN adalah ketika diri kita berhasil bersatu dengan Dzat kebebasan yg bersemayam dalam diri kita secara gaib, yaitu yg disebut TUHAN. Selanjutnya meretas jalan menuju kesempurnaan kebebasan itu akan dilalui bersama, berdua oleh dirimu dan Tuhan mu sendiri.
Dunia dengan segudang pernak-perniknya seperti Tahta, harta, wanita dan segudang permasalahan adalah rudal-rudal nyata yang siap menghadang laju kebebasan menjadi manusia sejati. Banyak orang yang sudah membebaskan dirinya tertembak jatuh oleh hantaman hantaman rudal tersebut, roti unyil dirinya kembali menjadi budak-budak dunia. Untuk membentengi hantaman demi hantaman itu maka tak ada cara lain diri kita harus MEMANUNGALKAN jiwa kita dengan TUHAN kita, sehingga jiwa kita adalah jiwa Tuhan mata kita adalah mata tuhan, telinga kita adalah telinga Tuhan, pikiran kita adalah pikiran Tuhan, kaki kita adalah kaki Tuhan dan perkataan kita adalah perkataan Tuhan.
Inilah sebenarnya yang disebut diri kita sudah mengalami MATI DALAM KEHIDUPAN. Inilah password untuk menjelajah ke alam keabadian yang benar-benar terbebas dari sifat sifat keduniawian yang penuh rasa sakit dan derita. Memang suatu pekerjaan besar untuk bisa membebaskan diri kita karena kita dihadapkan dengan suatu tatanan /patron/ konsep/ ritual yang sudah mentradisi puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun. Jiwa manusia yang terus mengalami reinkarnasi panjang seolah-olah hanyut dalam tataran kehidupan dunia yang nyata ini, namun sebenarnya ketika diri kita terlahir sebagai manusia itu adalah KESEMPATAN EMAS untuk memutus mata rantai reinkarnasi itu, sehingga jiwa kita terbebas terbang lepas, tidak lagi tersangkut dalam neraka reinkarnasi yang panjang dan melelahkan.
Sebenarnya agama-agama yang ada di dunia ini mempunyai misi untuk membebaskan manusia, namun nilai-nilai misi yang lengkap dengan filosofi dan metode nya dibungkus oleh bungkusan yg berlapis lapis, saya juga tidak tahu kenapa harus demikian. Untuk menyibak nilai-nilai kebebasan dalam ajaran agama maka tak ada jalan lain umat beragama harus berani mengelupas sendiri kulit kulitnya sampai ke kelupasan terakhir. proses pengelupasan ini adalah pekerjaan yang penuh nuansa dan warna.
Nikmati semua perjalanan pemberontakan itu dan Tanamkan dalam hati AKU INGIN BEBAS....
SALAM.........
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 26 april 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
==============================
Manusia itu sebenarnya harus membebaskan diri dari penjajahan asing yang datang dari luar dirinya, bentuk penjajahan asing itu secara simultan dan bergelombang datang terus menerus henti. Faham-faham, ideologi dan agama adalah salah satu dari sekian banyak penjajahan asing yang datang secara terus-menerus sampai benar-benar menguasai alam sadar kita. Jangan dikira sesuatu yang baik seperti ajaran agama yang lengkap dengan muatan-muatan syariahnya tidak menjajah pikiran dan hati kita secara masif. Gejala diri kita yang takluk atau terjajah adalah: menolak perbedaan, merasa menjadi golongan terbenar, taklid mutlak terhadap semua ajaran agama,tidak berpikir terbuka mengkultuskan seperti Nabi nya sendiri, jiwanya diliputi rasa ketakutan bila tidak mengerjakan ritual Agama, jiwanya diliputi penuh harap pala dan surga dari setiap melakukan perbuatan baik ,dan mengenal Tuhan hanya sebatas nama Nya saja.
Agama ini sekarang sudah berbalik arah tujuan, aslinya agama itu untuk mencerahkan/ membebaskan manusia yang terlahir ke dunia supaya percaya diri, tahu diri dan sadar diri akan dirinya sendiri itu adalah Siapa ?.. Sekarang malah manusia menjadi budak-budak agama, seolah-olah akal sehat dan hati nurani sudah MATI sudah tak berdaya menghadapi penjajahan asing itu. Agama yang asli dan sejati itu sebenarnya adalah Tuhan itu sendiri, yang tak ada Ada cara lain untuk menyibak, meraih,mengengam, merangkul Nya adalah dengan melenyapkan secara total segala bentuk penjajahan asing yang menyerang pikiran dan hati kita.
KEMENNANGAN BESAR itu adalah ketika diri kita sudah melakukan pemberontakan terhadap diri kita sendiri yang sudah dirasuki nilai nilai kebenaran yg salah dari para penjajah asing itu. KEBEBASAN adalah ketika diri kita berhasil bersatu dengan Dzat kebebasan yg bersemayam dalam diri kita secara gaib, yaitu yg disebut TUHAN. Selanjutnya meretas jalan menuju kesempurnaan kebebasan itu akan dilalui bersama, berdua oleh dirimu dan Tuhan mu sendiri.
Dunia dengan segudang pernak-perniknya seperti Tahta, harta, wanita dan segudang permasalahan adalah rudal-rudal nyata yang siap menghadang laju kebebasan menjadi manusia sejati. Banyak orang yang sudah membebaskan dirinya tertembak jatuh oleh hantaman hantaman rudal tersebut, roti unyil dirinya kembali menjadi budak-budak dunia. Untuk membentengi hantaman demi hantaman itu maka tak ada cara lain diri kita harus MEMANUNGALKAN jiwa kita dengan TUHAN kita, sehingga jiwa kita adalah jiwa Tuhan mata kita adalah mata tuhan, telinga kita adalah telinga Tuhan, pikiran kita adalah pikiran Tuhan, kaki kita adalah kaki Tuhan dan perkataan kita adalah perkataan Tuhan.
Inilah sebenarnya yang disebut diri kita sudah mengalami MATI DALAM KEHIDUPAN. Inilah password untuk menjelajah ke alam keabadian yang benar-benar terbebas dari sifat sifat keduniawian yang penuh rasa sakit dan derita. Memang suatu pekerjaan besar untuk bisa membebaskan diri kita karena kita dihadapkan dengan suatu tatanan /patron/ konsep/ ritual yang sudah mentradisi puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun. Jiwa manusia yang terus mengalami reinkarnasi panjang seolah-olah hanyut dalam tataran kehidupan dunia yang nyata ini, namun sebenarnya ketika diri kita terlahir sebagai manusia itu adalah KESEMPATAN EMAS untuk memutus mata rantai reinkarnasi itu, sehingga jiwa kita terbebas terbang lepas, tidak lagi tersangkut dalam neraka reinkarnasi yang panjang dan melelahkan.
Sebenarnya agama-agama yang ada di dunia ini mempunyai misi untuk membebaskan manusia, namun nilai-nilai misi yang lengkap dengan filosofi dan metode nya dibungkus oleh bungkusan yg berlapis lapis, saya juga tidak tahu kenapa harus demikian. Untuk menyibak nilai-nilai kebebasan dalam ajaran agama maka tak ada jalan lain umat beragama harus berani mengelupas sendiri kulit kulitnya sampai ke kelupasan terakhir. proses pengelupasan ini adalah pekerjaan yang penuh nuansa dan warna.
Nikmati semua perjalanan pemberontakan itu dan Tanamkan dalam hati AKU INGIN BEBAS....
SALAM.........
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 26 april 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Otak Itu Arasynya Tuhan
OTAK ITU ARASY NYA TUHAN.
========================
Arasy Tuhan itu adalah otak saya, anda,kita semua memang akan tampak bodoh pendapat saya ini, karena otak itu terdiri dari Sarah dan daging yg mengandung kotoran, bukankah Tuhan itu Maha suci ? Otak yg menjadikan Arasy nya adalah otak yg selalu berpikir progressif, luas dan terbuka.
Bukankah kekuatan manusia itu ada di pikiranya? Hal ini diakui oleh ahli psikologi dan dalam hadis qudsi bahkan dikatakan AKU ADALAH PIKIRAN MU. Para rohaniawan itu cenderung menempatkan rumah Tuhan itu ada di hatinya, sehingga kita melihat kehidupan para agamawan itu diliputi sejuta perasaan yg ditimbulkan hatinya sendiri, seperti perasaan takut meninggalkan syareat karena takut neraka dan menginginkan surga atau rido Allah. Maka jadilah amal ibadah jadi ajang berlomba untuk menabung pahala di aherat kelak, padahal kalau di tanya kepada mereka , pasti mereka akan menjawab" wallahu alam"suatu jawaban yg sama sekali tidak dilandasi proses berfikir.
Bagaimana suara hati nurani ? Suara hati nurani itu bertingkat tingkat , masing masing orang tidak sama kuwalitas bisikan nya, semakin berfikir maka semakin berdayaguna dan semakin dan berkuwalitas tinggi pula bisikanya. KEYAKINAN adalah modal untuk'meng upgrade'Arasy Tuhan dari hati menuju otak. Keyakinan dibangun dari pengalaman sendiri yg terus menerus ketika menyelami kehidupan. Membangun keyakinan juga butuh modal nekad dan keberanian, karena setiap langkah untuk membangun keyakinan disaat yg sama diri kita meruntuhkan keyakinan lama seperti yg berlaku dimasyarakat secara umum. Membangun keyakinan memang penuh gejolak pikiran dan batin. Kekuatan pikiran itu di ilhami oleh kekuatan mata ketiga manusia, mata ketiga manusia itu adalah mata kebenaran yg ada di kepala manusia, memandang segala sesuatu dgn mata ketiga akan semakin memperkuat pikiran kita. Selama manusia berspiritual/bermakrifat hanya pada hatinya saja maka mata ketiga nya akan tumpul,pemikirannya akan beku, ahirnya dia berspiritual berputar putar saja jalan di tempat. Jalan mendaki lagi sukar itulah pergerakan penuh gejolak dari hati menuju otak.
Setiap langkah pergerakanya akan mengguncangkan jiwa dan raga kita, berguncang karna adanya proses penyelarasan kebenaran. Hidup ini adalah pilihan , bila ingin 'innalilahi wainnaillahi raajiuun 'maka tak ada cara lain harus menempuh ' jalan mendaki lagi sukar' bukan kesulitan materi , bukan menderita karena karma tetapi karena diri kita sendiri lagi berproses memutarbalikkan kebenaran versi manusia menjadi versi Tuhan semesta alam. Penghambat prosesi itu adalah diri kita sendiri juga bukan dunia, karena ketidakmampuan memaksimalkan daya jelajah pemikirannya sendiri. Sehingga terhempas lah diri ke kehidupan di dunia yg sementara ini sebagai penggati alam keabadian , terhempas pula keyakinannya ke agama yg penuh retorika dan upacara ,dan paling parah biarpun dirinya terhempas tetapi tetap enjoy menikmati kehidupannya. Kehidupan inilah yg disebut KEMATIAN.
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 2 Agustus 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
========================
Arasy Tuhan itu adalah otak saya, anda,kita semua memang akan tampak bodoh pendapat saya ini, karena otak itu terdiri dari Sarah dan daging yg mengandung kotoran, bukankah Tuhan itu Maha suci ? Otak yg menjadikan Arasy nya adalah otak yg selalu berpikir progressif, luas dan terbuka.
Bukankah kekuatan manusia itu ada di pikiranya? Hal ini diakui oleh ahli psikologi dan dalam hadis qudsi bahkan dikatakan AKU ADALAH PIKIRAN MU. Para rohaniawan itu cenderung menempatkan rumah Tuhan itu ada di hatinya, sehingga kita melihat kehidupan para agamawan itu diliputi sejuta perasaan yg ditimbulkan hatinya sendiri, seperti perasaan takut meninggalkan syareat karena takut neraka dan menginginkan surga atau rido Allah. Maka jadilah amal ibadah jadi ajang berlomba untuk menabung pahala di aherat kelak, padahal kalau di tanya kepada mereka , pasti mereka akan menjawab" wallahu alam"suatu jawaban yg sama sekali tidak dilandasi proses berfikir.
Bagaimana suara hati nurani ? Suara hati nurani itu bertingkat tingkat , masing masing orang tidak sama kuwalitas bisikan nya, semakin berfikir maka semakin berdayaguna dan semakin dan berkuwalitas tinggi pula bisikanya. KEYAKINAN adalah modal untuk'meng upgrade'Arasy Tuhan dari hati menuju otak. Keyakinan dibangun dari pengalaman sendiri yg terus menerus ketika menyelami kehidupan. Membangun keyakinan juga butuh modal nekad dan keberanian, karena setiap langkah untuk membangun keyakinan disaat yg sama diri kita meruntuhkan keyakinan lama seperti yg berlaku dimasyarakat secara umum. Membangun keyakinan memang penuh gejolak pikiran dan batin. Kekuatan pikiran itu di ilhami oleh kekuatan mata ketiga manusia, mata ketiga manusia itu adalah mata kebenaran yg ada di kepala manusia, memandang segala sesuatu dgn mata ketiga akan semakin memperkuat pikiran kita. Selama manusia berspiritual/bermakrifat hanya pada hatinya saja maka mata ketiga nya akan tumpul,pemikirannya akan beku, ahirnya dia berspiritual berputar putar saja jalan di tempat. Jalan mendaki lagi sukar itulah pergerakan penuh gejolak dari hati menuju otak.
Setiap langkah pergerakanya akan mengguncangkan jiwa dan raga kita, berguncang karna adanya proses penyelarasan kebenaran. Hidup ini adalah pilihan , bila ingin 'innalilahi wainnaillahi raajiuun 'maka tak ada cara lain harus menempuh ' jalan mendaki lagi sukar' bukan kesulitan materi , bukan menderita karena karma tetapi karena diri kita sendiri lagi berproses memutarbalikkan kebenaran versi manusia menjadi versi Tuhan semesta alam. Penghambat prosesi itu adalah diri kita sendiri juga bukan dunia, karena ketidakmampuan memaksimalkan daya jelajah pemikirannya sendiri. Sehingga terhempas lah diri ke kehidupan di dunia yg sementara ini sebagai penggati alam keabadian , terhempas pula keyakinannya ke agama yg penuh retorika dan upacara ,dan paling parah biarpun dirinya terhempas tetapi tetap enjoy menikmati kehidupannya. Kehidupan inilah yg disebut KEMATIAN.
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 2 Agustus 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Menjadi Diri Sendiri Apa Adanya
MENJADI DIRI SENDIRI,APA ADANYA.
==============================
Diriwayatkan oleh ibnu abas AKU SUDAH MEMILIKI DUA KARUNG ILMU , SATU KARUNG SUDAH AKU SEBARKAN SEDANGKAN SATU KARUNG LAGI AKU SIMPAN, KARENA BILA AKU SEBARKAN MAKA LEHERKU AKAN DIPENGGAL.
Nah, akibat hadis
ini saya perhatikan banyak orang merasa, bahkan mengklaim memiliki ilmu yg satu karung lagi yg tidak disebar oleh nabi muhammad itu. Dengan metoda dan tarekat yg dimilikinya mereka menganggap/mengklaim golongannya lah pewaris utama ilmu rahasia nabi tersebut. Sehinga sekarang fenomena belajar spiritual khususnya di kalangan umat islam selalu di lorong lorong gelap, agar tidak diketahui oleh khalayak ramai. Benarkah demikian ?.. menurut saya selama masih ada darah yg mengalir di tubuhnya tidaklah bijaksana bila ilmu yg di anggap rahasia itu ditutup tutup sehingga berhenti untuk belajar lagi, karena sama saja hal ini mematikan kerja otak untuk terus berpikir. Apakah iya ilmu yg dimiliki ini sesuai dgn ilmu yg di simpan oleh Nabi ? Apakah iya teknik bertemu Tuhan dengan ragam metoda itu adalah teknik mi'raj yg sesungguhnya ? Apakah iya dengan kemampuan membaca ayat ayat mutasabihat di alquran dianggap sudah menerima ilham dari Tuhan ?
Apakah iya dengan memiliki ilmu hikmah kesaktian dan kanuragan sebagai ilmu laduni dari Tuhan ? Apakah iya dengan berpengetahuan tasawuf dan makrifat sudah dianggap sebagai manusia sempurna ? dan banyak lagi pertanyaan pertanyaan yg sesungguhnya hanya mengumbar sisi emosional saja. Di atas langit ada langit"itu adalah banner yg pernah saya lihat terpampang di jalanan jakarta ,arti peribasa itu sangatlah luas dan bisa diartikan"diatas ilmu ada ilmu", di atas kesaktian ada kesaktian", di atas laduni ada laduni", jadi belajar ilmu Ketuhanan itu tidaklah berhenti dan puas disatu maqamat saja, tidaklah cukup dengan pemahaman dan pengalaman gaib seperti bisa telepati, rogosukmo, astral travelling dll. Semua pemahaman dan pengalaman itu masih memerlukan evolusi bahkan revolusi diri yg terus menerus tanpa henti, yg mana sebagai motor penggeraknya adalah OTAK. Bila ada saja penolakan dalam hati tentang hal ini maka itu menandakan dalam dirinya energi kundalini {istilah budhis} belum berhasil memecahkan cakra cakra kesadaran dalam batinnya sendiri. Gejala penolakan itu adalah rasa malas, ngantuk, khawatir, takut, cemas,dan sombong. Gejala gejala psikis ini timbul karena batinnya belum lah kuat dan raganya belum lah siap untuk menerima santapan dari langit' atau menerima pelajaran yg baru dan tinggi. Jadi ilmu/pemahaman/pengalaman yg dimilikinya belumlah mampu meredam gejolak batin dalam dirinya,hal ini menunjukkan masih diperlukannya proses belajar lebih lanjut. Jadi untuk apa ilmu yg dimiliki itu disimpan rapat rapat, bukankah itu artinya
MEMBERHALAKAN ILMU ?
Iman atau kepercayaan yg modern itu adanya di otak bukan dihati ,dan bukan juga kita menghilangkan peran hati, karena hati akan mengikuti kerja otak, hati akan menyelaraskan dengan otak, hati akan berdaya guna tinggi bila otaknyapun berdayaguna tinggi. Otak itu adalah tempat yg tinggi, dada itu adalah tengah tengah dan perut itu adalah tempat yg rendah. Otak itu al a raaf {tempat yg tinggi} perut itu al an'am { tempat yg rendah }. Tidak salah Nabi muhammad menyuruh umatnya untuk sering berpuasa, hal ini untuk meredam binatang binatang ternak {al an'am } yg bersarang diperutnya. Ini adalah symbolik dari untuk meredam hawa nafsu yg halus, sedang maupun liar. Orang berpuasa itu bila tidak dibarengi dengan otak untuk berfikir maka puasanya hanyalah untuk menahan lapar dan minum saja dan pikirannya dihipnotis dengan angan angan kosong seperti syurga dan pahala. Tetapi kalau dibarengi dengan otak maka puasanya akan menjadikan dirinya tambah yakin pada keyakinannya sendiri tanpa iming iming syurga, pahala, kesaktian apapun. Diperlukan adanya pemberontakan atau makar terhadap dirinya sendiri, tanpa adanya keberanian dan sikap itu maka selamanya akan sulit dan pikirannya akan diselimuti oleh rasa rasa yg ber aroma negatif, yg akan ahirnya akan menggiring dirinya ke tempat yg sesuai dengan rasa yg dimilikinya sendiri juga. Selama iman di tepatkan didalam hati maka pemberontakan jiwa itu akan terhalang, akan menembus benteng yg kuat dan kokoh. Karena iman akan berbisik dalam hati dengan suara suara halus yg berwujud dalam rasa seperti" rasa tidak enak sama teman" ," rasa tidak enak sama guru", rasa tidak ukhuwah islamiyah"dll. Semua rasa itu andalah NEGATIF meskipun terkesan baik dan islami, tapi tetap saja negatif karena tidak mendorong kepada dirinya untuk berpikir lebih tinggi. Inilah yg disebut cara kerja pion pion syetan ketika membisiki hati manusia. Bila kita terus berpikir dan merealisasikan pemberontakan,maka pion pion syetan itu akan berubah menjadi mentri mentri syetan, raja raja syetan dengan kata lain proses penggagalan manusia untuk berpikir ke yg lebih benar dan tinggi akan terus dihalangi oleh dirinya sendiri yg lebih rendah, yaitu nafsu nafsu negatif atau binatang ternak, liar dan ganas didalam perutnya.
Ahirnya ahir dari pemberontakan jiwa itu adalah kita menjadi bebas ! manusia yg percaya dan yakin terhadap dirinya sendiri, manusia yg tidak lagi dibelenggu aturan main yg diciptakan oleh manusia. Dan bukan berarti pula bebas itu adalah melanggar batas hukum hukum kemanusiaan dan negara tapi bebas itu adalah ada pemikirannya. Sesudah bebas maka akan lah yakin bahwa ternyata Tuhan itu adalah wujud/Realitas Nyata yg menemani dimanapun kita berada, sehingga kehidupan di dunia ini tak lain untuk menjadi DIRI SENDIRI.
SALAM
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 4 Agusutus 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
==============================
Diriwayatkan oleh ibnu abas AKU SUDAH MEMILIKI DUA KARUNG ILMU , SATU KARUNG SUDAH AKU SEBARKAN SEDANGKAN SATU KARUNG LAGI AKU SIMPAN, KARENA BILA AKU SEBARKAN MAKA LEHERKU AKAN DIPENGGAL.
Nah, akibat hadis
ini saya perhatikan banyak orang merasa, bahkan mengklaim memiliki ilmu yg satu karung lagi yg tidak disebar oleh nabi muhammad itu. Dengan metoda dan tarekat yg dimilikinya mereka menganggap/mengklaim golongannya lah pewaris utama ilmu rahasia nabi tersebut. Sehinga sekarang fenomena belajar spiritual khususnya di kalangan umat islam selalu di lorong lorong gelap, agar tidak diketahui oleh khalayak ramai. Benarkah demikian ?.. menurut saya selama masih ada darah yg mengalir di tubuhnya tidaklah bijaksana bila ilmu yg di anggap rahasia itu ditutup tutup sehingga berhenti untuk belajar lagi, karena sama saja hal ini mematikan kerja otak untuk terus berpikir. Apakah iya ilmu yg dimiliki ini sesuai dgn ilmu yg di simpan oleh Nabi ? Apakah iya teknik bertemu Tuhan dengan ragam metoda itu adalah teknik mi'raj yg sesungguhnya ? Apakah iya dengan kemampuan membaca ayat ayat mutasabihat di alquran dianggap sudah menerima ilham dari Tuhan ?
Apakah iya dengan memiliki ilmu hikmah kesaktian dan kanuragan sebagai ilmu laduni dari Tuhan ? Apakah iya dengan berpengetahuan tasawuf dan makrifat sudah dianggap sebagai manusia sempurna ? dan banyak lagi pertanyaan pertanyaan yg sesungguhnya hanya mengumbar sisi emosional saja. Di atas langit ada langit"itu adalah banner yg pernah saya lihat terpampang di jalanan jakarta ,arti peribasa itu sangatlah luas dan bisa diartikan"diatas ilmu ada ilmu", di atas kesaktian ada kesaktian", di atas laduni ada laduni", jadi belajar ilmu Ketuhanan itu tidaklah berhenti dan puas disatu maqamat saja, tidaklah cukup dengan pemahaman dan pengalaman gaib seperti bisa telepati, rogosukmo, astral travelling dll. Semua pemahaman dan pengalaman itu masih memerlukan evolusi bahkan revolusi diri yg terus menerus tanpa henti, yg mana sebagai motor penggeraknya adalah OTAK. Bila ada saja penolakan dalam hati tentang hal ini maka itu menandakan dalam dirinya energi kundalini {istilah budhis} belum berhasil memecahkan cakra cakra kesadaran dalam batinnya sendiri. Gejala penolakan itu adalah rasa malas, ngantuk, khawatir, takut, cemas,dan sombong. Gejala gejala psikis ini timbul karena batinnya belum lah kuat dan raganya belum lah siap untuk menerima santapan dari langit' atau menerima pelajaran yg baru dan tinggi. Jadi ilmu/pemahaman/pengalaman yg dimilikinya belumlah mampu meredam gejolak batin dalam dirinya,hal ini menunjukkan masih diperlukannya proses belajar lebih lanjut. Jadi untuk apa ilmu yg dimiliki itu disimpan rapat rapat, bukankah itu artinya
MEMBERHALAKAN ILMU ?
Iman atau kepercayaan yg modern itu adanya di otak bukan dihati ,dan bukan juga kita menghilangkan peran hati, karena hati akan mengikuti kerja otak, hati akan menyelaraskan dengan otak, hati akan berdaya guna tinggi bila otaknyapun berdayaguna tinggi. Otak itu adalah tempat yg tinggi, dada itu adalah tengah tengah dan perut itu adalah tempat yg rendah. Otak itu al a raaf {tempat yg tinggi} perut itu al an'am { tempat yg rendah }. Tidak salah Nabi muhammad menyuruh umatnya untuk sering berpuasa, hal ini untuk meredam binatang binatang ternak {al an'am } yg bersarang diperutnya. Ini adalah symbolik dari untuk meredam hawa nafsu yg halus, sedang maupun liar. Orang berpuasa itu bila tidak dibarengi dengan otak untuk berfikir maka puasanya hanyalah untuk menahan lapar dan minum saja dan pikirannya dihipnotis dengan angan angan kosong seperti syurga dan pahala. Tetapi kalau dibarengi dengan otak maka puasanya akan menjadikan dirinya tambah yakin pada keyakinannya sendiri tanpa iming iming syurga, pahala, kesaktian apapun. Diperlukan adanya pemberontakan atau makar terhadap dirinya sendiri, tanpa adanya keberanian dan sikap itu maka selamanya akan sulit dan pikirannya akan diselimuti oleh rasa rasa yg ber aroma negatif, yg akan ahirnya akan menggiring dirinya ke tempat yg sesuai dengan rasa yg dimilikinya sendiri juga. Selama iman di tepatkan didalam hati maka pemberontakan jiwa itu akan terhalang, akan menembus benteng yg kuat dan kokoh. Karena iman akan berbisik dalam hati dengan suara suara halus yg berwujud dalam rasa seperti" rasa tidak enak sama teman" ," rasa tidak enak sama guru", rasa tidak ukhuwah islamiyah"dll. Semua rasa itu andalah NEGATIF meskipun terkesan baik dan islami, tapi tetap saja negatif karena tidak mendorong kepada dirinya untuk berpikir lebih tinggi. Inilah yg disebut cara kerja pion pion syetan ketika membisiki hati manusia. Bila kita terus berpikir dan merealisasikan pemberontakan,maka pion pion syetan itu akan berubah menjadi mentri mentri syetan, raja raja syetan dengan kata lain proses penggagalan manusia untuk berpikir ke yg lebih benar dan tinggi akan terus dihalangi oleh dirinya sendiri yg lebih rendah, yaitu nafsu nafsu negatif atau binatang ternak, liar dan ganas didalam perutnya.
Ahirnya ahir dari pemberontakan jiwa itu adalah kita menjadi bebas ! manusia yg percaya dan yakin terhadap dirinya sendiri, manusia yg tidak lagi dibelenggu aturan main yg diciptakan oleh manusia. Dan bukan berarti pula bebas itu adalah melanggar batas hukum hukum kemanusiaan dan negara tapi bebas itu adalah ada pemikirannya. Sesudah bebas maka akan lah yakin bahwa ternyata Tuhan itu adalah wujud/Realitas Nyata yg menemani dimanapun kita berada, sehingga kehidupan di dunia ini tak lain untuk menjadi DIRI SENDIRI.
SALAM
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 4 Agusutus 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Tuhan Itu Adalah Pribadi Spiritual
Tuhan itu adalah pribadi spiritual.
============================
Tuhan itu pribadi spiritual,artinyaTuhan itu adalah manusia,manusia sebagai realitas sejatinya. Dengan berwujud manusia lah maka kalimat kalimat kebenaran keluar dari lidahnya, dgn berwujud sebagai manusia inilah perbuatan kasih dan sayang menebar ke seantero alam. Manusia bisa melihat pribadi sepiritualnya itu maha melihat ,manusia bisa berkata - pribadi sepiritualnya itu pun maha berkata, manusia bisa mendengar - pribadi spiritualnya pun maha mendengar. Malaikat Gabrail atau Jibril itu adalah lidah kita,dari lidahlah kita sendiri lah kita belajar kebenaran tentang kehidupan dan kematian. Nabi muhammad selalu mendapatkan wahyu dari jibril, tak lain dari lidahnya sendiri . Lidahnya pribadi spiritual muhammad SAW. Kenapa kita selalu membayangkan jibril adalah sesosok mahluk yg gedebuk turun dari langit, oh tidak. Setiap manusia mempunyai potensi jibril di lidahnya.
Saya mendengar seorang kawan di status facebooknya berkata "semua nabi dan rasul itu adalah pembohong,mereka mendapat wahyu dari arwah dari para leluhurnya ,kemudian berita itu disampaikan kepada masyarakat" sekilas, tak ada yg salah dengan komentar itu, karna memang pribadi spiritual itu bisa juga disebut adalah para leluhur kita yg sudah mendahului kita. Mereka yg telah wafat secara jasmaniyah disebut pribadi spiritual yg tinggi, disebut juga para orang tua batin kita, ayah dan ibu batin kita. Masalah kenapa menjadi menuhankan arwah leluhur karena didapatkan berbagai kesaktian dan kanuragan adalah semuanya dikembalikan kepada dirinya sendiri, tetapi bila sudah memiliki pondasi pemahaman yg kuat tentang kebenaran, maka segala keistimewaan/ kewaskitaan/ karomah itu hanya akan dipakai di jalan kebenaran, atau di jalan yg tidak bertentangan dengan hukum sebab akibat dan hukum alam.
Berguru kepada Allah adalah berguru kepada pribadi spiritualnya sendiri, yg bersemayam di dalam jiwanya sendiri. Guru sejati itu pribadi spiritualnya sendiri, dan untuk menjadikan diri kita sebagai gurunya sendiri, tentu yg harus ditempuh adalah memerdekakan akal pikiran kita dari berbagai macam dogma dan doktrin yg membelit pikiran kita sendiri sehingga tidak bisa berpikir waras dan mengaktifkan rasa sejati kita. Faktor lain adalah keberanian diri kita untuk mendobrak masalah keyakinan yg sudah tumbuh subur puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun di sekeliling kita. Semua itu batu karang- batu karang yg harus diratakan sehingga kita bisa berjalan dengan mudah menuju sosok pribadi spiritual. Jadi sangat tidak elok bila kita beragama saling mengejek para Nabi nya masing masing. Nabi itu adalah gelar untuk orang yg sudah mencapai pribadi spiritual tertinggi. Sekarang jaman sudah lain tidak perlulah memiliki gelar tersebut, gelar itu justru akan menimbulkan efek negatif yaitu pengkultusan kepada seseorang secara membabi buta. Menjadi pribadi spiritual adalah membebaskan segala simbol simbol dalam diri kita, simbol yg diciptakan manusia, ajaran agama dan berita kitab suci itu semuanya adalah berbicara dengan menggunakan simbol, simbol itu bisa dibuka oleh otak kita sendiri dengan selalu berpikir, why ?...why ?mengapa kita dari kecil sampai akhir hayat hidup dengan berpatokan kepada simbol, sangat benar dikatakan bahwa " dunia ini adalah alam kubur " , dunia ini adalah penjara", dunia ini adalah tempat senda gurau belaka", dunia ini adalah fatamorgana ",...yg sejati itu tidak bisa disimbolkan, yg sejati itu Maha pasti, realitas nyata. Menjadi tidak pasti dan tidak nyata karena pikiran kita meyakini sendiri terhadap simbolisasi tersebut. Pribadi spiritual yg tinggi dicapai setelah diri kita berguru kepada pribadi spiritual yg ada di diri kita sendiri, kemudian belajar kepada alam, kepada sesama manusia, kepada fenomena, kepada pengalaman hidup, kepada alam terbentang. Sehingga keluar dari perbuatan, ucapan kita adalah realitas sifat Tuhan yaitu yg mengasihi dan menyayangi, welas asih.
SALAM.
======================
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 26 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
============================
Tuhan itu pribadi spiritual,artinyaTuhan itu adalah manusia,manusia sebagai realitas sejatinya. Dengan berwujud manusia lah maka kalimat kalimat kebenaran keluar dari lidahnya, dgn berwujud sebagai manusia inilah perbuatan kasih dan sayang menebar ke seantero alam. Manusia bisa melihat pribadi sepiritualnya itu maha melihat ,manusia bisa berkata - pribadi sepiritualnya itu pun maha berkata, manusia bisa mendengar - pribadi spiritualnya pun maha mendengar. Malaikat Gabrail atau Jibril itu adalah lidah kita,dari lidahlah kita sendiri lah kita belajar kebenaran tentang kehidupan dan kematian. Nabi muhammad selalu mendapatkan wahyu dari jibril, tak lain dari lidahnya sendiri . Lidahnya pribadi spiritual muhammad SAW. Kenapa kita selalu membayangkan jibril adalah sesosok mahluk yg gedebuk turun dari langit, oh tidak. Setiap manusia mempunyai potensi jibril di lidahnya.
Saya mendengar seorang kawan di status facebooknya berkata "semua nabi dan rasul itu adalah pembohong,mereka mendapat wahyu dari arwah dari para leluhurnya ,kemudian berita itu disampaikan kepada masyarakat" sekilas, tak ada yg salah dengan komentar itu, karna memang pribadi spiritual itu bisa juga disebut adalah para leluhur kita yg sudah mendahului kita. Mereka yg telah wafat secara jasmaniyah disebut pribadi spiritual yg tinggi, disebut juga para orang tua batin kita, ayah dan ibu batin kita. Masalah kenapa menjadi menuhankan arwah leluhur karena didapatkan berbagai kesaktian dan kanuragan adalah semuanya dikembalikan kepada dirinya sendiri, tetapi bila sudah memiliki pondasi pemahaman yg kuat tentang kebenaran, maka segala keistimewaan/ kewaskitaan/ karomah itu hanya akan dipakai di jalan kebenaran, atau di jalan yg tidak bertentangan dengan hukum sebab akibat dan hukum alam.
Berguru kepada Allah adalah berguru kepada pribadi spiritualnya sendiri, yg bersemayam di dalam jiwanya sendiri. Guru sejati itu pribadi spiritualnya sendiri, dan untuk menjadikan diri kita sebagai gurunya sendiri, tentu yg harus ditempuh adalah memerdekakan akal pikiran kita dari berbagai macam dogma dan doktrin yg membelit pikiran kita sendiri sehingga tidak bisa berpikir waras dan mengaktifkan rasa sejati kita. Faktor lain adalah keberanian diri kita untuk mendobrak masalah keyakinan yg sudah tumbuh subur puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun di sekeliling kita. Semua itu batu karang- batu karang yg harus diratakan sehingga kita bisa berjalan dengan mudah menuju sosok pribadi spiritual. Jadi sangat tidak elok bila kita beragama saling mengejek para Nabi nya masing masing. Nabi itu adalah gelar untuk orang yg sudah mencapai pribadi spiritual tertinggi. Sekarang jaman sudah lain tidak perlulah memiliki gelar tersebut, gelar itu justru akan menimbulkan efek negatif yaitu pengkultusan kepada seseorang secara membabi buta. Menjadi pribadi spiritual adalah membebaskan segala simbol simbol dalam diri kita, simbol yg diciptakan manusia, ajaran agama dan berita kitab suci itu semuanya adalah berbicara dengan menggunakan simbol, simbol itu bisa dibuka oleh otak kita sendiri dengan selalu berpikir, why ?...why ?mengapa kita dari kecil sampai akhir hayat hidup dengan berpatokan kepada simbol, sangat benar dikatakan bahwa " dunia ini adalah alam kubur " , dunia ini adalah penjara", dunia ini adalah tempat senda gurau belaka", dunia ini adalah fatamorgana ",...yg sejati itu tidak bisa disimbolkan, yg sejati itu Maha pasti, realitas nyata. Menjadi tidak pasti dan tidak nyata karena pikiran kita meyakini sendiri terhadap simbolisasi tersebut. Pribadi spiritual yg tinggi dicapai setelah diri kita berguru kepada pribadi spiritual yg ada di diri kita sendiri, kemudian belajar kepada alam, kepada sesama manusia, kepada fenomena, kepada pengalaman hidup, kepada alam terbentang. Sehingga keluar dari perbuatan, ucapan kita adalah realitas sifat Tuhan yaitu yg mengasihi dan menyayangi, welas asih.
SALAM.
======================
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 26 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Aku Adalah Banyak
AKU ADALAH BANYAK
==============================
Berkata para pelaku " Tuhan adalah aku ".
Aku yg mana ?.....
Banyak Aku- Aku di dirimu.
Ada Aku nafsu dan Aku Sejati, jangan jangan bila asal bilang Aku ini adalah Tuhan.
Merujuk pada Aku palsu ....
Berarti Tuhan adalah nafsu mu sendiri.
Aku Sejati itu adalah bagian dari Kami.
Aku palsu adalah bagian dari dunia mu.
Aku nafsu itulah budak budak mu yg harus digembalakan ,di kasih makan sesuai dengan porsinya...
Aku ini bukanlah kata kata yg keluar dari mulut mu sebagai hasil pembelajaran otak mu, bukan juga keluar dari perasaan mu, sebagai hasil olah emosional mu, tapi Aku adalah hasil proses pengendalian mu dalam mengendalikan tipu daya aku aku palsu, aku nafsu.
Ketika aku nafsu tak berkutik barulah Aku ADA , Aku mulai memberikan pelajaran pada mu.
Jangan silaukan matamu melihat cahaya dengan akal pikiran mu.
Jangan getarkan perasaanmu ketika bulu kudukmu merinding.
Aku bisa cahaya, bisa getaran TAPI aku palsu pun bisa melakukan itu....
Aku ini berkata dengan mulut mu, mendengar dengan telinga mu.
Aku akan mengundang leluhur mu, panutanmu, Nabimu, Rasulmu, untuk hadir bersatu dalam dada mu menjadi guru guru mu.
Ketahuilah, Aku Sejati itu hanya akan datang kepadamu, ketika kamu mulai meyakini diri mu sendiri.
Ketika kamu mulai mengenal Aku, bukan aku aku yg lain.
Ilmu lahiriyah dan agamamu tidak akan menjamin aku akan datang kepadamu.
TAPI hanya cukup satu kondisi yg mampu mendatangkanku, yaitu sadar diri dan tahu diri.
------------------------
Salam........
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 26 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
==============================
Berkata para pelaku " Tuhan adalah aku ".
Aku yg mana ?.....
Banyak Aku- Aku di dirimu.
Ada Aku nafsu dan Aku Sejati, jangan jangan bila asal bilang Aku ini adalah Tuhan.
Merujuk pada Aku palsu ....
Berarti Tuhan adalah nafsu mu sendiri.
Aku Sejati itu adalah bagian dari Kami.
Aku palsu adalah bagian dari dunia mu.
Aku nafsu itulah budak budak mu yg harus digembalakan ,di kasih makan sesuai dengan porsinya...
Aku ini bukanlah kata kata yg keluar dari mulut mu sebagai hasil pembelajaran otak mu, bukan juga keluar dari perasaan mu, sebagai hasil olah emosional mu, tapi Aku adalah hasil proses pengendalian mu dalam mengendalikan tipu daya aku aku palsu, aku nafsu.
Ketika aku nafsu tak berkutik barulah Aku ADA , Aku mulai memberikan pelajaran pada mu.
Jangan silaukan matamu melihat cahaya dengan akal pikiran mu.
Jangan getarkan perasaanmu ketika bulu kudukmu merinding.
Aku bisa cahaya, bisa getaran TAPI aku palsu pun bisa melakukan itu....
Aku ini berkata dengan mulut mu, mendengar dengan telinga mu.
Aku akan mengundang leluhur mu, panutanmu, Nabimu, Rasulmu, untuk hadir bersatu dalam dada mu menjadi guru guru mu.
Ketahuilah, Aku Sejati itu hanya akan datang kepadamu, ketika kamu mulai meyakini diri mu sendiri.
Ketika kamu mulai mengenal Aku, bukan aku aku yg lain.
Ilmu lahiriyah dan agamamu tidak akan menjamin aku akan datang kepadamu.
TAPI hanya cukup satu kondisi yg mampu mendatangkanku, yaitu sadar diri dan tahu diri.
------------------------
Salam........
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 26 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Allah Adalah Konsep
ALLAH ADALAH KONSEP
Allah adalah konsep yang dibuat Nabi Muhammad, dan yang namanya konsep tentu tidaklah tertuju pada suatu yang yang zat yang menjadi objek sesembahan melainkan tertuju pada realitas nyata dan abstrak. Yang nyata dan abstrak inilah yang yang hanya bisa dikaji/difkuak oleh otak dan hati manusia.
Konsep Allah itu sendiri tertuju pada tiga konsep yaitu alam semesta, manusia dan pribadi spiritual. Orang atheis atau orang yang cenderung memakai rasio dan logika dalam berpikir jelas akan tidak akan paham dengan konsep Allah tersebut tetapi faham mereka tentang sesuatu yang ditangkap oleh rasio dan panca indra maka akan menganggap alam semesta sebagai Tuhan adalah tidak salah dan tidak keliru namun kurang sempurna karena faktor abstraknya belum dikuak. Sehingga tidak heran para ilmuwan yang pernah ada di muka bumi ini lahir dari kalangan ateis dikarenakan memang mind set nya adalah pemaksimalan daya nalar dan berfikir. Seperti orang jepang {agama shito} mereka menyembah matahari sebagai Tuhannya, karna secara rasio dan nalar matahari adalah sumber segala kehidupan. Di dalam praktek sholat ada gerakan sujud mencium bumi, itulah symbol bahwa yg disebut Allah itu adalah konsep dan salah satu konsep nya adalah bahwa Allah itu adalah alam semesta, bukankah bumi ini yg disebut alam. Jadi yg disebut muslim itu adalah salah satunya tidak menolak bahwa alam semesta ini adalah bagian dari konsep Allah atau Tuhan. Didalam Alquran disebutkan
"" bumi dan jagad raya senantiasa bertasbih memujinya tanpa henti, kamu tidak akan mengerti bagaimana mereka bertasbih"" dan disambung lagi dengan ayat"" Timur dan barat itu kepunyaan Ku, kemana pun kau menghadap disitulah wajah Ku"" jadi tidak salah anggapan kamu materialist bahwa alam semesta itu adalah Tuhan itu sendiri. Tapi kenapa orang Islam sendiri menolak pemahaman ini karena dianggap menduakan Allah? Inilah bukti kesalahan fatal dalam pengajaran agama yg selalu mengedepankan Iman di hati sehingga tidak ada kemampuan untuk berpikir lebih tajam tentang keyakinannya, karena iman atau keyakinannya itu hanya akan berevolusi/ tumbuh maju jika di picu oleh otak untuk berpikir keras tanpa henti. Semua yg ada di alquran itu adalah symbol dan konsep semata seorang muslim sejati itu tidak akan terperdaya oleh semua simbolisasi tersebut. Terjadinya permusuhan, peperangan, pembunuhan, pengrusakan, chaos itu dikarenakan kegagalan nya tidak mampu membongkar semua symbol itu jadilah agama islam menjadi objek olok olok agama lain dan para ateis, yg lebih fatal lagi dari kalangan muslimnya sendiri tidak mampu berdebat, dengan alasan "sudah dari sononya ,Allah SWT", jadilah bom sebagai jawabannya, jadilah perang reaksi nyatanya, jadilah hacker sebagai permainannya.
Konsep Allah yg kedua yaitu manusia baik itu pria maupun wanita, siapapun manusia tidak peduli agama, suku, ras dan keturunannya itu siapa. Manusia itu adalah wujud Tuhan yg paling sempurna, sempurna karena sudah dilengkapi oleh otak dan hati serta tubuhnya.
Perkataan Nabi:" Manusia itu adalah citra Ku", jadi hanya manusia lah yg bisa menentukan maju, mundur atau hancur lembutnya dunia. Coba saja seorang Barack obama sekali memencet tombol nuklir, apa nggak hancur dunia ini ? Bencana alam apapun bentuknya semua karena ulah manusia, karena keserakahan manusia. Jadi Konsep Allah bahwa Tuhan itu adalah manusia, disymbolkan dengan gerakan ruku yg horizontal itu ketika sholat, itu bermakna kita harus
menghormati sesama manusia .
Menghormati karena sejatinya manusia itu berasal dari satu diri yg bisa dideteksi dari aktifnya hati nurani.
Konsep ketiga adalah Allah itu seorang pribadi spiritual, masalah ini ada di koridor metafisik sehingga para ateis yg selalu mengedepankan rasio dan logika jelas akan menolak faham ini, tapi kenyataannya banyak contoh yg tidak bisa disanggah dan ditolak karena dianggap takhayul dan kuno.
Umat budha menyembah Gautama sebagai Tuhannya, karena sosok budha itu adalah sosok pribadi spiritual, begitu juga Yesus kristus oleh orang kristen, karena sosok yesus kristus itu adalah pribadi spiritual. Di dalam diri manusia itu yg disebut roh itulah energi untuk bisa mengakses energi energi kebajikan di alam semesta ini. Sesungguhnya bangsa indonesia memiliki pribadi pribadi spiritual yg sangat banyak dan ini kalaulah diyakini tidak sekedar ditaati kewajiban ritualnya saja akan menjadikan bangsa indonesia ini kuat dan sejahtera. Muhammad adalah pribadi spiritualnya dari islam, yesus kristus adalah pribadi spiritualnya kristen, Gautama adalah pribadi spiritualnya budha, Dewa wisnu dari hindu, Musa dari yahudi .......banyak lagi contoh nya, tak terhitung. Jadi konsep Allah yg ketiga adalah Allah itu adalah pribadi spiritual, yg dalam praktek sholat/sembahyang di symbolkan dengan gerakan takbir.
Dalam agama islam semua manusia menyembahnya menghadap kabah karena ada black stone [hajjar aswad] di sisinya, ini juga simbol, tetapi siapa saja yg tidak memahami symbol hajar aswad dan kabah nya maka tidak salah tuduhan kaum agama lain dan ateis bahwa umat islam menyembah batu.
Batu itu symbolnya dari alam semesta yang tak terbatas ini, dan untuk menguak rahasia semesta ini maka haruslah setiap manusia melihat pertama kali dia di keluarkan yg disimbolkan mencium hajjar aswad yg berbentuk vagina itu, menelusuri dirinya itu sesungguhnya berasal dari mana. Menjadi diri kita sendiri itulah ending dari spiritualitas, diri sendiri yg bebas tidak terikat dogma, agama, aliran apapun di dunia ini tetapi menjadi diri yg berevolusi menjadi pribadi spiritual yg memegang konsep Allah yaitu menghormati, memelihara, mengkaji, alam, menghormati atau menghargai sesama manusia dan mencintai diri kita sendiri. Sehingga ketika berpulang setelah kematian, dirinya melebur /moksa dengan jagat raya mencapai nirwana atau innalilahi wainna ilaihi raajiiun .
Salam
===============
Sumber https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting , 29 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Allah adalah konsep yang dibuat Nabi Muhammad, dan yang namanya konsep tentu tidaklah tertuju pada suatu yang yang zat yang menjadi objek sesembahan melainkan tertuju pada realitas nyata dan abstrak. Yang nyata dan abstrak inilah yang yang hanya bisa dikaji/difkuak oleh otak dan hati manusia.
Konsep Allah itu sendiri tertuju pada tiga konsep yaitu alam semesta, manusia dan pribadi spiritual. Orang atheis atau orang yang cenderung memakai rasio dan logika dalam berpikir jelas akan tidak akan paham dengan konsep Allah tersebut tetapi faham mereka tentang sesuatu yang ditangkap oleh rasio dan panca indra maka akan menganggap alam semesta sebagai Tuhan adalah tidak salah dan tidak keliru namun kurang sempurna karena faktor abstraknya belum dikuak. Sehingga tidak heran para ilmuwan yang pernah ada di muka bumi ini lahir dari kalangan ateis dikarenakan memang mind set nya adalah pemaksimalan daya nalar dan berfikir. Seperti orang jepang {agama shito} mereka menyembah matahari sebagai Tuhannya, karna secara rasio dan nalar matahari adalah sumber segala kehidupan. Di dalam praktek sholat ada gerakan sujud mencium bumi, itulah symbol bahwa yg disebut Allah itu adalah konsep dan salah satu konsep nya adalah bahwa Allah itu adalah alam semesta, bukankah bumi ini yg disebut alam. Jadi yg disebut muslim itu adalah salah satunya tidak menolak bahwa alam semesta ini adalah bagian dari konsep Allah atau Tuhan. Didalam Alquran disebutkan
"" bumi dan jagad raya senantiasa bertasbih memujinya tanpa henti, kamu tidak akan mengerti bagaimana mereka bertasbih"" dan disambung lagi dengan ayat"" Timur dan barat itu kepunyaan Ku, kemana pun kau menghadap disitulah wajah Ku"" jadi tidak salah anggapan kamu materialist bahwa alam semesta itu adalah Tuhan itu sendiri. Tapi kenapa orang Islam sendiri menolak pemahaman ini karena dianggap menduakan Allah? Inilah bukti kesalahan fatal dalam pengajaran agama yg selalu mengedepankan Iman di hati sehingga tidak ada kemampuan untuk berpikir lebih tajam tentang keyakinannya, karena iman atau keyakinannya itu hanya akan berevolusi/ tumbuh maju jika di picu oleh otak untuk berpikir keras tanpa henti. Semua yg ada di alquran itu adalah symbol dan konsep semata seorang muslim sejati itu tidak akan terperdaya oleh semua simbolisasi tersebut. Terjadinya permusuhan, peperangan, pembunuhan, pengrusakan, chaos itu dikarenakan kegagalan nya tidak mampu membongkar semua symbol itu jadilah agama islam menjadi objek olok olok agama lain dan para ateis, yg lebih fatal lagi dari kalangan muslimnya sendiri tidak mampu berdebat, dengan alasan "sudah dari sononya ,Allah SWT", jadilah bom sebagai jawabannya, jadilah perang reaksi nyatanya, jadilah hacker sebagai permainannya.
Konsep Allah yg kedua yaitu manusia baik itu pria maupun wanita, siapapun manusia tidak peduli agama, suku, ras dan keturunannya itu siapa. Manusia itu adalah wujud Tuhan yg paling sempurna, sempurna karena sudah dilengkapi oleh otak dan hati serta tubuhnya.
Perkataan Nabi:" Manusia itu adalah citra Ku", jadi hanya manusia lah yg bisa menentukan maju, mundur atau hancur lembutnya dunia. Coba saja seorang Barack obama sekali memencet tombol nuklir, apa nggak hancur dunia ini ? Bencana alam apapun bentuknya semua karena ulah manusia, karena keserakahan manusia. Jadi Konsep Allah bahwa Tuhan itu adalah manusia, disymbolkan dengan gerakan ruku yg horizontal itu ketika sholat, itu bermakna kita harus
menghormati sesama manusia .
Menghormati karena sejatinya manusia itu berasal dari satu diri yg bisa dideteksi dari aktifnya hati nurani.
Konsep ketiga adalah Allah itu seorang pribadi spiritual, masalah ini ada di koridor metafisik sehingga para ateis yg selalu mengedepankan rasio dan logika jelas akan menolak faham ini, tapi kenyataannya banyak contoh yg tidak bisa disanggah dan ditolak karena dianggap takhayul dan kuno.
Umat budha menyembah Gautama sebagai Tuhannya, karena sosok budha itu adalah sosok pribadi spiritual, begitu juga Yesus kristus oleh orang kristen, karena sosok yesus kristus itu adalah pribadi spiritual. Di dalam diri manusia itu yg disebut roh itulah energi untuk bisa mengakses energi energi kebajikan di alam semesta ini. Sesungguhnya bangsa indonesia memiliki pribadi pribadi spiritual yg sangat banyak dan ini kalaulah diyakini tidak sekedar ditaati kewajiban ritualnya saja akan menjadikan bangsa indonesia ini kuat dan sejahtera. Muhammad adalah pribadi spiritualnya dari islam, yesus kristus adalah pribadi spiritualnya kristen, Gautama adalah pribadi spiritualnya budha, Dewa wisnu dari hindu, Musa dari yahudi .......banyak lagi contoh nya, tak terhitung. Jadi konsep Allah yg ketiga adalah Allah itu adalah pribadi spiritual, yg dalam praktek sholat/sembahyang di symbolkan dengan gerakan takbir.
Dalam agama islam semua manusia menyembahnya menghadap kabah karena ada black stone [hajjar aswad] di sisinya, ini juga simbol, tetapi siapa saja yg tidak memahami symbol hajar aswad dan kabah nya maka tidak salah tuduhan kaum agama lain dan ateis bahwa umat islam menyembah batu.
Batu itu symbolnya dari alam semesta yang tak terbatas ini, dan untuk menguak rahasia semesta ini maka haruslah setiap manusia melihat pertama kali dia di keluarkan yg disimbolkan mencium hajjar aswad yg berbentuk vagina itu, menelusuri dirinya itu sesungguhnya berasal dari mana. Menjadi diri kita sendiri itulah ending dari spiritualitas, diri sendiri yg bebas tidak terikat dogma, agama, aliran apapun di dunia ini tetapi menjadi diri yg berevolusi menjadi pribadi spiritual yg memegang konsep Allah yaitu menghormati, memelihara, mengkaji, alam, menghormati atau menghargai sesama manusia dan mencintai diri kita sendiri. Sehingga ketika berpulang setelah kematian, dirinya melebur /moksa dengan jagat raya mencapai nirwana atau innalilahi wainna ilaihi raajiiun .
Salam
===============
Sumber https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting , 29 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Spiritual Itu Harus Memakai Otak
SPIRITUAL ITU HARUS MEMAKAI OTAK.
Tuhan itu bisa dikenal bukan hanya dirasakan oleh hati tapi oleh otak, dulu saya pun mengatakan demikian bahwa hanya hati yg bersih dan suci lah yang bisa merasakan bisikan Tuhan, tapi justru anggapan demikian itu adalah anggapan yg salah dan stagnan dlm berspiritual, Tuhan berfirman " Aku menurunkan ilmu berdasarkan kadar nya ", kadar, disitu bukanlah suatu yg sudah ada tidak bisa dirubah dalam diri manusia, justru kadar itu lah yg menyempitkan dan melebarkan adalah diri kita sendiri, kadar itu adalah pemahaman kita tentang diri kita sendiri. Pemahaman itu ada di otak bagaimana manusia bisa berpikir agar pemahamannya tentang Tuhan menjadi luas. Otak itu harus dibebaskan supaya bekerja sebebas-bebasnya, jangan dipagari oleh dogma-dogma yang keluar dari agama maupun filsafat, justru kebenaran dogma tersebut harus diuji kebenarannya oleh diri kita sendiri dengan jalan berpikir bukan hanya menyandarkan/ pasrah kepada dogma dengan alasan takut dosa.
Hati akan menjadi suci dan bersih Setelah otak kita dibuka kunci" borgolnya" di buka untuk supaya bekerja, berfikir, merenung tentang kebenaran. Kalau otaknya dikunci maka yang didapat adalah ketenangan semu yang bersifat sementara dan sangat rentan menjadi busuk kembali. Hati itu ada di dada sedangkan otak ada di kepala, antara dada dan kepala ada tenggorokan, Nah jalur dada - tenggorokan - otak itu jembatan shirotol mustaqim atau jalan yang lurus yang harus dibersihkan atau dibebaskan sehingga akan terjalin kerjasama yang luar biasa antara hati dan otak, kalau hati dan otak sudah menyatu maka berlakulah perkataan nabi " Aku ada di pikiran mu, Aku adalah rasa mu ", rasa yang disebut sejati itu adalah perpaduan antara hati dan otak manusia, memang untuk menuju ke arah sana tidaklah mudah, hanya dengan kegigihan dan percaya pada diri sendirilah semua itu bisa terwujud. Otak tidak akan bekerja ke arah kebenaran selama kita lebih meyakini sesuatu di luar diri kita.
Kitab suci apapun namanya sebagai pegangan umat beragama, bukanlah berbentuk fisik dan lahiriyah tetapi kedua pedoman itu adalah diri kita sendiri yaitu hati dan otak. Apakah bisa hanya dengan memiliki kitab suci di rumah dengan dibaca, ala kadarnya, dipelajari tafsirnya sudah cukup itu mutlak sebagai pegangan? tentu akan jauh dari tujuan. Agama dan kitab sucinya hampir 100 persen adamant bersifat simbolik/ perumpamaan, termasuk kata ALLAH pun itu bersifat simbolik atau gagasan/ konsep, yang sejati itu tidak bisa disimbolkan/ dikonsepkan, yg sejati itu adalah Maha PASTI tidak ada keraguan sedikit pun ! begitu pula agama itu bersifat simbolik, Nabi pun demikian, masih banyak lagi yg di simbol kan. Semua simbolisasi itu akan menjadi terang dan pasti kalau kita berpikir dengan otak, artinya berspiritual itu harus memakai otak.
Bagaimana bila selama hidup kita yang berbangga dengan agamanya hidup dalam pemahaman yang bersifat simbolik ? Apakah nanti di akhirat akan kembali ke Allah atau ke surga ? Apakah iya ? tentu hal ini harus dipikirkan jauh ketika hidup di dunia Yang sebentar ini. Kebutaan di dunia ini adalah karena manusia gagal memecahkan teka-teki simbolisasi tersebut, maka akibatnya akan menjadi buta dalam kegelapan yang mencekam setelah kematian tiba.
Kenapa sekarang fakta memperlihatkan banyak orang yang alergi dan bosan terhadap agamanya, hal ini dikarenakan manusia itu lari untuk mencari kebenaran hakiki, karena selama ini mereka merasakan agama hanya menjadi alat untuk berangan-angan kosong yang tidak jelas, menyembah Tuhan yang tidak jelas dan tidak masuk akal. Di tambah lagi dengan disaksikannya di TV -TV orang membunuh, perang,merusak,merampok dengan alasan agama, menjadikan mereka berpikir lebih kritis tentang agama yang dianutnya. Disini janganlah kita berpikiran picik terhadap mereka, biarkanlah mereka mencari jalan sendiri kebenaran ini, Karena untuk mencari kebenaran itu ibarat pepatah " Banyak jalan menuju Roma " sangat banyak ,bervariatif dan bermacam macam. Bagi yang sudah kadung melewati jalur agama, maka tidak ada cara lain untuk mengelupas habis sampai ke kelupasan terakhir sebagai bentuk simbolisasi/ perumpamaan yang ada di dalam ajaran agama tersebut, Caranya ? Pakailah otak untuk berpikir !
Teknik penyucian diri seperti meditasi, tafakur, zikir, sholat, yoga, menutup 9 lobang dll tidaklah akan mampu membersihkan hati/ jiwanya secara menyeluruh sebelum otaknya dibuka seluas-luasnya tentang pemahaman masalah ketuhanan, dan tidak ada cara lain untuk membukanya dengan jalan berpikir terus tanpa henti. Ada istilah Third eye atau mata ke tiga atau mata Tuhan, itulah yang akan aktif untuk mengaktifkan kesadaran diri kita menuju ke kesadaran universal. The higher spirit { roh pembimbing } akan menjadi teman kita yang disebut malaikat itu untuk mengarungi kehidupan yang lebih bijaksana, ikhlas dan berserah diri.
Segala bentuk istilah agama yang menyentuh kegaiban seperti malaikat, iblis, jin, khodam, hantu, surga, neraka dll akan menjadi sesuatu yang nyata, yang bisa dicerna dengan akal sehat. Tak lagi bicara intuisi, halusinasi, bisikan pertama yang benar yang kedua dan yang ketiga adalah iblis, takhayul....... semuanya luluh dengan suatu hal yang pasti dan masuk akal.
karena Tuhan itu MAHA PASTI, MAHA EXACT tidak ada keraguan lagi di dalamnya.
Diri kita adalah Pancer atau central nya
jagat raya ini, diri kita yaitu wujud kita yang lengkap dengan jiwa dan raga ini adalah citra terbaik Tuhan di muka bumi ini. Sebagai citranya tentu segala Rahasianya ada di dalam diri kita, dan semua dapat dipecahkan setelah memanunggalkan otak yang berpikir dan rasa yang terpancar dari roh.
Manunggaling kawulo Gusti atau Ma'rifatullah atau kesadaran tinggi [ highr self ] itu adalah sudah menyatunya jiwa dengan raga kita sehingga menjadi diri yang mana hati, otak dan perbuatannya sudah Selaras, menyatu . Namun untuk ke arah sana tidaklah mudah, harus memiliki nyali dan mental yang tinggi karena mendobrak keakuan berpikir, mendobrak rasa takut berbuat dosa, mendobrak sistem yang sudah turun-temurun, harus berani dll.
Semua tindakan itu adalah perlawanan terhadap diri kita sendiri bukan untuk ke luar diri kita. Sehingga tak salah seorang teman Facebook dalam statusnya berkata;" SPIRITUAL ITU HARUS PAKE OTAK JANGAN PAKE HATI ".
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting, 29 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Tuhan itu bisa dikenal bukan hanya dirasakan oleh hati tapi oleh otak, dulu saya pun mengatakan demikian bahwa hanya hati yg bersih dan suci lah yang bisa merasakan bisikan Tuhan, tapi justru anggapan demikian itu adalah anggapan yg salah dan stagnan dlm berspiritual, Tuhan berfirman " Aku menurunkan ilmu berdasarkan kadar nya ", kadar, disitu bukanlah suatu yg sudah ada tidak bisa dirubah dalam diri manusia, justru kadar itu lah yg menyempitkan dan melebarkan adalah diri kita sendiri, kadar itu adalah pemahaman kita tentang diri kita sendiri. Pemahaman itu ada di otak bagaimana manusia bisa berpikir agar pemahamannya tentang Tuhan menjadi luas. Otak itu harus dibebaskan supaya bekerja sebebas-bebasnya, jangan dipagari oleh dogma-dogma yang keluar dari agama maupun filsafat, justru kebenaran dogma tersebut harus diuji kebenarannya oleh diri kita sendiri dengan jalan berpikir bukan hanya menyandarkan/ pasrah kepada dogma dengan alasan takut dosa.
Hati akan menjadi suci dan bersih Setelah otak kita dibuka kunci" borgolnya" di buka untuk supaya bekerja, berfikir, merenung tentang kebenaran. Kalau otaknya dikunci maka yang didapat adalah ketenangan semu yang bersifat sementara dan sangat rentan menjadi busuk kembali. Hati itu ada di dada sedangkan otak ada di kepala, antara dada dan kepala ada tenggorokan, Nah jalur dada - tenggorokan - otak itu jembatan shirotol mustaqim atau jalan yang lurus yang harus dibersihkan atau dibebaskan sehingga akan terjalin kerjasama yang luar biasa antara hati dan otak, kalau hati dan otak sudah menyatu maka berlakulah perkataan nabi " Aku ada di pikiran mu, Aku adalah rasa mu ", rasa yang disebut sejati itu adalah perpaduan antara hati dan otak manusia, memang untuk menuju ke arah sana tidaklah mudah, hanya dengan kegigihan dan percaya pada diri sendirilah semua itu bisa terwujud. Otak tidak akan bekerja ke arah kebenaran selama kita lebih meyakini sesuatu di luar diri kita.
Kitab suci apapun namanya sebagai pegangan umat beragama, bukanlah berbentuk fisik dan lahiriyah tetapi kedua pedoman itu adalah diri kita sendiri yaitu hati dan otak. Apakah bisa hanya dengan memiliki kitab suci di rumah dengan dibaca, ala kadarnya, dipelajari tafsirnya sudah cukup itu mutlak sebagai pegangan? tentu akan jauh dari tujuan. Agama dan kitab sucinya hampir 100 persen adamant bersifat simbolik/ perumpamaan, termasuk kata ALLAH pun itu bersifat simbolik atau gagasan/ konsep, yang sejati itu tidak bisa disimbolkan/ dikonsepkan, yg sejati itu adalah Maha PASTI tidak ada keraguan sedikit pun ! begitu pula agama itu bersifat simbolik, Nabi pun demikian, masih banyak lagi yg di simbol kan. Semua simbolisasi itu akan menjadi terang dan pasti kalau kita berpikir dengan otak, artinya berspiritual itu harus memakai otak.
Bagaimana bila selama hidup kita yang berbangga dengan agamanya hidup dalam pemahaman yang bersifat simbolik ? Apakah nanti di akhirat akan kembali ke Allah atau ke surga ? Apakah iya ? tentu hal ini harus dipikirkan jauh ketika hidup di dunia Yang sebentar ini. Kebutaan di dunia ini adalah karena manusia gagal memecahkan teka-teki simbolisasi tersebut, maka akibatnya akan menjadi buta dalam kegelapan yang mencekam setelah kematian tiba.
Kenapa sekarang fakta memperlihatkan banyak orang yang alergi dan bosan terhadap agamanya, hal ini dikarenakan manusia itu lari untuk mencari kebenaran hakiki, karena selama ini mereka merasakan agama hanya menjadi alat untuk berangan-angan kosong yang tidak jelas, menyembah Tuhan yang tidak jelas dan tidak masuk akal. Di tambah lagi dengan disaksikannya di TV -TV orang membunuh, perang,merusak,merampok dengan alasan agama, menjadikan mereka berpikir lebih kritis tentang agama yang dianutnya. Disini janganlah kita berpikiran picik terhadap mereka, biarkanlah mereka mencari jalan sendiri kebenaran ini, Karena untuk mencari kebenaran itu ibarat pepatah " Banyak jalan menuju Roma " sangat banyak ,bervariatif dan bermacam macam. Bagi yang sudah kadung melewati jalur agama, maka tidak ada cara lain untuk mengelupas habis sampai ke kelupasan terakhir sebagai bentuk simbolisasi/ perumpamaan yang ada di dalam ajaran agama tersebut, Caranya ? Pakailah otak untuk berpikir !
Teknik penyucian diri seperti meditasi, tafakur, zikir, sholat, yoga, menutup 9 lobang dll tidaklah akan mampu membersihkan hati/ jiwanya secara menyeluruh sebelum otaknya dibuka seluas-luasnya tentang pemahaman masalah ketuhanan, dan tidak ada cara lain untuk membukanya dengan jalan berpikir terus tanpa henti. Ada istilah Third eye atau mata ke tiga atau mata Tuhan, itulah yang akan aktif untuk mengaktifkan kesadaran diri kita menuju ke kesadaran universal. The higher spirit { roh pembimbing } akan menjadi teman kita yang disebut malaikat itu untuk mengarungi kehidupan yang lebih bijaksana, ikhlas dan berserah diri.
Segala bentuk istilah agama yang menyentuh kegaiban seperti malaikat, iblis, jin, khodam, hantu, surga, neraka dll akan menjadi sesuatu yang nyata, yang bisa dicerna dengan akal sehat. Tak lagi bicara intuisi, halusinasi, bisikan pertama yang benar yang kedua dan yang ketiga adalah iblis, takhayul....... semuanya luluh dengan suatu hal yang pasti dan masuk akal.
karena Tuhan itu MAHA PASTI, MAHA EXACT tidak ada keraguan lagi di dalamnya.
Diri kita adalah Pancer atau central nya
jagat raya ini, diri kita yaitu wujud kita yang lengkap dengan jiwa dan raga ini adalah citra terbaik Tuhan di muka bumi ini. Sebagai citranya tentu segala Rahasianya ada di dalam diri kita, dan semua dapat dipecahkan setelah memanunggalkan otak yang berpikir dan rasa yang terpancar dari roh.
Manunggaling kawulo Gusti atau Ma'rifatullah atau kesadaran tinggi [ highr self ] itu adalah sudah menyatunya jiwa dengan raga kita sehingga menjadi diri yang mana hati, otak dan perbuatannya sudah Selaras, menyatu . Namun untuk ke arah sana tidaklah mudah, harus memiliki nyali dan mental yang tinggi karena mendobrak keakuan berpikir, mendobrak rasa takut berbuat dosa, mendobrak sistem yang sudah turun-temurun, harus berani dll.
Semua tindakan itu adalah perlawanan terhadap diri kita sendiri bukan untuk ke luar diri kita. Sehingga tak salah seorang teman Facebook dalam statusnya berkata;" SPIRITUAL ITU HARUS PAKE OTAK JANGAN PAKE HATI ".
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting, 29 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Tuhan Adalah Ilmu
TUHAN ADALAH ILMU
Allah adalah konsep, seperti sudah saya tulis dalam dokumen Berapa waktu yang lalu. Salah satu konsepnya adalah menghormati alam semesta, dan salah satu bagian dari alam semesta itu adalah ILMU. Jadi tidak salah saya katakan Tuhan itu ilmu tapi ilmu bukan Tuhan ! Ilmu yang dimaksud adalah sangat luas yang bisa dibagi dalam dua bagian besar yaitu ilmu matematika,filsafat,fisika,astronomi, sejarah,bahasa,kedokteran,agama, psikologi, informatika, dll. Dengan kata lain ilmu lahir itu lebih mementingkan rasio, Nalar dan logika. Sedangkan ilmu batin itu adalah ilmu yang didapat dari sesuatu yang tidak nyata, yang mana untuk mendapatkan/mempelajari ilmu lebih banyak menggunakan kekuatan dirinya sendiri[ bathin ].
Kalau lah kita yakini dan fahami bahwa Tuhan itu adalah ilmu, maka ketika kita mempelajari/ menggeluti bidang apapun maka output dari ilmu adalah KASIH SAYANG/ cinta kasih terhadap sesama manusia dan alam.
Karena sifat esensial Tuhan itu adalah kasih sayang/ cinta.
Semua ilmu lahir dan batin yang kita pelajari itu sebenarnya hakekatnya adalah untuk kita mempunyai keyakinan terhadap diri sendiri, keyakinan bahwa ternyata kebenaran itu ada pada setiap diri manusia. Sangat disayangkan bila kita sudah belajar ilmu agama, kita menolak ilmu-ilmu yang lain seperti sejarah, astronomi, filsafat dll dikarenakan dengan satu alasan yaitu benturan dengan Alquran dan hadis. Perlu diketahui Alquran itu bukanlah buku ilmu pengetahuan, bukan buku sejarah, bukan buku ilmu pemerintahan dan sosial TETAPI Alquran itu adalah petunjuk untuk menghubungkan Bagaimana manusia bisa berhubungan dengan Allah. Akan meleset dan gagal bila kita mempelajari Al'quran dengan kacamata fanatisme, kacamata terdoktrin, kacamata sektoral dan dengan jiwa yang dipenuhi rasa ketakutan, rasa kehinaan dan kerendahan diri. Umat Islam itu sekarang bisa bangga dengan orangutans tetapi sungguh menyedihkan secara kwalitas, agama Islam sekarang dalam kondisi di persimpangan jalan karena melihat saudara-saudara tuanya Kristen ternyata fakta peradabannya jauh lebih maju dan mapan. Semua kemajuan yang didapat kaum Kristen dan Yahudi itu tak lain dan tak bisa disanggah karena mencari ilmu, belajar dengan open mind. Jadi jangan salah orang yang sedang belajar menuntut ilmu apapun pada hakekatnya mereka sudah mengenal realitas Tuhan yang nyata tidaklah mungkin mencapai surga [ nirwana ] bila di dalam hatinya masih ada sifat fanatisme, menolak perbedaan dan merasa benar sendiri dengan agamanya. Bagaimana bisa mencapai surga bila pemikirannya masih terkunci dengan sesuatu dari luar dirinya? Untuk masuk surga itu pikiran harus di bebaskan ! Harus mulai bekerjasama dengan suara nuraninya sendiri sebagai pijakan kebenaran. Syafaat/ pertolongan nabi dan al-quran di hari kiamat itu cuma simbolis.
Yang namanya syafaat/ pertolongan nabi itu adanya di dunia ini dan ini masuk ke jalur ilmu batin. Bagaimana bisa mengharap sesuatu setelah kematian, dengan jasad, otak, jantung,yang telah mati? Semua rahasia agama itu adalah harus dipecahkan di dunia ini dengan Tuhan itu sendiri tak lain adalah dengan sesuatu realita nyatanya yaitu ILMU baik lahir maupun batin. Beruntunglah ada internet dengan Google dan YouTube nya dengan Facebooknya, karena dengan adanya fasilitas itu maka ilmu-ilmu lahir maupun batin bisa diakses dengan mudah dan cepat.
Teknologi informasi ini adalah bagian dari produk ilmu, tak salah kita mengatakan teknologi informasi ini adalah salah satu realitas Tuhan yang nyata yang ada di dunia ini. Orang yang belajar agama lewat kitab suci dan internet, tidak dipungkiri lewat jalur internet akan lebih cepat dan instan dibanding lewat kitab suci Apakah ini salah ?? Oh, tidak !! karena sesuatu yang memberikan informasi pencerahan dan petunjuk ke arah kebenaran itulah yang disebut kitab. Sangat benar bila sang sufi mengatakan kitab suci Al-Quran itu adalah diri kita dan alam terbentang.
Sekali lagi ILMU adalah salah satu wujud realitas nyata Tuhan di muka bumi ini, Tuhan Maha Esa, Tuhan Maha Tunggal bukanlah berarti menunjuk pada bilangan SATU,tetapi menunjuk kepada suatu mekanisme/ system yg SATU. Bukankah dalam ajaran dikenal sifat WUJUD yang ada di peringkat satu ? Wujud nyata bisa dirasakan, didengar, dicium, dilihat oleh panca indra dan ilmu bisa kita rasakan bukan?.
Salam
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (Posting 29 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Allah adalah konsep, seperti sudah saya tulis dalam dokumen Berapa waktu yang lalu. Salah satu konsepnya adalah menghormati alam semesta, dan salah satu bagian dari alam semesta itu adalah ILMU. Jadi tidak salah saya katakan Tuhan itu ilmu tapi ilmu bukan Tuhan ! Ilmu yang dimaksud adalah sangat luas yang bisa dibagi dalam dua bagian besar yaitu ilmu matematika,filsafat,fisika,astronomi, sejarah,bahasa,kedokteran,agama, psikologi, informatika, dll. Dengan kata lain ilmu lahir itu lebih mementingkan rasio, Nalar dan logika. Sedangkan ilmu batin itu adalah ilmu yang didapat dari sesuatu yang tidak nyata, yang mana untuk mendapatkan/mempelajari ilmu lebih banyak menggunakan kekuatan dirinya sendiri[ bathin ].
Kalau lah kita yakini dan fahami bahwa Tuhan itu adalah ilmu, maka ketika kita mempelajari/ menggeluti bidang apapun maka output dari ilmu adalah KASIH SAYANG/ cinta kasih terhadap sesama manusia dan alam.
Karena sifat esensial Tuhan itu adalah kasih sayang/ cinta.
Semua ilmu lahir dan batin yang kita pelajari itu sebenarnya hakekatnya adalah untuk kita mempunyai keyakinan terhadap diri sendiri, keyakinan bahwa ternyata kebenaran itu ada pada setiap diri manusia. Sangat disayangkan bila kita sudah belajar ilmu agama, kita menolak ilmu-ilmu yang lain seperti sejarah, astronomi, filsafat dll dikarenakan dengan satu alasan yaitu benturan dengan Alquran dan hadis. Perlu diketahui Alquran itu bukanlah buku ilmu pengetahuan, bukan buku sejarah, bukan buku ilmu pemerintahan dan sosial TETAPI Alquran itu adalah petunjuk untuk menghubungkan Bagaimana manusia bisa berhubungan dengan Allah. Akan meleset dan gagal bila kita mempelajari Al'quran dengan kacamata fanatisme, kacamata terdoktrin, kacamata sektoral dan dengan jiwa yang dipenuhi rasa ketakutan, rasa kehinaan dan kerendahan diri. Umat Islam itu sekarang bisa bangga dengan orangutans tetapi sungguh menyedihkan secara kwalitas, agama Islam sekarang dalam kondisi di persimpangan jalan karena melihat saudara-saudara tuanya Kristen ternyata fakta peradabannya jauh lebih maju dan mapan. Semua kemajuan yang didapat kaum Kristen dan Yahudi itu tak lain dan tak bisa disanggah karena mencari ilmu, belajar dengan open mind. Jadi jangan salah orang yang sedang belajar menuntut ilmu apapun pada hakekatnya mereka sudah mengenal realitas Tuhan yang nyata tidaklah mungkin mencapai surga [ nirwana ] bila di dalam hatinya masih ada sifat fanatisme, menolak perbedaan dan merasa benar sendiri dengan agamanya. Bagaimana bisa mencapai surga bila pemikirannya masih terkunci dengan sesuatu dari luar dirinya? Untuk masuk surga itu pikiran harus di bebaskan ! Harus mulai bekerjasama dengan suara nuraninya sendiri sebagai pijakan kebenaran. Syafaat/ pertolongan nabi dan al-quran di hari kiamat itu cuma simbolis.
Yang namanya syafaat/ pertolongan nabi itu adanya di dunia ini dan ini masuk ke jalur ilmu batin. Bagaimana bisa mengharap sesuatu setelah kematian, dengan jasad, otak, jantung,yang telah mati? Semua rahasia agama itu adalah harus dipecahkan di dunia ini dengan Tuhan itu sendiri tak lain adalah dengan sesuatu realita nyatanya yaitu ILMU baik lahir maupun batin. Beruntunglah ada internet dengan Google dan YouTube nya dengan Facebooknya, karena dengan adanya fasilitas itu maka ilmu-ilmu lahir maupun batin bisa diakses dengan mudah dan cepat.
Teknologi informasi ini adalah bagian dari produk ilmu, tak salah kita mengatakan teknologi informasi ini adalah salah satu realitas Tuhan yang nyata yang ada di dunia ini. Orang yang belajar agama lewat kitab suci dan internet, tidak dipungkiri lewat jalur internet akan lebih cepat dan instan dibanding lewat kitab suci Apakah ini salah ?? Oh, tidak !! karena sesuatu yang memberikan informasi pencerahan dan petunjuk ke arah kebenaran itulah yang disebut kitab. Sangat benar bila sang sufi mengatakan kitab suci Al-Quran itu adalah diri kita dan alam terbentang.
Sekali lagi ILMU adalah salah satu wujud realitas nyata Tuhan di muka bumi ini, Tuhan Maha Esa, Tuhan Maha Tunggal bukanlah berarti menunjuk pada bilangan SATU,tetapi menunjuk kepada suatu mekanisme/ system yg SATU. Bukankah dalam ajaran dikenal sifat WUJUD yang ada di peringkat satu ? Wujud nyata bisa dirasakan, didengar, dicium, dilihat oleh panca indra dan ilmu bisa kita rasakan bukan?.
Salam
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (Posting 29 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Menelusuri Jejak Tuhan
MENELUSURI JEJAK TUHAN
Seorang atheis mengatakan kepada saya Tuhan saya adalah alam semesta, terus dia bertanya sama saya Tuhan kamu siapa ? saya menjawab " sesuatu itu yang mengasihi dan yang menyayangi " terus dia bertanya penasaran, siapakah itu ? Apakah suatu wujud yang nyata atau abstrak ? saya jawab, yang nyata dan yang abstrak. Seorang agamis mengatakan pada saya Tuhan saya adalah Allah yang gaib, terus dia bertanya sama saya, Tuhan kamu siapa? Saya menjawab persis apa yang saya katakan kepada teman saya yang atheis.
Kata Tuhan adalah simbol, entah Siapa yang menciptakan nama itu, begitu juga kata Allah sama hanya simbol, juga entah Siapa yang menciptakan nama itu. Bagi saya tidak terlalu penting untuk menelusuri sejarah timbulnya penamaan tersebut karena yang terpenting adalah mengetahui dengan benar esensi dari kata Tuhan atau Allah tersebut.
Kenapa saya sebut Tuhan itu adalah sesuatu yg mengasihi dan menyayangi? Ya, karena dari mana lagi kita menelusuri jejak dengan kalau dari segi kebaikan, masa kita menelusuri dari segi keburukan atau kejahatan. Coba saja lihat di sekitar kita apa dan siapa itu sumber yg mengasihi dan menyayangi itu, tentu kita tidak akan pernah menyanggah sumber kasih dan sayang itu ada pada ayah dan ibu kita, juga pada alam dengan kekayaan di dalamnya ada tanah tempat berpijak, ada tumbuhan dan binatang untuk mendukung supaya manusia tetap hidup, ada udara, air, api, bulan, bintang,,matahari dll semua tanpa pernah kita minta dan tak perduli kita orang baik atau jahat semuanya memberikan kehidupan kepada kita tanpa pilih kasih. Sumber kasih sayang yang lain adalah pada diri kita sendiri sebagai manusia, tanpa ada organ tubuh, sel sel dan roh kita tidak akan hidup sebagai manusia seutuhnya. Dengan kata lain hidup akan indah kalau kita menghargai orang tua kita, alam semesta dan diri kita sendiri kepada sesama manusia. Dari ketiga sumber itulah kita bisa Menelusuri jejak Tuhan atau Allah itu.
Menelusuri siapa diri kita, maka diri kita adalah dari kedua orang tua kita, kedua orang tua kita dari Kakek kita, nenek kita dari buyut kita, buyut kita dari dst dst...... sampailah kita simbol dengan nama Adam, sebagai manusia pertama. Dan nama Adam pun adalah suatu simbol bukan suatu fakta sejarah. Simbol untuk bahan perenungan dan bahan pengkajian diri, jadi Siapakah orang tua sejati kita? Tak lain dialah sang sumber kehidupan, sang sumber kasih sayang, Jadi tidak salah bila dalam agama {Islam} pemeluknya supaya menghormati orang terdahulu, bahkan diperintahkan untuk mengadakan hubungan telepati [tawassul] dengan para leluhur kita. Jadi jangan salahkan agama Pagan [ agama asli ] nusantara, yang mana ritual mereka kental dengan sesaji untuk menghormati roh leluhur nya. Di dalam sejarah Islam ada peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad, yang mana ketika dalam perjalanannya ke langit, sang nabi bertemu dengan para nabi pendahulunya seperti Ibrahim, Musa ,Yusuf ,isa. Sampai sang nabi mampu berdialog [ terlewati ] dengan mereka untuk mendapatkan bimbingan kepada dirinya supaya dia bisa menyiarkan tauhid sesuai dengan zamannya. Itulah proses Menelusuri jejak Tuhan kepada kedua orang tua kita, sehingga orang Kristen menyebutnya sebagai Tuhan Bapa, dia yang menelusuri disebut Anak Tuhan, Energi untuk bisa berkomunikasi dengan Bapa disebut roh kudus. Jadi sebenarnya Trinitas itu hakikatnya nya adalah ketunggalan, istilah sekarang
' three in one ' dalam Islam pun demikian ada Trinitas seperti Nur Allah dan Nur Muhammad dan Nur Insan, gak ada beda yang membuat seperti berbeda nyata adalah istilah belaka.
Menyusuri jalur orang tua untuk menemukan Sumber Kasih sayang adalah jalur metafisik, sehingga jalur ini sangat tidak dipahami oleh para ateis yang selalu mengedepankan rasio dan logika tetapi sebenarnya hal ini adalah jalur agama, tetapi kenapa justru umat beragama nya sendiri tidak percaya bahkan tidak sedikit yang menolak hal ini dengan alasan musryrik, sesat, klenik, dll.
Hal ini dikarenakan kebanyakan umat beragama hanya memahami agama dari ketaatan menjalankan kewajiban saja belum mencapai keyakinan, karena keyakinan itu ada di wilayah metafisik. Jadi sekali-kali janganlah menjadi anak durhaka kepada kedua orang tua kita, ilmu segede gunung pun tentang Ketuhanan bila durhaka kepada kedua orang tuanya sama saja membelakangi Tuhan. Sebaliknya bila ilmu ketuhanannya minim tapi dia hormat dan santun kepada kedua orang tuanya berarti Tuhan masih memberikan pintu untuk menuju nya.
Menelusuri jejak Tuhan dari alam adalah Menelusuri jejak nya dari suatu materi/ benda yg nyata. Kita bisa hidup Karena makan makanan, entah itu dari hewan maupun tumbuhan juga air, Kita pernah baca siklus fotosintesa, ternyata siklus itu berbentuk lingkaran. Tumbuh-tumbuhan karena ada sinar matahari, tumbuh menjadi pepohonan, buah-buahan sayuran kemudian dimakan oleh manusia dan hewan, kemudian hewan pun dimakan oleh manusia. Begitu jika siklus air, air turun ke bumi karena adanya sinar matahari, intinya dalam hal ini matahari adalah sumber kehidupan. Jadi tidaklah salah penganut agama Shinto di Jepang menyembah matahari. Matahari yang kita lihat ini adalah satu bintang dari miliaran bintang di langit lepas. Apakah kita harus menyembah matahari ? Tentu tidak ! Tapi mereka yang menyembah juga tidak salah tetapi belum sempurna.
Karena banyak matahari matahari yang tidak terhingga di langit lepas ini, saking tidak terhingganya maka simbol Tuhan pun adalah suatu lingkaran, artinya tak bertepi ! Banyak simbol agama di dunia ini menggunakan bintang sebagai simbolnya seperti yahudi, islam. Alam semesta atau jagat raya ini senantiasa memberikan kasih sayang dan sayangnya kepada manusia tanpa pernah berhenti. Jadi menjaga, memelihara alam adalah salah satu bukti bahwa anda sudah mengenal Tuhan.
Yang ketiga Menelusuri jejak Tuhan pada diri kita sendiri, inilah spiritual. Karena alam jagat raya yang memberikan kehidupan pada manusia, ternyata tubuh manusia tersusun dari milyaran sel memberikan kehidupan kepada kita. Bila sel-sel yang menopang kehidupan kita terjangkiti virus/ penyakit dari luar maka kita akan mengalami sakit/ cacat/ mati. Tubuh manusia ibarat replika nya jagat raya, bahkan dalam Islam disebutkan berkali-kali kata-kata penting seperti : manusia adalah citra Tuhan, Rasa Tuhan adalah rasa manusia, Baitullah itu di Hati manusia dan banyak lagi kalimat kalimat yg menggugah kita untuk menerawang ke dalam diri.
Hanya manusialah yang bisa berpikir untuk menguak rahasia Tuhan, alam nyata abstrak. Berfikir dengan otak/ akal ini lah jalan satu satunya manusia bisa menemukan jati dirinya, tapi kenapa orang beragama tidak memahami hal ini ? Ya, karena dalam mengkaji ajaran agama hanya menggunakan hati, tidak memaksimalkan menggunakan otak untuk berpikir terus-menerus. hati itu ibarat akar, pohon tidak akan tumbuh keatas kalau tidak di sinari matahari, disiram air. Nah untuk tumbuh ke atas supaya tidak statis itulah manusia harus menggunakan otaknya, karena ajaran agama itu sarat dengan makna simbolik/ perumpamaan termasuk kata ALLAH, Tuhan pun adalah suatu simbolik. Kalau kata ALLAH Nya sudah simbolik bagaimana turunannya ke bawah ?betul juga kata para sufi " barangsiapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya " mengenal dirinya berarti pemikirannya sudah bersumber dari dalam dirinya sudah tidak melihat keluar, mengenal dirinya berarti sudah percaya pada dirinya sendiri, mengenal dirinya itu berarti pola pikirnya sudah terbebas dari doktrinitas dari luar dirinya, mengenal dirinya berarti sudah menundukkan dirinya agar berbuat selaras dengan alam semesta, selaras dengan dzat kasih sayang karena dirinya bukan Tuhan melainkan bagian dari KAMI.
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (Posting 30 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Seorang atheis mengatakan kepada saya Tuhan saya adalah alam semesta, terus dia bertanya sama saya Tuhan kamu siapa ? saya menjawab " sesuatu itu yang mengasihi dan yang menyayangi " terus dia bertanya penasaran, siapakah itu ? Apakah suatu wujud yang nyata atau abstrak ? saya jawab, yang nyata dan yang abstrak. Seorang agamis mengatakan pada saya Tuhan saya adalah Allah yang gaib, terus dia bertanya sama saya, Tuhan kamu siapa? Saya menjawab persis apa yang saya katakan kepada teman saya yang atheis.
Kata Tuhan adalah simbol, entah Siapa yang menciptakan nama itu, begitu juga kata Allah sama hanya simbol, juga entah Siapa yang menciptakan nama itu. Bagi saya tidak terlalu penting untuk menelusuri sejarah timbulnya penamaan tersebut karena yang terpenting adalah mengetahui dengan benar esensi dari kata Tuhan atau Allah tersebut.
Kenapa saya sebut Tuhan itu adalah sesuatu yg mengasihi dan menyayangi? Ya, karena dari mana lagi kita menelusuri jejak dengan kalau dari segi kebaikan, masa kita menelusuri dari segi keburukan atau kejahatan. Coba saja lihat di sekitar kita apa dan siapa itu sumber yg mengasihi dan menyayangi itu, tentu kita tidak akan pernah menyanggah sumber kasih dan sayang itu ada pada ayah dan ibu kita, juga pada alam dengan kekayaan di dalamnya ada tanah tempat berpijak, ada tumbuhan dan binatang untuk mendukung supaya manusia tetap hidup, ada udara, air, api, bulan, bintang,,matahari dll semua tanpa pernah kita minta dan tak perduli kita orang baik atau jahat semuanya memberikan kehidupan kepada kita tanpa pilih kasih. Sumber kasih sayang yang lain adalah pada diri kita sendiri sebagai manusia, tanpa ada organ tubuh, sel sel dan roh kita tidak akan hidup sebagai manusia seutuhnya. Dengan kata lain hidup akan indah kalau kita menghargai orang tua kita, alam semesta dan diri kita sendiri kepada sesama manusia. Dari ketiga sumber itulah kita bisa Menelusuri jejak Tuhan atau Allah itu.
Menelusuri siapa diri kita, maka diri kita adalah dari kedua orang tua kita, kedua orang tua kita dari Kakek kita, nenek kita dari buyut kita, buyut kita dari dst dst...... sampailah kita simbol dengan nama Adam, sebagai manusia pertama. Dan nama Adam pun adalah suatu simbol bukan suatu fakta sejarah. Simbol untuk bahan perenungan dan bahan pengkajian diri, jadi Siapakah orang tua sejati kita? Tak lain dialah sang sumber kehidupan, sang sumber kasih sayang, Jadi tidak salah bila dalam agama {Islam} pemeluknya supaya menghormati orang terdahulu, bahkan diperintahkan untuk mengadakan hubungan telepati [tawassul] dengan para leluhur kita. Jadi jangan salahkan agama Pagan [ agama asli ] nusantara, yang mana ritual mereka kental dengan sesaji untuk menghormati roh leluhur nya. Di dalam sejarah Islam ada peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad, yang mana ketika dalam perjalanannya ke langit, sang nabi bertemu dengan para nabi pendahulunya seperti Ibrahim, Musa ,Yusuf ,isa. Sampai sang nabi mampu berdialog [ terlewati ] dengan mereka untuk mendapatkan bimbingan kepada dirinya supaya dia bisa menyiarkan tauhid sesuai dengan zamannya. Itulah proses Menelusuri jejak Tuhan kepada kedua orang tua kita, sehingga orang Kristen menyebutnya sebagai Tuhan Bapa, dia yang menelusuri disebut Anak Tuhan, Energi untuk bisa berkomunikasi dengan Bapa disebut roh kudus. Jadi sebenarnya Trinitas itu hakikatnya nya adalah ketunggalan, istilah sekarang
' three in one ' dalam Islam pun demikian ada Trinitas seperti Nur Allah dan Nur Muhammad dan Nur Insan, gak ada beda yang membuat seperti berbeda nyata adalah istilah belaka.
Menyusuri jalur orang tua untuk menemukan Sumber Kasih sayang adalah jalur metafisik, sehingga jalur ini sangat tidak dipahami oleh para ateis yang selalu mengedepankan rasio dan logika tetapi sebenarnya hal ini adalah jalur agama, tetapi kenapa justru umat beragama nya sendiri tidak percaya bahkan tidak sedikit yang menolak hal ini dengan alasan musryrik, sesat, klenik, dll.
Hal ini dikarenakan kebanyakan umat beragama hanya memahami agama dari ketaatan menjalankan kewajiban saja belum mencapai keyakinan, karena keyakinan itu ada di wilayah metafisik. Jadi sekali-kali janganlah menjadi anak durhaka kepada kedua orang tua kita, ilmu segede gunung pun tentang Ketuhanan bila durhaka kepada kedua orang tuanya sama saja membelakangi Tuhan. Sebaliknya bila ilmu ketuhanannya minim tapi dia hormat dan santun kepada kedua orang tuanya berarti Tuhan masih memberikan pintu untuk menuju nya.
Menelusuri jejak Tuhan dari alam adalah Menelusuri jejak nya dari suatu materi/ benda yg nyata. Kita bisa hidup Karena makan makanan, entah itu dari hewan maupun tumbuhan juga air, Kita pernah baca siklus fotosintesa, ternyata siklus itu berbentuk lingkaran. Tumbuh-tumbuhan karena ada sinar matahari, tumbuh menjadi pepohonan, buah-buahan sayuran kemudian dimakan oleh manusia dan hewan, kemudian hewan pun dimakan oleh manusia. Begitu jika siklus air, air turun ke bumi karena adanya sinar matahari, intinya dalam hal ini matahari adalah sumber kehidupan. Jadi tidaklah salah penganut agama Shinto di Jepang menyembah matahari. Matahari yang kita lihat ini adalah satu bintang dari miliaran bintang di langit lepas. Apakah kita harus menyembah matahari ? Tentu tidak ! Tapi mereka yang menyembah juga tidak salah tetapi belum sempurna.
Karena banyak matahari matahari yang tidak terhingga di langit lepas ini, saking tidak terhingganya maka simbol Tuhan pun adalah suatu lingkaran, artinya tak bertepi ! Banyak simbol agama di dunia ini menggunakan bintang sebagai simbolnya seperti yahudi, islam. Alam semesta atau jagat raya ini senantiasa memberikan kasih sayang dan sayangnya kepada manusia tanpa pernah berhenti. Jadi menjaga, memelihara alam adalah salah satu bukti bahwa anda sudah mengenal Tuhan.
Yang ketiga Menelusuri jejak Tuhan pada diri kita sendiri, inilah spiritual. Karena alam jagat raya yang memberikan kehidupan pada manusia, ternyata tubuh manusia tersusun dari milyaran sel memberikan kehidupan kepada kita. Bila sel-sel yang menopang kehidupan kita terjangkiti virus/ penyakit dari luar maka kita akan mengalami sakit/ cacat/ mati. Tubuh manusia ibarat replika nya jagat raya, bahkan dalam Islam disebutkan berkali-kali kata-kata penting seperti : manusia adalah citra Tuhan, Rasa Tuhan adalah rasa manusia, Baitullah itu di Hati manusia dan banyak lagi kalimat kalimat yg menggugah kita untuk menerawang ke dalam diri.
Hanya manusialah yang bisa berpikir untuk menguak rahasia Tuhan, alam nyata abstrak. Berfikir dengan otak/ akal ini lah jalan satu satunya manusia bisa menemukan jati dirinya, tapi kenapa orang beragama tidak memahami hal ini ? Ya, karena dalam mengkaji ajaran agama hanya menggunakan hati, tidak memaksimalkan menggunakan otak untuk berpikir terus-menerus. hati itu ibarat akar, pohon tidak akan tumbuh keatas kalau tidak di sinari matahari, disiram air. Nah untuk tumbuh ke atas supaya tidak statis itulah manusia harus menggunakan otaknya, karena ajaran agama itu sarat dengan makna simbolik/ perumpamaan termasuk kata ALLAH, Tuhan pun adalah suatu simbolik. Kalau kata ALLAH Nya sudah simbolik bagaimana turunannya ke bawah ?betul juga kata para sufi " barangsiapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya " mengenal dirinya berarti pemikirannya sudah bersumber dari dalam dirinya sudah tidak melihat keluar, mengenal dirinya berarti sudah percaya pada dirinya sendiri, mengenal dirinya itu berarti pola pikirnya sudah terbebas dari doktrinitas dari luar dirinya, mengenal dirinya berarti sudah menundukkan dirinya agar berbuat selaras dengan alam semesta, selaras dengan dzat kasih sayang karena dirinya bukan Tuhan melainkan bagian dari KAMI.
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (Posting 30 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Agama Itu Adalah Diri Kita Sendiri
AGAMA ITU ADALAH DIRI KITA SENDIRI.........
Tak bisa disanggah perdebatan di sana-sini di grup grup FB adalah perdebatan tentang agama lahirnya, masing-masing pemeluknya unjuk gigi dengan memegang supporting pendukung kebenaran agama nya seperti kitab kitab sucinya. Inikah dinamakan agama sebagai pemersatu umat ? Apakah bukan sebaliknya karena perbedaan persepsi justru agama malah menjadi pemecah belah umat ? Dan sangat tidak bisa kita mengklaim agama kami paling benar, dikarenakan suatu alasan hanya satu-satunya dari Tuhan dan bisa menyatukan umatnya dalam agama tertentu, yang benar itu bila agama bisa mempersatukan seluruh umat manusia tanpa kecuali dengan fakta yang terlihat nyata.
AGAMA ITU ADALAH FITRAH ! Itulah kebenaran yang tidak bisa disanggah, setelah itu berarti sudah melekat kepada siapapun tanpa pandang bulu agamanya apa, tanpa melihat dia percaya Tuhan atau tidak. Agama itu adalah diri kita sendiri, bukan suatu bentuk dan kata. Mengeksplorasi ke dalam diri kita sendiri adalah perjuangan untuk menjadikan diri kita manusia beragama, siapa itu DIRI KITA ? tak lain adalah kesadaran tinggi kita, diri kita yang lebih tinggi, yang bersemayam di dalam jiwa kita. Memang untuk bergerak kearah kesadaran itu banyak ranjau-ranjau yang harus dihadapinya, salah satu ranjau terberatnya adalah pikiran kita selama ini sudah turun temurun puluhan tahun diwajibkan membangun iman kepada doktrinitas agama buatan para manusia. Dengan kata lain melawan ranjau fanatisme terhadap ajaran/ kepercayaan/ agama yang kini tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat. Kini, zaman sudah berubah masalah spirittual pun mengalami loncatan yg dahsyat, sekarang untuk mengembalikan kesadaran kepada fitrahnya itu sesungguhnya sangat banyak cara dan cepat tidak perlu ritual-ritual dan doa-doa yang memberatkan,karena kini, formasi tentang wilayah Ketuhanan yang dulu dianggap tabu diceritakan, sekarang banyak dibuka terutama di dunia maya, tinggal modal open mind saja dan lapang dada saja menerima berita kebenaran dari orang lain yang berbicara apa adanya itu.
Diri kita yang lebih tinggi, sering disebut dengan istilah malaikat, roh kudus, higher spirit adalah nyata, ada, bersemayam dalam diri kita. Bukan dongeng, bukan takhayul, bukan imajinasi dll. Meskipun anggapan saya ini sering didebat oleh kaum atheis yang menafikkan hal-hal kehabisan, tapi biarlah, tak usah didebat karena pemikiran atheis itu penting untuk memberantas fanatisme dan fundamentalisme. Karena akhir dari semua perjalanan/ pencarian itu adalah menjadi diri sendiri. Diri sendiri yang masih lapar, masih haus, sering ngantuk, masih bernafsu sex dll layaknya manusia biasa. Jadi janganlah terlalu berharap kepada seseorang yang sudah dianggap suci maka perbuatannya akan terbebas pula dari kemaksiatan, ooh tidak ! Karena selama masih ada darah mengalir dalam tubuhnya, berarti dia masih membutuhkan uang dari dunia nyata ini, dan untuk mendapatkannya tentulah harus bekerja, dan ketika bekerja maka sama seperti manusia yang lain bersinggungan dengan orang lain.
Apakah kita harus Melepaskanmu ? Hal itu tidak usah dipertanyakan, yang dibutuhkan adalah perjuangan dan pengorbanan untuk menemukan agama fitrah yang orisinil yang sudah melekat dalam dirinya sendiri sejak lahir, maka tinggal sang waktu dan sang ilmu lah yang menentukan arah dan keputusannya. Janganlah berbangga bangga dengan agama yang dianutnya karena ketika rasa kebanggan itu tumbuh dalam dirinya sebenarnya itu adalah ucapan SELAMAT TINGGAL dari Sang Penguasa Alam terhadap dirinya.
Salam
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 1 Oktober 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Tak bisa disanggah perdebatan di sana-sini di grup grup FB adalah perdebatan tentang agama lahirnya, masing-masing pemeluknya unjuk gigi dengan memegang supporting pendukung kebenaran agama nya seperti kitab kitab sucinya. Inikah dinamakan agama sebagai pemersatu umat ? Apakah bukan sebaliknya karena perbedaan persepsi justru agama malah menjadi pemecah belah umat ? Dan sangat tidak bisa kita mengklaim agama kami paling benar, dikarenakan suatu alasan hanya satu-satunya dari Tuhan dan bisa menyatukan umatnya dalam agama tertentu, yang benar itu bila agama bisa mempersatukan seluruh umat manusia tanpa kecuali dengan fakta yang terlihat nyata.
AGAMA ITU ADALAH FITRAH ! Itulah kebenaran yang tidak bisa disanggah, setelah itu berarti sudah melekat kepada siapapun tanpa pandang bulu agamanya apa, tanpa melihat dia percaya Tuhan atau tidak. Agama itu adalah diri kita sendiri, bukan suatu bentuk dan kata. Mengeksplorasi ke dalam diri kita sendiri adalah perjuangan untuk menjadikan diri kita manusia beragama, siapa itu DIRI KITA ? tak lain adalah kesadaran tinggi kita, diri kita yang lebih tinggi, yang bersemayam di dalam jiwa kita. Memang untuk bergerak kearah kesadaran itu banyak ranjau-ranjau yang harus dihadapinya, salah satu ranjau terberatnya adalah pikiran kita selama ini sudah turun temurun puluhan tahun diwajibkan membangun iman kepada doktrinitas agama buatan para manusia. Dengan kata lain melawan ranjau fanatisme terhadap ajaran/ kepercayaan/ agama yang kini tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat. Kini, zaman sudah berubah masalah spirittual pun mengalami loncatan yg dahsyat, sekarang untuk mengembalikan kesadaran kepada fitrahnya itu sesungguhnya sangat banyak cara dan cepat tidak perlu ritual-ritual dan doa-doa yang memberatkan,karena kini, formasi tentang wilayah Ketuhanan yang dulu dianggap tabu diceritakan, sekarang banyak dibuka terutama di dunia maya, tinggal modal open mind saja dan lapang dada saja menerima berita kebenaran dari orang lain yang berbicara apa adanya itu.
Diri kita yang lebih tinggi, sering disebut dengan istilah malaikat, roh kudus, higher spirit adalah nyata, ada, bersemayam dalam diri kita. Bukan dongeng, bukan takhayul, bukan imajinasi dll. Meskipun anggapan saya ini sering didebat oleh kaum atheis yang menafikkan hal-hal kehabisan, tapi biarlah, tak usah didebat karena pemikiran atheis itu penting untuk memberantas fanatisme dan fundamentalisme. Karena akhir dari semua perjalanan/ pencarian itu adalah menjadi diri sendiri. Diri sendiri yang masih lapar, masih haus, sering ngantuk, masih bernafsu sex dll layaknya manusia biasa. Jadi janganlah terlalu berharap kepada seseorang yang sudah dianggap suci maka perbuatannya akan terbebas pula dari kemaksiatan, ooh tidak ! Karena selama masih ada darah mengalir dalam tubuhnya, berarti dia masih membutuhkan uang dari dunia nyata ini, dan untuk mendapatkannya tentulah harus bekerja, dan ketika bekerja maka sama seperti manusia yang lain bersinggungan dengan orang lain.
Apakah kita harus Melepaskanmu ? Hal itu tidak usah dipertanyakan, yang dibutuhkan adalah perjuangan dan pengorbanan untuk menemukan agama fitrah yang orisinil yang sudah melekat dalam dirinya sendiri sejak lahir, maka tinggal sang waktu dan sang ilmu lah yang menentukan arah dan keputusannya. Janganlah berbangga bangga dengan agama yang dianutnya karena ketika rasa kebanggan itu tumbuh dalam dirinya sebenarnya itu adalah ucapan SELAMAT TINGGAL dari Sang Penguasa Alam terhadap dirinya.
Salam
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 1 Oktober 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Menuju Pribadi Yang Asli
MENUJU PRIBADI YANG ASLI
Berspiritual adalah kembali menjadi diri anda yg asli [ original ] Bagaimana wujud yang asli tersebut ? tentu, bukanlah seperti bayi yang tidak bisa berkata-kata. Yang asli itu adalah mengembalikan akal pikiran ke sumbernya yang satu, yaitu diri pribadi kita sendiri. Karena semakin usia bertambah ke kepala kita di jejali tanpa hambatan dengan teori-teori, dalil dalil, dogma dogma yang berasal dari ucapan manusia yang sudah meninggal ribuan tahun bahkan manusia yang masih hidup di dunia ini. Berpikir dan teruslah berpikir tentang teori-teori yang mengarah kepada kebenaran Karena bila kita menelan mentah-mentah semua itu maka kepala kita akan semakin diselimuti kabut tebal yang saking tebalnya kabut tersebut akhirnya menyatu dengan pikiran kita, dengan kata lain semakin susah untuk membersihkannya.
Sumber dari diri pribadi, apakah itu? Di sinilah juga acuan menganalisa jalan menuju kepada kebenaran yang berlatar belakang ateis dan agama. Bila dilatarbelakangi dengan sifat atheistis yang menolak keberadaan Tuhan, maka acuan kebenaran itu akan bersumber dari rasio dan logika agar bekerja tetapi bila dilatarbelakangi dengan sifat yang agamis yang meyakini adanya Tuhan maka acuan kebenaran itu system yang bekerja dalam diri manusia, kedua system ini ibarat dua kerajaan besar yang saling berperang memperebutkan jiwa dan pemikiran manusia. Orang yang berwatak bijaksana tak akan peduli dan tidak akan meributkan acuan pijakan ini dengan istilah choise' benar' dan ' salah', right or wrong.
Akal adalah berasal dari alam nyata, yaitu saripati tanah atau bumi, sedangkan hati adalah benda gaib yang berasal dari alam semesta yang tak terbatas. Pembuktian masalah ini banyak kita saksikan sendiri entah lewat internet, buku dll banyak istilah untuk membuka hati seperti istilah membuka mata ketiga, atau Mata Tuhan. Istilah dalam filsuf agama seperti istilah ruh, mata batin, badan kedua ,badan ketiga dll.
Original nya manusia yaitu yang bisa dirinya mewafatkan pada dirinya sendiri, sehingga segala pertimbangan dan keputusan tentang hal-hal kehidupan itu adalah dirinya sendiri. Mana bisa fatwa-fatwa muncul dalam dirinya bila kenyataannya kepalanya dijejali oleh pendapat pendapat orang lain, walaupun orang tersebut adalah para ahli. Membebaskan semua 'sampah-sampah' itu dalam benak kepala yang sudah terpatri dalam jiwa sejak anak-anak sampai dewasa dan didukung dengan lingkungan yang sangat kaku adalah pekerjaan manusia sesungguhnya untuk menemukan jati dirinya yang asli, sebenarnya hakikat dari tujuan filsafat dan agama itu adalah untuk menemukan dirijatinya sendiri, sehingga setelah itu barulah manusia itu akan menjumpai apa yang disebut FREEDOM atau kebebasan.
Badan asli manusia itu adalah ibarat magnet yang mempunyai kekuatan dahsyat, karena berasal dari alam semesta tak terbatas, maka dirinya dengan mudah mengakses energi-energi kebaikan yang pernah dan sudah ada di alam jagat raya ini. Apalah artinya ritual dan upacara dalam beragama bila kesadaran tidak tumbuh dalam dirinya, kemudian apalah artinya kesadaran sudah dimiliki bila dirinya BUTA akan sesuatu yang dahsyat dalam dirinya, jadi di atas kesadaran ada kesadaran sehingga tercapailah apa yang disebut THE HIGHEST SELF { Kesadaran tertinggi } dengan kata lain disebut TUHAN.
Sudah saatnya pemikiran rendah dan picik tentang angan angan dan harapan bohong dihilangkan dari batok kepala kita, Sudah saatnya pemikiran kita maju mendobrak keakuan berpikir dan keterpenjaraan jiwa, terpenjaranya jiwa itu bisa didiagnosa bila masih ada perasaan takut, seperti takut masuk neraka, takut karena tidak berhasil masuk surga dan yang parah adalah takut karena permasalahan kehidupan, takut menghadapi realitas kehidupan dunia yang kejam dan menyakitkan.
Mari menuju diri pribadi kita yang asli !.
Salam
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 1 Oct 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Berspiritual adalah kembali menjadi diri anda yg asli [ original ] Bagaimana wujud yang asli tersebut ? tentu, bukanlah seperti bayi yang tidak bisa berkata-kata. Yang asli itu adalah mengembalikan akal pikiran ke sumbernya yang satu, yaitu diri pribadi kita sendiri. Karena semakin usia bertambah ke kepala kita di jejali tanpa hambatan dengan teori-teori, dalil dalil, dogma dogma yang berasal dari ucapan manusia yang sudah meninggal ribuan tahun bahkan manusia yang masih hidup di dunia ini. Berpikir dan teruslah berpikir tentang teori-teori yang mengarah kepada kebenaran Karena bila kita menelan mentah-mentah semua itu maka kepala kita akan semakin diselimuti kabut tebal yang saking tebalnya kabut tersebut akhirnya menyatu dengan pikiran kita, dengan kata lain semakin susah untuk membersihkannya.
Sumber dari diri pribadi, apakah itu? Di sinilah juga acuan menganalisa jalan menuju kepada kebenaran yang berlatar belakang ateis dan agama. Bila dilatarbelakangi dengan sifat atheistis yang menolak keberadaan Tuhan, maka acuan kebenaran itu akan bersumber dari rasio dan logika agar bekerja tetapi bila dilatarbelakangi dengan sifat yang agamis yang meyakini adanya Tuhan maka acuan kebenaran itu system yang bekerja dalam diri manusia, kedua system ini ibarat dua kerajaan besar yang saling berperang memperebutkan jiwa dan pemikiran manusia. Orang yang berwatak bijaksana tak akan peduli dan tidak akan meributkan acuan pijakan ini dengan istilah choise' benar' dan ' salah', right or wrong.
Akal adalah berasal dari alam nyata, yaitu saripati tanah atau bumi, sedangkan hati adalah benda gaib yang berasal dari alam semesta yang tak terbatas. Pembuktian masalah ini banyak kita saksikan sendiri entah lewat internet, buku dll banyak istilah untuk membuka hati seperti istilah membuka mata ketiga, atau Mata Tuhan. Istilah dalam filsuf agama seperti istilah ruh, mata batin, badan kedua ,badan ketiga dll.
Original nya manusia yaitu yang bisa dirinya mewafatkan pada dirinya sendiri, sehingga segala pertimbangan dan keputusan tentang hal-hal kehidupan itu adalah dirinya sendiri. Mana bisa fatwa-fatwa muncul dalam dirinya bila kenyataannya kepalanya dijejali oleh pendapat pendapat orang lain, walaupun orang tersebut adalah para ahli. Membebaskan semua 'sampah-sampah' itu dalam benak kepala yang sudah terpatri dalam jiwa sejak anak-anak sampai dewasa dan didukung dengan lingkungan yang sangat kaku adalah pekerjaan manusia sesungguhnya untuk menemukan jati dirinya yang asli, sebenarnya hakikat dari tujuan filsafat dan agama itu adalah untuk menemukan dirijatinya sendiri, sehingga setelah itu barulah manusia itu akan menjumpai apa yang disebut FREEDOM atau kebebasan.
Badan asli manusia itu adalah ibarat magnet yang mempunyai kekuatan dahsyat, karena berasal dari alam semesta tak terbatas, maka dirinya dengan mudah mengakses energi-energi kebaikan yang pernah dan sudah ada di alam jagat raya ini. Apalah artinya ritual dan upacara dalam beragama bila kesadaran tidak tumbuh dalam dirinya, kemudian apalah artinya kesadaran sudah dimiliki bila dirinya BUTA akan sesuatu yang dahsyat dalam dirinya, jadi di atas kesadaran ada kesadaran sehingga tercapailah apa yang disebut THE HIGHEST SELF { Kesadaran tertinggi } dengan kata lain disebut TUHAN.
Sudah saatnya pemikiran rendah dan picik tentang angan angan dan harapan bohong dihilangkan dari batok kepala kita, Sudah saatnya pemikiran kita maju mendobrak keakuan berpikir dan keterpenjaraan jiwa, terpenjaranya jiwa itu bisa didiagnosa bila masih ada perasaan takut, seperti takut masuk neraka, takut karena tidak berhasil masuk surga dan yang parah adalah takut karena permasalahan kehidupan, takut menghadapi realitas kehidupan dunia yang kejam dan menyakitkan.
Mari menuju diri pribadi kita yang asli !.
Salam
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 1 Oct 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Kitab Yang Terpelihara itu Adalah Diri Kita Sendiri
KITAB YANG TERPELIHARA ITU ADALAH DIRI KITA SENDIRI.
Masing-masing agama mempunyai kitab sucinya sendiri, kalaulah kita meyakini bahwa Tuhan itu adalah satu, Kenapa harus diciptakan beraneka kitab suci- kitab suci, yang akhirnya hanya menjadi ajang bangga membanggakan agama dan keyakinannya, seolah-olah hanya agamanya lah yang terbenar. Kalau lah kita telusuri sejarah turunnya semua kitab suci itu ke dunia akan terlihat fakta bahwa penulisan kitab-kitab suci ditulis setelah Nabi yang mendapatkan Wahyu Tuhan itu wafat, dengan jeda waktu yang tidak sebentar. Tentu perlu dikaji kebenaran keorisinillannya. Buat saya pribadi tidak berpolemik tentang keabsahan suatu kitab suci, tidak penting juga mengumpulkan data-data sejarah untuk membenarkan keabsahannya. Karena secara akal sehat saja kita bisa berpikir dan merenung bagaimana caranya prosesi para nabi itu mendapat petunjuk Tuhan. Bukankah nabi itu manusia, sama seperti kita, memiliki otak dan hati serta panca indra. Kenapa kita tidak meneladani saja bagaimana prosesnya Turunnya wahyu Tuhan tersebut.
Semua agama, filsafat yang pernah saya baca dan dengar, ternyata mempunyai dasar yang sama yaitu Aku [ Tuhan ] itu ada pada setiap diri manusia tanpa kecuali, Nah, kenapa kita tidak mengexplore saja mencari kitab sendiri kedalam diri ? Bukankah semua manusia memiliki roh ? Roh yang mampu berbicara lewat suara hati nuraninya. Jikalau tidak mempercayainya karena belum mengalaminya itu pertanda diri kita sendiri yang malas tidak mau berjuang untuk mendapatkan 'suara' itu. Kita lebih asyik dan menikmati kitab suci yang berbentuk buku, tinggal membaca dan menghafalnya, cukuplah sudah ! Karena memang berbagai ancaman dari kitab suci itu muncul yang menyiutkan nyali kita untuk berjalan, seperti ancaman kafir, ancaman sesaat, ancaman masuk breaks dll. Lalu kenapa muncul ancaman tersebut ??? Lagi lagi kita dihadapkan kepada suatu dilemmatis iman, di lain sisi agama menganjurkan supaya kita untuk berpikir sedangkan di sisi lain disuruh Kita hanya sekedar meyakini saja tanpa proses berpikir.
Terus terang saya pribadi menganggap bahwa kitab suci yang berbentuk buku itu diperuntukkan kepada dua golongan saja yaitu kepada orang yang Malas berpikir dan kepada orang yang mau berpikir.
Jadi semuanya adalah pilihan, kita tinggal pilih yang mana ? Dan dengan pilihan itu kita harus siap menanggung segala resiko dan konsekwensinya. Kitab terpelihara itu adalah diri kita sendiri, diri kita yang tinggi yaitu roh. Diri kita itulah yang akan memberikan tuntunan dan petunjuk yang sesuai dengan kondisi tubuh dan lingkungan kita. Di kajian spiritual ada istilah ' menajamkan Mata Hati ', menajamkan mata ketiga" itu cuma istilah setiap orang berdasarkan pengalaman perjalanan pribadinya bisa saja merubah istilah tersebut. Kalau kita memahami kitab yang terpelihara itu adalah diri kita sendiri, apa kita mau menyia-nyiakan hidup kita kepada kemaksiatan ? Apakah mau menyerahkan diri kita begitu saja menjadi objek penderita. Apakah dengan memahami diri kitab terpelihara itu tidak tergerak jiwa kita menjadi jiwa yang kuat sekuat jiwa para nabi.
Manusia tersohor yang pernah ada di muka bumi ini, mereka adalah manusia yang sudah berhasil membaca kitab terpeliharan yaitu dirinya sendiri.
Tidak mungkin kita bila hanya berbekal iman kepada kitab suci berbentuk buku, kita akan sukses mencapai surga, kenapa ? bagaimana bisa ketika kematian tiba sang jasad dan akal sudah mati, sudah hancur menjadi tanah. Jiwanya lah yang meneruskan perjalanan panjangnya entah kemana? Lantas Bagaimana sang jiwa tidak tersesat nanti bila semasa hidupnya kita menganaktirikan 'sang jiwa', sebagai tempat bersemayam Roh. Jadi di dunia inilah proses pembinaan jiwa itu dilakukan, pembinaan dalam kitab yang terpelihara yang bebas dari kontaminasi kotoran dunia, bukankah ada pepatah mengenal diri maka akan mengenal Tuhan ?........
Salam
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 1 Okt 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Masing-masing agama mempunyai kitab sucinya sendiri, kalaulah kita meyakini bahwa Tuhan itu adalah satu, Kenapa harus diciptakan beraneka kitab suci- kitab suci, yang akhirnya hanya menjadi ajang bangga membanggakan agama dan keyakinannya, seolah-olah hanya agamanya lah yang terbenar. Kalau lah kita telusuri sejarah turunnya semua kitab suci itu ke dunia akan terlihat fakta bahwa penulisan kitab-kitab suci ditulis setelah Nabi yang mendapatkan Wahyu Tuhan itu wafat, dengan jeda waktu yang tidak sebentar. Tentu perlu dikaji kebenaran keorisinillannya. Buat saya pribadi tidak berpolemik tentang keabsahan suatu kitab suci, tidak penting juga mengumpulkan data-data sejarah untuk membenarkan keabsahannya. Karena secara akal sehat saja kita bisa berpikir dan merenung bagaimana caranya prosesi para nabi itu mendapat petunjuk Tuhan. Bukankah nabi itu manusia, sama seperti kita, memiliki otak dan hati serta panca indra. Kenapa kita tidak meneladani saja bagaimana prosesnya Turunnya wahyu Tuhan tersebut.
Semua agama, filsafat yang pernah saya baca dan dengar, ternyata mempunyai dasar yang sama yaitu Aku [ Tuhan ] itu ada pada setiap diri manusia tanpa kecuali, Nah, kenapa kita tidak mengexplore saja mencari kitab sendiri kedalam diri ? Bukankah semua manusia memiliki roh ? Roh yang mampu berbicara lewat suara hati nuraninya. Jikalau tidak mempercayainya karena belum mengalaminya itu pertanda diri kita sendiri yang malas tidak mau berjuang untuk mendapatkan 'suara' itu. Kita lebih asyik dan menikmati kitab suci yang berbentuk buku, tinggal membaca dan menghafalnya, cukuplah sudah ! Karena memang berbagai ancaman dari kitab suci itu muncul yang menyiutkan nyali kita untuk berjalan, seperti ancaman kafir, ancaman sesaat, ancaman masuk breaks dll. Lalu kenapa muncul ancaman tersebut ??? Lagi lagi kita dihadapkan kepada suatu dilemmatis iman, di lain sisi agama menganjurkan supaya kita untuk berpikir sedangkan di sisi lain disuruh Kita hanya sekedar meyakini saja tanpa proses berpikir.
Terus terang saya pribadi menganggap bahwa kitab suci yang berbentuk buku itu diperuntukkan kepada dua golongan saja yaitu kepada orang yang Malas berpikir dan kepada orang yang mau berpikir.
Jadi semuanya adalah pilihan, kita tinggal pilih yang mana ? Dan dengan pilihan itu kita harus siap menanggung segala resiko dan konsekwensinya. Kitab terpelihara itu adalah diri kita sendiri, diri kita yang tinggi yaitu roh. Diri kita itulah yang akan memberikan tuntunan dan petunjuk yang sesuai dengan kondisi tubuh dan lingkungan kita. Di kajian spiritual ada istilah ' menajamkan Mata Hati ', menajamkan mata ketiga" itu cuma istilah setiap orang berdasarkan pengalaman perjalanan pribadinya bisa saja merubah istilah tersebut. Kalau kita memahami kitab yang terpelihara itu adalah diri kita sendiri, apa kita mau menyia-nyiakan hidup kita kepada kemaksiatan ? Apakah mau menyerahkan diri kita begitu saja menjadi objek penderita. Apakah dengan memahami diri kitab terpelihara itu tidak tergerak jiwa kita menjadi jiwa yang kuat sekuat jiwa para nabi.
Manusia tersohor yang pernah ada di muka bumi ini, mereka adalah manusia yang sudah berhasil membaca kitab terpeliharan yaitu dirinya sendiri.
Tidak mungkin kita bila hanya berbekal iman kepada kitab suci berbentuk buku, kita akan sukses mencapai surga, kenapa ? bagaimana bisa ketika kematian tiba sang jasad dan akal sudah mati, sudah hancur menjadi tanah. Jiwanya lah yang meneruskan perjalanan panjangnya entah kemana? Lantas Bagaimana sang jiwa tidak tersesat nanti bila semasa hidupnya kita menganaktirikan 'sang jiwa', sebagai tempat bersemayam Roh. Jadi di dunia inilah proses pembinaan jiwa itu dilakukan, pembinaan dalam kitab yang terpelihara yang bebas dari kontaminasi kotoran dunia, bukankah ada pepatah mengenal diri maka akan mengenal Tuhan ?........
Salam
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( posting 1 Okt 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Agama Universal
"" AGAMA UNIVERSAL"
Agama universal adalah milik segenap manusia di muka bumi ini tanpa kecuali. Apakah agama yang bertebaran sekarang ini seperti yahudi, Islam,Kristen ,Hindu, Budha, Konghucu dll adalah agama yang universal ? Ditilik dari pesan dan inti ajaran semua agama itu sebenarnya meng klaim adalah sebagai agama universal, tapi kenapa dalam prakteknya terkesan sektarian atau sektoral ? tampak nyata dilihat dengan mata telanjang upacara, ritual, syariat sungguh disesuaikan dengan daerah/ wilayah masing-masing. Dan tampak nyata pula ternyata masing-masing meng klaim sebagai agama yang terbenar dan hanya agama miliknya saja yang direstui Tuhan. Jadi dimanakah letak keuniversallannya ?
Apakah Tuhan sang pemilik Jagat ini sangat mudah untuk di kotak-kotakan, sesuai keinginan suatu golongan atau bangsa ? Apakah benar Tuhan yang maha adil bijaksana melakukan diskriminasi terhadap suatu golongan atau bangsa ? Sungguh prelim bila kita memperbincangkan Tuhan lewat 'adonan' masing-masing pemikiran/ pemahaman suatu golongan. Menurut saya, Tuhan adalah konsep/ gagasan.
Setiap orang tidak diharamkan untuk membedah konsep tuhan itu menurut apa yang dipahaminya. Cuma gagasan tentang Tuhan itu berbeda dengan gagasan tentang sesuatu selain Tuhan.
Tuhan itu hanya bisa di Explore oleh kekuatan pikiran dan hati nurani kita sendiri.
Sehingga saya berani menyimpulkan yang disebut Tuhan itu adalah pribadi kita sendiri yang tinggi [ higher self ] .
Jadi Hal utama dan pertama yang harus dilakukan manusia untuk memeluk agama universal adalah menghampiri/ mendekati sampai akhirnya menyatu dengan higher self nya masing masing. Higher self itu DIA yang meliputi segala sesuatu di alam semesta yang tak terbatas ini. Higher self itu adalah AKU yang selalu memberikan pengajaran/ bimbingan tentang apapun yang tidak didapatkan di bumi ini.
Kalau sudah hidup dalam lingkaran yang tak terputus dengan Higher self nya sendiri maka pikiran dan hati kita akan dibukakan selebar-lebarnya. Ternyata sungguh Tidak diragukan lagi kebenarannya itu memang ada pada diri kita masing-masing. Sudah tidak ada lagi kamus melihat keyakinan ke luar diri kita, benar benar MUTLAK ke dalam diri kita sendiri. Jadi agama yang tergelar di hadapan kita tentu, adanya di luar diri kita, jadi agama sejati yang orisinil itu adalah diri kita sendiri yang sudah hidup dalam lingkaran yang tak terputus dengan Higher self nya sendiri. Kalau sudah demikian memang sekilas akan terlihat sebagai orang yang tak beragama, tak bertuhan atau ateis. Itulah konsekwensi logis yang harus diterima dengan lapang dada.
Kalau kita simak ajaran Islam mengatakan dalam suatu hadis " Islam akan terpecah kedalam 73 golongan dan semua masuk neraka kecuali yang berpegang teguh pada aku dan para sahabatku " yang tidak bergolong golongan itulah yang benar-benar dirinya sudah hidup dalam lingkaran Higher self nya.
Kalau sudah hidup dalam lingkaran Higher self maka para para pendahulu/ leluhur yg suci, sudah masuk nyata dalam lingkaran tersebut termasuk nabi dan para sahabatnya. Lingkaran Higher self atau diri kita itu luas tak terbatas sudah meliputi masa lalu. Sekarang dan yang akan datang Inilah yang disebut kekuatan spiritual yang mampu hidup menerobos ruang dan waktu. Berkesadaran multi dimensi atau kesadaran kosmik itulah yang disebut beragama universal. Potensi dan peralatan untuk menuju universal itu tak lain adalah pikiran dan batin kita sendiri, tentu dengan mengolah, menggali dan berpikir secara terus-menerus.
Alangkah sayang seribu sayang bila pikiran kita di marjinalkan kemampuannya, disuruh untuk meyakini/ mengamini saja keyakinan yang ada di luar kita, sebutlah agama.
Alangkah Malangnya hati nurani kita tidak mampu berfungsi sebagai JURU PENGADIL / MIZAN terhadap gejolak yang ada di pikiran kita, hati yang malang itu hati yang sudah dikuasai perasaan ketakutan bila mendobrak keakuan, ketakutan karena takut dosa melanggar keyakinan di luar dirinya, sebut saja agama. Bahkan menurut saya yang disebut menduakan Tuhan adalah, dirinya sudah tidak meyakini Tuhan yang ada di dalam dirinya, dirinya sudah meyakini Tuhan yang ada di text boox/ kitab suci atau diluar dirinya.
Meyakini itu bukan slogan atau ucapan semata, meyakini itu adalah praktek dan perjalanan pribadi.
Kesempatan itu tidak datang dua kali apalagi berkali-kali, kesempatan untuk menyatakan bertuhan dengan bukan sekedar slogan,ucapan,ikut ikuttan, wacana tapi berdasarkan pengalaman pribadi itu adalah hari ini, ketika kita masih bernafas. Seandainya sudah tua renta, cacat, atau meninggal dunia maka kesempatan itu sudah hilang ! dan jiwa yang tidak mengalami kematian akan menangis, persis ketika mimpi buruk kita merasakan sakit/ tertekan tapi tubuh ini tidak berdaya karena tidur { mati } dan hanya bisa terbebas dari sakit/ tertekan itu dikala kita bangun [ bangkit ] tapi setelah bangun kita lupa lagi { insomania } terhadap kejadian mengerikan tadi malam, lupa karena dunia memang menariknya kembali ke jalan kesesatan, begitu pula dengan mati maka jiwa akan kesakitan/ tertekan/ menangis meraung-raung karena tidak tahu harus kemana lagi, sampai jiwa itu dibangkitkan kembali di muka bumi, Cuma tidak tahu dalam rentang waktu berapa lama, bisa ratusan tahun, ribuan tahun bahkan jutaan tahun itulah reinkarnasi. Takkan ada yang mampu merubah diri kita kecuali diri kita sendiri juga.
SALAM
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 2 Oktober 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Agama universal adalah milik segenap manusia di muka bumi ini tanpa kecuali. Apakah agama yang bertebaran sekarang ini seperti yahudi, Islam,Kristen ,Hindu, Budha, Konghucu dll adalah agama yang universal ? Ditilik dari pesan dan inti ajaran semua agama itu sebenarnya meng klaim adalah sebagai agama universal, tapi kenapa dalam prakteknya terkesan sektarian atau sektoral ? tampak nyata dilihat dengan mata telanjang upacara, ritual, syariat sungguh disesuaikan dengan daerah/ wilayah masing-masing. Dan tampak nyata pula ternyata masing-masing meng klaim sebagai agama yang terbenar dan hanya agama miliknya saja yang direstui Tuhan. Jadi dimanakah letak keuniversallannya ?
Apakah Tuhan sang pemilik Jagat ini sangat mudah untuk di kotak-kotakan, sesuai keinginan suatu golongan atau bangsa ? Apakah benar Tuhan yang maha adil bijaksana melakukan diskriminasi terhadap suatu golongan atau bangsa ? Sungguh prelim bila kita memperbincangkan Tuhan lewat 'adonan' masing-masing pemikiran/ pemahaman suatu golongan. Menurut saya, Tuhan adalah konsep/ gagasan.
Setiap orang tidak diharamkan untuk membedah konsep tuhan itu menurut apa yang dipahaminya. Cuma gagasan tentang Tuhan itu berbeda dengan gagasan tentang sesuatu selain Tuhan.
Tuhan itu hanya bisa di Explore oleh kekuatan pikiran dan hati nurani kita sendiri.
Sehingga saya berani menyimpulkan yang disebut Tuhan itu adalah pribadi kita sendiri yang tinggi [ higher self ] .
Jadi Hal utama dan pertama yang harus dilakukan manusia untuk memeluk agama universal adalah menghampiri/ mendekati sampai akhirnya menyatu dengan higher self nya masing masing. Higher self itu DIA yang meliputi segala sesuatu di alam semesta yang tak terbatas ini. Higher self itu adalah AKU yang selalu memberikan pengajaran/ bimbingan tentang apapun yang tidak didapatkan di bumi ini.
Kalau sudah hidup dalam lingkaran yang tak terputus dengan Higher self nya sendiri maka pikiran dan hati kita akan dibukakan selebar-lebarnya. Ternyata sungguh Tidak diragukan lagi kebenarannya itu memang ada pada diri kita masing-masing. Sudah tidak ada lagi kamus melihat keyakinan ke luar diri kita, benar benar MUTLAK ke dalam diri kita sendiri. Jadi agama yang tergelar di hadapan kita tentu, adanya di luar diri kita, jadi agama sejati yang orisinil itu adalah diri kita sendiri yang sudah hidup dalam lingkaran yang tak terputus dengan Higher self nya sendiri. Kalau sudah demikian memang sekilas akan terlihat sebagai orang yang tak beragama, tak bertuhan atau ateis. Itulah konsekwensi logis yang harus diterima dengan lapang dada.
Kalau kita simak ajaran Islam mengatakan dalam suatu hadis " Islam akan terpecah kedalam 73 golongan dan semua masuk neraka kecuali yang berpegang teguh pada aku dan para sahabatku " yang tidak bergolong golongan itulah yang benar-benar dirinya sudah hidup dalam lingkaran Higher self nya.
Kalau sudah hidup dalam lingkaran Higher self maka para para pendahulu/ leluhur yg suci, sudah masuk nyata dalam lingkaran tersebut termasuk nabi dan para sahabatnya. Lingkaran Higher self atau diri kita itu luas tak terbatas sudah meliputi masa lalu. Sekarang dan yang akan datang Inilah yang disebut kekuatan spiritual yang mampu hidup menerobos ruang dan waktu. Berkesadaran multi dimensi atau kesadaran kosmik itulah yang disebut beragama universal. Potensi dan peralatan untuk menuju universal itu tak lain adalah pikiran dan batin kita sendiri, tentu dengan mengolah, menggali dan berpikir secara terus-menerus.
Alangkah sayang seribu sayang bila pikiran kita di marjinalkan kemampuannya, disuruh untuk meyakini/ mengamini saja keyakinan yang ada di luar kita, sebutlah agama.
Alangkah Malangnya hati nurani kita tidak mampu berfungsi sebagai JURU PENGADIL / MIZAN terhadap gejolak yang ada di pikiran kita, hati yang malang itu hati yang sudah dikuasai perasaan ketakutan bila mendobrak keakuan, ketakutan karena takut dosa melanggar keyakinan di luar dirinya, sebut saja agama. Bahkan menurut saya yang disebut menduakan Tuhan adalah, dirinya sudah tidak meyakini Tuhan yang ada di dalam dirinya, dirinya sudah meyakini Tuhan yang ada di text boox/ kitab suci atau diluar dirinya.
Meyakini itu bukan slogan atau ucapan semata, meyakini itu adalah praktek dan perjalanan pribadi.
Kesempatan itu tidak datang dua kali apalagi berkali-kali, kesempatan untuk menyatakan bertuhan dengan bukan sekedar slogan,ucapan,ikut ikuttan, wacana tapi berdasarkan pengalaman pribadi itu adalah hari ini, ketika kita masih bernafas. Seandainya sudah tua renta, cacat, atau meninggal dunia maka kesempatan itu sudah hilang ! dan jiwa yang tidak mengalami kematian akan menangis, persis ketika mimpi buruk kita merasakan sakit/ tertekan tapi tubuh ini tidak berdaya karena tidur { mati } dan hanya bisa terbebas dari sakit/ tertekan itu dikala kita bangun [ bangkit ] tapi setelah bangun kita lupa lagi { insomania } terhadap kejadian mengerikan tadi malam, lupa karena dunia memang menariknya kembali ke jalan kesesatan, begitu pula dengan mati maka jiwa akan kesakitan/ tertekan/ menangis meraung-raung karena tidak tahu harus kemana lagi, sampai jiwa itu dibangkitkan kembali di muka bumi, Cuma tidak tahu dalam rentang waktu berapa lama, bisa ratusan tahun, ribuan tahun bahkan jutaan tahun itulah reinkarnasi. Takkan ada yang mampu merubah diri kita kecuali diri kita sendiri juga.
SALAM
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 2 Oktober 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Langganan:
Komentar (Atom)