Rabu, 03 Juni 2020

Menuju Pribadi Yang Asli

MENUJU PRIBADI YANG ASLI

Berspiritual adalah kembali menjadi diri anda yg asli [ original ] Bagaimana wujud yang asli tersebut ? tentu, bukanlah seperti bayi yang tidak bisa berkata-kata. Yang asli itu adalah mengembalikan akal pikiran ke sumbernya yang satu, yaitu diri pribadi kita sendiri. Karena semakin usia bertambah ke kepala kita di jejali tanpa hambatan dengan teori-teori, dalil dalil, dogma dogma yang berasal dari ucapan manusia yang sudah meninggal ribuan tahun bahkan manusia yang masih hidup di dunia ini. Berpikir dan teruslah berpikir tentang teori-teori yang mengarah kepada kebenaran Karena bila kita menelan mentah-mentah semua itu maka kepala kita akan semakin diselimuti kabut tebal yang saking tebalnya kabut tersebut akhirnya menyatu dengan pikiran kita, dengan kata lain semakin susah untuk membersihkannya.

Sumber dari diri pribadi, apakah itu? Di sinilah juga acuan menganalisa jalan menuju kepada kebenaran yang berlatar belakang ateis dan agama. Bila dilatarbelakangi dengan sifat atheistis yang menolak keberadaan Tuhan, maka acuan kebenaran itu akan bersumber dari rasio dan logika agar bekerja tetapi bila dilatarbelakangi dengan sifat yang agamis yang meyakini adanya Tuhan maka acuan kebenaran itu system yang bekerja dalam diri manusia, kedua system ini ibarat dua kerajaan besar yang saling berperang memperebutkan jiwa dan pemikiran manusia. Orang yang berwatak bijaksana tak akan peduli dan tidak akan meributkan acuan pijakan ini dengan istilah choise' benar' dan ' salah', right or wrong.

Akal adalah berasal dari alam nyata, yaitu saripati tanah atau bumi, sedangkan hati adalah benda gaib yang berasal dari alam semesta yang tak terbatas. Pembuktian masalah ini banyak kita saksikan sendiri entah lewat internet, buku dll banyak istilah untuk membuka hati seperti istilah membuka mata ketiga, atau Mata Tuhan. Istilah dalam filsuf agama seperti istilah ruh, mata batin, badan kedua ,badan ketiga dll.

Original nya manusia yaitu yang bisa dirinya mewafatkan pada dirinya sendiri, sehingga segala pertimbangan dan keputusan tentang hal-hal kehidupan itu adalah dirinya sendiri. Mana bisa fatwa-fatwa muncul dalam dirinya bila kenyataannya kepalanya dijejali oleh pendapat pendapat orang lain, walaupun orang tersebut adalah para ahli. Membebaskan semua 'sampah-sampah' itu dalam benak kepala yang sudah terpatri dalam jiwa sejak anak-anak sampai dewasa dan didukung dengan lingkungan yang sangat kaku adalah pekerjaan manusia sesungguhnya untuk menemukan jati dirinya yang asli, sebenarnya hakikat dari tujuan filsafat dan agama itu adalah untuk menemukan dirijatinya sendiri, sehingga setelah itu barulah manusia itu akan menjumpai apa yang disebut FREEDOM atau kebebasan.

Badan asli manusia itu adalah ibarat magnet yang mempunyai kekuatan dahsyat, karena berasal dari alam semesta tak terbatas, maka dirinya dengan mudah mengakses energi-energi kebaikan yang pernah dan sudah ada di alam jagat raya ini. Apalah artinya ritual dan upacara dalam beragama bila kesadaran tidak tumbuh dalam dirinya, kemudian apalah artinya kesadaran sudah dimiliki bila dirinya BUTA akan sesuatu yang dahsyat dalam dirinya, jadi di atas kesadaran ada kesadaran sehingga tercapailah apa yang disebut THE HIGHEST SELF { Kesadaran tertinggi } dengan kata lain disebut TUHAN.

Sudah saatnya pemikiran rendah dan picik tentang angan angan dan harapan bohong dihilangkan dari batok kepala kita, Sudah saatnya pemikiran kita maju mendobrak keakuan berpikir dan keterpenjaraan jiwa, terpenjaranya jiwa itu bisa didiagnosa bila masih ada perasaan takut, seperti takut masuk neraka, takut karena tidak berhasil masuk surga dan yang parah adalah takut karena permasalahan kehidupan, takut menghadapi realitas kehidupan dunia yang kejam dan menyakitkan.
Mari menuju diri pribadi kita yang asli !.
Salam


https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting 1 Oct 2019)

CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar