SHALAT
Manusia sempurna itu ada 17 kerat TULANG Utama yang mendirikan badannya.
letaknya sbg berikut :
4 kerat TULANG di KEPALA
- Dahi,
- Pipi Kanan,
- Pipi Kiri
- Dagu
2 kerat TULANG di LEHER
- Tengkuk,
- Selangka
3 kerat TULANG di DADA
- Rusuk Kanan,
- Rusuk Kiri,
- Pinggul,
4 kerat TULANG di TANGAN
- Bahu Kanan,
- Bahu Kiri,
- Lengan Kiri
- Lengan Kanan,
4 kerat TULANG di KAKI
- Paha Kanan,
- Peha Kiri,
- Betis Kiri
- Betis Kanan,
_
Coba
Bandingkan dengan bilangan SOLAT setiap hari.
SOLAT WAJIB atas setiap manusia Islam adalah sebagaimana berikut :
_
4 rakaat SHALAT waktu ISYA
_
2 rakaat SHALAT waktu SUBUH
_
3 rakaat SHALAT waktu MAGRIB
_
4 rakaat SHALAT waktu ZOHOR
_
4 rakaat SHALAT waktu ASAR
_
Inilah dalilnya mengapa 17 rakaat SHALAT itu WAJIB atas setiap manusia .
Nyata
1 kerat TULANG mewakili 1 rakaat SHALAT .
Seperti 17 kerat TULANG utama yg dibawa kemana saja tanpa ditinggalkan, WAJIB 17 rakaat SOLAT didirikan tanpa ditinggalkan untuk jadikan 1 lembaga lengkap manusia sempurna seperti duduk berdirinya kata kini .
Jika,
Tertinggal 1 waktu SHOLAT , ibarat hilanglah 1 bagian TULANG utama dan runtuhlah rupa sempurna manusia itu .
Benarlah,
Sabda Nabi yang maksudnya :-
" SHOLAT itu tiang agama ".
Siapa yg tertinggal SHOLAT seperti ia meruntuhkan tiang agamanya, karena berdirinya agama di muka bumi ini adalah karena manusia .
Adapun
17 kerat TULANG ini juga untuk ingatkan tentang MASA terjagamu dalam sehari harus 17 jam yakni :
3 jam JAGA di awal MALAM
(Waktu MAGRIB dan ISYAK)
2 jam JAGA di awal SIANG
(Waktu SUBUH)
12 jam JAGA di SIANG hari
(Waktu ZOHOR dan ASAR)
Selebihnya 7 jam lagi untuk istirahat (Waktu TIDUR) untuk 7 anggota badanmu itu .
Begitulah
ALLAH mengajarimu uruskan WAKTU tanpa disadari melalui ibadat SHOLATmu..!!!
ALLAH ARRAHMA NIRRAHIIM
BERKASIH SAYANG KARENA ALLAH .
Setiap yang HIDUP pasti mempunyai NYAWA.
Sesuatu tidak bisa dikatakan HIDUP jika tidak memiliki NYAWA.
Pada sebuah DOA (bacaan), maka kita harus tahu NYAWA sebuah DOA tsb.
Ketika melakukan SHALAT secara Syariat, maka kita harus mengetahui NYAWA sebuah SHALAT.
Karena rata-rata orang yang beragama Islam hanya menjalankan SHOLAT sebagai syarat saja.. artinya, sekedar gugur kewajiban.
Kalau kita tidak mengetahui NYAWA sebuah SHOLAT, maka tidak akan bisa mengetahui "RUH" dari SHALAT yang kita lakukan, sehingga SHALAT kita hanya sekedar gugur kewajiban semata.
Padahal,
jika mengetahui NYAWA SHALAT itu sendiri, kita akan bisa berdialog dengan ALLAH SWT.
NYAWA SHALAT itu ada pada surat ALFATIHAH.
Lho kok bisa..?
Ya sangat jelas sekali.
Karena SHALAT yang kita lakukan tidak akan sah jika tidak membaca surat ALFATIHAH.
Jadi,
jika seseorang hanya mampu membaca surat ALFATIHAH saja, maka shalatnya sudah sah, tapi masih belum bisa berdialog dengan ALLAH SWT.
Jadi,
ketika SHALAT dan membaca surat ALFATIHAH, konsentrasi kita harus penuh untuk bisa berdialog dengan ALLAH SWT.
Lain halnya dg seseorang yg
SHALAT dan membaca surat ALFATIHAH dg cepat, tentu saja tidak akan mampu untuk berdialog dg ALLAH SWT.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama ALLAH yang maha pengasih dan Penyayang
- Doa untuk ALLAH.
Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin
Segala puji bagi ALLAH, Tuhan alam semesta
- Doa untuk ALLAH.
Ar Rahmaa nirrahiim
Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
- Doa Untuk ALLAH .
Maaliki yaumid diin
Yang Menguasai hari pembalasan/kiamat
- Doa untuk ALLAH
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
Hanya padaMU Kami Menyembah, dan hanya padaMU kami memohon pertolongan
- Doa Kepasrahan kita
Ihdinas shiraatal mustaqiim
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus
- Doa untuk si manusia
Siraathal ladzii na’an ‘amta ‘alaihim
Jalan yang penuh nikmat
- Doa untuk si manusia
ghairil maghduu bi’alaihim, walad dhaalliin
Bukan jalan orang yang Engkau Murkai dan bukan jalan yang sesat
- Doa untuk si manusia
Aamiin
Kabulkanlah doa kami
Perhatikan dengan seksama..!!
NYAWA ata "RUH" surat ALFATIHAH itu adalah pada ayat yang berbunyi
" IYYAAKA NA'BUDU, WA IYYAAKA NASTA'IIN "
Mengapa ayat tersebut menjadi nyawa dari surat ALFATIHAH ?
Karena ayat tsb merupakan perpisahan antara doa yang dipanjatkan kepada ALLAH SWT dan doa untuk DIRI manusia itu sendiri yang menunjukkan kepasrahan kita sebagai makhluk.
Perhatikan lagi dengan seksama..!!
Betapa hebat dan berbobotnya surat ALFATIHAH itu.
" IYYAAKA NA'BUDU, WA IYYAAKA NASTA'IIN "
menunjukkan bahwa manusia itu tidak mempunyai kekuatan apapun dan pasrah pada kuasa dari ALLAH SWT.
Jadi,
berkonsentrasilah ketika membaca perpisahan antara doa untuk ALLAH dan doa untuk kepentingan si manusia, karena hal itu menunjukkan kepasrahan kita pada GUSTI KANG MURBEHING DUMADI.
Baca AL-FATIHAH sambil DA’IM adalah puji AL-QUR’AN dalam DIRI...
Tetapi masih banyak yg belum mengerti.....
Bismillah -> Mesrakan mulai dari Penglihatan.
Ar-Rahman -> Mesrakan ke Pendengaran.
Ar-Rahim -> Mesrakan ke Penciuman.
Alhamdulillahi Rabbil Alamin-> Mesrakan ke Pengrasa.
Arrahmanirrahim -> Mesrakan lagi dari Otak.
Malikiyaumiddin-> Mesrakan turun ke Sum-sum.
Iyyakana’budu wa iyyakanasta’in -> Mesrakan ke Tulang-tulang 360.
Ihdinas shiratal mustaqim -> Mesrakan ke Urat-urat.
Shiratal laziina an amta alaihim -> Mesrakan ke Daging.
Gairil magdubi alaihim -> Mesrakan ke seluruh Kulit.
Waladdollin -> Mesrakan sampai ke Bulu-bulu.
Aamiin -> Mesrakan seluruh tubuh hingga SEMPURNA diri kita dzahir dan batin.
Surat ALFATIHAH, jika dibaca dengan konsentrasi pada ALLAH SWT, akan sangat bermanfaat bagi yang membacanya (terserah apapun tujuannya..)
Tidak salah jika surat ALFATIHAH menjadi Ummul Kitab (surat pembuka AL-QUR'AN
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Manusia sempurna itu ada 17 kerat TULANG Utama yang mendirikan badannya.
letaknya sbg berikut :
4 kerat TULANG di KEPALA
- Dahi,
- Pipi Kanan,
- Pipi Kiri
- Dagu
2 kerat TULANG di LEHER
- Tengkuk,
- Selangka
3 kerat TULANG di DADA
- Rusuk Kanan,
- Rusuk Kiri,
- Pinggul,
4 kerat TULANG di TANGAN
- Bahu Kanan,
- Bahu Kiri,
- Lengan Kiri
- Lengan Kanan,
4 kerat TULANG di KAKI
- Paha Kanan,
- Peha Kiri,
- Betis Kiri
- Betis Kanan,
_
Coba
Bandingkan dengan bilangan SOLAT setiap hari.
SOLAT WAJIB atas setiap manusia Islam adalah sebagaimana berikut :
_
4 rakaat SHALAT waktu ISYA
_
2 rakaat SHALAT waktu SUBUH
_
3 rakaat SHALAT waktu MAGRIB
_
4 rakaat SHALAT waktu ZOHOR
_
4 rakaat SHALAT waktu ASAR
_
Inilah dalilnya mengapa 17 rakaat SHALAT itu WAJIB atas setiap manusia .
Nyata
1 kerat TULANG mewakili 1 rakaat SHALAT .
Seperti 17 kerat TULANG utama yg dibawa kemana saja tanpa ditinggalkan, WAJIB 17 rakaat SOLAT didirikan tanpa ditinggalkan untuk jadikan 1 lembaga lengkap manusia sempurna seperti duduk berdirinya kata kini .
Jika,
Tertinggal 1 waktu SHOLAT , ibarat hilanglah 1 bagian TULANG utama dan runtuhlah rupa sempurna manusia itu .
Benarlah,
Sabda Nabi yang maksudnya :-
" SHOLAT itu tiang agama ".
Siapa yg tertinggal SHOLAT seperti ia meruntuhkan tiang agamanya, karena berdirinya agama di muka bumi ini adalah karena manusia .
Adapun
17 kerat TULANG ini juga untuk ingatkan tentang MASA terjagamu dalam sehari harus 17 jam yakni :
3 jam JAGA di awal MALAM
(Waktu MAGRIB dan ISYAK)
2 jam JAGA di awal SIANG
(Waktu SUBUH)
12 jam JAGA di SIANG hari
(Waktu ZOHOR dan ASAR)
Selebihnya 7 jam lagi untuk istirahat (Waktu TIDUR) untuk 7 anggota badanmu itu .
Begitulah
ALLAH mengajarimu uruskan WAKTU tanpa disadari melalui ibadat SHOLATmu..!!!
ALLAH ARRAHMA NIRRAHIIM
BERKASIH SAYANG KARENA ALLAH .
Setiap yang HIDUP pasti mempunyai NYAWA.
Sesuatu tidak bisa dikatakan HIDUP jika tidak memiliki NYAWA.
Pada sebuah DOA (bacaan), maka kita harus tahu NYAWA sebuah DOA tsb.
Ketika melakukan SHALAT secara Syariat, maka kita harus mengetahui NYAWA sebuah SHALAT.
Karena rata-rata orang yang beragama Islam hanya menjalankan SHOLAT sebagai syarat saja.. artinya, sekedar gugur kewajiban.
Kalau kita tidak mengetahui NYAWA sebuah SHOLAT, maka tidak akan bisa mengetahui "RUH" dari SHALAT yang kita lakukan, sehingga SHALAT kita hanya sekedar gugur kewajiban semata.
Padahal,
jika mengetahui NYAWA SHALAT itu sendiri, kita akan bisa berdialog dengan ALLAH SWT.
NYAWA SHALAT itu ada pada surat ALFATIHAH.
Lho kok bisa..?
Ya sangat jelas sekali.
Karena SHALAT yang kita lakukan tidak akan sah jika tidak membaca surat ALFATIHAH.
Jadi,
jika seseorang hanya mampu membaca surat ALFATIHAH saja, maka shalatnya sudah sah, tapi masih belum bisa berdialog dengan ALLAH SWT.
Jadi,
ketika SHALAT dan membaca surat ALFATIHAH, konsentrasi kita harus penuh untuk bisa berdialog dengan ALLAH SWT.
Lain halnya dg seseorang yg
SHALAT dan membaca surat ALFATIHAH dg cepat, tentu saja tidak akan mampu untuk berdialog dg ALLAH SWT.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama ALLAH yang maha pengasih dan Penyayang
- Doa untuk ALLAH.
Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin
Segala puji bagi ALLAH, Tuhan alam semesta
- Doa untuk ALLAH.
Ar Rahmaa nirrahiim
Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
- Doa Untuk ALLAH .
Maaliki yaumid diin
Yang Menguasai hari pembalasan/kiamat
- Doa untuk ALLAH
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
Hanya padaMU Kami Menyembah, dan hanya padaMU kami memohon pertolongan
- Doa Kepasrahan kita
Ihdinas shiraatal mustaqiim
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus
- Doa untuk si manusia
Siraathal ladzii na’an ‘amta ‘alaihim
Jalan yang penuh nikmat
- Doa untuk si manusia
ghairil maghduu bi’alaihim, walad dhaalliin
Bukan jalan orang yang Engkau Murkai dan bukan jalan yang sesat
- Doa untuk si manusia
Aamiin
Kabulkanlah doa kami
Perhatikan dengan seksama..!!
NYAWA ata "RUH" surat ALFATIHAH itu adalah pada ayat yang berbunyi
" IYYAAKA NA'BUDU, WA IYYAAKA NASTA'IIN "
Mengapa ayat tersebut menjadi nyawa dari surat ALFATIHAH ?
Karena ayat tsb merupakan perpisahan antara doa yang dipanjatkan kepada ALLAH SWT dan doa untuk DIRI manusia itu sendiri yang menunjukkan kepasrahan kita sebagai makhluk.
Perhatikan lagi dengan seksama..!!
Betapa hebat dan berbobotnya surat ALFATIHAH itu.
" IYYAAKA NA'BUDU, WA IYYAAKA NASTA'IIN "
menunjukkan bahwa manusia itu tidak mempunyai kekuatan apapun dan pasrah pada kuasa dari ALLAH SWT.
Jadi,
berkonsentrasilah ketika membaca perpisahan antara doa untuk ALLAH dan doa untuk kepentingan si manusia, karena hal itu menunjukkan kepasrahan kita pada GUSTI KANG MURBEHING DUMADI.
Baca AL-FATIHAH sambil DA’IM adalah puji AL-QUR’AN dalam DIRI...
Tetapi masih banyak yg belum mengerti.....
Bismillah -> Mesrakan mulai dari Penglihatan.
Ar-Rahman -> Mesrakan ke Pendengaran.
Ar-Rahim -> Mesrakan ke Penciuman.
Alhamdulillahi Rabbil Alamin-> Mesrakan ke Pengrasa.
Arrahmanirrahim -> Mesrakan lagi dari Otak.
Malikiyaumiddin-> Mesrakan turun ke Sum-sum.
Iyyakana’budu wa iyyakanasta’in -> Mesrakan ke Tulang-tulang 360.
Ihdinas shiratal mustaqim -> Mesrakan ke Urat-urat.
Shiratal laziina an amta alaihim -> Mesrakan ke Daging.
Gairil magdubi alaihim -> Mesrakan ke seluruh Kulit.
Waladdollin -> Mesrakan sampai ke Bulu-bulu.
Aamiin -> Mesrakan seluruh tubuh hingga SEMPURNA diri kita dzahir dan batin.
Surat ALFATIHAH, jika dibaca dengan konsentrasi pada ALLAH SWT, akan sangat bermanfaat bagi yang membacanya (terserah apapun tujuannya..)
Tidak salah jika surat ALFATIHAH menjadi Ummul Kitab (surat pembuka AL-QUR'AN
(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1
Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar