MENELUSURI JEJAK TUHAN
Seorang atheis mengatakan kepada saya Tuhan
saya adalah alam semesta, terus dia bertanya sama saya Tuhan kamu siapa ?
saya menjawab " sesuatu itu yang mengasihi dan yang menyayangi "
terus dia bertanya penasaran, siapakah itu ? Apakah suatu wujud yang
nyata atau abstrak ? saya jawab, yang nyata dan yang abstrak. Seorang
agamis mengatakan pada saya Tuhan saya adalah Allah yang gaib, terus dia
bertanya sama saya, Tuhan kamu siapa? Saya menjawab persis apa yang
saya katakan kepada teman saya yang atheis.
Kata Tuhan adalah
simbol, entah Siapa yang menciptakan nama itu, begitu juga kata Allah
sama hanya simbol, juga entah Siapa yang menciptakan nama itu. Bagi saya
tidak terlalu penting untuk menelusuri sejarah timbulnya penamaan
tersebut karena yang terpenting adalah mengetahui dengan benar esensi
dari kata Tuhan atau Allah tersebut.
Kenapa saya sebut Tuhan itu
adalah sesuatu yg mengasihi dan menyayangi? Ya, karena dari mana lagi
kita menelusuri jejak dengan kalau dari segi kebaikan, masa kita
menelusuri dari segi keburukan atau kejahatan. Coba saja lihat di
sekitar kita apa dan siapa itu sumber yg mengasihi dan menyayangi itu,
tentu kita tidak akan pernah menyanggah sumber kasih dan sayang itu ada
pada ayah dan ibu kita, juga pada alam dengan kekayaan di dalamnya ada
tanah tempat berpijak, ada tumbuhan dan binatang untuk mendukung supaya
manusia tetap hidup, ada udara, air, api, bulan, bintang,,matahari dll
semua tanpa pernah kita minta dan tak perduli kita orang baik atau jahat
semuanya memberikan kehidupan kepada kita tanpa pilih kasih. Sumber
kasih sayang yang lain adalah pada diri kita sendiri sebagai manusia,
tanpa ada organ tubuh, sel sel dan roh kita tidak akan hidup sebagai
manusia seutuhnya. Dengan kata lain hidup akan indah kalau kita
menghargai orang tua kita, alam semesta dan diri kita sendiri kepada
sesama manusia. Dari ketiga sumber itulah kita bisa Menelusuri jejak
Tuhan atau Allah itu.
Menelusuri siapa diri kita, maka diri kita
adalah dari kedua orang tua kita, kedua orang tua kita dari Kakek kita,
nenek kita dari buyut kita, buyut kita dari dst dst...... sampailah kita
simbol dengan nama Adam, sebagai manusia pertama. Dan nama Adam pun
adalah suatu simbol bukan suatu fakta sejarah. Simbol untuk bahan
perenungan dan bahan pengkajian diri, jadi Siapakah orang tua sejati
kita? Tak lain dialah sang sumber kehidupan, sang sumber kasih sayang,
Jadi tidak salah bila dalam agama {Islam} pemeluknya supaya menghormati
orang terdahulu, bahkan diperintahkan untuk mengadakan hubungan telepati
[tawassul] dengan para leluhur kita. Jadi jangan salahkan agama Pagan [
agama asli ] nusantara, yang mana ritual mereka kental dengan sesaji
untuk menghormati roh leluhur nya. Di dalam sejarah Islam ada peristiwa
Mi'raj Nabi Muhammad, yang mana ketika dalam perjalanannya ke langit,
sang nabi bertemu dengan para nabi pendahulunya seperti Ibrahim, Musa
,Yusuf ,isa. Sampai sang nabi mampu berdialog [ terlewati ] dengan
mereka untuk mendapatkan bimbingan kepada dirinya supaya dia bisa
menyiarkan tauhid sesuai dengan zamannya. Itulah proses Menelusuri jejak
Tuhan kepada kedua orang tua kita, sehingga orang Kristen menyebutnya
sebagai Tuhan Bapa, dia yang menelusuri disebut Anak Tuhan, Energi untuk
bisa berkomunikasi dengan Bapa disebut roh kudus. Jadi sebenarnya
Trinitas itu hakikatnya nya adalah ketunggalan, istilah sekarang
'
three in one ' dalam Islam pun demikian ada Trinitas seperti Nur Allah
dan Nur Muhammad dan Nur Insan, gak ada beda yang membuat seperti
berbeda nyata adalah istilah belaka.
Menyusuri jalur orang tua untuk
menemukan Sumber Kasih sayang adalah jalur metafisik, sehingga jalur
ini sangat tidak dipahami oleh para ateis yang selalu mengedepankan
rasio dan logika tetapi sebenarnya hal ini adalah jalur agama, tetapi
kenapa justru umat beragama nya sendiri tidak percaya bahkan tidak
sedikit yang menolak hal ini dengan alasan musryrik, sesat, klenik, dll.
Hal ini dikarenakan kebanyakan umat beragama hanya memahami agama dari
ketaatan menjalankan kewajiban saja belum mencapai keyakinan, karena
keyakinan itu ada di wilayah metafisik. Jadi sekali-kali janganlah
menjadi anak durhaka kepada kedua orang tua kita, ilmu segede gunung pun
tentang Ketuhanan bila durhaka kepada kedua orang tuanya sama saja
membelakangi Tuhan. Sebaliknya bila ilmu ketuhanannya minim tapi dia
hormat dan santun kepada kedua orang tuanya berarti Tuhan masih
memberikan pintu untuk menuju nya.
Menelusuri jejak Tuhan dari alam
adalah Menelusuri jejak nya dari suatu materi/ benda yg nyata. Kita bisa
hidup Karena makan makanan, entah itu dari hewan maupun tumbuhan juga
air, Kita pernah baca siklus fotosintesa, ternyata siklus itu berbentuk
lingkaran. Tumbuh-tumbuhan karena ada sinar matahari, tumbuh menjadi
pepohonan, buah-buahan sayuran kemudian dimakan oleh manusia dan hewan,
kemudian hewan pun dimakan oleh manusia. Begitu jika siklus air, air
turun ke bumi karena adanya sinar matahari, intinya dalam hal ini
matahari adalah sumber kehidupan. Jadi tidaklah salah penganut agama
Shinto di Jepang menyembah matahari. Matahari yang kita lihat ini adalah
satu bintang dari miliaran bintang di langit lepas. Apakah kita harus
menyembah matahari ? Tentu tidak ! Tapi mereka yang menyembah juga tidak
salah tetapi belum sempurna.
Karena banyak matahari matahari yang
tidak terhingga di langit lepas ini, saking tidak terhingganya maka
simbol Tuhan pun adalah suatu lingkaran, artinya tak bertepi ! Banyak
simbol agama di dunia ini menggunakan bintang sebagai simbolnya seperti
yahudi, islam. Alam semesta atau jagat raya ini senantiasa memberikan
kasih sayang dan sayangnya kepada manusia tanpa pernah berhenti. Jadi
menjaga, memelihara alam adalah salah satu bukti bahwa anda sudah
mengenal Tuhan.
Yang ketiga Menelusuri jejak Tuhan pada diri kita
sendiri, inilah spiritual. Karena alam jagat raya yang memberikan
kehidupan pada manusia, ternyata tubuh manusia tersusun dari milyaran
sel memberikan kehidupan kepada kita. Bila sel-sel yang menopang
kehidupan kita terjangkiti virus/ penyakit dari luar maka kita akan
mengalami sakit/ cacat/ mati. Tubuh manusia ibarat replika nya jagat
raya, bahkan dalam Islam disebutkan berkali-kali kata-kata penting
seperti : manusia adalah citra Tuhan, Rasa Tuhan adalah rasa manusia,
Baitullah itu di Hati manusia dan banyak lagi kalimat kalimat yg
menggugah kita untuk menerawang ke dalam diri.
Hanya manusialah
yang bisa berpikir untuk menguak rahasia Tuhan, alam nyata abstrak.
Berfikir dengan otak/ akal ini lah jalan satu satunya manusia bisa
menemukan jati dirinya, tapi kenapa orang beragama tidak memahami hal
ini ? Ya, karena dalam mengkaji ajaran agama hanya menggunakan hati,
tidak memaksimalkan menggunakan otak untuk berpikir terus-menerus. hati
itu ibarat akar, pohon tidak akan tumbuh keatas kalau tidak di sinari
matahari, disiram air. Nah untuk tumbuh ke atas supaya tidak statis
itulah manusia harus menggunakan otaknya, karena ajaran agama itu sarat
dengan makna simbolik/ perumpamaan termasuk kata ALLAH, Tuhan pun adalah
suatu simbolik. Kalau kata ALLAH Nya sudah simbolik bagaimana
turunannya ke bawah ?betul juga kata para sufi " barangsiapa yang
mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya " mengenal dirinya berarti
pemikirannya sudah bersumber dari dalam dirinya sudah tidak melihat
keluar, mengenal dirinya berarti sudah percaya pada dirinya sendiri,
mengenal dirinya itu berarti pola pikirnya sudah terbebas dari
doktrinitas dari luar dirinya, mengenal dirinya berarti sudah
menundukkan dirinya agar berbuat selaras dengan alam semesta, selaras
dengan dzat kasih sayang karena dirinya bukan Tuhan melainkan bagian
dari KAMI.
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (Posting 30 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar