SEMUANYA TERHIMPUN PADA AL FATIHAH
"ALLAH adalah nama, TUHAN derajatnya, dan
hakekatnya adalah DZAT, dzat inilah yang haq, sebelum ada awal dan sebelum ada apa yang namanya tidak ada apa-apa, hanya DIA semata-mata
kemudian di tajalikannya nur Allah ini,
dari kata Allah yaitu Alif, Lam, Lam Ha, mengartikan Allah, Lillahi, Lahu, Hu semua kembali kepada Zatul Haq
Tasjid pada kata Allah mengartikan Nur ala Nur yang artinya diatas nur ada nur inilah Zatull Haq itu, bukankah jelas dikatakan Qul Hu Allahu Ahad, "katakan DIA Allah itu Satu?"
Atau Bismillahilazi La Illallah Illa HU, "Dengan nama Allah, tapi Tidak ada Allah Kecuali DIA" ini semua mengartikan bahwa dengan nama Allah lah maka kalian mengenalKU, bukankah Nama dengan yang punya nama itu berbeda? Lalu kenapa kita selalu permasalahkan tentang nama ini?
Bisa saja dengan Zat yang sama tapi orang lain menyebutnya dengan nama yang berbeda, Apakah ini salah?
La sautin : Tidak ada nama yang terucap
Wa La Harfun : dan tidak ada huruf yang bisa ditulis, itulah hakekatnya ZATULL HAQ
Adapun Alam Lahut itu adalah martabat Lata'in artinya tidak ada pernyataan, maka dinamakan Alam
Lahut itu adalah Asma Zat, artinya asma Zat Allah Taala Zat yang belum bernama Allah, hanya dengan bernama Zat Ahadiah, di dalam martabat Alam Lahut, Asma Zat yang Maha Suci itu adalah tujuh Asma'nya yaitu :
1.HU : artinya Zat Tuhan yang Esa semata-mata
2. GHAIBUL GHUYUB : artinya, tidak ada berpihak dan tidak bertempat, tidak Ia diatas, di bawah, di kiri, di kanan, di depan dan di belakang
3. AHADIAH : artinya dari pihak yang tidak sampai ke pengenalan para-para Nabi, apa lagi yang lain dari Nabi-nabi, yang mengetahui hanya dia
4. GHAIBUL HAWIAH : artinya, dari pihak Ia tidak berzat, berisma 'dan berakal seperti manusia.
5. UJUDUL MUTLAK : artinya tidak semua yang Hakiki hanya DIA
6. ABADAN ABADA : artinya tidak ada yang mengetahui wujudnya sesuatu semuanya
7. LATAIN : artinya tidak dapat dipikirkan oleh akal, Makrifat orang-orang yang Arifin Billah, Alam Lahut pada martabat Latain, DIAlah Zatul, MUTLAK yang tidak bercerai dan tidak berkumpul,
semata-mata DIA, belum lagi bernama ALLAH,
karena belum ada NUR MUHAMMAD SAW.
Berkenaan dengan ILMU Tajali Alam Lahut
tidak ada Ilmu pada Nur Muhammad, hanya DIA yang bertajali semata
8. Martabat ITHLAQ : artinya gaib yang sepenuhnya
9. Zatul BUHTI : artinya zat semata-mata
10. GAHIBUL MUTLAK : artinya gahib yang sepenuhnya
11. 'ZIHIN' : artinya tatkala sunyi ia dari sesuatu
12. ALAM sirr : artinya rahasia
1. Alam NASUT : Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya, Maksudnya Nasut pada diri kita Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat, Tulang
2. Alam MALAKUT : Alam gaib bagi malaikat-malaikat, Maksudnya Malakut pada diri kita Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan sebagainya
3. Alam JABARUT : Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka, Maksudnya Jabarut pada diri kita Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji
4. Alam LAHUT : Alam gaibul gaib kebesaran Nur Muhammad, Maksudnya Lahut pada diri kita
Batin tempat Rahasia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat
Ingatlah Bahwa, Muhammad itu ada dua rupa atau dua makna :
_____________________________________
1. Muhammad yang bermakna Qadim Azali : diri Muhammad yang pertama, yang tidak kenal mati selama lamanya, Maksudnya : Muhammad diri yang pertama = yang awal Nafas + yang akhir Salbiah + yang dzahir Ma’ani + yang batin Ma’nawiyah
2. Muhammad yang bermakna Muhammad Bin Abdullah : Insanul Kamil yang mengenal mati, Maksudnya : Muhammad diri yang kedua = yang bersifat manusia biasa, yang berlaku padanya
“Sunnatul Insaniah” yaitu “Kullu nafsin zaikatul maut” namun jasad Nabi kita adalah Qadim Idhofi atau tiada rusak, selama-lamanya di kandung bumi
“Innallaha azza wajalla harrama alal ardhi aiya kulla azsadal ambiya” Bahwasanya Allah Ta’ala yang maha tinggi telah mengharamkan akan bumi menghancurkan jasad para nabi nabi"
Ruh Idhafi memerintah Nyawa, Nyawalah yang memerintah tubuh, agar tubuh berkelakuan yang sebenar-benar diri yang hak “QOD JAA AKUMUL HAQ MIRRABIKUM” Yang datang kepadamu adalah HAQ dari tuhanmu
Tujuan pemakaian adalah memesrakan Nur Muhammad SAW Lazimi dengan kesabaran dan ketekunan,, Awalnya terasa di hidung, Perlahan sampai ke bulu-bulu pada kulit, Hingga sampai sekecil-kecilnya lebur keluar di bulu-bulu, Tiada terasa di hidung lagi, Itulah yang di sebut DAIMUN SHALAT, Sama halnya mengenal RABBINYA, Sama halnya mengenal Hak Allah pada kelakuan Insan
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
"ALLAH adalah nama, TUHAN derajatnya, dan
hakekatnya adalah DZAT, dzat inilah yang haq, sebelum ada awal dan sebelum ada apa yang namanya tidak ada apa-apa, hanya DIA semata-mata
kemudian di tajalikannya nur Allah ini,
dari kata Allah yaitu Alif, Lam, Lam Ha, mengartikan Allah, Lillahi, Lahu, Hu semua kembali kepada Zatul Haq
Tasjid pada kata Allah mengartikan Nur ala Nur yang artinya diatas nur ada nur inilah Zatull Haq itu, bukankah jelas dikatakan Qul Hu Allahu Ahad, "katakan DIA Allah itu Satu?"
Atau Bismillahilazi La Illallah Illa HU, "Dengan nama Allah, tapi Tidak ada Allah Kecuali DIA" ini semua mengartikan bahwa dengan nama Allah lah maka kalian mengenalKU, bukankah Nama dengan yang punya nama itu berbeda? Lalu kenapa kita selalu permasalahkan tentang nama ini?
Bisa saja dengan Zat yang sama tapi orang lain menyebutnya dengan nama yang berbeda, Apakah ini salah?
La sautin : Tidak ada nama yang terucap
Wa La Harfun : dan tidak ada huruf yang bisa ditulis, itulah hakekatnya ZATULL HAQ
Adapun Alam Lahut itu adalah martabat Lata'in artinya tidak ada pernyataan, maka dinamakan Alam
Lahut itu adalah Asma Zat, artinya asma Zat Allah Taala Zat yang belum bernama Allah, hanya dengan bernama Zat Ahadiah, di dalam martabat Alam Lahut, Asma Zat yang Maha Suci itu adalah tujuh Asma'nya yaitu :
1.HU : artinya Zat Tuhan yang Esa semata-mata
2. GHAIBUL GHUYUB : artinya, tidak ada berpihak dan tidak bertempat, tidak Ia diatas, di bawah, di kiri, di kanan, di depan dan di belakang
3. AHADIAH : artinya dari pihak yang tidak sampai ke pengenalan para-para Nabi, apa lagi yang lain dari Nabi-nabi, yang mengetahui hanya dia
4. GHAIBUL HAWIAH : artinya, dari pihak Ia tidak berzat, berisma 'dan berakal seperti manusia.
5. UJUDUL MUTLAK : artinya tidak semua yang Hakiki hanya DIA
6. ABADAN ABADA : artinya tidak ada yang mengetahui wujudnya sesuatu semuanya
7. LATAIN : artinya tidak dapat dipikirkan oleh akal, Makrifat orang-orang yang Arifin Billah, Alam Lahut pada martabat Latain, DIAlah Zatul, MUTLAK yang tidak bercerai dan tidak berkumpul,
semata-mata DIA, belum lagi bernama ALLAH,
karena belum ada NUR MUHAMMAD SAW.
Berkenaan dengan ILMU Tajali Alam Lahut
tidak ada Ilmu pada Nur Muhammad, hanya DIA yang bertajali semata
8. Martabat ITHLAQ : artinya gaib yang sepenuhnya
9. Zatul BUHTI : artinya zat semata-mata
10. GAHIBUL MUTLAK : artinya gahib yang sepenuhnya
11. 'ZIHIN' : artinya tatkala sunyi ia dari sesuatu
12. ALAM sirr : artinya rahasia
1. Alam NASUT : Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya, Maksudnya Nasut pada diri kita Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat, Tulang
2. Alam MALAKUT : Alam gaib bagi malaikat-malaikat, Maksudnya Malakut pada diri kita Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan sebagainya
3. Alam JABARUT : Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka, Maksudnya Jabarut pada diri kita Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji
4. Alam LAHUT : Alam gaibul gaib kebesaran Nur Muhammad, Maksudnya Lahut pada diri kita
Batin tempat Rahasia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat
Ingatlah Bahwa, Muhammad itu ada dua rupa atau dua makna :
_____________________________________
1. Muhammad yang bermakna Qadim Azali : diri Muhammad yang pertama, yang tidak kenal mati selama lamanya, Maksudnya : Muhammad diri yang pertama = yang awal Nafas + yang akhir Salbiah + yang dzahir Ma’ani + yang batin Ma’nawiyah
2. Muhammad yang bermakna Muhammad Bin Abdullah : Insanul Kamil yang mengenal mati, Maksudnya : Muhammad diri yang kedua = yang bersifat manusia biasa, yang berlaku padanya
“Sunnatul Insaniah” yaitu “Kullu nafsin zaikatul maut” namun jasad Nabi kita adalah Qadim Idhofi atau tiada rusak, selama-lamanya di kandung bumi
“Innallaha azza wajalla harrama alal ardhi aiya kulla azsadal ambiya” Bahwasanya Allah Ta’ala yang maha tinggi telah mengharamkan akan bumi menghancurkan jasad para nabi nabi"
Ruh Idhafi memerintah Nyawa, Nyawalah yang memerintah tubuh, agar tubuh berkelakuan yang sebenar-benar diri yang hak “QOD JAA AKUMUL HAQ MIRRABIKUM” Yang datang kepadamu adalah HAQ dari tuhanmu
Tujuan pemakaian adalah memesrakan Nur Muhammad SAW Lazimi dengan kesabaran dan ketekunan,, Awalnya terasa di hidung, Perlahan sampai ke bulu-bulu pada kulit, Hingga sampai sekecil-kecilnya lebur keluar di bulu-bulu, Tiada terasa di hidung lagi, Itulah yang di sebut DAIMUN SHALAT, Sama halnya mengenal RABBINYA, Sama halnya mengenal Hak Allah pada kelakuan Insan
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar