Kamis, 17 Januari 2019

-Jangan Berhenti Di Tengah Badai

 
JANGAN BERHENTI DI TENGAH BADAI

Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ibunya.
Setelah beberapa puluh kilometer, Tiba² awan hitam datang bersama angin kencang,Langit menjadi gelap, Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

“BAGAIMANA, Bu? Kita berhenti?”,
Si Anak bertanya.
“Teruslah.. !”, kata Ibu
Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, Bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Terlihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.

“Bu....?"
“TERUSLAH mengemudi..!!” kata Ibu sambil terus melihat ke depan.
Anaknya TETAP mengemudi dgn bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan HANYA berjarak bebarapa meter saja.
Si Anak mulai takut. NAMUN... tetap mengemudi WALAUPUN sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.

SETELAH beberapa kilometer
lagi, SAMPAILAH mereka pada daerah yg kering & matahari bersinar.
“SILAKAN berhenti & keluarlah”, kata Ibu
“KENAPA sekarang ?”, tanya-nya
“Agar kau BISA MELIHAT seandainya berhenti di tengah badai”.
Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia MEMBAYANGKAN orang² yg terjebak di sana.
Dia BARU mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidak pastian.
JIKA kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yg terus menakutkan.

LAKUKAN saja Apa yang dpt kita lakukan & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU.
KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita...
HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!
BUTUH batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI..
BUTUH semak berduri supaya kita WASPADA..
BUTUH Pesimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH..
BUTUH Petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan..
Hidup Butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN..
BUTUH Pengorbanan supaya kita tahu cara KERJA CERDAS..
BUTUH air mata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI
BUTUH dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI..
BUTUH tertawa dan senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR..
BUTUH Orang lain supaya kita tahu kita TAK SENDIRI..

Jangan selesaikan MASALAH dengan mengeluh, berkeluh kesah, dan marah", Selesaikan saja dengan sabar, bersyukur dan jangan lupa TERSENYUM.
Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan takut..
Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud.
Perbuatan baik yg paling sempurna adalah perbuatan baik yg tidak terlihat, Namun.. Dapat dirasakan hingga jauh ke dalam relung hati.

Jangan menghitung apa yg hilang, namun hitunglah apa yg tersisa.
Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan utk Kebutuhan Hidup.
Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan utk Gaya Hidup.
Tidak selamanya kata-kata yg indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yg menyakitkan itu salah.

Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yg menyakitimu, sayangi mereka yg peduli padamu.

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Filosofi Pancasila

 14 Desember 2018

FILOSOFI PANCASILA

(Panca driya,Panca sona,Panca maya)
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Kenapa sila pertama seperti itu bukan Tuhan yang Maha Esa.
Sebab bagaimanapun juga wujud diri kita tersinari oleh sifat-sifat ketuhanan yakni dari:
a. Dzat - Hidup - Cahaya Merah
b. Sifat - Rupa - Cahaya Kuning
c. Asma - Nama - Cahaya Putih
d. Af'al - Wujud - Cahaya Hitam
maka terjadilah warna-warni kehidupan dan kultur bangsa beda-beda di setiap negara begitupun dinegara kita yang berbagai suku budaya, bahasa dan agama.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kenapa sila ke dua Kemanusia yang adil dan beradab.
Sebab orang yang bisa menemukan hakikat hidup sejati dan mengetahui sifat-sifat ketuhanan adalah orang yang memiliki sifat yang berperikemanusiaan yakni: ...
a. Sifat Sidiq
b. Sifat Amanah
c. Sifat Fatonah
d. Sifat Tabligh
Jika diri kita memiliki sifat-sifat itu maka cahaya Nur Muhammad akan terpancar mengalahkan sifat syirik, dengki, su'udzon dan hasud tergantukan dengan sifat dan sikap penuh rasa kasih dan sayang.
Siliwangi-silih asih, silih asah dan silih asuh antar sesama.
3. Persatuan Indonesia
Kenapa sila ketiga persatuan indonesia.
Sebab diwujud diri kita ini berbeda-beda nama wujud lahir diri ada dalam asmaulhusnah yang berbeda dan didalam bathin diripun ada 4 asma yang berbeda yakni:
a. Rasa
b. Hati
c. Akal
d. Jiwa
Jika ke 99 asma diri lahir dan ke 4 asma diri bathin tidak berkesinambungan atau bersatu akan seperti apa diri kita menjalani kehidupan akan sempoyongan atau celaka, apalagi negara jika rakyat dan wakil rakyat tidak bersatu apa yang akan terjadi (lihatlah sekarang apa yang terjadi).
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Kenapa sila ke empat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Sebab diwujud diri kita ini ada banyak rakyat atau anggota badan yang harus digerakan dan dipimpin oleh akal sehat dan hati nurani begitupun negeri kita begitu banyak rakyat yang berharap dipimpin oleh orang yang mengemban amanah penuh hikmah dan bijaksana: ...
a. Bisa berjalan diatas air (bisa berbaur n merakyat)
b. Bisa terbang ke angkasa (bisa mengerti keinginan n harapan rakyat)
c. Bisa menembus bumi (bisa memahami isi hati nurani rakyat).
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Kenapa sila ke lima keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Sebab diri kita dalam melakukan apapun selama menjalani kehidupan harus menggunakan rasa sejati maka kenalilah rasa sejati, temuilah rasa sejati dan ketahuilah rasa diri sendiri apabila bisa berlaku adil pada diri sendiri maka begitupun pada orang lain.
Rasa itu ada 3:
a. Rasa lahir (ditampar,dicubit dan dipukul sakit)
b. Rasa bathin (cinta, kasih-sayang dan cemburu)
c. Rasa nurani (Rasa Tuhan murni yang tidak memandang apapun yang dilihat hanya sinar kebaikan Allah)
Maka gunakanlah rasa nuranimu akan sempurnalah wujud diri ini.
Inilah syahadat kita didunia yang saling behubungan dengan syahadat akhirat 2 kalimah sakral dan sangat erat hubungan dengan Rukun islam dan Rukun Iman.
Jika semua orang bisa memahami, mengetahui makna arti Pancasila yang sebenarnya itu adalah "Wujud Diri Kita Sendiri" seutuhnya.
Bisa dibayangkan akan gemah ripah repeh loh jinawi selalu terjaga Bhineka Tunggal Ika dan tetap bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
PANCASILA ABADI...!!!
Sila ke 1:
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak
disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.
Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.“
Sila Ke 2:
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.“
Sila ke 3:
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling
bertakwa di antara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.“
Sila ke 4:
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (AlQur’an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.“
Sila ke 5:
“Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah“

Salam PERDAMAIN UMAT.

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Dulu Aku Ini Siapa Dan Sekarang Mau Kemana ?

*DULU AKU INI SIAPA dan SEKARANG MAU KEMANA ?

* Sebuah RENUNGAN...
Dulu..,*DULU AKU INI SIAPA dan SEKARANG MAU KEMANA ?* Sebuah RENUNGAN...
Dulu..,
Aku sangat KAGUM pada manusia yang :
» Cerdas..,
» Kaya..,
» Berhasil dalam Karir..,
» Hidup sukses..,
» dan Hebat Dunianya...
Sekarang..,
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku...
Aku kagum dengan :
» Manusia yang Hebat di mata Allah SWT..,
» Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja...
Dulu..,
Aku memilih MARAH ketika merasa 'Harga Diriku' dijatuhkan oleh orang lain yang 'Berlaku Kasar Kepadaku' dan menyakitiku dengan 'Kalimat-Kalimat Sindiran...'
Sekarang..,
Aku memilih untuk
BANYAK BERSABAR & MEMAAFKAN, Karena aku yakin 'Ada Hikmah Lain' yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk Memaafkan & Bersabar..'
Dulu..,
Aku memilih MENGEJAR DUNIA dan 'Menumpuknya' sebisaku....
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah
'Makan dan Minum' untuk hari ini...
Sekarang..,
Aku memilih untuk BERSYUKUR & BERSYUKUR dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa 'Mengisi Waktuku' hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat 'Untuk Sesamaku'...
Dulu..,
Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN
» Orang tua..,
» Saudara..,
» dan teman-temanku
jika aku berhasil dengan duniaku... Ternyata yang membuat mereka bahagia 'Bukan Itu'.., melainkan :
» Ucapan..,
» Sikap..,
» Tingkah..,
» dan Sapaanku kepada mereka...
Sekarang..,
Aku memilih untuk 'Membuat Mereka Bahagia' dengan apa yang ada padaku.., karena aku ingin ke-Manfaat-an ku ditengah-tengah mereka...
(Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfa'at buat Manusia lainnya)...
Dulu..,
Fokus pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk Duniaku...
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-NYA...
Sekarang..,
yang menjadi 'Fokus Pikiran' dan 'Rencana-Rencana' ku adalah: Bagaimana agar Hidupku dapat Berkenan di mata Allah SWT dan Sesama.., jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-NYA...
→ Τak ada yang dapat menjamin bahwa : aku dapat menikmati 'Teriknya Matahari Esok Pagi'...
→ Τak ada yang bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa : aku masih bisa 'Menghirup udara Besok Hari'...
Jadi apabila 'Hari Ini dan Esok Hari' aku masih hidup.., itu adalah karena kehendak Allah SWT semata.., bukan kehendak siapa-siapa...
T5555ll
Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :
'DULU' aku ini siapa....?
Dan 'SEKARANG' aku mau kemana....?
Inna sholatii wa nusukii wamahyayaa wamamaati lillahi Robbil 'alamiin.
*Semoga bermanfaat.....Aamiin*
Aku sangat KAGUM pada manusia yang :
» Cerdas..,
» Kaya..,
» Berhasil dalam Karir..,
» Hidup sukses..,
» dan Hebat Dunianya...
Sekarang..,
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku...
Aku kagum dengan :
» Manusia yang Hebat di mata Allah SWT..,
» Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja...
Dulu..,
Aku memilih MARAH ketika merasa 'Harga Diriku' dijatuhkan oleh orang lain yang 'Berlaku Kasar Kepadaku' dan menyakitiku dengan 'Kalimat-Kalimat Sindiran...'
Sekarang..,
Aku memilih untuk
BANYAK BERSABAR & MEMAAFKAN, Karena aku yakin 'Ada Hikmah Lain' yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk Memaafkan & Bersabar..'
Dulu..,
Aku memilih MENGEJAR DUNIA dan 'Menumpuknya' sebisaku....
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah
'Makan dan Minum' untuk hari ini...
Sekarang..,
Aku memilih untuk BERSYUKUR & BERSYUKUR dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa 'Mengisi Waktuku' hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat 'Untuk Sesamaku'...
Dulu..,
Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN
» Orang tua..,
» Saudara..,
» dan teman-temanku
jika aku berhasil dengan duniaku... Ternyata yang membuat mereka bahagia 'Bukan Itu'.., melainkan :
» Ucapan..,
» Sikap..,
» Tingkah..,
» dan Sapaanku kepada mereka...
Sekarang..,
Aku memilih untuk 'Membuat Mereka Bahagia' dengan apa yang ada padaku.., karena aku ingin ke-Manfaat-an ku ditengah-tengah mereka...
(Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfa'at buat Manusia lainnya)...
Dulu..,
Fokus pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk Duniaku...
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-NYA...
Sekarang..,
yang menjadi 'Fokus Pikiran' dan 'Rencana-Rencana' ku adalah: Bagaimana agar Hidupku dapat Berkenan di mata Allah SWT dan Sesama.., jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-NYA...
→ Τak ada yang dapat menjamin bahwa : aku dapat menikmati 'Teriknya Matahari Esok Pagi'...
→ Τak ada yang bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa : aku masih bisa 'Menghirup udara Besok Hari'...
Jadi apabila 'Hari Ini dan Esok Hari' aku masih hidup.., itu adalah karena kehendak Allah SWT semata.., bukan kehendak siapa-siapa...
Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :
'DULU' aku ini siapa....?
Dan 'SEKARANG' aku mau kemana....?
Inna sholatii wa nusukii wamahyayaa wamamaati lillahi Robbil 'alamiin.
*Semoga bermanfaat.....Aamiin*


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Eling Lan Waspodo

 16 Desember 2018

 ELING LAN WASPODO

Eling lan Waspodo...
Eling iku sejatine manembah
Waspodo liku lelakune manembah..
Nglakoni dadi wong Urip iku PRASOJO wae...ro butuh sing muluk muluk..
 

Kasunyatane...
Ora ono jalmo kang sarwo biso
Ora ono sing sarwi ngerti
Ora ono sing pinter sembarang kalir...
Ora ono sing paling kuat...paling roso..
 

Kehidupan terikat oleh sebuah rantai makanan...
Berada dalam lingkaran sebab akibat (cokro manggilingan ).
Prasojo wae...
Dongane wong pengin duwe golek.
Dongane pengin pinter sinau..
Dongane pengin warek mangan..
Dongane wong pengin weruh nyawang...
Prasojo wae...
Selamat pagi sugeng ngayai pakaryan.


 Keterangan foto tidak tersedia.
 (Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com


-Benar Dan Pandai

 16 Desember 2018

*"BENAR DAN PANDAI"* 


*( _Bener lan pinter_ dalam pemaknaan budaya Jawa )*
Dalam khasanah budaya Jawa ada 3 tingkatan kepandaian seseorang, yaitu : *pinter*, *wasis*, dan *waskito*.
*Pinter* / *wasis* dan *waskito* berada dalam sebuah pendulum pandai dan _futurist_

Perbincangan tentang *wasis* salah satunya terlihat dari ungkapan :
_*Ora kabèh wong pinter kuwi bener*_
*( Tidak semua orang pandai itu benar )*
_*Ora kabèh wong bener kuwi pinter*_
*( Tidak semua orang benar itu pintar )*
_*Akèh wong pinter ning ora bener*_
*( Banyak orang pintar tapi tidak benar )*
_*Akeh uga wong bener senajan ora pinter*_
*( Banyak juga orang benar meskipun tidak pandai )*
Budaya Jawa lebih menekankan pada bener dan pener
*_(benar dan tepat)_*.
Dan ini ciri orang yang *wasis*

Budaya Jawa lebih menekankan pada :
*_Tinimbang dadi wong pinter tapi ora bener_*, _*luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter*_
*( Dari pada jadi orang pandai tapi tidak benar, lebih baik menjadi orang benar meskipun tidak pandai )*

Budaya Jawa lebih menekankan pentingnya kebenaran dibanding kepandaian.
_*Minterna wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mBeneraké wong pinter*_
*( Membuat pandai orang benar itu lebih mudah dibanding membuat benar orang pandai )*
Sebab:
*_mBeneraké wong pinter..kuwi mbutuhké beningé ati …_*
*( Membuat benar orang pandai membutuhkan beningnya hati )*
Konsep ini menarik dalam kaitannya dengan _cognitive bias_. Dan kalau ditarik lebih dalam lagi adalah pemaknaan dari : *cipta, rasa, dan karsa*
_Lesson learning_ yang bisa kita dapatkan dari semua ini adalah :
*_Mulo dadi uwong iku ojo rumongso biso_*,
*_ananging biso-o rumongso marang sak podho-podho_*
*( Untuk itu menjadi manusia itu jangan sok merasa bisa, tetapi bisalah kita merasakan terhadap sesama )*

Budaya Jawa sangat menekankan pada sikap berempati.

(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Emosi

 16 Desember 2018 ·

*(EMOSI)*

*Emosi pria* mempengaruhi *karirnya.*
*Emosi wanita* mempengaruhi *pernikahannya.*
Setiap hari bacalah artikel ini sekali.
Perlahan diri anda akan berubah.

*Di Thailand* ada orang legendaris bernama *Mr. Bai*,
berkata :
*_"Asalkan bisa mengatur emosi dengan baik, maka hal-hal duniawi pun akan lancar."_*
Banyak orang berkonsultasi tentang kelancaran masa depan bisnisnya, rumah tangganya, anak-anaknya, atau pernikahannya.

Saya hanya menjawab dengan satu pertanyaan,
*"Bagaimana dengan emosi anda, baik atau tidak ?".*
Sepanjang hidupnya manusia selalu belajar bagaimana *"menjadi orang".*
Ini adalah materi pelajaran seumur hidup yang tidak ada istilah kelulusan.
*Tidak peduli kaum ilmuwan, petani, pekerja, maupun pedagang, semuanya sama.*
"Asalkan mau belajar, pasti akan maju."

*Beberapa pelajaran dalam hidup :*
*1. Belajar meminta maaf.*
Seringkali manusia tidak mau mengakui kesalahannya, menganggap *semuanya adalah kesalahan orang lain*, dan dirinya sendiri yang benar.
Sebenarnya *"tidak bisa mengakui kesalahan"* merupakan suatu *kesalahan.*
Kita harus bisa meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, masyarakat, bahkan kepada anak-anak dan musuh kita.
Meminta maaf tidak akan membuat kita kekurangan apapun, *malahan bisa menunjukkan kelapangan hati kita.*
"Belajar meminta maaf adalah hal yang baik dan merupakan suatu bentuk pelatihan diri."

*2. Belajar kelembutan hati.*
Gigi kita keras, namun lidah kita lembut.
*Saat kita menua, gigi akan tanggal, sedangkan lidah kita tetap ada.*
Jadi kita harus bisa lembut, barulah bisa panjang umur.
*Sifat keras hati malah merugikan diri kita.*
Hati yang lembut merupakan pencapaian besar dalam hidup manusia.
*Orang yang keras kepala biasanya dijuluki berhati dingin, sifatnya dingin, atau hatinya keras seperti besi.*
Jika kita bisa mengatur nafas, mengatur postur tubuh, dan mengatur hati kita, ibarat kita menenangkan kuda liar atau monyet liar supaya jinak, maka hidup kita akan lebih bahagia dan panjang umur.

*3. Belajar menahan diri.*
Dalam hidup ini, jika kita bisa "menahan emosi, badai dan ombak pun akan reda".
*"Mundur selangkah, melihat langit dan laut masih luas" (tiada masalah).*
Dengan menahan diri, semua masalah bisa dibereskan.
*Menahan diri berarti bisa memakai kebijaksanaan untuk mengatur dan mengubah masalah besar menjadi masalah kecil, dan masalah kecil menjadi tiada masalah.*
Jika kita mau hidup dengan damai, kita harus bisa menahan diri terhadap kebaikan dan keburukan dunia dan masyarakat serta gosip-gosip di masyarakat.
Bahkan kita bisa menerimanya *(memakluminya).*

*4. Belajar berkomunikasi.*
Kurangnya komunikasi bisa menimbulkan gosip, perselisihan, dan kesalah-pahaman.
*Hal terpenting dalam hidup bermasyarakat adalah bisa berkomunikasi dengan baik, saling memahami, toleransi, saling membantu.*
Kita semua adalah saudara, jika selalu bertikai dan miskomunikasi, maka tidak akan bisa hidup berdampingan dengan damai.

*5. Belajar melepas (tidak melekat).*
Hidup kita ibarat sebuah koper, yang diangkat saat perlu dan ditaruh saat tidak perlu.
*Saat harus melepas, jika kita malah melekatinya, maka seperti mengangkat koper yang berat dan tidak bisa bebas leluasa.*
Hidup manusia ada batasnya.
*Belajar mengakui kesalahan, menghargai orang lain, dan memaklumi orang lain, barulah kita bisa diterima oleh orang lain*.
Belajar melepas barulah kita bisa bebas leluasa.

*6. Belajar merasa terharu.*
Saat melihat kebaikan orang lain, kita merasa senang melihat orang baik dan hal-hal baik, dan kita merasa terharu.
*Bisa merasa terharu adalah suatu bentuk kasih sayang*.
Dalam hidup banyak hal dan kata-kata yang bisa membuat kita terharu.
*Jadi kita pun harus berusaha supaya bisa membuat orang lain terharu (dengan berbuat hal-hal baik dan berkata-kata baik).*

*7. Belajar bertahan hidup.*
Untuk bertahan hidup, kita harus menjaga kesehatan.
*Tubuh sehat tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga membuat teman dan keluarga kita merasa tenang.*
Menjaga kesehatan juga merupakan suatu bentuk bakti kepada orang tua.

*Selamat menjalani hidup ini dgn sepenuh kebahagiaan.....*
Tetaplah menjadi Baik sampai Akhir hayat


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com

-Hati Nurani

 
HATI NURANI. 

Siapa pun yang mengkhianati hati nuraninya, maka dia telah membuka jalan menuju ke pengalaman hidup yang paling pahit. Pengkhianatan kepada hati nurani adalah masalah yang sangat serius karena pasti membawa diri ke dalam penderitaan.
Semua energi negatif yang berakumulasi di dalam diri menjadi penyebab seseorang mengkhianati hati nuraninya sendiri.

Ketika hati nurani tertutup oleh ambisi berlebihan, keserakahan, kemarahan, kebencian, kedengkian, keinginan tanpa kendali, dan rendahnya kesadaran diri, maka semua sumber energi negatif yang menutupi hati nurani itu akan menciptakan jalan hidup yang sulit, tidak akan ada cahaya dari hati nurani untuk menuntun jalan hidup yang tepat bagi Anda.
Seseorang seolah-olah kehilangan akal sehat dan tidak mengerti jalan terbaik yang harus dipilih.
Yaa... Energi negatif yang bersumber dari nafsu keinginan bendawi tanpa melalui kesadaran diri, akan menggelapkan batin dan menghilangkan cahaya penuntun bagi jiwa.
Hal ini berdampak pada ketidakmampuhan diri untuk menemukan solusi atas permasalahan hidup yang dihadapi.

Jadi, ketika Anda mengalami banyak rintangan dan kesulitan dalam hidup, maka temukan solusi dengan cara membersihkan hati nurani dari semua timbunan energi negatif.
Bersihkan semua pengaruh energi negatif dari hati nurani Anda, pulihkan hati nurani Anda dengan cinta dan kepercayaan diri untuk menjadi diri sendiri yang asli yg apa adanya .
Anda tidak perlu menjadi orang lain, jadilah diri sendiri yang apa adanya.
Tidak perlu menutupi diri dengan sesuatu yang tidak asli.

Setiap hari, melatih diri untuk tunduk dan menyerah kepada kehendak Tuhan. Menerima apa pun yang telah terjadi dengan tenang dalam doa.
Jangan pernah memberikan kebebasan kepada energi negatif untuk menguasai suara hati Anda.
Intinya, setiap momen, Anda harus fokus untuk menguatkan energi positif di dalam diri Anda. Ingat selalu bahwa kekuatan itu ada di dalam diri Anda, bukan di luar diri Anda.
Yakinkan diri Anda untuk tetap bergerak dengan penuh optimis menuju masa depan. Walau pun kekuatan energi negatif selalu hadir untuk memaksa Anda menuju jalan pintas, Anda tidak boleh membiarkan hati nurani Anda ditutupi kabut gelap dari energi negatif tersebut.
Ketika jiwa, pikiran, emosi, tubuh, dan suara hati Anda bersatupadu dalam energi positif maka, pintu untuk memulai perjalanan menuju impian akan terbuka. Anda pun bisa mulai bergerak bersama hati nurani Anda untuk mencapai tujuan Anda.

Di sinilah hati nurani Anda akan mengeluarkan cahaya untuk menunjukkan jalan kebenaran yang harus Anda lalui.
Intinya, setiap orang memiliki kesempatan untuk mewujudkan kebenaran jalan hidup yg bersesuaian dgn hati nurani.
Kehidupan duniawi adalah hadiah terbaik dari Tuhan untuk kita semua. Nikmati kebaikan duniawi dengan sukacita. Tumbuhkan kesadaran di dalam diri bahwa segala sesuatu sifatnya sementara dan pasti berlaku.

Jadi, Anda tidak akan terikat dengan semua hal yang duniawi.
Sebaliknya, dalam setiap momen, Anda mampu menikmati baiknya dan indahnya kehidupan yang Tuhan berikan kepada Anda dengan Rahman -RahimNya ...!


(Sumber : Postingan di Beranda FB Msprayitno)
https://www.facebook.com/msprayitno.msprayitno.1


Repost by : Suyadi Jossmart (www.jossmart.com)
Klik : https://sinaurosorogo.blogspot.com