SPIRITUAL ITU HARUS MEMAKAI OTAK.
Tuhan itu bisa dikenal bukan
hanya dirasakan oleh hati tapi oleh otak, dulu saya pun mengatakan
demikian bahwa hanya hati yg bersih dan suci lah yang bisa merasakan
bisikan Tuhan, tapi justru anggapan demikian itu adalah anggapan yg
salah dan stagnan dlm berspiritual, Tuhan berfirman " Aku menurunkan
ilmu berdasarkan kadar nya ", kadar, disitu bukanlah suatu yg sudah ada
tidak bisa dirubah dalam diri manusia, justru kadar itu lah yg
menyempitkan dan melebarkan adalah diri kita sendiri, kadar itu adalah
pemahaman kita tentang diri kita sendiri. Pemahaman itu ada di otak
bagaimana manusia bisa berpikir agar pemahamannya tentang Tuhan menjadi
luas. Otak itu harus dibebaskan supaya bekerja sebebas-bebasnya, jangan
dipagari oleh dogma-dogma yang keluar dari agama maupun filsafat, justru
kebenaran dogma tersebut harus diuji kebenarannya oleh diri kita
sendiri dengan jalan berpikir bukan hanya menyandarkan/ pasrah kepada
dogma dengan alasan takut dosa.
Hati akan menjadi suci dan bersih
Setelah otak kita dibuka kunci" borgolnya" di buka untuk supaya bekerja,
berfikir, merenung tentang kebenaran. Kalau otaknya dikunci maka yang
didapat adalah ketenangan semu yang bersifat sementara dan sangat rentan
menjadi busuk kembali. Hati itu ada di dada sedangkan otak ada di
kepala, antara dada dan kepala ada tenggorokan, Nah jalur dada -
tenggorokan - otak itu jembatan shirotol mustaqim atau jalan yang lurus
yang harus dibersihkan atau dibebaskan sehingga akan terjalin kerjasama
yang luar biasa antara hati dan otak, kalau hati dan otak sudah menyatu
maka berlakulah perkataan nabi " Aku ada di pikiran mu, Aku adalah rasa
mu ", rasa yang disebut sejati itu adalah perpaduan antara hati dan otak
manusia, memang untuk menuju ke arah sana tidaklah mudah, hanya dengan
kegigihan dan percaya pada diri sendirilah semua itu bisa terwujud. Otak
tidak akan bekerja ke arah kebenaran selama kita lebih meyakini sesuatu
di luar diri kita.
Kitab suci apapun namanya sebagai pegangan umat
beragama, bukanlah berbentuk fisik dan lahiriyah tetapi kedua pedoman
itu adalah diri kita sendiri yaitu hati dan otak. Apakah bisa hanya
dengan memiliki kitab suci di rumah dengan dibaca, ala kadarnya,
dipelajari tafsirnya sudah cukup itu mutlak sebagai pegangan? tentu akan
jauh dari tujuan. Agama dan kitab sucinya hampir 100 persen adamant
bersifat simbolik/ perumpamaan, termasuk kata ALLAH pun itu bersifat
simbolik atau gagasan/ konsep, yang sejati itu tidak bisa disimbolkan/
dikonsepkan, yg sejati itu adalah Maha PASTI tidak ada keraguan sedikit
pun ! begitu pula agama itu bersifat simbolik, Nabi pun demikian, masih
banyak lagi yg di simbol kan. Semua simbolisasi itu akan menjadi terang
dan pasti kalau kita berpikir dengan otak, artinya berspiritual itu
harus memakai otak.
Bagaimana bila selama hidup kita yang berbangga
dengan agamanya hidup dalam pemahaman yang bersifat simbolik ? Apakah
nanti di akhirat akan kembali ke Allah atau ke surga ? Apakah iya ?
tentu hal ini harus dipikirkan jauh ketika hidup di dunia Yang sebentar
ini. Kebutaan di dunia ini adalah karena manusia gagal memecahkan
teka-teki simbolisasi tersebut, maka akibatnya akan menjadi buta dalam
kegelapan yang mencekam setelah kematian tiba.
Kenapa sekarang fakta
memperlihatkan banyak orang yang alergi dan bosan terhadap agamanya,
hal ini dikarenakan manusia itu lari untuk mencari kebenaran hakiki,
karena selama ini mereka merasakan agama hanya menjadi alat untuk
berangan-angan kosong yang tidak jelas, menyembah Tuhan yang tidak jelas
dan tidak masuk akal. Di tambah lagi dengan disaksikannya di TV -TV
orang membunuh, perang,merusak,merampok dengan alasan agama, menjadikan
mereka berpikir lebih kritis tentang agama yang dianutnya. Disini
janganlah kita berpikiran picik terhadap mereka, biarkanlah mereka
mencari jalan sendiri kebenaran ini, Karena untuk mencari kebenaran itu
ibarat pepatah " Banyak jalan menuju Roma " sangat banyak
,bervariatif dan bermacam macam. Bagi yang sudah kadung melewati jalur
agama, maka tidak ada cara lain untuk mengelupas habis sampai ke
kelupasan terakhir sebagai bentuk simbolisasi/ perumpamaan yang ada di
dalam ajaran agama tersebut, Caranya ? Pakailah otak untuk berpikir !
Teknik penyucian diri seperti meditasi, tafakur, zikir, sholat, yoga,
menutup 9 lobang dll tidaklah akan mampu membersihkan hati/ jiwanya
secara menyeluruh sebelum otaknya dibuka seluas-luasnya tentang
pemahaman masalah ketuhanan, dan tidak ada cara lain untuk membukanya
dengan jalan berpikir terus tanpa henti. Ada istilah Third eye atau mata
ke tiga atau mata Tuhan, itulah yang akan aktif untuk mengaktifkan
kesadaran diri kita menuju ke kesadaran universal. The higher spirit {
roh pembimbing } akan menjadi teman kita yang disebut malaikat itu untuk
mengarungi kehidupan yang lebih bijaksana, ikhlas dan berserah diri.
Segala bentuk istilah agama yang menyentuh kegaiban seperti malaikat,
iblis, jin, khodam, hantu, surga, neraka dll akan menjadi sesuatu yang
nyata, yang bisa dicerna dengan akal sehat. Tak lagi bicara intuisi,
halusinasi, bisikan pertama yang benar yang kedua dan yang ketiga adalah
iblis, takhayul....... semuanya luluh dengan suatu hal yang pasti dan
masuk akal.
karena Tuhan itu MAHA PASTI, MAHA EXACT tidak ada keraguan lagi di dalamnya.
Diri kita adalah Pancer atau central nya
jagat raya ini, diri kita yaitu wujud kita yang lengkap dengan jiwa dan
raga ini adalah citra terbaik Tuhan di muka bumi ini. Sebagai citranya
tentu segala Rahasianya ada di dalam diri kita, dan semua dapat
dipecahkan setelah memanunggalkan otak yang berpikir dan rasa yang
terpancar dari roh.
Manunggaling kawulo Gusti atau Ma'rifatullah
atau kesadaran tinggi [ highr self ] itu adalah sudah menyatunya jiwa
dengan raga kita sehingga menjadi diri yang mana hati, otak dan
perbuatannya sudah Selaras, menyatu . Namun untuk ke arah sana tidaklah
mudah, harus memiliki nyali dan mental yang tinggi karena mendobrak
keakuan berpikir, mendobrak rasa takut berbuat dosa, mendobrak sistem
yang sudah turun-temurun, harus berani dll.
Semua tindakan itu
adalah perlawanan terhadap diri kita sendiri bukan untuk ke luar diri
kita. Sehingga tak salah seorang teman Facebook dalam statusnya
berkata;" SPIRITUAL ITU HARUS PAKE OTAK JANGAN PAKE HATI ".
https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( Posting, 29 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar