Rabu, 03 Juni 2020

Apakah Agama Mencerahkan Ruhani ?



""APAKAH AGAMA MENCERAHKAN RUHANI ? """
=================================
Agama itu untuk mencerahkan ruhani ?demikian sering kita dengar pepatah dari para ustadz dan guru agama. Lalu saya pun bertanya pada diri sendiri, Benarkah ?? Karena saya melihat kenyataan yang faktual, umat beragama hanya sibuk dengan segala pernak-pernik upacara yang dinamakan syariat dan tarekat. Sibuk melaksanakan perintah agama berbasis kitab suci dan perkataan para nabi,

TETAPI apakah yang didapat ? Pencerahan ? atau sekedar capai letih karena sudah melaksanakan ritual seperti puasa,sholat, haji dll. Apakah bisa pencernaan dibeli dari perbuatan yang dipaksakan oleh orang lain ?meskipun orang tersebut adalah ahli agama. Di bulan ramadhan ini umat Islam yang berpenghasilan tinggi berbondong-bondong pergi umroh ke Mekkah, dengan tujuan untuk mencerahkan ruhani. Begitu juga masjid-masjid dipadati untuk sholat tarawih, tadarus, itikaf, dengan tujuan untuk pencerahan rohani.

Kalau saya analisa sendiri, justru bukanlah pencerahan ruhani yang didapat justru yang diperoleh adalah kepuasan karena sudah menamatkan/ melaksanakan suatu kewajiban. Yang namanya kepuasan itu adalah harga yang murah, dikarenakan kepuasan itu dijamin tidak akan langgeng, tidak akan tahan lama atau dengan kata lain hanya berlaku sekilas saja. Coba saja lihat sendiri setelah ramadhan lewat, masjid-masjid pun kembali sepi. Umat Islam kembali ke dunianya yang mengasyikkan yaitu Menikmati keindahan dunia. Di sini jelas terjadi pembiasan yang luas, biasa dalam beragama, yang menyebabkan ritual puasa ramadan hanyalah dihargai begitu rendah oleh umat Islam, hanya sekedar menjalankan kewajiban. thats it ! Jangan heran bangsa indonesia yang mayoritas muslim yang seharusnya beriman malah tergolong bangsa yang korup, bangsa yang miskin, bangsa yang penuh praktek KKN, bangsa yang malang dirundung bencana alam.

Kembali ke tujuan beragama, jadi upaya yang dicerahkan ? pencerahan yang sempurna adalah bila seorang telah keluar dari belenggu doktrinitas, doktrin yang menyebabkan pola pikir tentang dirinya, Tuhan dan alam semesta dipenjara oleh dalil dan dogma yang ada dan telah berlaku ratusan bahkan ribuan tahun. Karena bila akal pikiran kita dibatasi ruang geraknya oleh dalil-dalil dan dogma maka tidaklah mungkin rohani nya berkembang, jadi akal pikiran itu ibarat kunci gembok kunci gembok itu berhasil dibuka maka ruhani pun akan terbang bebas tiada batasnya.

Dalam hal ini sama sekali bukan ajaran agamanya yang salah, ajaran agama yang asesorisnya banyak seperti kitab suci, hadist dll itu adalah hanya salah satu JALAN atau METODA untuk mencari jalan pulang sebenarnya.

Yang namanya jalan atau metoda dalam agama bermacam-macam ada jalan syariat, tarekat, hakikat, makrifat. Yang celaka itu adalah bila ada kepuasan dan merasa benar akan jalan yang dipakainya, dengan alasan mengikuti sunnah nabi.

Kalaulah ditanya pada mereka yang menggeluti syariat, hakekat, tarekat, ma'rifat PASTI mereka akan berkata bahwa mereka itu adalah mengikuti sunah nabi dan Alquran tidak ada yang mengikuti perintah setan. Yang BENAR itu adalah menjadikan agama sebagai satu jalan dengan pola pikir dengan penuh KESADARAN, kesadaran adalah harga mati ! semua ritual lahir maupun batin tanpa ada kesadaran maka dipastikan perjalanannya akan melenceng jauh dari kebenaran.

Kesadaran adalah meyakini bahwa dirinya adalah bagian dari Tuhan, meyakini alam jagat raya ini adalah bagian dari Tuhan, menyakini para orang tua kita, pendahulu kita adalah bagian dari Tuhan, menyakini bahwa segala kejadian baik ataupun buruk di dunia berasal dari Tuhan, menyakini manusia itu adalah perwujudan Tuhan yang sempurna. Kalau sudah ada di dalam kesadaran tersebut maka kita tinggal mengolah kekuatan yang ada dalam diri kita untuk mensinergikan dengan kekuatan alam semesta dan kekuatan para orang tua terdahulu yang telah berhasil mencapai kebenaran tinggi.
Untuk mentransformasikan energi kekuatan dalam diri dengan jagat raya tentulah akal pikiran kita harus benar-benar terbebas dari virus virus yang menyebabkan kefanatikan buta. Tak kan ada orang yang berangan-angan masuk surga akan berhasil masuk surga bila pola pikirnya terpenjara, bila jiwa nya dirasuki rasa takut dosa melanggar perintah dogma. Surga di alam tinggi itu haruslah dimasuki dengan optimalisasi kekuatan diri bersinergi dengan kekuatan jagat raya. Tak akan pernah menemukan masjid di surga karena membangun masjid di bumi bila pola pikirnya terpenjara dogma, tak kan ada istana kaca di surga bila akal pikirannya dikungkung rasa takut berdosa. Sesungguhnya perasaan TAKUT itu adalah wujud dari penyakit hati, penyakit yang harus diberantas, perasaan takut neraka karena tidak sholat adalah bentuk pola pikir yang terpenjara nan sempit. Sekali lagi bukan ajaran agama yang salah, yang MUTLAK salah diri kita sendiri yang GAGAL mengambil saripati/ mutiara dari nilai-nilai AGAMA.

Sudah saatnya kita berpikir dewasa dan berwatak bijaksana dalam menjalankan perintah agama, sudah saatnya kita membuka tabir tabir gelap yang menutupi akal pikiran kita, sudah saatnya kita membuang jauh-jauh sifat fanatisme terhadap agama dan aliran, sudah saatnya kita berlari mengejar ketinggalan dalam belajar tentang KETUHANAN, sudah saatnya kita menjadi manusia BEBAS.

SALAM

 https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763  Posting 16 Oktober 2019)

CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar