TUHAN ADALAH ILMU
Allah adalah konsep, seperti sudah saya tulis
dalam dokumen Berapa waktu yang lalu. Salah satu konsepnya adalah
menghormati alam semesta, dan salah satu bagian dari alam semesta itu
adalah ILMU. Jadi tidak salah saya katakan Tuhan itu ilmu tapi ilmu
bukan Tuhan ! Ilmu yang dimaksud adalah sangat luas yang bisa dibagi
dalam dua bagian besar yaitu ilmu matematika,filsafat,fisika,astronomi,
sejarah,bahasa,kedokteran,agama, psikologi, informatika, dll. Dengan
kata lain ilmu lahir itu lebih mementingkan rasio, Nalar dan logika.
Sedangkan ilmu batin itu adalah ilmu yang didapat dari sesuatu yang
tidak nyata, yang mana untuk mendapatkan/mempelajari ilmu lebih banyak
menggunakan kekuatan dirinya sendiri[ bathin ].
Kalau lah kita
yakini dan fahami bahwa Tuhan itu adalah ilmu, maka ketika kita
mempelajari/ menggeluti bidang apapun maka output dari ilmu adalah KASIH
SAYANG/ cinta kasih terhadap sesama manusia dan alam.
Karena sifat esensial Tuhan itu adalah kasih sayang/ cinta.
Semua ilmu lahir dan batin yang kita pelajari itu sebenarnya hakekatnya
adalah untuk kita mempunyai keyakinan terhadap diri sendiri, keyakinan
bahwa ternyata kebenaran itu ada pada setiap diri manusia. Sangat
disayangkan bila kita sudah belajar ilmu agama, kita menolak ilmu-ilmu
yang lain seperti sejarah, astronomi, filsafat dll dikarenakan dengan
satu alasan yaitu benturan dengan Alquran dan hadis. Perlu
diketahui Alquran itu bukanlah buku ilmu pengetahuan, bukan buku
sejarah, bukan buku ilmu pemerintahan dan sosial TETAPI Alquran itu
adalah petunjuk untuk menghubungkan Bagaimana manusia bisa berhubungan
dengan Allah. Akan meleset dan gagal bila kita mempelajari Al'quran
dengan kacamata fanatisme, kacamata terdoktrin, kacamata sektoral dan
dengan jiwa yang dipenuhi rasa ketakutan, rasa kehinaan dan kerendahan
diri. Umat Islam itu sekarang bisa bangga dengan orangutans tetapi
sungguh menyedihkan secara kwalitas, agama Islam sekarang dalam kondisi
di persimpangan jalan karena melihat saudara-saudara tuanya Kristen
ternyata fakta peradabannya jauh lebih maju dan mapan. Semua kemajuan
yang didapat kaum Kristen dan Yahudi itu tak lain dan tak bisa disanggah
karena mencari ilmu, belajar dengan open mind. Jadi jangan salah orang
yang sedang belajar menuntut ilmu apapun pada hakekatnya mereka sudah
mengenal realitas Tuhan yang nyata tidaklah mungkin mencapai surga [
nirwana ] bila di dalam hatinya masih ada sifat fanatisme, menolak
perbedaan dan merasa benar sendiri dengan agamanya. Bagaimana bisa
mencapai surga bila pemikirannya masih terkunci dengan sesuatu dari luar
dirinya? Untuk masuk surga itu pikiran harus di bebaskan ! Harus mulai
bekerjasama dengan suara nuraninya sendiri sebagai pijakan kebenaran.
Syafaat/ pertolongan nabi dan al-quran di hari kiamat itu cuma simbolis.
Yang namanya syafaat/ pertolongan nabi itu adanya di dunia ini dan
ini masuk ke jalur ilmu batin. Bagaimana bisa mengharap sesuatu setelah
kematian, dengan jasad, otak, jantung,yang telah mati? Semua rahasia
agama itu adalah harus dipecahkan di dunia ini dengan Tuhan itu sendiri
tak lain adalah dengan sesuatu realita nyatanya yaitu ILMU baik lahir
maupun batin. Beruntunglah ada internet dengan Google dan YouTube nya
dengan Facebooknya, karena dengan adanya fasilitas itu maka ilmu-ilmu
lahir maupun batin bisa diakses dengan mudah dan cepat.
Teknologi
informasi ini adalah bagian dari produk ilmu, tak salah kita mengatakan
teknologi informasi ini adalah salah satu realitas Tuhan yang nyata yang
ada di dunia ini. Orang yang belajar agama lewat kitab suci dan
internet, tidak dipungkiri lewat jalur internet akan lebih cepat dan
instan dibanding lewat kitab suci Apakah ini salah ?? Oh, tidak !!
karena sesuatu yang memberikan informasi pencerahan dan petunjuk ke arah
kebenaran itulah yang disebut kitab. Sangat benar bila sang sufi
mengatakan kitab suci Al-Quran itu adalah diri kita dan alam terbentang.
Sekali lagi ILMU adalah salah satu wujud realitas nyata Tuhan di muka
bumi ini, Tuhan Maha Esa, Tuhan Maha Tunggal bukanlah berarti menunjuk
pada bilangan SATU,tetapi menunjuk kepada suatu mekanisme/ system yg
SATU. Bukankah dalam ajaran dikenal sifat WUJUD yang ada di peringkat
satu ? Wujud nyata bisa dirasakan, didengar, dicium, dilihat oleh panca
indra dan ilmu bisa kita rasakan bukan?.
Salam
Sumber : https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 (Posting 29 Sept 2019)
CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel
Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar dan dan sejenisnya
Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG ini dibuka dari HP, kurang maksimal, saran buka dari Laptop/Komputer/PC)
BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI
HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT
Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita. Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan, Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.Disini Tidak Melayani Perdebatan.Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.(Buka dari Laptop/Komputer)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar