Rabu, 03 Juni 2020

Manusia Ibarat Matahari

MANUSIA IBARAT MATAHARI....
===================<<======
Sempurnanya jiwa manusia itu bukan terletak di ketaatan banyak menjalankan ibadah agamanya, tapi terletak pada kesadaran dirinya dalam memandang kebenaran hidup.
Kebenaran kehidupan itu adalah menyadari bahwa hidup di dunia adalah prosesi terahir untuk meyempurnakan jiwanya.

Menyadari bahwa menjalani kehidupan didunia ini adalah jalan untuk meretas ke kehidupan yg sebenarnya /sejati. Menyadari semua persoalan hidup yg di alami adalah amunisi untuk memperkuat dirinya sendiri untuk menyongsong di kehidupan yg sebenarnya/sejati. Kehidupan yg sebenarnya/sejati itu adalah bukanlah kehidupan yg omong kosong dan tahayulisasi, karna tak lain dan tak bukan kehidupan itu adanya dimuka bumi ini.

Tak ada yg terlahir dimuka bumi ini suatu kebetulan, dan tak ada tempat setiap sudut bumi ini yg tidak ada sumber kebenaran.
Sumber kebenaran itu bukan di Arab, Amerika, Cina, India, Jawa, Eropa dll. Sumber kebenaran ada di dalam diri kita sendiri.

Seorang satrio piningit yg diramalkan lahir dari Timur, itu bukanlah Timur tengah, timur jauh dan bukan Indonesia jawa melainkan lahir dari Timur Matahari '. Seorang satrio piningit atau pembebas itu adalah manusia berasal dari matahari. Suatu analogi kenapa Matahari?....

Karna matahari adalah sumber segala sumber kehidupan dan cahayanya terus menerus menyirami alam semesta tanpa henti dan pilih kasih. Menjadi satrio piningit adalah hak setiap manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali, tidak harus keturunan Nabi, Raja dan Wali.

Siapapun yg secara sadar penuh tentang menjalani hidup yg benar untuk membersakan jiwanya, maka bersiap siaplah menjadi manusia yg terbit dari Timur Matahari.
Sempurnanya jiwa terbentuk dari pikiran yg terbuka bukan pikiran yg terkungkung, jangan salahkan orang yg sekarang ini sudah muak melihat kemunafikan terhadap agama, jangan salahkan kini orang semakin berani bicara lantang melecehkan Tuhan dan Agama tertentu. Mereka berteriak itu bukan bentuk dari kesombongan dan kedurhakaan tapi wujud kemuakan terhadap segala bentuk penjajahan Pikiran. Mereka sudah muak dgn segala retorika dan ritual yg penuh kepalsuan dan kebodohan. Sempurnanya jiwa juga terbentuk dari hasil olah batinnya sendiri yg mampu berdialog dgn dirinya sendiri yg tinggi. Sempurnana jiwa itu juga terbentuk dari prilaku keseharian yg benar benar dilandasi kesadaran yg maksimal . Sempurnanya jiwa juga terbentuk dikarenakan dirinya sudah mengatur dan memerintah kepada dirinya sendiri.

Jadi untuk apa sebenarnya agama itu ada dimuka bumi ?...itu semua adalah pendidikan moralitas , amat sangat jauh dijadikan patron sebagai ukuran ber Ketuhanan .

Bila ingin melalui jalur agama untuk berketuhanan, maka dirinya harus siap dan gagah berani menerima segala resiko penjungkir balikan paradigma Ketuhanan.

Dirinya harus siap dikucilkan oleh umat dan sareatnya sendiri, karena ketika dia membuka tirai-tirai /simbul-simbul keagamaan maka secara perlahan tapi pasti perjalanan dan pencariannya akan berahir di diri sendiri secara mutlak. Kalau sudah berahir di dirinya sendiri maka yg berfatwa dan berdalil itu adalah suara hati nya sendiri , tidak ada lagi dogmatisasi dari luar dirinya, meskipun itu adalah doktrin ktab suci. Sekali lagi, jiwa yg sempurna terbangun dari pemikiran terbuka luas bukan pikiran terkungkung !... Jiwa yg tercerahkan adalah pemikiran yg memancarkan kata-kata kebenaran tanpa henti layaknya matahari .

Hak saya, anda, kita semua untuk bisa hidup menjelma sebagai manusia yg lahir dari Timur Matahari . Semuanya diri kita sendiri yg memutuskan dan memilih, bukan Tuhan dan Terserah tuhan.......
Salam.....

 Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (posting 25 April 2019)

CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar