Rabu, 03 Juni 2020

Agama Itu Adalah Diri Kita Sendiri

AGAMA ITU ADALAH DIRI KITA SENDIRI.........

Tak bisa disanggah perdebatan di sana-sini di grup grup FB adalah perdebatan tentang agama lahirnya, masing-masing pemeluknya unjuk gigi dengan memegang supporting pendukung kebenaran agama nya seperti kitab kitab sucinya. Inikah dinamakan agama sebagai pemersatu umat ? Apakah bukan sebaliknya karena perbedaan persepsi justru agama malah menjadi pemecah belah umat ? Dan sangat tidak bisa kita mengklaim agama kami paling benar, dikarenakan suatu alasan hanya satu-satunya dari Tuhan dan bisa menyatukan umatnya dalam agama tertentu, yang benar itu bila agama bisa mempersatukan seluruh umat manusia tanpa kecuali dengan fakta yang terlihat nyata.

AGAMA ITU ADALAH FITRAH ! Itulah kebenaran yang tidak bisa disanggah, setelah itu berarti sudah melekat kepada siapapun tanpa pandang bulu agamanya apa, tanpa melihat dia percaya Tuhan atau tidak. Agama itu adalah diri kita sendiri, bukan suatu bentuk dan kata. Mengeksplorasi ke dalam diri kita sendiri adalah perjuangan untuk menjadikan diri kita manusia beragama, siapa itu DIRI KITA ? tak lain adalah kesadaran tinggi kita, diri kita yang lebih tinggi, yang bersemayam di dalam jiwa kita. Memang untuk bergerak kearah kesadaran itu banyak ranjau-ranjau yang harus dihadapinya, salah satu ranjau terberatnya adalah pikiran kita selama ini sudah turun temurun puluhan tahun diwajibkan membangun iman kepada doktrinitas agama buatan para manusia. Dengan kata lain melawan ranjau fanatisme terhadap ajaran/ kepercayaan/ agama yang kini tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat. Kini, zaman sudah berubah masalah spirittual pun mengalami loncatan yg dahsyat, sekarang untuk mengembalikan kesadaran kepada fitrahnya itu sesungguhnya sangat banyak cara dan cepat tidak perlu ritual-ritual dan doa-doa yang memberatkan,karena kini, formasi tentang wilayah Ketuhanan yang dulu dianggap tabu diceritakan, sekarang banyak dibuka terutama di dunia maya, tinggal modal open mind saja dan lapang dada saja menerima berita kebenaran dari orang lain yang berbicara apa adanya itu.

Diri kita yang lebih tinggi, sering disebut dengan istilah malaikat, roh kudus, higher spirit adalah nyata, ada, bersemayam dalam diri kita. Bukan dongeng, bukan takhayul, bukan imajinasi dll. Meskipun anggapan saya ini sering didebat oleh kaum atheis yang menafikkan hal-hal kehabisan, tapi biarlah, tak usah didebat karena pemikiran atheis itu penting untuk memberantas fanatisme dan fundamentalisme. Karena akhir dari semua perjalanan/ pencarian itu adalah menjadi diri sendiri. Diri sendiri yang masih lapar, masih haus, sering ngantuk, masih bernafsu sex dll layaknya manusia biasa. Jadi janganlah terlalu berharap kepada seseorang yang sudah dianggap suci maka perbuatannya akan terbebas pula dari kemaksiatan, ooh tidak ! Karena selama masih ada darah mengalir dalam tubuhnya, berarti dia masih membutuhkan uang dari dunia nyata ini, dan untuk mendapatkannya tentulah harus bekerja, dan ketika bekerja maka sama seperti manusia yang lain bersinggungan dengan orang lain.

Apakah kita harus Melepaskanmu ? Hal itu tidak usah dipertanyakan, yang dibutuhkan adalah perjuangan dan pengorbanan untuk menemukan agama fitrah yang orisinil yang sudah melekat dalam dirinya sendiri sejak lahir, maka tinggal sang waktu dan sang ilmu lah yang menentukan arah dan keputusannya. Janganlah berbangga bangga dengan agama yang dianutnya karena ketika rasa kebanggan itu tumbuh dalam dirinya sebenarnya itu adalah ucapan SELAMAT TINGGAL dari Sang Penguasa Alam terhadap dirinya.

Salam

 https://www.facebook.com/petruk.petruk.7330763 ( 1 Oktober 2019)

CATATAN :
Re-posting By : Yaddie Jossmart.com
Foto/gambar  hanya pemanis saja, tidak ada hubungannya dengan artikel

Blog ini adalah :
Kumpulan Postingan Ilmu2 Dari Berbagai Sumber Untuk Diri Pribadiku atau Pembaca (Anda)

Syarat Utama! Slalu Baca!"Iqro"baik Teks atau Keadaan Sekitar Kita.
Kosongkan Gelas Pikiran Anda, Kunyah Dulu Sampai Halus .
Saring Ilmu Yang Anda Baca/Dapatkan,
Mau Berpikir. Rasakan,secara akal sehat,pikiran,batin dll (Ilmu Kuwi Kanthi Laku).
Masing2 Individu Memaknai Ilmu TIDAK SAMA.
Berdaulatlah Penuh Pada Diri Pribadimu! Selamat Membaca, Ambil maknanya.
Disini Tidak Melayani Perdebatan, Pertanyaan, Komentar  dan dan sejenisnya

Semua Demi Kebaikan "Kebecikan" untuk seluruh Makluk Ciptaan-NYA.
( BLOG  ini dibuka  dari  HP, kurang maksimal, saran  buka dari Laptop/Komputer/PC)
      BACA , PAHAMI, APLIKASIKAN UTAMA KE DIRI PRIBADI

        HARAPAN SAYA PRIBADI , SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar